
Happy Reading 🤗
...🌹🌹🌹...
Memenuhi permintaan sang putri yaitu Erika yang meminta izin ke Mandala untuk membawa Ismalia pergi liburan ke pantai terdekat. Mandala memberikan izin dengan syarat harus selalu didampingi oleh beberapa bodyguard demi keamanan. Karena keadaan belum kembali aman jika Sofia dan anak buahnya yang lain belum ditemukan.
Keberangkatan mereka memang diikuti oleh satu mobil bodyguard. Tanpa diketahui oleh Erika dan Ismalia bahwa Mandala ikut serta dengan posisi mobil dibelakang mobil bodyguardnya. Mandala yang sengaja menghubungi Nazir untuk menemani biar tidak merasa bosan ketika di penginapan.
Tiba-tiba ponsel Mandala berdering menampilkan nama salah satu bodyguardnya. Mandala menjawab panggilan tersebut kaget. Nazir yang melihat Mandala yang kaget merasa penasaran. Selesai berbicara Mandala menutup panggilan tersebut. Memberitahu ke Nazir bahwa Sofia sudah ditemukan.
Posisi Sofia ditemukan berada di pantai terdekat. Bertepatan dengan pantai yang Erika dan Ismalia datangi. Nazir merasa khawatir tetapi tidak dengan Mandala sebuah rencana terbesit dipikirannya dengan senyum licik di bibirnya.
Sekitar 1 jam lama dalam perjalanan, mobil telah tiba di parkiran pantai yang dituju. Erika dan Ismalia keluar dari mobil begitu pula mobil bodyguard sang ayah. Tetapi tidak dengan mobil Mandala. Mandala akan turun jika Erika dan Ismalia memasuki villa.
Serasa memasuki penginapan, barulah Mandala dan Nazir turun membuntuti mereka dari belakang. Mandala menghubungi kembali bodyguard yang menemukan Sofia untuk terus mengawasinya sampai ia tiba disana. Jangan sampai Sofia bertemu dengan Erika dan Ismalia.
"Hello, tolong tetap awasi Sofia gerak-geriknya juga kemanapun ia pergi. Dan satu lagi jangan sampai Sofia menemukan Erika dan Ismalia." perintah Mandala.
"Ya hello, pak. Baik pak, kalau boleh tau posisi Bapak dimana? Kami saat ini berada di sebelah timur penginapan tepatnya dekat pantai. Untuk saat ini masih aman karena Sofia lagi bersantai bersama seorang pria." jelas bodyguard.
"Saya sekarang lagi check In di penginapan. Siapapun pria yang bersama Sofia tetap awasi saja. Saya bentar lagi akan ke sana. Oh ya kirim foto mereka ke saya sekarang." perintah Mandala lagi.
"Baik, pak. Akan kami kirim fotonya ke bapak."
Mandala yang sudah didepan resepsionis memesan satu kamar untuk merek berdua. Nazir yang penasaran mulai bertanya ke Mandala ketika sudah menyudahi panggilannya.
"Ada apa? Apa semua baik-baik saja? Sekarang Sofia ada dimana?" tanya Nazir.
"Mereka sedang mengawasi Sofia. Sekarang ini cukup aman karena Sofia sedang bersantai. Posisi mereka berada di sebelah arah timur dari penginapan." jelas Mandala.
"Jadi bagaimana langkah kita selanjutnya?" tanya Nazir lagi.
"Kita bawa bawa barang ini dulu ke kamar. Setelah itu kita akan ke tempat dimana Sofia ditemukan."
"Baiklah. Tapi kamu yakin Sofia tidak akan bertemu dengan Erika dan Ismalia."
"Mudahan itu tidak terjadi. Berdasarkan laporan mereka, Sofia tidak sendiri disana. Ia bersama seorang pria entah itu siapa." jelas Mandala sambil berjalan menuju kamar tujuan.
...🌹🌹🌹...
Sesampai di depan pintu kamar, Mandala langsung membukanya meletakkan tasnya begitu juga Nazir. Posisi penginapan mereka berada ditingkat atas. Jadi dilihat berdiri dari balkon luar, suasana pantai tampak terlihat. Juga pemandangannya yang begitu indah dengan angin yang terasa dingin dan segar.
