
...Happy Reading 🥀🌻💖...
Ke esok kan harinya disekolah.
"Kringgh....." (Bel berbunyi) semua siswa segera masuk ke kelasnya masing-masing untuk mengikuti pelajaran.
Langkah kaki guru mulai terdengar masuk ke ruangan kelas Rissa,Semua murid diam tidak ada yang berani berbicara.
"Good morning student!" Sapa gurunya.
"Good morning!" Jawab semua siswa dengan semangat.
"Baiklah anak anak, keluarkan buku bahasa Inggris kalian masing masing" suruh gurunya.
"Shit!" Ucapan Rissa ketika melihat buku tidak ada di dalam tasnya.
"Hanna!,apa kau melihat buku bahasa Inggris ku?" Tanya Rissa dengan suara sangat pelan.
(Jawab Hanna hanya menggelengkan kepalanya saja)
"sial sepertinya aku lupa tidak membawa buku bahasa Inggris" gumam Rissa dalam hati.
"Baiklah... sekarang...buka buku kalian halaman 50" suruh gurunya sambil berdiri di depan kelas.
Semua teman teman Rissa mulai membuka bukunya masing masing,dan Rissa pun hanya terdiam,ya karena bukunya lupa tidak di bawa!.
"Apa Ada yang tidak bawa buku?" Tanya gurunya sambil menoleh ke kanan kiri memastikan apa ada yang tidak membawa buku.
Semua temannya di kelas tampak hening.Dalam hati Rissa "Sial!... Apa hanya aku yang tidak membawa buku?"
Dengan sangat terpaksa Rissa mengangkat tangannya,sambil berdiri.
"Saya Bu!" Ucapan Rissa polos.Tatapan gurunya langsung bertuju kepadanya.
"Apa kau tau akibatnya Rissa Adriana?...., Kamu harus berdiri di tengah lapangan sambil hormat ke tiang bendera, sampai jam ku berakhir!"ucap gurunya.Rissa pun hanya mengangguk tanpa bisa berkata apa apa,
"Apa!... Berdiri di tengah lapangan sampai jamnya berakhir?....,itu berarti sampai istirahat"gumam Rissa dalam hati merasa kesal.
"Silahkan keluar dari kelas Rissa Adriana!" Suruh gurunya.Rissa pun mulai keluar dari kelas sambil menundukkan kepalanya sedikit merasa kesal namun juga tak dapat membantah.
**********
Setelah sampai di lapangan.
Rissa pun melaksanakan perintah gurunya,ia berdiri di tengah lapangan sambil hormat ke tiang bendera,cuaca benar benar sangat panas,sinar matahari mengenai wajah Rissa,Rissa mengkerut kan mata dan alisnya.
Sudah hampir 5 menit Rissa berdiri di tengah lapangan dan ia mulai merasakan sengatan panas di kepala dan tubuhnya.
"Eh Lihat bukankah dia Rissa dari kelas XII A,ouch....tampaknya dia sedang di hukum!" Terdengar ocehan dari murid yang sedang berjalan ke kamar mandi sambil melihat Rissa yang sedang di hukum.
"Hahaha.... Kasian sekali!" ejeknya lagi.
Rissa hanya menghiraukan mereka,
Dan tetap fokus hormat kepada bendera sampai jam pelajaran bahasa Inggris berakhir.
"Lama sekali!... kepalaku terasa panas" Ucap Rissa dalam hati sambil mengusap usap kepalanya.
15 menit berlalu.....
Rissa melihat Deon keluar dari kelasnya, mungkin saja ia ingin pergi ke kamar mandi.
Saat Deon berjalan ia tak sengaja melihat Rissa yang sedang berdiri di tengah lapangan sambil kepanasan,seketika Deon langsung menghentika langkahnya.....
"Apa yang kau lakukan Rissa?" Teriak Deon.
"Stthhh!... Jangan keras-keras guru akan mendengar teriakanmu barusan" jawab Rissa sedikit mengecilkan suara.
Tanpa ragu Deon langsung berjalan ke arah Rissa.
__ADS_1
"Krrekkk!" ( Deon Membuka lerekan jaketnya)
"Apa yang kau lakukan?" tanya Rissa dengan wajahnya yang memerah kepanasan.
tanpa banyak omong Deon langsung merentangkan jaket yang ia pakai untuk menjadi peneduh Rissa dari paparan sinar matahari yang menyengat.
"Eh Deon.... Tak perlu seperti ini, kembalilah ke kelasmu" suruh Rissa.
"Ch... Sudah diam saja kau!" Ujar Deon sambil memegang jaket yang ia buat sebagai peneduh seakan seperti payung.
"Kenapa kau bisa dihukum?" Tanya Deon.
"Aku lupa tidak bawa buku bahasa Inggris" jawab Rissa.
"Bodoh!.... Makanya lain kali di teliti dulu!" Cerocos Deon.
"Ch...kembalilah ke kelasmu,atau guru juga akan menghukum mu!" Ujar Rissa sedikit kesal.
"Aku tidak peduli!" Jawab Deon dengan nada dingin.
***********
"Kringg......" (Bel istirahat akhirnya berbunyi)
"Hfffhh.... Akhirnya istirahat juga" ucap Rissa.
Semua murid dikelas sudah mulai keluar untuk beristirahat, pandangan mereka sedikit aneh setelah melihat Deon yang sedang memegang jaketnya untuk peneduh Rissa.
"Turunkan jaketmu Deon!" Suruh Rissa dengan suara pelan.
