Started From The Game

Started From The Game
antara kembali atau berhenti


__ADS_3

Cahaya orenye kembali menghiasi bumi , yang sesekali awan orenye muncul dari ufuk karena di hiasi cahaya sore yang mulai meredup bergerak cepat terbawa hembusan kuat angin , di bawah fenomena yang sangat indah bak fatamorgana tersebut terlihat 3 orang pelajar SMK yang telah selesai melakukan pembelajaran di sekolahnya .


"hmm... apa masih jauh ?" tanya Adzkia yang berjalan di tengah tengah Angga dan aura ,


"houf... kau masih berjalan 10 meter dari sekolah lihat !!" balas Angga membalas dengan menunjuk sekolah yang masih terlihat jelas


" katanya gak ikut ??" tambah Angga dengan melirik ke sebelah yaitu aura yang memainkan smartphone nya.


" yah mau bagaimana lagi , kalau gak beli sekarang pasti gak akan bisa beli soalnya aku kurang paham dengan PC " balas aura dengan tersenyum kepada Angga


"hmm....antara kembali atau berhenti yah ?seperti kalimat puitis yang bagus " gumam batin Angga memikirkan sesuatu yang terjadi tadi siang .


" hei putih sejak kapan kau akrab dengan radith " tanya adzkia dengan tiba tiba yang aura dan angga langsung menatap Adzkia karena mereka sama sama rambut putih.


" arghhh.... mata musang maksudku " tambah Adzkia dengan menggigit permennya karena kesal


"ha..ha..ha..ternyata punya expresi kesal juga yah" balas Angga dengan tersenyum ke arah adzkia .


" iya ... aku juga baru tau " tambah aura yang melihat Adzkia yang menampakkan expresi barunya


"jawab aja !!"pintah Adzkia dengan menundukkan wajahnya yang tersipu malu .


" emm.....waktu itu saat kelas 1 SMP pertengahan semester , sebenarnya sih aku akrab nya di warnet karena sama sama main game yang sama itu aja sih lama kelamaan dia yang akrab sendiri , banyak omong , humoris , dan yang terpenting dia tidak pernah salah memberi aba-aba saat turnament mangkanya dia di pilih sebagai leader "jelas panjang lebar Angga menjelaskan radith yang sebenarnya


" humoris apanya , dia itu ......ngeselin" balas aura dengan nada kerasnya tapi saat dia bilang ngeselin dia memalingkan pandangannya ke sisi kanan


"kau aja yang belum akrab , dia itu tidak seperti yang terlihat kau pasti suka dia kalau akrab " ucap Angga dengan melihat aura


" apanya yang suka !!! aku gak akan pacaran dengan orang Gresik tau" teriak aura dengan mukanya merona manis karena merespon ucapan Angga


" kau ini aneh yah!!! aku gak bilang kalian akan pacaran aku kan cuman bilang kau pasti menyukainya" balas dengan nyolot Angga tidak mau kalah yang aura langsung tersentak kaget setelah menyadari sesuatu


" phufttt... sangat menegangkan ha...ha..ha.. tokoh utama cewek yang unik " ucap Adzkia memotong ketegangan yang sedang terjadi


" houf... setelah belokkan ini kita sampai " pintah Angga yang meredakan suara nya sambil menunjuk ke arah kiri tapi aura hanya menampakkan muka kagetnya


"aku ...sangat aneh hari ini" ucap batin aura


"kangen ?" ucap Adzkia dengan nada menggoda sangat lirih sampai sampai hanya aura saja yang mendengarnya

__ADS_1


setelah mereka berjalan lumayan jauh sampailah mereka di depan rumah radith rumah yang tidak besar dan tidak pula kecil , rumah yang normal untuk di sebut rumah


Ting.... tanpa lama lama Angga dengan cepat membunyikan bel rumah Radit yang di sampingnya terdapat aura sedangkan Adzkia duduk di tempat duduk yang ada di depan tersebut.


saat pintu terbuka Angga pun terkejut karena yang keluar bukan kak mora maupun Radit tapi di depan Angga terlihat wanita berkaca mata yang tersenyum pada Angga dan aura , sepertinya aura kenal dengan perempuan itu tapi dia pura pura tidak peduli


" apa yang kau rencanakan kali ini ?"ucap Angga yang tiba tiba nadanya berubah menjadi sinis sambil menggigit gigi nya sendiri , terlihat sangat jelas aura permusuhan terpapar sangat jelas dari Angga sedangkan perempuan itu hanya tersenyum ,


" siapa dia? pemeran figuran atau..??"ucap Adzkia dengan melihat wanita kacamata tersebut dengan menekuk leher kepalanya


" radith ada Angga , dan teman teman kau sekolah " ucap wanita berkaca mata tersebut yang ternyata adalah Nia sambil menatap aura cukup lama yang aura hanya menghindar dari tatapan Nia secara langsung


tap..tap... terdengar suara langkah kaki yang semakin lama semakin keras mendekat ,


" kenapa !?" ucap lirih radith dengan melihat Angga pada waktu itu .


