
Happy Reading ๐ค
...๐น๐น๐น...
Di hari penyenggolan Ismalia yang dilakukan oleh Sofia membuat tangan dan kaki Ismalia terluka juga pincang. Sofia sempat melarikan diri melajukan mobilnya tertawa senang. Ia merasa perlahan-lahan rencana pertama berjalan mulus. Untuk merayakan kemenangannya Sofia pergi memanjakan diri ke tempat haram yaitu Bar bersama meneguk beberapa minuman keras.
Disini lah ia tempat ketika Sofia merasa senang dan sedih. Bila mood Sofia sedang senang maka ia akan mencari pria kaya untuk ia layani hingga berujung memuaskan satu sama lain. Bisa dikatakan bahwa Sofia selain sebagai sekretaris kepercayaan Rico tetapi ia juga seorang wanita penghibur.
Untuk kebiasaan yang Sofia miliki. Rico tidak mengetahuinya, yang ia ketahui Sofia merupakan seorang wanita yang pekerja keras, penurut, tegas, dan bertanggung jawab. Awal Sofia melamar di perusahaan Rico tercatat sebagai wanita yang baik-baik. Bahkan perusahaan Rico semakin berkembang pesat semenjak ada Sofia.
Dari Sofia menjadi karyawan biasa hingga ia diangkat menjadi sekretaris pribadi Rico. Walaupun Sofia terdapat sisi nakalnya, ia tidak pernah sedikitpun mencoba menggoda dan bermain dengan bosnya yaitu Rico. Ia merasa berhutang budi, dari situ ia merasa terfasilitasi segalanya sebab Rico.
Begitu juga dengan Rico merasa berhutang budi sebab dikarenakan Sofia lah perusahaannya berkembang. Rico tidak merasa tergoda ketika Sofia sering memakai pakaian seksi setiap bekerja. Tapi itu pun ketika mereka akan menemui klien diluar. Kalau di dalam kantor Sofia juga bisa menyesuaikan dengan berpakaian sewajarnya.
Rico merupakan seorang pengusaha sukses dibidang properti. Rico memiliki istri dan dua orang anak yang berusia 10 tahun. Kehidupan Rico bermula ketika ia melanjutkan perusahaan sang ayah yang sudah meninggal hampir saja bangkrut. Dengan kegigihan dan kerja kerasnya perusahaan mendiang ayahnya kembali bangkit.
Karyawan yang dimiliki awalnya tidak begitu banyak. Biarkan perusahaan bangkit kembali tetapi ia tidak merekrut karyawan baru. Suatu saat seorang wanita yang mencari pekerjaan kesana kemari tidak pernah dapat. Lalu ia mencoba melamar pekerjaan di perusahaan Rico. Sofia sempat di interview mengenai pendidikan sampai kehidupannya.
Rico merasa iba dengan Sofia karena seorang gadis yatim piatu. Sejak kecil ia dibesarkan oleh pamannya. Namun pamannya sering melecehkannya. Akhirnya ia melarikan diri hidup berdikari sampai ia bisa menempuh sekolah tinggi. Dari situlah Rico menerima Sofia menjadi karyawan biasa.
Karena hasil kerjanya bagus dan daya tariknya berbicara dengan klien. Sofia diangkat menjadi sekretaris pribadi Rico. Hingga ia diberi fasilitas baik dari mobil sampai apartemen. Namun sayang, akibat pekerjaan yang melelahkan sehingga membuat Sofia hampir stress.
Sofia ketika itu bertemu dengan kawan semasa sekolah dulu yang bernama Tia. Ia menceritakan semua ke kawan lamanya Tia sampai ia mengalami stres akibat pekerjaan. Tia akhirnya mengajak Sofia ke suatu tempat dimana tempat itu adalah tempat paling menenangkan dan menyenangkan.
Pergi lah Sofia bersama Tia ke suatu tempat yang tampak cahaya remang-remang dengan dentuman suara musik remix. Terlihat sepasang kekasih sedang berjoget mengikuti lagu dan terdapat meja berjejer diatasnya tersusun beberapa minuman botol.