Posisi kamar Erika dan Ismalia juga berada di atas disebelah barat. Erika dan Ismalia yang sudah memasuki kamar. Ismalia meletakkan tasnya langsung membuka pintu balkon. Pemandangan yang indah, angin sepoi-sepoi mengalun, dan terlihat ombak dari arah pantai juga terlihat.
Ismalia memperhatikan para pengunjung lokal dan turis lalu lalang dan bersantai dari arah balkon. Tiba-tiba Erika teriak memanggil Ismalia.
"Is...Is... Lo dimana sih?" teriak Erika.
"Ya, Rik. Aku disini?" jawab Ismalia teriak.
Erika pun menemui Ismalia di balkon. Erika ikutan menikmati pemandangan dan angin sepoi-sepoi.
"Is...Eh Lo disini ternyata. Gimana suka gak?" tanya Erika.
"Hemmm...suka. Anginnya sejuk dan pemandangan indah banget."
__ADS_1
"Tu kan, sekarang kamu nikmatin aja suasananya disini. Gue mau kemas barang dulu setelah tu baru kita jalan-jalan." ujar Erika.
Erika masuk ke dalam karena ia ingin mengemas atau mengeluarkan pakaiannya dari tas. Langkah Erika terhenti karena Ismalia berbicara menanyakan sesuatu.
"Oke baiklah. Oh ya.. ayah kamu udah dikasi tau belum kalau kita sudah sampai penginapan dekat pantai." ucap Ismalia.
"Oh iyaa... Astaghfirullah, lupa. Bentar gue telpon dulu ayah."
Erika masuk ke dalam mengambil ponsel menghubungi Mandala. Ismalia masih tetap ke posisi semula masih menikmati suasana pantai dari balkon atas.
"Hello...Assalamualaikum, ayah."
"Wa'alaikumussalam, ya Erika. Apa kamu sudah sampai disana?" tanya Mandala pura-pura.
"Sudah kok baru saja."
"Bagaimana pantainya suka gak?"
"Suka banget. Pemandangannya indah, anginnya sejuk, dan ramai lagi. Rugi loh kalau ayah gak datang ke sini."
"Syukur deh kalau gitu. Ayah gak bisa karena banyak kerjaan. Biar kalian berdua saja, ingat kemana-mana harus bersama bodyguard." pesan Mandala.
"Iya iya. Erika ingat kok, ayah jangan khawatir. Dan jangan sampai kangen sam Ismalia ya?" goda Erika.
"Ayah tutup dulu, masih ada kerjaan. Assalamualaikum." ucap Mandala.
"Wa'alaikumussalam."
Mandala secepatnya mematikan ponsel. Mandala yang sedang duduk di atas ranjang beranjak membuka tas mengambil beberapa pakaian setelan. Mandala berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri. Sedangkan Nazir sedang berada di balkon luar menghubungi seseorang yang tidak lain anak buahnya yang ia utus mencari anak buah Sofia.
...🌹🌹🌹...
Sekitar 10 menit kemudian, Ismalia sudah memakai outfit tok putih, baju dalam krim, cardigan putih. Kini Erika secara bergantian untuk mandi karena mereka akan jalan-jalan sebentar di sekitar pantai. Ismalia memoles sedikit wajahnya dengan bedak dan lipstik. Lanjut memakai jilbab segiempat warna krim juga.
Seraya selesai semua, sambil menunggu Erika selesai mandi dan berkemas. Ismalia keluar membuka pintu balkon. Melihat para pengunjung yang sedang santai dan menikmati suasana pantai. Erika yang sudah siap langsung mengajak Ismalia keluar.
Tiba di pantai, Erika dan Ismalia berjalan menelusuri pantai sambil menikmati suasana. Tidak lupa juga mereka berfoto-foto selfi. Tidak ada yang memperhatikan dengan heran ke mereka karena membawa bodyguard bersama.
Tanpa diketahui, Mandala dan Nazir mengikuti mereka di pesisir pantai. Memilih tempat duduk di cafe dekat pesisir pantai. Dengan jarak yang lumayan jauh dari mereka. Namun masih bisa memantau aktivitas mereka Erika dan Nazir. Sesekali juga Mandala menghubungi kembali bodyguard yang mengawasi Sofia.
"Hello, bagaimana? Apa Sofia masih berada disitu?" tanya Mandala.
"Maaf pak. Sofianya tidak lagi berada di pesisir pantai. Sekarang dia berada di penginapannya." jelas bodyguard Mandala.
