Status Sahabat Menjadi Ibu Sambung

Status Sahabat Menjadi Ibu Sambung
BAB 52


__ADS_3

Happy Reading 🤗


...🌹🌹🌹...


Pagi hari tepat hari yang ditunggu oleh para pelajar ketika telah menyelesaikan ujian kelulusan Sekolah Menengah Atas. Erika dan Ismalia sudah bersiap-siap berangkat. Namun mereka akan ke salon terlebih untuk makeup. Semua keluarga sudah rapi dengan pakaian bagus mereka.


Mereka kini telah berada di dalam mobil. Rita dan Bramantio menaiki mobil yang di kemudikan oleh Pak Rahmat. Sedangkan Erika dan Ismalia di mobil Mandala. Untuk mobil satu lagi yang dikemudikan oleh Pak Ahmad menjemput keluarga Ismalia di kediamannya.


Hanya memerlukan 15 menit untuk sampai ke salon langganan Erika. Setiba di salon, Erika dan Ismalia mulai di dandani dari wajah sampai penampilan. Sebelumya pakaian kebaya yang mereka beli sudah dibawa dalam paper bag. Mandala jadi harus menunggu mereka hingga selesai.


Sedang Rita dan Bramantio sudah berangkat terlebih dahulu ke sekolah. Jika ikutan menunggu takut mereka akan merasa bosan dan lelah. Mandala yang terlalu lama menunggu sudah merasa bosan. Ia akhirnya memutuskan santai di cafe yang berseberangan dengan salon.


Selama satu jam, Erika dan Ismalia sudah siap dengan makeup dan penampilan yang begitu cantik. Erika entah beberapa kali melihat dirinya sendiri di cermin. Ismalia yang bengong melihat perubahan wajahnya. Seketika Mandala datang sepulang dari ngopi di cafe terdekat.


Mandala melihat Erika dan Ismalia keluar. Akhirnya ia duduk kembali di tempat bangku tunggu. Erika keluar dengan penampilannya membuat Mandala kagum akan kecantikan sang putri semata wayangnya.


"Bagaimana, ayah. Cantik gak?" tanya Erika.


"Cantik...cantik sekali. Cantik seperti almarhum ibu kamu. Andai masih hidup pasti ibumu senang sekali." jawab Mandala berdiri menghampiri Erika.


"Benar, yah. Kalau ibu masih hidup, pasti ibu senang Erika lulus."


"Iya."


"Bagaimana sepulang perpisahan nanti kita ke ziarah ke makam ibu."


"Boleh, sudah lama juga kita tidak ziarah ke makam ibu."


"Ok."


"Bagaimana? Sudah siapkan, ayo kita berangkat." ajak Mandala.


"Eh... sebentar. Erika panggil Is dulu, mana sih ni anak padahal kan sudah selesai? Sebentar yah."


"Hem..." ucap Mandala sambil melihat jam di tangan dan ponselnya.


...🌹🌹🌹...


Tiba-tiba Ismalia keluar dengan make-up dan penampilan yang sangat cantik. Mandala sekilas menoleh mereka sebentar. Lalu kemudian melihat dibuat tercengang, terpesona, dan terkagum akan kecantikan Ismalia. Dengan balutan kebaya modern hijau wardah dan jilbab yang senada.


Ismalia terasa sedikit malu sesekali menunduk malu. Erika yang melihat sang ayah yaitu Mandala yang terus menatap tanpa berkedip hanya ketawa geli. Ia berdehem menetralkan Mandala.


"Ekhemm...apa boleh sekarang kita berangkat?" tanya Erika.


"Hah...eh...Ay...Ayo berangkat." ajak Mandala salting.


Mandala keluar terlebih dulu kemudian disusul dari belakang Erika dan Ismalia. Sampai berjalan menuju parkiran mobil, Erika berbisik ke Ismalia.


"Kamu liat kan, ayah pasti terpesona sama kecantikan kamu. Kelihatan dari ayah yang memandang kamu tanpa berkedip dan salah tingkah begitu." ujar Erika.


"Kamu itu, Rik. Kamu membuat saya malu, tahu tidak."

__ADS_1


"Kenapa harus malu, penampilan kamu memang cantik kan. Malahan lebih cantik dari aku."


"Tapikan saya malu."


"Sudah lah, ayo."


Erika dan Ismalia sudah masuk dalam mobil. Ismalia duduk penumpang di belakang. Erika duduk bersebelahan di dengan Mandala. Mobil pun bergerak menuju ke sekolah. Di saat dalam perjalanan Mandala curi-curi pandang ke Ismalia melalui kaca spion.


Ismalia yang merasa di pandang tidak mengetahuinya. Ia hanya melihat luar kaca mobil. Begitu juga Erika pun tidak menyadarinya karena tengah asyik memainkan ponselnya berselfi sendiri. Erika Hendak ingin mengajak Selfi sang ayah.


