
Happy Reading 🤗
...🌹🌹🌹...
Cukup asyik mengobrol Mandala dan Nazir. Mereka sampai lupa kalau waktu sudah sore. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Sesampai di rumah Mandala langsung masuk ke dalam kamar. Orang rumah terlihat sepi hanya sang pembantu saja yang tengah memasak di dapur. Mandala memilih mandi terlebih dahulu barulah ia akan turun ke bawah.
Beberapa menit Mandala sudah selesai mandi. Sudah siap dengan pakaian setelan santai. Ia barulah turun ke bawah menghampiri Bik Inah. Mata Mandala menoleh ke sisi rumah melihat Rita dan Erika. Bahkan mobil Pak Ahmad juga tidak terparkir di halaman parkiran.
"Bik, Ibu dan Erika pergi kemana? Kenapa sepi sekali?" tanya Mandala.
"Oh...Ibu dan Erika pergi keluar katanya tadi." jawab Bik Inah.
"Tadi? Pergi kemana?"
"Iya tadi. Dari pukul 8 pagi tadi mereka keluar. Nyonya tidak beritahu mau pergi kemana, tuan?"
"Kapan mereka akan pulang?"
"Maaf saya kurang tau tuan. Apa tuan mau makan dan minum sesuatu, tuan?"
"Tolong buatkan saya teh saya, sekalian antar di ruang tengah ya bik."
"Baik tuan."
Mandala menuju ke ruang tengah untuk menonton televisi. Bik Inah menghampiri membawa secangkir teh. Mandala memeriksa ponselnya melihat jam. Jam telah menunjukkan pukul 5 sore. Mereka berdua belum juga pulang. Bramantio pun turun menghampiri Mandala yang duduk sendirian.
"Man, sudah pulang kamu?" tanya Bramantio.
"Sudah, oh ya Ibu dan Erika kemana yah?" tanya Mandala.
"Ayah tidak tau mereka pergi kemana. Ayah pulang tadi mereka sudah tidak ada di rumah. Tanya dengan Bik Inah, ia tidak tau." ujar Bramantio.
"Pasti mereka pergi belanja sampai lupa waktu. Dasar nenek dan cucu sama saja." tambah Bramantio.
"Biasalah, yah. Bagaimana perkembangan perusahaan ayah?" tanya Mandala.
"Alhamdulillah, berkembang pesat dari sebelumnya. Banyak perusahaan luar sana yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita." jelas Bramantio.
"Syukur Alhamdulillah kalau begitu. Tapi bekerja tetap jalan jangan lupa untuk jaga kesehatan. Bukankah ayah baru saja pulih?"
"Iya...ayah akan selalu menjaga kesehatan. Kalaupun ayah tidak sehat, kamu kan ada untuk mengurus perusahaan ayah."
"In Syaa Allah, yah."
...🌹🌹🌹...
Terdengar suara mobil dari luar. Sudah pasti Rita dan Erika yang pulang. Benar sekali Rita dan Erika masuk mengucap salam. Menghampiri Bramantio dan Mandala untuk bersalaman. Terlihat beberapa belanjaan di tangan kiri dan kanan Rita juga Erika. Mereka tidak langsung naik ke atas menuju ke kamar. Melainkan duduk bersama Bramantio dan Mandala.
"Banyak sekali belanjaan kalian?" tanya Bramantio.
"Habis borong satu mall?" canda Mandala.
"Ini Ibu pergi ke mall beli pakaian sekeluarga buat acara nanti. Sekaligus pergi ke teman ibu untuk boking dekorasi dan makeup. Kalau besok-besok takutnya tidak sempat." jelas Rita.
"Masih beberapa hari lagi, buk." ujar Bramantio.
"Tidak bisa, yah. Harus dicicil dari sekarang mumpung keluar. Habis dari itu, ke mall sebentar Erika mau beli sesuatu."
"Iya...itu sebabnya kami pulang sore." ujar Erika.
"Kasian?" canda Bramantio.
"Kasian? Siapa yang kasian?" tanya Rita.
"Mall-nya. Habis semua kalian borong, orang yang lihat kalian jadi bosan."
"Kakek mah bercandanya tidak lucu." ucap Erika kesal.
Mendengar candaan Bramantio yang tidak garing tapi membuat Rita, Bramantio, Mandala, dan Erika tertawa. Terlalu lama bercanda di ruang tengah. Rita dan Erika berpamitan hendak ke kamar untuk mandi. Dan bersiap makan malam bersama-sama. Tidak lupa tentengan totebag di kedua tangan mereka.