"Ini lah tempat yang gue maksud. Disini lo akan mendapat ketenangan bahkan kesenangan yang belum pernah lo dapat sebelumnya." jelas Tia ke Sofia yang masih melihat kesana kemari.
Tia mengajak Sofia duduk di kursi bar. Memesan dua gelas minuman ke bartender untuknya dan Sofia.
"Nih, coba deh. Lo akan rileks." tawar Tia.
Tanpa pikir panjang Sofia meminumnya, rasa yang cukup aneh namun bikin ketagihan akhirnya Sofia meminta nambah dan nambah. Sampai akhirnya ia berujung mabuk. Tia langsung membopong Sofia masuk ke dalam sebuah ruangan yang ada ranjangnya. Membiarkan Sofia terkapar namun masih sadar.
Tak lama seorang pria yang sudah berumur masuk menghampiri mereka. Bicara sebentar lalu Tia meninggalkan pria tersebut bersama Sofia. Tidak bisa dibayangkan lagi sudah pasti akan terjadi drama saling mendesah baik pria tersebut maupun Sofia. Ketika tengah malam Sofia sadar ia melihat sekelilingnya dan disampingnya terdapat seorang pria berbaring tanpa busana begitu juga dirinya.
Tanpa takut dan teriak, ia sedikit melamun dan merasakan sesuatu yang bikin ketenangan dan kenikmatan. Akhirnya ia mencoba menggoda pria tersebut. Pria tersebut bangun karena merasa terganggu maka terjadi lah lagi drama saling memuaskan bahkan membuat Sofia ketagihan. Itu lah penyebab mengapa Sofia memiliki sifat yang terobsesi dan seorang penghibur.
...๐น๐น๐น...
Pada pagi hari dimana hari terakhir masuk sekolah sebelum mendekati Ujian Kelulusan. Erika sudah bersiap-siap dan tidak lupa mengirim pesan singkat yang mengatakan kalau ia akan menjemput Ismalia. Erika turun ke bawah sudah terlihat Rita, Bramantio, dan Mandala sudah menyantap sarapan pagi.
"Pagi semua." ucap Erika teriak.
"Pagi sayang." ucap Mandala.
"Pagi cucu kesayangan." ucap Rita.
"Pagi Nak." ucap Bramantio.
"Seneng banget kayaknya nih." goda Rita.
"Seneng dong, Nek. Kan hari ini hari terakhir masuk sekolah sebelum Ujian Kelulusan."
"Oh ya. Berarti Senin depan sudah masuk Ujian Kelulusan ya."
__ADS_1
"Ya dong, Nek."
"Oh iya, Yah. Hari ini ayah yang antar Erika ya." pinta Erika ke Mandala.
"Ya, Princess ayah." ujar Mandala sambil menyeruput teh.
"Tapi nanti kita ke rumah Ismalia dulu ya. Kita mau berangkat bareng dan pulangnya nanti ayah yang jemput bisa kan."
Mandala sejenak menatap sebentar ke Erika lalu beralih ke ponselnya.
"Hem...baiklah."
"Oke. Makasih, Yah."
Mandala tidak menjawab. Semua tidak ada percakapan hanya saling fokus menyantap makanan masing-masing. Sekiranya selesai, Mandala berangkat mengendarai mobil sendiri mengantar Erika tidak lupa juga menjemput Ismalia di kediamannya. Tak lama disusul Bramantio yang juga berangkat ke kantor.
Didalam mobil, Erika tengah asyik dengan ponselnya sambil tersenyum-senyum. Mandala hanya menoleh sebentar menggelengkan kepala.
"Sibuk banget kayaknya." ucap Mandala menoleh sebentar.
"Eh, Enggak kok Yah."
"Habis fokus banget ke ponsel sambil senyum-senyum lagi. Lagi chatan sama sapa?" tanya Mandala.
"Oh... ini lagi chatan sama Is Yahh. Aku tersenyum karna habis goda Is."
