Status Sahabat Menjadi Ibu Sambung

Status Sahabat Menjadi Ibu Sambung
BAB 44


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿค—


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Penculikan Ismalia yang dilakukan oleh anak buah Gino dihari pernikahannya membuat keluarga Mandala dan Ismalia menjadi cemas. Sangat berbeda dengan Sofia yang begitu sangat senang karena rencana secara perlahan berjalan dengan lancar. Dari hasil penyelidikan dari Mandala yang dibantu sahabatnya yaitu Nazir menemukan petunjuk pertama berupa nomor ponsel yang tidak diketahui identitasnya di ponsel Ismalia.


Dari nomor ponsel tersebut Mandala dan Nazir menemui seseorang yang bisa melacak nomor tersebut yaitu Vino teman dari Nazir. Setelah menemui Vino, Mandala, Nazir, dan yang lain dengan sabar menunggu informasi posisi pelaku ataupun mengetahui pemilik nomor tersebut. Begitu juga anak buah Bramantio yang masih tetap mencari diberbagai daerah.


Ibu Ismalia yaitu Mastiara yang masih menangis sesenggukan ditenangkan oleh Rita karena hilangnya Ismalia dan tidak juga ditemukan. Erika yang juga turun khawatir dan nangis akan hilangnya Ismalia. Tidak lupa sebuah doa dilantunkan oleh Rita untuk keselamatan Ismalia dan semoga mudah ditemukan.


Tepatnya pukul 20.00 wib, Mandala dan Nazir tiba dikediamannya. Melihat semua keluarga berada di ruang tamu sedang khawatir.


"Assalamualaikum." ucap Mandala.


"Assalamualaikum." ucap Nazir juga.


"Wa'alaikumussalam." jawab serentak yang berada di ruang tamu.


"Bagaimana Mandala, apa kamu menemukan Ismalia?" tanya Rita.


Mandala dan Nazir langsung mendekati mereka berkumpul memberitahu bahwa mereka mendapatkan petunjuk berupa nomor ponsel dan menemui Vino untuk melacak. Tangis Mastiara menjadi karena ia berharap Mandala pulang membawa Ismalia namun ternyata tidak.


"Belum, buk. Kami sudah berusaha mencari Ismalia tapi tidak ketemu. Tapi kami menemukan sebuah ponsel Ismalia yang tertinggal dan rekaman CCTV di dalam mobil Pak Agus." ujar Mandala mendudukan diri di sofa berhadapan dengan Rita dan Mastiara.


"Ya, kami sempat membuka rekaman tersebut. Si penculik tersebut tidak kelihatan wajahnya namun ia memakai pakaian jaket kulit berwarna hitam dan memiliki tato di pergelangan tangan sebelah kanan bergambar tengkorak mawar hitam. Dari petunjuk pertama tersebut saya juga ikut mengarahkan anak buah saya dan detektif untuk menyelidiki pemilik tato tersebut." jelas Nazir ikut duduk di sebelah Mandala.


"Selain itu, kami menemukan ponsel milik Ismalia di dalam mobil. Tanpa kita sangka ternyata Ismalia cukup lama menyembunyikan sesuatu dari kita bahkan ia tidak ingin kita mengetahuinya." ujar Mandala.


"Maksudnya sesuatu apa yang disembunyikan oleh Ismalia?" tanya Mastiara heran.


Mastiara merasa heran sesuatu seperti apa yang dimaksud Mandala. Setahunya Ismalia selalu bercerita ke Mastiara mengenai hal apapun. Ya benar, saat dirumah tempat bercerita atau curhat Ismalia selain ke Erika yaitu ke sang Ibunya Mastiara.


"Sebuah pesan WhatsApp dari seseorang dengan nomor ponsel yang tidak diketahui identitasnya. Pesan tersebut berisi pesan berupa ancaman dari seseorang yang tidak menginginkan pernikahan kami berdua." jelas Mandala.


"Karena tidak ingin kita khawatir dan mengetahuinya. Ismalia menyembunyikan hal tersebut dari kita semua." sambung Mandala.


"Ya Allah...nak sampai segitunya kamu menyembunyikan hal ini ke Ibu. Pantas saja saat menerima pinangan atau lamaran dari Mandala agak berbeda dari raut wajah Ismalia seperti raut wajah cemas dan takut. Kadang ia sering melamun, tapi kalau ditanya Ismalia selalu bilang tidak apa-apa."ujar Mastiara.


"Betul... ke aku juga tidak ada cerita apapun. Seperti yang dikatakan Ibu, saat disekolah Ismalia sering melamun." ujar Erika juga.


"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Rita.


"Tante tenang saja, barusan kita menemui teman Nazir semasa kuliah dulu namanya Vino. Vino ahli dalam bidang meretas dan melacak sesuatu. Dan Vino siap membantu melacak nomor ponsel tersebut. Dengan begitu kita bisa mengetahui siapa dan posisi pelakunya. Jadi tinggal menunggu saja kabar dari Vino." jelas Nazir.