Tingkah antara cucu dan nenek membuat Bramantio menggelengkan kepala. Kalau Mandala sudah terbiasa dengan tingkah laku mereka berdua. Segala halnya selalu kompak dan bekerja sama. Tapi itu lah yang diinginkan Mandala mengenai kebahagiaan mereka. Demi mereka ia bersedia menikah lagi.
__ADS_1
"Nenek dan cucu sama saja. Membuat pusing seisi rumah." ucap Bramantio.
"Biarkan saja. Yang penting mereka senang." ujar Mandala memainkan ponsel.
"Lalu apa kau bahagia?" tanya Bramantio.
"Maksud ayah?" tanya Mandala balik.
"Mengenai pernikahan mu?"
"Jika kalian bahagia, Man ikut bahagia juga."
"Jangan memaksakan diri, Man. Membahagiakan keluarga itu baik, tapi diri kamu sendiri pikirkan juga. Untuk pernikahan ini, jalani sebagaimana seharusnya. Jangan sebab keterpaksaan, endingnya bakal tidak baik. Belajar lah untuk menerima Ismalia sebagai istrimu nanti. Sebagaimana kamu memperlakukan ibu Erika sebelumnya. Belajarlah untuk mencintai dan menyayangi Ismalia sepenuh hati kamu. In Syaa Allah...akhirnya pasti indah." jelas Bramantio.
"Iya...akan Man coba. Tapi beri Man waktu, untuk saat ini Man masih belum menerima sepenuhnya."
"Tidak apa-apa. Mencoba secara perlahan-lahan, lama-kelamaan juga kamu juga bisa."
Tengah obrolan Bramantio dan Mandala, Bik Inah memanggil untuk makan malam. Makanan yang dimasak sudah siap dan terhidang di meja makan.
"Tuan...makanan makan malam sudah siap. Apa mau makan sekarang atau nanti?" tanya Bik Inah.
"Makan sekarang saja, bik. Saya sudah terasa lapar sekarang." jawab Bramantio.
"Ayo Man. Kita makan malam sekarang." ajak Bramantio.
...🌹🌹🌹...
Bramantio dan Mandala beranjak dari duduk menuju ke kursi meja makan. Bramantio pun memerintahkan Bik Inah untuk memanggil Rita dan Erika yang berada di kamarnya.
"Bik, tolong panggilkan Nyonya dan Erika ya?" perintah Bramantio.
"Iya, tuan."
Bik Inah menuruti perintah Bramantio untuk memanggil Rita dan Erika makan malam. Saat di depan pintu Rita hendak mengetuk pintu. Rita sudah membuka pintu sudah dengan pakaian santai daster.
"Ada apa, Bik?" tanya Rita.
"Ini nyonya, tuan menyuruh saya memanggil nyonya dan non Erika untuk turun makan malam bersama."
"Baik, Nya."
Bik Inah turun lebih dahulu ke bawah. Rita pergi menuju ke kamar Erika. Rita hanya mengetuk dan berteriak di depan pintu kamar.
"Rik, ayo turun ke bawah kita makan malam bersama." ajak Rita.
"Baik, nek." teriak Erika.
Rita menuju ke bawah meja makan. Dilihatnya Bramantio dan Mandala sudah menyantap makanan. Rita mengambil kursi duduk di dekat Bramantio. Tidak lama menyusul Erika sudah dengan pakaian tidur piama berwarna pink. Menari kursi ikut menyantap makan malam.
"Besok kamu ke kantor tidak, Man?" tanya Rita.
"Ke kantor, memangnya kenapa?" tanya Mandala balik.
"Kenapa? Besok hari sibuk-sibuknya, kamu harus bantu ibu."
"Man besok harus ke kantor besok. Menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Kan sebelumnya Ibu pernah bilang Man cuti hanya hari ini dan Sabtu saja."
"Tapi kan..." ucap Rita tertahan dipotong oleh Bramantio.
"Sudah, beri Man menyelesaikan pekerjaannya. Setelahnya ia pasti beberapa hari cuti ke kantor. Bik Inah dan yang lainnya kan bisa membantu ibu." jelas Bramantio.
"Iya, Erika bisa bantu juga." tambah Erika.
"Ya sudah." ujar Rita.
"Maaf ya buk." ujar Mandala.
"Iya...iya. Tapi kamu janji ya setelah hari Sabtu kamu akan mengambil cuti juga."
"Iya, In Syaa Allah."
__ADS_1
"Sudah, nanti saja mengobrolnya, makan dulu."
