
pernah gitu melakukan 1 kesalahan tapi berakibat fatal , sampai sampai teman teman dekat ikut menyalahkan dan merasa risi berbicara pada kita ,tapi bukan karena kesalahan langkah yang membuat kejadian sangat buruk tapi ternyata kesalahan berpikir bisa membuat orang buta dan tuli untuk melihat dan mendengar kebenaran.
waktu itu menunjukkan pukul 7 malam terlihat kak mora dengan radith tengah duduk di meja makan,
" kenapa??" tanya radith kepada kak mora yang memandang radith cukup lama
" tidak kok" balas kak mora dengan menyampingkan rambut merahnya di barengi memasukkan sesuap nasi.
" kak!" seru radith yang membuat yuk mora memandang radith di sertai yuk mora mengunyah nasi.
"hmm..." gumam yuk mora dengan melihat radith dengan muka seriusnya
"tadi aku bertemu dengan Malik" pintah radith dengan mukanya yang agak kesal.
"hmm.. Malik siapa ??" tanya yuk mora dengan memasukkan kembali sesuap nasi .
"Malik Al Kahfi! guild kita dulu" balas radith , yang selesai menyebutkan nama tersebut muka kak mora menjadi sangat kaget
"wah pasti seru reoni dong kali ini" goda kak mora dengan tersenyum kepada radith.
"bagaimana kau menganggapinnya , apa kau langsung kaget seperti ini, ha Malik kenapa kau di sisi, atau marah seperti....."ucapan kak mora terpotong karena radith menyela omongan kak mora.
"tidak ! tapi aku bermuka dingin dan dia langsung pergi" balas radith dengan menyeruput minumannya
"wah apa dia tidak kaget yah dengan tingkahmu yang sekarang " ucap kak mora dengan wajahnya yang sedikit berpikir
"bodo amat dia kan bukan siapa siapa lagi setelah peristiwa satu tahun yang lalu itu" balas radith dengan memasang muka kesalnya di barengi dia berdiri dari meja makan.
"kakak saranin jadi diri sendiri saja tidak usah memaksakan diri seperti ini , pura pura menjadi orang yang dingin kan gak gampang " ucap kak mora yang radith berjalan menaiki tangga menuju kamarnya .
"setidak nya aku merasa senang kan" balas radith di barengi dengan senyum liciknya
__ADS_1
" houf .... dasar remaja" balas kak mora dengan menghelai nafas panjang.
....................
#di rumah aura
BRAKK ... suara benda jatuh cukup keras ,
" aura kenapa !! " teriak suara seorang perempuan yang sepertinya berusia 37 tahun yang ternyata entah siapa nya aura ,
" aduh....!" rintih aura yang ternyata benda jatuh tadi adalah diri nya sendiri
" tidak ada apa apa Bi.." tambah aura dengan berteriak agak keras supaya bibinya bisa mendengar.
" houf ... sulit kali yah membayangkan adegan aksi di novel sampai sampai aku memperaktek Kanya tadi " ucap lirih aura dengan berjalan ke ara kasurnya , yang di atas kasur aura terdapat buku cerita radith
" ternyata dia bisa membuat sesuatu yang hebat seperti ini, yang ku tau kan dia cuma hobi main game !" pikir aura dengan kembali duduk di kasurnya sambil membalikkan halaman di cerita radith
...................
hari Rabu jam 6.30 terlihat Radit dan Angga seperti biasa telah sampai di kelas , yang pada saat itu mereka memakai seragam biru muda , dengan baju biru muda lengan pendek dan celana panjang biru muda .
"ni udah selesai , ngomong ngomong kau udah sehat" tiba tiba aura mengagetkan radith dan Angga yang duduk dengan tenang , sambil aura meletakkan buku novel radith di hadapan nya, di tambah bertanya tentang keadaanya .
" memangnya aku sakit yah, bukannya itu cuma alasan supaya kau bisa kabur " balas radith dengan mengambil bukunya dan di masukkan ke dalam tas nya.
" hahaha... nggak kok yang 20 persen aku serius liat wajah kamu kena demam" pintah aura dengan sedikit tertawa geli.
" kau kasih pinjam ke dia " ucap Angga memotong pembicaraan mereka berdua
" ngerampok dia nya " balas radith yang bibir nya sedikit tersenyum
__ADS_1
" eh ... kau bisa tersenyum juga " tambah aura yang sedikit kaget melihat radith tersenyum sangat tipis tapi setelah aura mengatakan itu radith hanya melihat aura dengan muka dinginya
" hehehe.. marah yah ? aku ke bangku dulu aja yah " pintah aura dengan nada agak gugup melihat tatapan radith ,
aura pun kembali kebelakang duduk bersama Adzkia , yang saat itu Adzkia sedang mencoret coret kertas, atau bisa di bilang nggambar gak jelas.
"ngapain ?" tanya aura dengan melihat Adzkia dengan tersenyum.
"beneran dia bukan pacarmu" ucap polos Adzkia agak keras yang aura langsung kaget begitu juga ke 2 orang yang ada di depan , namun ke 2 orang yang di depan seperti tidak terlalu yakin kalau mereka membicarakanya
" ngomong apa sih" balas aura dengan muka nya yang agak merona sambil sesekali melirik ke depan .
"hmmm.... " balas Adzkia yang kembali mencoret coret kertas yang ada di depannya
"siapa orang ini" ucap batin aura heran , karena melihat tingkah laku aneh dari Adzkia .
.......................
sedangkan di sisi rumah radith terlihat di sebuah kamar kak mora sedang melakukan live streaming.
" perkenalkan nama saya Ulfatulmora panggillan apa saja boleh yang penting ngerasa" ucap kak mora dengan tersenyum manis , yang melihat ke arah monitor
"yah ..seperti janji saya kemarin kali ini kita akan adakan Q&A yah ....., jadi mumpung lagi live silahkan tanya apa saja " tambah kak mora dengan melihat monitor dengan tersenyum ramah,
terlihat di monitor pertanyaan yang muncul cukup banyak sehingga kak mora agak bingung memilih pertanyaan yang mana yang akan di jawab.
tiba tiba muncul kalimat pertanyaan yang sangat menarik perhatian kak mora sehingga kak mora pun tersenyum ramah ,
"apa yang membuat guild DC bubar" ucap kak mora dengan tersenyum manis ke depan layar
#like woi kasihan gw
__ADS_1