__ADS_1


"Baiklah, semoga saja teman kamu bisa meretas dan melacaknya. Dan Ismalia dengan cepat kita temukan." ujar Rita.


"Ya Allah lindungi anak hamba jangan sampai penjahat itu melukai Ismalia." doa Mastiara dalam tangisnya sambil didekat Rita.


"Aamiin ya rabbal 'alamin." ucap Rita mengaminkan.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Setelah perbincangan Mandala dan keluarga di kediamannya. Lain hal di tempat penyekapan Ismalia berlokasi ditengah-tengah hutan dengan rumah kecil yang usang tanpa berpenghuni sengaja dipilih oleh Sofia dan anak buahnya untuk menyandra atau penyekapan Ismalia.


Sekitar 1 jam lamanya Ismalia tidak sadarkan diri setelah dibius oleh anak buah Sofia. Akhirnya ia telah sadar, mulai dipindahkan ke kursi lalu diikat kaki dan tangan serta mulut dibungkam menggunakan sapu tangan. Tinggal sendirian didalam kamar dengan pencahayaan lampu remang-remang.


Ismalia sedikit meronta mencoba untuk melonggarkan ikatan ditangan maupun dikaki tapi tidak bisa. Ismalia akhirnya menyerah sambil menitikkan airmata dan berdoa didalam hati.


"Ya Allah...Tolong hamba untuk bisa lepas dan bebas dari sini. Dan siapa mereka, mengapa mereka menculik hamba?". Doa Ismalia didalam hati.


Krekkk


Terdengar suara pintu terbuka, menampakkan bayangan seseorang yang akan masuk. Ismalia yang masih kondisi terikat menatap seseorang tersebut dengan takut. Mendekati Ismalia sambil membawa sepiring makanan dan segelas air. Membuka ikatan sapu tangan di mulut Ismalia.


"Ini...makanlah dulu. Jangan sampai kami disalahkan bos karena tidak memberi kamu makan. Dan kami tidak mau mangsa bos mati begitu saja." ucap kasar pria tersebut.


"Siapa kalian? Mau apa kalian? Mengapa menculikku ha?" tanya Ismalia teriak.


Ismalia tidak menerima nasi tersebut. Mulutnya tetap bungkam namun tetap dipaksa oleh pria tersebut akhirnya nasi masuk ke dalam mulutnya. Tiba-tiba nasi tersebut disembur Ismalia ke wajah pria tersebut sehingga membuatnya marah menjambak rambut Ismalia. Ismalia merasa kesakitan dan menangis akan perlakuan pria tersebut.


"Kurang ajar... Dasar wanita tidak tau diuntung masih syukur kami dikasih makan dan minum. Kalau tidak kamu langsung mati." ucap kasar dan marah pria tersebut sambil menjambak rambut Ismalia.


"Achhh....Biarkan saja aku mati. Kalau itu mau kalian, biar puas. Achhh...." ucap Ismalia kesakitan.


"Hahahaha....tidak semudah itu kamu mati gadis manis. Bos kami tidak akan puas sebelum menyiksa kamu. Begitu kamu disiksa maka itu lah saatnya kamu mati. Hahaha..." ucap pria tersebut.


Setelah berucap, pria tersebut meninggalkan Ismalia kembali dengan mulut terikat sapu tangan. Ismalia hanya menangis dan pasrah tidak harus berbuat apa selain berdoa kepada yang maha kuasa. Diluar kamar penyekapan Ismalia, terdengar suara ponsel pria tersebut berdering. Panggilan tersebut ternyata dari Sofia.


Pria tersebut segera mengangkat penggilan dari Sofia. Entah apa yang dibicarakan, yang pasti pria tersebut memberikan respon iya dan tersenyum licik. Ya, yang dibicarakan Sofia yaitu rencana penyiksaan untuk Ismalia. Penyiksaan berupa didalam ruangan tersebut diisi dengan binatang yang menjijikkan dan menakutkan seperti tikus dan ular.


Pria tersebut segera memerintahkan kawannya yang lainnya untuk mengambil sesuatu. Tak lama datanglah kawan si pria tersebut membawa dua buah karung besar. Pria tersebut langsung membuka pintu sedikit dan mengeluarkan isi karung tersebut didalam.


Ismalia yang melihat pintu terbuka sedikit hanya tampak bayangan sambil membawa karung. Ismalia pun merasa heran lalu kemudian terdengar suara tikus dan desitan sesuatu. Ternyata itu benar bahwa yang dilepas pria tersebut yaitu tikus dan ular. Ismalia menjadi tambah takut, meronta, dan menangis.


"Ya Allah...tolong hamba. Ibu tolong Is Ibu, Is takut." ucap Ismalia dalam hati sambil nangis bercampur takut.


Ismalia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali hanya berdoa.

