
...Happy Reading 🥀🌻💖...
"Apa kamu sudah bersiap?" Tanya Deon di telfon.
"Sudah... T-tapi..."
"Tapi kenapa?" Tanya Deon.
"Um tidak jadi.... Yasudah apa kau sudah akan berangkat?" Tanya Rissa.
"Belum.... Sebentar lagi aku segera berangkat,tunggu ya!" Kata Deon.
"Hm... Kalau begitu ku matikan telfonnya" ucap Rissa.
"Iya..."
setelah selesai mengangkat telfon dari Deon, Rissa pun kemudian pergi menghampiri ibu dan Devano yang sedang menunggunya di ruang tamu.
...*********...
"Rissa!...."
"malam ini bagaimana kalau kita jalan jalan?"Tanya Devan.
"um... lain kali aja ya!" Tolak Rissa.
belum selesai berbicara,Pembicaraan mereka berdua terpotong karena Deon datang,Deon menghentikan langkahnya di depan pintu karena melihat laki laki yang duduk di sofa rumah Rissa,Deon berdiri dengan wajah penuh tanda tanya,namun perasaan Deon tidak berlebihan,ia tidak merasa cemburu atau apapun,hanya saja penasaran siapa orang itu.....
Setelah Deon datang wajah Rissa begitu lega,
untungnya Deon cepat datang,segera Rissa pun menyuruhnya untuk masuk.
Devano menatap wajah Deon dengan aneh,dia terlihat kaget melihat ada Deon yang tiba-tiba berdiri di depan pintu sambil melihat nya juga.
Setelah Rissa menyuruh Deon untuk masuk...Deon langsung mencium tangan ibu Rissa,dan kemudian setelah itu ia mengulurkan tangannya kepada Devano untuk bersalaman.
Devano pun akhirnya juga mengulurkan tangannya dengan kaku,mereka berdua pun saling bersalaman.
Deon duduk di sebelah Rissa.
"Tante!... malam ini Deon ijin mau ajak Rissa mencari udara segar". ucap Deon kepada ibu Rissa.
"oh iya... t-tapi anu..." jawab ibu Rissa sambil melihat Devano.
"Devan... maaf ya aku tidak bisa sekarang,aku sudah ada janji dengan pacarku malam ini,iya kan sayang?" saut Rissa sambil menatap mata Deon dan memegang tangan nya
"i-iya hehe" jawab Deon.
mendengar Rissa memanggil Deon "sayang",wajah Devano pun langsung berubah,ia benar benar tidak bisa percaya kalau Rissa ternyata sudah memiliki pacar.
"ini pacarmu?" tanya Devano.
"iya...." jawab Rissa sambil terus menempel kepada Deon.
"um... kalau begitu aku berangkat dulu ya" ucap Rissa.
Rissa dan Deon pun segera keluar dari rumah nya meninggalkan Devano sendirian bersama ibunya.
Rissa tahu kalau Devano pasti merasa kesal padanya,tapi Rissa sudah tidak perduli lagi.
....................
"kau membawa motor?" tanya Rissa.
__ADS_1
"iya... memangnya kenapa?" tanya Deon balik.
"lebih asik kalau kita berjalan kaki!" ucap Rissa.
"kau serius?" tanya Deon.
Tanpa menjawabnya Rissa langsung berlari sambil menarik tangan Deon,namun disisi itu sebenarnya mereka masih belum tahu kemana mereka akan pergi.
Dipertengahan jalan,Deon menghentikan langkahnya sembari mengatur nafas,Deon benar benar ke lelah an karena Rissa terus menarik nya di sepanjang jalan.
"hff... berhenti dulu sebentar!" ucap Deon sambil mengatur nafasnya.
"Haha maaf... apa kamu lelah? ayolah Deon ini benar benar menyenangkan!" ucap Rissa juga mengatur nafas namun dia masih bersemangat.
"jangan berlari... jalan kaki biasa saja" kata Deon.
"Hehe baiklah!" jawab Rissa.
mereka berdua pun akhirnya melanjutkan perjalanannya lagi....
Disepanjang jalan kenangan Rissa Dan Deon saling bergandengan tangan satu sama lain, dinginnya malam itu malah membuat suasana begitu romantis bagi Deon dan Rissa, walaupun dingin namun hati mereka terasa hangat....
bagi Rissa malam ini adalah milik mereka berdua.
Tidak ada lagi yang di pikir kan di hati Rissa kecuali rasa bahagia bersama Deon di sisinya malam itu....
...**********...
saat di perjalanan malam itu,Deon tidak sengaja melihat Toko asesoris perhiasan di pinggir jalan.
