
sangat menyenangkan .. kali ini benar benar menyenangkan..
terlihat waktu itu adalah pagi cerah tidak ada awan yang terlihat pada waktu itu , sesekali juga terdengar suara ayam yang sedang membangunkan manusia yang malas.
bersamaan dengan hari indah tersebut terlihat seorang pemuda berambut putih yang bersandar di sebuah gerbang dengan memainkan sebuah smartphone, laki laki yang ternyata Angga memakai seragam SMK warna putih lengan pendek dengan celana hitam panjang.
"A Real Fighter Never Run !" terdengar di Hp Angga suara seorang karakter game
"team ampas " gerutu Angga dengan muka kesalnya sambil memperlihatkan gigi gerahamnya.
"Angga!!" tiba tiba Angga di seru dari dalam rumah tersebut , suara seorang perempuan yang sangat halus.
Angga pun menoleh kebelakang sejenak dan terlihat seorang perempuan dengan rambut panjang bersemir merah dengan mata hitamnya yang berdiri di depan pintu
" oh ..yuk mora" balas Angga dengan melihat kakak Angga dengan tersenyum menyapa ramah yuk mora.
"kenapa berdiri di sana sini duduk di teras" pintak kak mora dengan nada agak keras kepada Angga
" terimakasih kak " balas Angga dengan berjalan mendekati kursi teras , Angga berjalan sambil pandangan masih di hadapan layar game
Angga pun duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh kak mora.
" lama kali sih tu bocah" keluh Angga lirih dengan muka kesal sambil melihat gamenya yang mau kalah
"Chiken Wing" lagi lagi terdengar kata kata yang keluar dari hp Angga
"*nj*ng" ucap lirih Angga agak kesal sambil mematikan smartphone nya
__ADS_1
" wah masih nggame , mau balas dendam tahun kemarin"ujar kak mora tersenyum lirih karena melihat muka kesal Angga
"nggak kok kak , cuman gak bisa aja keluar dari hobi yang satu ini , btw kita kan udah pensi" balas Angga lirih dengan dihiasi muka kecewa yang keluar dari wajahnya
" ayo berangkat" tiba tiba radith keluar dari rumahnya dan langsung berangkat keluar rumah tanpa menunggu Angga
" woi.. hargai gw yang lagi nunggu kek" pintah Angga mengejar dari belakang yang yuk mora hanya tersenyum karena tingkah aneh Angga.
" jadi rindu dulu " ucap batik kak mora dengan tersenyum tipis di barengi menutup pintu rumah
sedangkan di sisi Angga dan radith terlihat mereka berjalan bersebelahan .
" kemarin nulis berapa lembar" ucap Angga basa basi kepada Radit yang seperti biasa bermuka dingin sambil melihat ke depan.
"tidak sempat nulis satu huruf pun" balas radith dengan nada netral nya sambil bermuka datar
" ada apa" tanya Angga heran karena melihat radith berhenti mendadak sambil pandangan nya agak di tundukkan di hiasi pipinya yang agak merona
"tidak ada " balas radith dengan berjalan ke arah aura.
" radith..." sapa aura dengan tersenyum manis kepada radith yang melewatinya.
" he rambut putih kau siapa , sok sok an kenal" tanya Angga dengan melototi aura yang aura mentap heran Angga
" kekanak Kanakan sekali " sahut radith dengan berjalan tidak menghiraukan mereka
"aku tanya sekali lagi kau siapa rambut putih"tanya sekali lagi Angga dengan muka sinisnya
__ADS_1
" aku aura Jasmine kelas x kita satu kelas " balas aura agak gerogi karena Angga pada saat itu bersikap menakutkan
set... tiba tiba radith menarik Angga supaya ikut berjalan.
"kau tidak lihat dia ketakutan , keterlaluan sekali" balas dingin radith dengan menarik Angga menjauh
" he rambut putih aku belum selesai dengan mu awas kau kalau melihatmu satu jurusan hati hati" teriak angga dengan berjalan menjauhi aura bersama radith
" aneh dia kan juga rambutnya putih" pikir aura dengan tatapan heran melihat angga sambil berjalan lirih kesekolah
jam 06.45 terlihat semua murid baru sudah berkumpul di kelas yang kemarin,
" selamat pagi" dengan cepat masuklah seorang guru laki laki yang masuk ke kelas tersebut, murid murid tersebut pun menjawab salam dari pak guru tersebut.
" saya di sini akan mengambil anak yang berjurusan komputer , Jadi yang waktu daftar milih ke komputer akan saya panggil dan maju kedepan, mengerti??" jelas pak guru tersebut dengan mengambil kertas dari dalam tasnya
mulailah guru itu memanggil muridnya satu persatu
"awas kalau aku satu jurusan bareng rambut putih" ucap batin Angga kesal kepada aura ,
" aku juga gak tau kenapa bisa sekesal ini pada rambut putih itu" tambah batin Angga yang berpikir keras
" Angga Ardiansyah!!" panggil guru tersebut yang memanggil Angga
"iya pak"balas Angga dengan muka kesalnya yang melihat aura sudah di depan
"perasaanku benar, tapi sepertinya kalau dilihat lihat orang ini agak tidak asing menurutku" ucap batin Angga yang melihat aura sambil berjalan kedepan , sedangkan aura hanya tersenyum tipis pada Angga karena agak takut
__ADS_1