"Lalu posisi kamu sekarang dimana?"
"Saya sekarang berada di penginapan memesan kamar tepat didepan kamar Sofia, pak."
"Bagus. Untuk nama penginapan dan nomor kamar Sofia tolong kamu kirim ke saya. Sekitar 10 menit lagi saya akan ke sana." perintah Mandala.
"Baik, pak. Untuk nama penginapannya B. MELATI dan nomor kamarnya 026."
"Ok terima kasih. Terus awasi dia, ada apa-apa hubungi saya secepatnya."
"Siap, pak."
__ADS_1
Mandala menutup panggilannya dan kembali memperhatikan Erika dan Ismalia yang sedang memainkan pasir. Dilihatnya Nazir yang memainkan ponsel begitu fokus.
"Sepertinya sibuk sekali." tanya Mandala menyeruput cappucino yang sebelumnya ia pesan.
"Ah ini. Aku sedang mengirim pesan ke anak buah ku menanyakan kabar pencarian mereka." jawab Nazir.
"Jadi bagaimana sudah ada kabarnya?"
"Belum...belum ditemukan." ucap Nazir sambil menyeruput jus buah.
"Oh ya... bagaimana dengan anak buah kamu yang menemukan Sofia disini?" tanya Nazir balik.
"Sofia sekarang berada di penginapan B. Melati nomor kamar 026." jawab Mandala.
"Jadi bagaimana langkah selanjutnya."
"Kita akan ke sana sekarang. Aku sudah menghubungi mereka untuk tetap mengawasi Sofia." jelas Mandala.
"Baiklah. Kira gerak sekarang." ajak Nazir.
Mandala dan Nazir menuju ke tempat penginapan Sofia.
...🌹🌹🌹...
Sesampainya di penginapan Sofia, Mandala dan Nazir mengirim pesan ke bodyguardnya. Salah satu bodyguardnya keluar menemui Mandala di depan resepsionis. Mandala dan Nazir langsung menuju ke kamar Sofia. Mandala dan Nazir yang dikawal oleh beberapa orang bodyguard dibelakangnya berjaga-jaga kala Sofia ingin melarikan diri.
Tok tok tok
Mandala mengetuk pintu kamar Sofia. Ketukan pertama mereka belum dibukakan pintu. Dan ketukan kedua barulah mereka dibukakan pintu. Seorang laki-laki yang membukakan pintu dilihatnya sekumpulan orang berdiri didepan pintu. Dengan penasaran laki-laki itu bertanya ke Mandala.
"Ya ada apa ya?" tanya pria tersebut.
"Apa Sofianya ada?" tanya Nazir.
"Ada. Dia sedang di kamar mandi. Kalau boleh tau ada perlu apa ya?" jawab pria tersebut.
"Oh kami temannya ingin bertemu dengan Sofia. Boleh kami masuk?"
"Oh boleh silahkan masuk."
Mandala dan Nazir duduk di sofa sedangkan bodyguardnya berdiri di sisi belakang mereka. Tak lama Sofia keluar dari kamar mandi sudah memakai pakaian setelan santai. Dengan ekspresi kaget Sofia melihat Mandala, Nazir, dan bodyguard sedang menunggu.
"Hello...Sofia. Apa kabar?" ucap Mandala menghampiri Sofia.
Sofia yang ketakutan hendak melarikan diri. Namun sayang, bodyguard dengan sigap menangkap Sofia yang hendak lari mendekati pintu. Sofia di pegang erat oleh dua bodyguard Mandala. Dengan senyum sinis Mandala mendekati Sofia yang hendak meronta.
"Kenapa? Tugas kamu sekarang sudah selesai, Sofia. Kini tinggal giliran kami melaksanakan tugas untukmu." ucap Nazir.
"Bawa mereka ke tempat kita." perintah Mandala.
"Baik." ucap para bodyguard.
Sofia yang meronta dibawa oleh bodyguard. Pria yang bersama Sofia tiba keluar dari dapur yang hendak mengambil air. Kaget melihat Sofia dibawa secara paksa. Pria itu hendak menghalangi namun dihadang oleh bodyguard Mandala yang lainnya tanpa menyakitinya.
...Bersambung.......
__ADS_1
Mohon maaf kalau tulisannya banyak yang typo. Sekali lagi jangan lupa like, vote, komen, subscribe, dan follow biar semangat update-nya readers 🤗