Mereka pun melanjutkan makan malam tanpa obrolan lagi. Tanpa terasa mereka sudah menyelesaikan makan malam. Mereka bertiga kembali bersantai di ruang tengah sambil nonton tv. Kecuali Mandala yang sudah lebih dahulu pergi ke kamarnya. Untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda sebelumnya.
...🌹🌹🌹...
Tepat di hari Kamis pagi hari. Seperti biasa aktivitas mereka dimulai dengan sarapan pagi. Bramantio dan Mandala sudah rapi dengan pakaian kantor. Rita dan Erika kali ini tidak pergi kemana-mana. Karena ia akan mempersiapkan dekorasi dan seserahan lainnya. Erika juga mengajak Ismalia untuk datang ke rumahnya.
Mandala dan Bramantio sudah menyelesaikan sarapan. Mereka langsung berpamitan berangkat ke kantor dan tidak lupa bersalaman. Hanya tinggal Rita dan Erika yang berada di meja makan.
"Apa kamu sudah hubungi Ismalia untuk datang ke sini?" tanya Rita.
"Sudah, nek. Semalam aku sudah beritahu Ismalia."
"Lalu apa katanya?"
"Iya, nanti ia akan ke sini. Tapi tidak bisa pagi hari sekali. Karena ia harus membantu ibunya dirumah. Jadi ia akan ke sini agak siangan lah."
"Iya, tidak apa-apa. Yang penting Is ke sini. Oh ya...untuk catering sudah kamu hubungi orangnya?"
"Sudah semuanya, nek. Tidak ada yang tertinggal bahkan undang sudah tercetak. Nanti siang sudah bisa diantar orangnya."
"Pokoknya hal itu kamu yang urus. Nenek bagian Dekorasi, makeup, dan Busana keluarga."
"Iya, nek. Untuk menyebar undang Rika juga minta bantuan Om Nazir."
"Loh kok Nazir, memang dia mau?"
"Ya mau lah nek. Sudah Erika kasih tau kemarin."
"Ya sudah, yang penting semuanya sudah siap dan tidak ada tertinggal satu pun."
Mereka akhirnya telah menyelesaikan sarapan pagi. Mereka kembali ke kamar untuk mengambil barang-barang yang telah ia beli semalam untuk hantaran. Tidak lupa juga meminta bantuan Bik Inah untuk membawanya. Tugas mereka mengemas atau mendekor alat hantaran untuk Ismalia.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Terdengar suara Ismalia mengetuk pintu dan mengucap salam. Bik Inah beranjak membukakan pintu.
"Assalamualaikum." ucap Ismalia.
"Wa'alaikumussalam. Eh non Ismalia, mari silahkan masuk. Nyonya dan non ada di ruang tengah. Masuk saja." balas Bik Inah.
"Baik. Terima kasih Bik Inah."
Ismalia dipersilahkan masuk menemui Erika dan Rita yang masih belum selesai. Rita menoleh siapa yang datang. Ternyata orang yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.
"Eh...Is. Sini nak Is." ajak Rita.
"Lama sekali sih kamu." ucap Erika.
"Kan sebelumnya sudah saya bilang, pagi hari saya membantu ibu dulu. Siang hari baru bisa ke sini."
"Sudah. Kamu ini Erika, yang penting Is datang." ujar Rita.
"Sini bantu buat hantaran." ajak Rita.
Ismalia pun duduk dekat dengan mereka. Untuk mendekor dan menyusun barang-barang hantaran.
"Nek, ini banyak sekali."
"Banyak apanya? Tidak ada banyaknya kok?"
"Ini banyak, nek."
"Sudah kamu tenang saja. Ini semua buat kamu." ucap Rita.
"Iya, terima saja. Selain ini, kamu akan dapat hadiah dari aku juga loh."
"Hadiah? Hadiah apa?" tanya Ismalia penasaran.
"Rahasia dong. Rahasia mana boleh dikasih tau."
Mereka pun melanjutkan pekerjaannya hingga selesai. Memang begitu banyak hantaran yang diberikan oleh Rita. Membuat Ismalia melongok heran melihatnya. Selesai semuanya, mereka kembali bersantai ria di belakang rumah berhadapan dengan kolam. Mereka saling mengobrol satu sama lain. Karena sudah tidak ada lagi yang harus di kerjakan.
__ADS_1
...Bersambung......
Jangan lupa like, vote, komentar, follow, dan subscribe ya readers biar saya semangat up untuk update nya 🤗