__ADS_1


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Dikediamannya Mastiara yang tengah tidur di kamar tamu terbangun karena secara tiba-tiba mendapat mimpi buruk tentang Ismalia. Mastiara dan keluarga harus menginap dikediaman Mandala sampai Ismalia bisa ditemukan. Mastiara yang mendapat mimpi buruk segera membangunkan Mardian.


"Astagfirullah...Ya Allah. Kenapa dengan mimpi ku. Apa yang terjadi dengan Is disana?" ucap Mastiara cemas lalu membangunkan Mardian.


"Yah...Ayah bangun." ucap Mastiara membangunkan Mardian yang tidur.


"Ada apa, Bu? Kenapa Ibu bangun?" tanya Mardian.


"Ibu mimpikan Ismalia sedang disiksa disana, Yah. Ibu takut terjadi apa-apa dengan Is." ucap cemas Mastiara.


"Bu... itu hanya bunga tidur. Kita berdoa saja semoga Ismalia disana tidak apa-apa dan cepat ditemukan." ucap Mardian menenangkan Mastiara yang cemas.


"Ya sudah kalau begitu kita shalat tahajud bareng yuk." ajak Mardian.


Mardian sedikit khawatir dengan Mastiara yang begitu cemas dan khawatir. Ia takut penyakitnya akan kambuh semula. Mardian juga sudah berusaha mencari Ismalia dimanapun namun tidak ketemu. Kini hanya berdoa yang bisa diandalkan agar Ismalia cepat ditemukan dalam keadaan sehat tanpa cacat apapun.


Kembali ditempat penyekapan Ismalia hanya bisa meronta dan mencoba melonggarkan ikatan ditangan dan dikakinya. Ismalia begitu takut dengan dua bintang tersebut. Dengan sekuat tenaga dan berdoa. Ikatan di tangannya sedikit melonggar lalu berusaha kembali membuka ikatan di kakinya.


Ikatan tersebut akhirnya terlepas, Ismalia menelusuri ruangan mencari celah untuk bisa kabur. Namun disisi lain Ismalia berusaha menjauhkan tikus dan ular tersebut yang mendekatinya. Tikus yang lepas hanya tikus berukuran kecil berwarna hitam. Sedangkan ular hanya terdiri dua ekor saja.


Ismalia sebelum kabur, ia mencari benda keras untuk membunuh ular tersebut. Mencari akhirnya Ismalia menemukan balok berukuran besar lalu digunakan untuk membunuh ular tersebut. Dengan kemampuan seadanya dua ular tersebut mati. Untuk tikus tidak terlalu Ismalia hiraukan karena tidak terlalu berbahaya hanya ia takut dan geli saja.


Selesai Ismalia kembali melanjutkan mencari celah-celah untuk ia kabur. Tapi memang tidak ada celah sedikitpun di kamar ini. Bahkan jendela dikamar ini memang sudah dipaku habis seperti memang tempat ini telah dipersiapkan sebelumnya. Ismalia tidak menyerah, ia masih mencari benda untuk bisa mencongkel salah papan kamar tersebut.


Tanpa di sengaja, dibalik lemari yang usang tersebut terdapat lubang pada papan yang sudah rapuh berukuran lumayan. Dengan yakinnya, Ismalia mencari kayu balok tadi untuk memecahkan celahan papan tersebut. Tidak lama lubang dari papan tersebut terbuka sehingga Ismalia bisa menembus keluar.


Ismalia akhirnya bisa lolos dari kamar tersebut. Dengan hati-hatinya, Ismalia berjalan kedalam hutan tanpa ketahuan si pria yang menyekapnya. Ismalia yang sudah berada di hutan merasa bingung harus melewati jalan yang mana. Karena kondisi hari yang sudah malam dan gelap hanya mengandalkan pencahayaan terangnya bulan.


Dalam langkah Ismalia menuju keluar dari hutan. Tanpa terlihat, Ismalia malah terpeleset hampir mau jatuh. Tangannya berpegangan pada akar pohon. Dilihatnya ke arah bawah ternyata sebuah jurang yang lumayan dalam. Ismalia berusaha memegang erat akar pohon tersebut. Saking tidak kuatnya, akhirnya pegangan Ismalia terlepas. Ismalia terjatuh ke dalam jurang disertai teriakannya tanpa didengar oleh pria yang menculiknya.


...Bersambung.......


Assalamualaikum, wr.wb


Mohon maaf atas keterlambatan updatenya. Bukan disengaja tetapi saya baru saja mengalami kemalangan yaitu ayah saya baru saja meninggal. Mohon doanya semua semoga ayah saya ditempat diantara orang-orang yang beriman dan husnul khotimah, Aamiin. Sekarang baru sempat update lagi. Terima kasih juga readers yang sudah sudi membaca cerita novel #SSMIS.


In Syaa Allah setelah ini, saya akan update. Dan mohon maaf penulisan saya banyak yang berantakan๐Ÿ˜


Tapi jangan lupa like, subscribe, follow, komen, dan vote ya readers ๐Ÿค—


Wassalamu'alaikum, wr.wb

__ADS_1


__ADS_2