Tanpa sengaja Mandala kepergok curi-curi pandang ke Ismalia melalui kaca spion. Erika hanya ketawa geli. Ingin rasanya menggoda sang ayah. Tapi ia harus tahan dulu takut nantinya Ismalia menjadi tambah malu. Biarlah saat di sekolah nanti barulah ia menggoda ayahnya yaitu Mandala pikirnya Erika.


"Dasar ayah. Bilangnya gak suka tapi curi-curi pandang. Malu-malu kucing padahal suka." ucap Erika dalam hati mulut tersenyum sendiri.


...🌹🌹🌹...


Tiga puluh menit kemudian, mobil Mandala kini telah sampai di sekolah. Begitu ramai siswa-siswi yang berdatangan bersama orangtuanya. Erika dan Ismalia keluar terlebih dahulu dari mobil menunggu di pintu gerbang sekolah. Sedangkan Mandala memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


Tidak lama Mandala datang menghampiri mereka berdua. Erika dan Ismalia berjalan terlebih dahulu. Mandala mengikuti mereka dari belakang sesekali menoleh ke arah Ismalia. Erika mencari Rita dan keluarga mereka yang sudah datang terlebih dahulu. Karena tidak ditemukan, Erika menghubungi Rita.


Tut Tut Tut (Suara panggilan)


"Hello, Assalamualaikum nek. Nenek sekarang berada dimana? Kita sudah di sekolah nih." tanya Erika menoleh sana-sini.


"Ohh... Nenek sekarang sudah ada di aula sekolah. Begitu juga orangtua Ismalia, kalian cepat ke sini." jawab Rita.


"Ok baiklah. Kami akan ke sana sekarang. Assalamu'alaikum, nek."


"Wa'alaikumussalam."


Siswa-siswi dan para orangtua siswa-siswi yang lalu lalang hanya tersenyum dan ketawa melihat mereka. Sedangkan Erika berdiam diri sebentar melihat mereka. Sesekali memotret adegan romantis mereka secara diam-diam. Mandala dan Ismalia yang saling pandang disadarkan oleh Erika yang berdehem.


"Ekhemm... Apakah sudah selesai adegan India nih. Kalau mau sambung nanti saja habis acara. Kalau disini entar malu sama yang lain." goda Erika ketawa geli.


Ismalia dan Mandala saling melerai diri. Melihat sekeliling yang juga ikut memperhatikan mereka. Mereka berdua menjadi salah tingkah satu sama lain. Tidak mau membuat waktu, mereka bertiga segera menuju ke aula sekolah sebelum acara dimulai.


...🌹🌹🌹...


Mereka bertiga akhirnya sudah sampai di aula. Mencari keberadaan Rita dan yang lainnya duduk. Namun akhirnya menemukan Rita yang duduk ditengah antara para tamu orangtua siswa-siswi. Erika menghampiri Rita dan yang lain lalu menyalaminya satu persatu.


Ketika melihat Ismalia, Rita terkagum dengan kecantikan Ismalia. Sampai-sampai Rita menggoda Ismalia dan Mandala.


"Masya Allah. Cantik sekali kamu Ismalia, baru saja dandanan pelepasan. Apalagi dandanan pas nikah nanti. " goda Rita.


Ismalia yang digoda membuat pipinya memerah merona. Sedangkan Mandala hanya bersikap biasa saja. Sebenarnya Mandala merasa salah tingkah. Tetapi ia mau memperlihatkan ke Rita dan yang lainnya.


"Pura-pura lagi. Padahal kelihatan sekali, salah tingkah. Dasar ayah" ucap Erika dalam hati.


Erika langsung mengambil posisi duduk disebelah Rita dan Bramantio. Orangtua Ismalia berada di bangku belakang Rita. Semua bangku sudah terisi kecuali dua bangku kosong disamping kanan ibu Ismalia. Mandala dan Ismalia akhirnya duduk berdekatan.


Ismalia merasa canggung duduk dekat Mandala. Sedang Mandala hanya bersikap biasa saja. Menetral sikap canggungnya, Ismalia memainkan ponselnya. Begitu juga dengan Mandala yang juga memainkan tabnya memeriksa pesan email yang dikirim oleh sekretaris kantornya.

__ADS_1


Tidak lama acara pelepasan siswa yang lulus pun sudah dimulai. Semua para tamu undangan mendengarkan secara seksama kata sambutan dari beberapa orang penting. Sampai diakhir acara, semua siswa-siswi yang lulus dipersilahkan untuk menaiki pentas memberikan penampilan ucapan terimakasih.


Mandala terus melihat tabnya tanpa melihat ke depan. Mandala sampai ditegur oleh Rita karena terlalu sibuk dengan tabnya.


"Mandala. Kamu ini bagaimana, anak kamu sedang tampil kamu malah sibuk sama tab. Cobalah untuk saat ini tinggalkan dulu masalah kerja." tegur Rita.