" oh ini yah yang di namakan sakit !"ucap dengan nada ketus nya melihat radith dengan tatapan tajamnya


" hmm... kenapa mau menjenguk ku?"balas radith lirih bersamaan dengan nada dingin nya


" ha..ha..ha..menjenguk ? menjenguk orang yang hanya pura pura ? jangan konyol ..kami hanya ingin bertemu dengan kak mora disini , jadi jangan khawatir " balas Angga dengan tawa kecutnya membalas pertanyaan radith


"kakak mu ada ? kita pinjam sebentar dong " ucap aura tiba tiba dengan senyuman bebasnya yang memindahkan topik tepat pada waktunya


"kenapa kau juga ikut kesini " jawab radith pada aura yang sedikit memalingkan wajahnya


" emm...itu tadi guru praktek menyuruh buat beli PC buat praktek jadi Angga minta bantuan kakak mu karena kata Angga dia sangat paham " balas aura menceritakan maksud kedatangannya ke rumah radith .


"masuk aja dulu dia lagi live streaming bentar lagi juga selesai ," pintah radith yang kembali masuk ke dalam tapi sebelum masuk ke dalam Angga memanggil radith " hei ...bisa kita bicara 4 mata " ucap serius Angga yang radith hanya melihat tatapan serius Angga yang jarang keluar


"masuk aja dulu , duduk di sofa depan pintu itu santai aja aku hanya tinggal berdua dengan kakak ku masuk saja " jelas radith yang kembali berjalan keluar mengikuti Angga yang duduk di samping Adzkia ,


" hei cari tempat duduk lain" ucap kesal Adzkia dengan menggeser badan Angga supaya jatuh dari tempat duduk tersebut


" masuk saja sana tu temenin aura " balas Angga yang melihat aura di depan pintu sambil melihat Adzkia seperti menampakkan Maja memohon supaya ikut masuk bersama nya


"houf... awas saja kalau gak dapat PC " ancam Adzkia dengan berdiri meninggalkan tempat duduk tersebut dan masuk kedalam rumah radith bersama aura yang didalam sudah terdapat Nia duduk santai di atas sofa tamu.


" ada apa ?" tanya radith mengawali bicara nya

__ADS_1


" hmm...tadi istirahat aku bertemu Malik " pintah Angga dengan sedikit grogi


" terus !" balas lirih radith seperti tidak peduli


" biar aku ceritain "


tadi istirahat.........


"enaknya beli apa yah ...gorengan di kantin mahal bet 100 dapat 1 , kayak warung WIFI aja "gumam Angga dengan berjalan ke arah kantin sendirian


"hei.." tiba tiba dari belakang Angga terdengar suara yang tak asing memanggil namanya ,


Angga pun melihat kebelakang yang ternyata adalah Malik dan haya


" bisa tidak berhenti jadi stalker , kan risih jadinya " balas Angga dengan wajah sedikit mengejek


"kau ini!!" geram Malik dengan sedikit memajukan badannya ke arah Angga tapi tangan Malik di tahan oleh haya


"kami di sini tidak berniat menggoda mu , tapi kami disini memberikan tawaran yang mungkin kau berpikir 2 kali untuk menolaknya " ucap haya yang mulai berbicara menggantikan Malik


" aku dengarkan !" balas Angga yang sedikit penasaran dengan tawaran yang di berikan oleh haya


" kau tau kan kalau PIALA DUNIA GAME ,2 tahun lagi akan mulai jadi setiap developer semua game seluruh negara membutuhkan 1 perwakilan untuk bertanding di liga global , sedangkan yang kita tau kau adalah pemain moba terbaik yang kami ketahui , jadi pikirkanlah baik baik , bagaimana kalau kita ikut piala presiden untuk ke 2 kalinya dan masuk liga global ?"ucap haya dengan detailnya menjelaskan kepada Angga yang Angga hanya melihat tidak percaya apa yang barusan dia dengar.


"bagaimana dengan radith , apa kau tidak tau dia adalah pro AWP di game point blank? apa kau tidak mengajaknya " tanya Angga pada haya


"cih..."gerutu Malik dengan memalingkan lehernya


" tidak ! dia ....." ucap haya dengan menggigit bawah bibir nya sendiri


" dia....adalah aib clan kita jadi pikirkanlah baik baik antara kembali atau berhenti untuk selama lamanya " jelas haya yang mukanya menampakan expresi penyesalan tapi entah kenapa


kembali ke alur ......


"hmm....jadi apa kau tidak ikut?"pintah Angga


" houf....sudah ku bilang aku lebih suka membuat novel dari pada bermain game , lagian aku sudah tidak di terima , jadi berjuanglah kau sangat ingin kan menjadi orang pertama di Indonesia yang masuk liga global" ucap radith denga menepuk pundak Angga yang Angga melihat dengan tatapan puasnya.


" terima..kasih... leader"

__ADS_1



__ADS_2