
" sial mana mungkin " gerutu seorang laki laki dengan rambut coklatnya berbaring di tempat tidurnya yang dia berusaha tidur dengan memeluk selimut yang sudah dia tumpuk menjadi seperti guling " apa harus bilang saja yah .. biar bisa normal kembali"
KRING.....KRING..... jam dering berdering dengan sangat kencang berdering di kamar radith pada waktu itu , di jam yang berdering tersebut terlihat jam menunjukkan pukul 8 pagi
" argh...... aku susah tidur gara gara kau..." teriak radith dengan membuang selimut yang menumpuk ke arah pintu " gara gara kau " pintah nya dengan nada lemas nya sambil wajahnya sedikit merona merah dengan menutup wajahnya dengan ke 2 tangan nya pada waktu itu .
"moving away to the sea for a getaway
car top down and we’re driving just to feel young" tiba tiba terdengar sebuah lagu berjudul demon emperor yang ternyata dari smartphon radith pada waktu itu .
radith dengan sigap mengambil smarthphon yang berada di meja samping tempat tidurnya " iya " ucap radith lirih saat menjawab panggilan smartphone tersebut .
di dalam kontak tersebut tertulis si putih idiot nama yang sangat menusuk yang di pakai pada waktu itu
" kau akhir pekan masih di rumah kan sekarang " terdengarlah suara Angga di balik smarthphon tersebut " sepertinya " balas radith lirih
" kita tunggu di di taman Tanjung kodok jangan telat yah " ucap Angga dari balik smartphon radith pada waktu itu dengan nada agak kesal
" kita ? apa maksudmu kita " tanya radith dengan herannya dan berpikir apa dia salah bicara apa mungkin kami itu bermakna ada yang ikut selain mereka ber dua
" sudahlah datang saja cepat !" balas Angga dengan nada agak cepet yang bersamaan dengan kata kata terakhirnya Angga mematikan panggilannya
KREEEK..... pintu terbuka dan terlihat kak mora berdiri di depan pintu , membawa bajunya yang belum di lipat
__ADS_1
" oh sudah bangun " pintah kak mora yang setelah berkata pada radith kak mora kembali berjalan mungkin untuk melipat bajunya .
"sudah aku putuskan aku besok di sokalah akan bilang ke orang bodoh itu kalau aku ukh...baru mikir gitu aja merinding ,hari ini main aja lah sama Angga " gumam radith dengan bangun dari kasurnya berjalan menuju kamar mandi pribadi nya .
5 menit berlalu terlihat radith sedang memakai sepatu di depan rumah nya , kalau kalian bilang cepet kali siap siapnya radith , jawabannya cwok bisa mandi kilat cuy.
" kemana " dari belakang terdengar kak mora memanggil radith yang yuk mora bersender di tembok dan melipat ke 2 tangannya
" main sama Angga , dia yang ngajak " balas lirih radith dengan berdiri dari duduknya
plok...plok...suara radith menepuk lututnya sendiri membersihkan debu dari celana nya
" berangkat dulu kak " pamit radith dengan membuka pintu rumahnya yang kak mora hanya membalas tersenyum pada radith
jam 8 .54 terlihat radith berjalan lirih ke arah tujuan yang sudah di beritahukan Angga ke dia ,
"yo " panggil Angga yang di sebelah Angga terlihat segerumbulan anak anak yang membuat radith terkejut .
bukan banyaknya orang yang di ajak Angga ,yang membuat Radit terkejut tapi , di dalam sekumpulan orang orang tersebut terlihat aura yang tersenyum manis ke arah adzkia sepertinya aura sedang membicarakan hal seru dengan adzkia
" houf..... bersikap biasa biasa " ucap batin radith dengan berjalan ke arah Angga sambil menahan saltingnya .
"apa apaan, kau tau sendiri kan kalau aku gak suka keramaian " ucap radith pada Angga
__ADS_1
" dulu kau suka ramai kan , mangkanya jadilah seperti dulu untuk sesaat" balas Angga dengan berjalan ke arah kumpulan semua murid TKJ yang di sampingnya radith mengikuti Angga
tapi kelihatan nya tatapan radith selalu tertuju ke pada aura, walau aura tidak menyadari nya .
" apa apaan sih !"ucap batin radith dengan memalingkan pandangannya yang sedikit merona.
"apa aku harus bilang sekarang yah?" tambah batin radith yang kembali melirik aura , ternyata saat radith melirik dia , aura saat itu juga kebetulan melihat ke arah radith sehingga tatapan mereka bertemu, aura pun membalas tatapan radith dengan senyuman manisnya , sedangkan radith langsung memalingkan pandangannya
" kenapa sih dia " gumam aura bingung yang melihat kelakuan radith pada waktu itu .
"kau suka radith " ucap Adzkia yang mengagetkan aura pada waktu itu .
"sudah ku bilang kan aku hanya ingin berteman " balas aura dengan santai nya dan berjalan kedalam taman bermain mengikuti grombolan teman teman sekelas .
" kalau begitu bilang ke dia , kalau kau cuman mau jadi teman , kelihatan dia akhir akhir ini terbawa suasana saat berdekatan denganmu , kalau kau gak bilang pada waktunya dia akan bertambah gila di banding sekarang" ucap Adzkia dengan muka serius nya melihat ke arah radith.
" aku tanya sekali lagi apa kau tidak punya perasaan ," tambah Adzkia dengan muka polosnya , ternyata di balik muka polosnya sebenarnya dia tidak polos.
" ngomong apa sih yah jelas kita kan hanya teman , aku tidak mau punya hubungan selain teman ke orang yang bahkan di buang oleh guild nya sendiri " balas aura dengan menggigit bibir bawahnya
"hmm... kalau begitu bilang ke orangnya sepertinya dia punya perasaan tu kayaknya , dan ngomong ngomong itu bukan salah Radit di final PBNC setelah kutelusuri itu bukan salahnya" gumam Adzkia yang berjalan bersama aura ke dalam taman bermain yang aura begitu penasaran siapa bocah sok polos ini .
.
__ADS_1