Tanpa membalas teguran dari Rita. Mandala langsung menyimpan tabnya lalu memperhatikan penampilan siswa-siswi di atas pentas. Rita hanya menggelengkan kepala dengan tingkah laku Mandala yang tidak pernah berubah.


Penampilan mereka sudah selesai yang diakhiri dengan tepukan para tamu undangan. Siswa-siswi turun dari panggung, disaat itu juga Mandala keluar hendak ke kamar mandi. Bramantio bertanya ke Mandala yang tiba keluar tanpa pamit.


"Eh. Kamu mau kemana, Man?" tanya Bramantio.


"Ke kamar mandi dulu, yah."


Mandala pun keluar, para siswa kembali ke bangku miliknya dekat orangtua masing-masing. Erika mencari keberadaan Mandala tampak tidak ada di bangkunya.


"Loh. Ayah kemana, nek?" tanya Erika.


Ismalia juga sudah kembali ke bangku lalu mengobrol dengan kedua orangtuanya juga adik-adiknya.


"Ayah kamu pergi ke kamar mandi sebentar katanya." jawab Bramantio.


"Kebiasaan tuh Mandala." ucap Rita.


"Kenapa, nek?" tanya Erika.


"Tidak apa-apa. Ayo kita Selfi semua?" ajak Rita.


Erika pun mengajak semuanya berselfi bersama kecuali Mandala. Ketika Ismalia selfi sendiri, Mandala baru sampai dari kamar mandi langsung duduk bangkunya. Ismalia membatalkan selfinya karena malu nanti dilihat oleh Mandala. Mandala yang sudah terlebih dahulu melihatnya hanya bersikap biasa saja.


"Kenapa berhenti?" tanya Mandala sambil memainkan tabnya kembali.


Ismalia terperanjat akan ucapan Mandala. Ia menjadi sedikit malu dan canggung menjawab. Ia hanya bisa dengan menggelengkan kepala saja. Mandala yang sudah mengerti hanya tersenyum menyunggingkan bibir. Melihat Ismalia yang bersikap canggung dan malu terhadapnya.


Erika sedari tadi memperhatikan mereka secara diam-diam. Timbul sebuah ide untuk mereka saling dekat. Erika membisikan sesuatu ke Rita ide yang ia punya. Rita tertawa menandakan menyetujui ide dari Erika. Ide yang dimiliki Erika adalah ia berencana pulang lebih dulu bersama yang lainnya tanpa sepengetahuan Mandala dan Ismalia.


Dengan itu Mandala dan Ismalia akan pulang bersama. Mereka memiliki banyak waktu untuk saling dekat. Selain itu, Erika juga menjahili mobil sang ayah dengan menutup setelan minyak mobil. Begitu dalam perjalanan mobil Mandala akan terhenti secara mendadak. Tapi supaya Mandala dan Ismalia tidak mengetahuinya. Mereka harus mencari cara lagi.


Acara akhirnya hampir mau selesai. Ismalia tiba merasa ingin buang air kecil. Ia pamitan kedua orangtuanya untuk ke kamar mandi sebentar. Ismalia dengan hati-hati ketika lewat di depan Mandala. Tidak berselang lama, sepertinya rencana Erika disetujui oleh Tuhan. Ponsel Mandala tiba-tiba berdering dan keluar mengangkat panggilan tersebut.


Erika merasa senang dan memberitahu ke Ibu Mastiara dan Mardian untuk terlibat dalam rencana. Mereka akhirnya menyetujuinya, acara pelepasan akhirnya selesai. Setelah sesi foto-foto sebentar selesai. Mereka semua pulang meninggalkan Mandala dan Ismalia. Tak lupa juga menuju ke mobil Mandala untuk mengubah setelan minyak mobil.


Setelah itu semua pulang ke rumah. Ismalia yang sudah selesai dari kamar mandi mencari keberadaan Erika dan yang lain. Berselang dari itu, Mandala juga masuk melihat keluarga juga sudah tidak berada di aula kecuali Ismalia. Mandala menghubungi Erika dan juga Rita tetapi panggilan tidak dijawab.


"Sudahlah. Saya rasa mereka sudah pulang. Sebaiknya pulang juga." ajak Mandala ketus.


"Tetapi kenapa mereka pulang lebih dulu tidak menunggu kita."


"Itu nanti saja kamu tanya mereka saja bukan ke saya." ujar Mandala ketus.


Ismalia dan Mandala keluar dari gedung sekolah menuju parkiran mobil. Mereka berdua masuk dan segera pulang. Tidak ada percakapan antara mereka berdua. Hanya terdiam saja, Ismalia yang hanya menengok ke arah luar kaca mobil. Di pertengahan jalan, tiba-tiba mobil Mandala mengendat-ngendat lalu berhenti secara mendadak.

__ADS_1


...Bersambung.......


Jangan lupa like, vote, komen, follow, dan subscribe ya para readers 🤗 biar semangat up lagi.


__ADS_2