"mau apa?" tanya Rissa.
tanpa menjawabnya Deon langsung menarik Rissa masuk ke dalam toko perhiasan itu....
Rissa tidak tau kenapa Deon menariknya masuk ke sana.
"Pilih apapun salah satu disini yang kamu suka" Deon tiba tiba menyuruh Rissa untuk memilih perhiasan yang ada di dalam toko itu.
"Apa?... untuk apa? tidak tidak .... aku tidak mau" tolak Rissa.
"ch... cepat pilih Rissa!" suruh Deon dengan nada yang di tinggikan.
Rissa benar benar kebingungan harus memilih yang mana, masalahnya semua perhiasan disana terlihat Sama sama bagus....
"bagaimana dengan yang ini?... ini tampak bagus" kata Deon sambil menunjuk ke sepasang cincin yang di lindungi kaca.
"jangan jangan... ini pasti mahal!.... pilih yang lain saja " Ucap Rissa.
"tidak perduli berapa harganya... kalau kau suka ya ambil!" suruh Deon.
Rissa terdiam tidak bisa berkata apa apa,didalam hati sebenarnya Rissa tidak mau Deon membelikan nya barang mahal seperti ini,namun karena Rissa malas dengan cerocos Deon jadi yasudah dia turuti saja.
"heh cepat ambil... kenapa kau malah diam saja?....." tanya Deon.
.....................
karena malas menunggu jawaban dari Rissa akhirnya Deon pun langsung memanggil pelayan di toko itu untuk membungkus sepasang cincin yang di sebutnya tadi...
Setelah selesai dibayar oleh Deon, kemudian diapun menerima cincin itu.
__ADS_1
"ambil ini!..." suruh Deon sambil memberikan nya satu.
"um terimakasih Deon!...."
"malam ini aku benar benar merepotkan mu!"kata Rissa namun masih belum menerima cincin itu.
"ch ayolah... terima saja,lagi pula ini kan hanya cincin biasa" ucap Deon.
"t-tapi kan...."
"kau ini ribet sekali!" kesal Deon kemudian langsung memakai kan cincin itu di tangan Rissa.
"nah.... sudah jangan ngomong lagi.... ayo lanjut jalan ke sana!"Ajak Deon kemudian mengandeng tangan Rissa lagi.
setelah selesai membeli sepasang cincin itu kemudian mereka pun melanjutkan perjalanannya lagi.....
"Mau eskrim?" tanya Deon.
"um... boleh!" jawab Rissa.
"Kalau begitu tunggu sini sebentar!" ucap Deon melepaskan genggaman tangannya bersama Rissa.
dan Kemudian ia pun membeli eskrim yang satu rasa coklat dan yang satunya lagi rasa susu,Deon memberi eskrim rasa coklat kepada Rissa,dan ia yang rasa susu.
hmm Aneh:/... kenapa malah beli eskrim?... padahal malam itukan sangat dingin!...
"Boleh aku mencicipi milikmu?" tanya Deon sambil melihat eskrim coklat yang dipegang Rissa.
"Tapi ini sudah ku jilat..." ujar Rissa yang terus menjilati eskrim nya.
Tidak perduli yang di katakan Rissa,Deon langsung menjilat eskrim milik Rissa seperempat bagian.
Rissa kesal karena Deon hampir saja akan menghabiskan eskrim miliknya itu, padahal dia sudah punya sendiri.... kenapa malah meminta milik Rissa hfff.....
"yahh.... punyaku jadi habis,ini semua karena mu!" kesal Rissa sambil merenggut kan wajahnya.
"xixi... ya maaf..." ucap Deon sambil melihat wajah kesal Rissa yang menggemaskan.
"Kalau begitu cobalah milikku juga!" suruh Deon sambil memberikan eskrim susu miliknya.
"Tidak mau!" kesal Rissa namun masih terus menjilati eskrim nya itu hingga tidak sadar kalau mulutnya cemot.
Melihat mulut Rissa yang celemotan Deon langsung mengusap nya perlahan dengan tangan.
Rissa sedikit canggung karena Deon membersihkan celemotan eskrim di mulutnya.
"Lucu sekali!..." ujar Deon tertawa kecil,sambil membersihkan celemotan eskrim di mulut Rissa.
Setelah selesai,Deon menyuruh Rissa untuk segera menghabiskan eskrim nya,karena waktu sudah semakin larut....
kemudian setelah itu Deon mengajak Rissa untuk pulang....
Sebenarnya Rissa masih belum puas,ia masih ingin malam ini berlama-lama dengan Deon.
Walaupun terasa singkat namun Rissa telah mendapatkan rasa kehangatan,dan kebahagiaan berdua bersama Deon.
...Terimakasih for all Deon~...
...************...
__ADS_1