"Ayah tau gak, Is kalau ngambek ataupun marah mukanya tu lucu dan gemesin banget. Kebanyakan muka kalau lagi marah dan ngambek pasti cemberut jelek lagi. Tapi tidak dengan Is, bagi Erika Is menggemaskan." timpal Erika lagi.
"Emang boneka tidur yang dikamar kamu, gemesin." ucap Mandala.
Mandala yang digoda sang putri jadi terdiam tanpa kata dan salah tingkah. Erika yang melihat ekspresi sang ayah hanya tersenyum. Tidak terasa mobil mereka telah tiba di depan gang kediaman Ismalia. Erika segera menghubungi Ismalia, hendak memencet nomor Ismalia. Ismalia telah keluar dari gang rumahnya.
Melihat mobil Erika sudah menunggu, Ismalia langsung masuk ke dalam di kursi penumpang bagian belakang. Mobil segera melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sekolah. Hanya terdiam, Mandala fokus menyetir mobil sesekali menoleh sebentar ke kaca spion belakang. Erika kembali mode awal hanya fokus ke ponsel memainkan game. Sedangkan Ismalia menatap jalanan dari balik kaca mobil.
Sekitar 27 menit, mobil sudah didepan pintu gerbang sekolah Erika dan Ismalia. Tidak lupa Erika menyalami dengan mencium tangan Mandala begitu juga Ismalia. Dengan rasa canggung Ismalia menyalami tangan Mandala yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Karena besok pagi akan terucapnya lafaz akad.
Erika melihat kecanggungan antara Mandala dan Ismalia hanya tersenyum. Erika dan Ismalia langsung masuk ke dalam menuju ke ruang kelas. Mandala kembali melanjutkan mobilnya menuju ke kantornya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum cuti selama 2 hari. Kemudian setelahnya masuk sebentar memantau lalu kembali cuti menjelang resepsi selama 3 Minggu kedepannya.
Untuk acara akad nikah Erika maupun Ismalia tidak mengundang teman-temannya di sekolah. Hanya sahabatnya saja yaitu Ella, Tania, Rio, dan Rehan. Itupun hari ini Erika maupun Ismalia akan memberitahu mereka berempat secara diam-diam tanpa diketahui pihak sekolah dan temannya yang lain.
Tiba di kelas Erika dan Ismalia langsung duduk di bangkunya. Lalu menyapa sahabatnya yang sedang melakukan permainan yang kurang jelas bagi Erika.
"Pagi gaes." ucap Erika ke empat sahabatnya.
"Pagi Rik, Is. Tumbenan kalian barengan?" tanya Rio.
"Emang gak boleh ya." jawab Erika.
"Gak juga sih, tapi tumben aja."
"Yaa...pengen aja barengan sama Is." ujar Erika.
"Ehh...nanti sepulang sekolah kalian pada sibuk gak?" tanya Erika.
"Emang kenapa? Mo ajak shopping ya trus mo traktir kita-kita?" tanya bertubi Ella.
__ADS_1
"Otak lo mah shopping mulu, gue serius nih. Sibuk gak?"
"Gak sih, emang kenapa?" tanya penasaran Tania.
"Nanti kita ke cafe tempat biasa ya ada yang mau kita omongin ke kalian berempat tapi kalian pada janji jangan sampai bocor soalnya ini rahasia ibu negara. Kalau sampai bocor hancur deh nasib ibu negara." jelas Erika.
"Wahh...main rahasian segala bawa-bawa ibu negara lagi. Jadi penasaran gue." ujar Rehan penasaran.
"Makanya nanti kita ketemu di Cafe biasa ya sepulang sekolah."
"Oke." jawab serentak berempat.
Ismalia hanya terdiam mendengar Erika berbicara ke empat sahabatnya. Sedangkan Erika mengecek ponselnya mengirim pesan ke sang ayahnya Mandala. Agar dijemput di Cafe XX karena mereka akan kumpul sebentar bersama sahabat-sahabatnya.
...๐น๐น๐น...