Wajah Deon terlihat biasa saja walaupun semua orang menatap ke arahnya.kemudian Deon mulai menurunkan jaketnya,dan memakainya lagi.
"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" Teriak Deon kepada mereka.
Mereka semua langsung membuang muka.
"Hukumanmu sudah berakhir kan?" Tanya Deon.
"Yasudah... aku kembali ke kelas dulu" ucap Deon langsung membalikkan badannya.
"Um Deon!..." Teriak Rissa memanggil Deon.
"Ada apa?" Tanya Deon
"Terimakasih banyak,hampir setiap hari aku merepotkan mu!" Ucap Rissa.
"Hm itu sudah menjadi tugasku" jawab Deon sambil tersenyum padanya.
"Eh Deon,kau darimana?" teriak Adelio sambil berlari ke arah mereka berdua.
"Kau bilang tadi ingin ke kamar mandi, tetapi kenapa kau tidak kembali lagi?" Tanya Adelio.
"Apa guru mencari ku?"tanya Deon balik.
"hm Iya tadi,tapi aku dan Rachel berhasil mengalihkan pembicaraan nya"
"Syukurlah!" Ucap Deon merasa lega.
"Terimakasih ya!"
"Itu tidak masalah" jawab Adelio.
"Oh iya dimana Rachel?" Tanya Deon.
"Umm sepertinya dia pergi ke kantin bersama Cia,ya sudah aku ke kantin dulu ya!" Ucap Adelio buru buru pergi meninggalkan Deon.
"Deon?"
"Apa kau mau pergi ke kantin bersama ku?" Ajak Rissa.
__ADS_1
"Tentu saja!" Jawab Deon semangat.
Kemudian mereka berdua pun berjalan menuju ke Kantin,Rissa memegang tangan Deon dengan lembut,Deon pun merasa senang karena ini pertama kalinya Rissa bertingkah seperti itu kepada nya.
Sesampainya di Kantin.
Rissa sedikit merasa malu setelah sampai di kantin, Bagaimana tidak malu?.... semua teman temannya disana memperhatikan mereka berdua dengan wajah aneh melihat Rissa yang sedang menggandeng tangan Deon.
Melihat tatapan mereka yang seperti itu kepada nya,Rissa seketika langsung melepaskan tangannya dari Deon.
Deon melihat Rissa yang melepaskan gandengan tangan nya sedikit merasa aneh.
"kenapa?" tanya Deon.
(Rissa hanya menggelengkan kepalanya saja)
"duduklah disini aku akan memesankan makanan untukmu!" suruh Deon.
"um baik!" ,jawab Rissa kemudian duduk di meja kantin Sambil menunggu Deon memesan kan makanan untuk nya.
Rissa tidak berani menatap ke arah manapun, Karena ia tau kalau semua teman teman di sebelah nya sedang menatapnya sinis.
"eh... masa iya dia itu pacarnya Deon?" terdengar gibah an dari para wanita sekelas Deon yang sedang duduk di sebelah nya.
"iya,lihat saja padahal aku jauh lebih cantik dibandingkan dia" terdengar ocehan lagi dari salah satu teman nya.
"hahaha ........"
Rissa hanya diam dengan wajahnya yang polos.
"ehh sthh... Deon datang!" ucap mereka mengecilkan suaranya setelah melihat Deon datang membawakan makanan untuk Rissa.
"kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Deon melihat wajah Rissa yang sangat polos.
"um tidak!" jawab Rissa segera memakan makanannya dengan cepat sampai isi mulutnya penuh.
Deon melihat i wajah Rissa yang sedang makan sambil memegang pipinya.
"Jangan melihatku seperti itu!" gumam Rissa berbicara dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
"memangnya kenapa?,aku suka melihatmu makan seperti ini!,sangat menggemaskan xixixi....." ujar Deon sambil mencubit pipi Rissa.
"Uhuk Uhuk!....." Rissa tersedak kaget.
"ch.... pelan pelan saja,jangan terburu buru!" ucap Deon sambil memberikan air minum botol kepada Rissa.
"Ahgghh.... cepat habiskan makananmu itu,atau semua orang akan terus melihat kita seperti ini!" suruh Rissa dengan suara yang dikecilkan.
Disaat itu Deon baru sadar kalau semua teman teman di sekitarnya sedang melihat mereka berdua bersama.Namun Deon hanya menghiraukan mereka.
"sayang..... coba makan ini aaaa....." ucap Deon sambil menyuap i Rissa,ia sengaja mengencangkan suaranya agar semua temannya mendengar.
Semua teman di sekitarnya seketika Terkejut mendengar Deon yang memanggil Rissa "sayang".
"ish... Deon jangan seperti ini" ucap Rissa merasa sedikit canggung di hadapan mereka semua.
"memangnya kenapa,buka mulutmu aaaa!...." suruh Deon.
dengan terpaksa Rissa pun memakan makanan yang disuap kan oleh Deon.
"enakkan?" tanya Deon.
"hmm...." gumam Rissa.
"Heh kalian!.... berhentilah menatapku seperti itu" ucap Deon dengan nada dingin.
"tatapan kalian serius sekali,memangnya apa ada yang aneh?" ujar Deon.
Mendengar Deon berkata seperti itu,semua temannya langsung mengalihkan penglihatan mereka masing masing,tidak ada satupun orang yang berani berbicara.
__ADS_1
"Nah... Kalau begini kan enak jadinya..." ujar Deon kemudian langsung menyantap makanan nya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*