2 jam kemudian semua siswa bersorak kegirangan mendengar lonceng berbunyi bertanda pulang sekolah. Karena hari ini terakhir masuk sekolah sebelumnya Ujian Kelulusan yang jatuh pada hari Senin depan. Untuk Hari Jumat, Sabtu, Minggu dianggap sebagai hari cuti persiapan siswa untuk belajar.
Erika, Ismalia, Tania, Ella, Rio, dan Rehan keluar secara bersamaan menuju ke parkiran mobil. Dikarenakan hanya Rio yang membawa mobil maka mereka semua berangkat bersamaan dengan mobil Rio ke Cafe XX yang jaraknya tidak jauh dari sekolah mereka.
Di dalam mobil tidak ada percakapan diantara mereka hanya terdengar suara musik menghibur. Lalu tibalah mereka di Cafe tujuan mereka. Mereka berlima turun terlebih dahulu karena Rio harus memarkirkan mobilnya. Erika melirik kanan kiri mencari tempat yang kosong. Tepat di belakang pojok kanan terdapat sebuah meja kosong.
Erika dan yang lainnya menuju meja tersebut. Menjulurkan tangan memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman untuk mereka berenam. Setelah memesan sambil menunggu pesanan mereka datang dan Si Rio pun telah menyusul duduk di bangku kosong. Erika menghembuskan nafas panjang memulai membicarakan hal penting yang dimaksud ke para sahabatnya.
"Oke, sambil nunggu. Apa yang ingin lo bicarain Rik? Kita jadi penasaran, sumpah deh." tanya Tania.
Menarik nafas Erika mulai berbicara sambil menoleh sebentar ke Ismalia yang berada di depannya. Ismalia hanya terdiam memperhatikan Erika hendak bicara dan menoleh satu persatu sahabatnya yang lain.
"Begini...., tapi lo pada janji jangan sampai hal ini sampai bocor ke pihak sekolah maupun yang lainnya disekolah." ucap Erika.
"Iya, kita janji." ucap serentak.
"Ayo dong cepatan." ujar Tania tidak sabaran.
"Begini... Ismalia sebentar lagi mau nikah tepatnya lusa pada Sabtu pagi. Jadi gue sama Is mau ngundang kalian untuk datang ke acara nikahnya." ucap Erika membuat yang lain kaget tidak percaya.
"Apa....!!! Nikah apa kita gak salah denger nih. Kan belum tamat." ujar Tania.
"Kok buru-buru banget. Emang nikah sama siapa kok mendadak banget. Atau jangan-jangan lo udah hamil Is?" tanya Ella ngawur pandangan ke Ismalia.
"Hushh...mulut lo tu ya. Gak bisa dipagar ya, jangan asal ngomong kalau gak tau masalahnya." bela Erika.
"Ceritanya panjang pada saat selesai akad gue bakalan ceritain. Yang pasti mendadak itu ya karena dijodohin aja sama gue dan nenek gue." jelas Erika.
"Maksud lo? Sama lo dan nenek lo. Kok bisa?" tanya Rio.
"Bisa lah kan emang permintaan gue Is jadi nyokap gue ." jawab Erika sambil melirik Ismalia.
"Apa...!!!" teriak serentak.
Tania, Ella, Rio, dan Rehan kaget dengan nada cukup nyaring sehingga seisi Cafe XX menoleh ke arah suara. Mereka berempat menangkupkan tangan meminta maaf ke semua pengunjung lalu menatap kembali ke Erika meminta penjelasan kembali. Ismalia yang jadi bahan mereka hanya terdiam. Dan tak lama pesanan mereka telah datang. Sebelum melanjutkan mereka terlebih dahulu mengisi perut mereka masing-masing.
...Bersambung.......
Biar makin semangat Up-nya jangan lupa like, vote, komen, subscribe, dan follow ya readers ๐ค๐ค
__ADS_1
Dan minta doanya ya untuk ayah saya yang sedang sakit biar cepat sembuh. Aamiin๐คฒ