
...Happy Reading!!🌻🥀💖...
Rissa yang kesal tadi langsung mematikan telfon, namun laki laki itu menelfon Rissa lagi sambil tertawa-tawa.
"Kenapa mematikan telfonnya?"tanya laki laki itu.
"Apa kau kesal padaku?"
"Walaupun kau sedang kesal, suara mu masih terdengar manis Rissa,ha ha ha!.." godanya.
"Beritahu aku bagaimana ciri-ciri wajahmu" tanya Rissa.
"Bagaimana bentuk alis matamu?"tanyanya lagi.
"um alis mataku...,sangat tebal" jawab laki laki itu.
"Dan mulutmu?"
"Ah,bibirku seksi!
"Seksi?..." Tanya Rissa semakin penasaran.
"Aku sangat ingin tahu bagaimana penampilan mu ini sebenarnya?!" Ucap Rissa sambil tertawa.
"Seperti apa kepribadian mu?" Rissa terus bertanya.
"Um, didalam?,aku orang yang baik hati"
"Pendiam,dan tidak banyak bicara" Jawab laki-laki itu.
"Aku bahkan mengembalikan ponselmu hhh.."
"Pembohong!,jadi kau mengambil ponselku,pantas saja kau mendapatkan nomer ku" ujar Rissa Sambil tertawa kecil.
"Laki laki itu tak berhenti tertawa"
"Aku ingin tahu banyak tentangmu" ucap Rissa.
"Apa lagi yang ingin kau ketahui tentangku" tanya laki laki misterius itu.
"Apa sesuatu yang kau sukai?" Tanya Rissa
"umm...Aku menyukai ketenangan dan juga langit biru yang indah"
"Bagaimana denganmu,apa yang kau sukai?" Tanya laki laki itu.
"Bunga,tapi aku juga sama denganmu,aku menyukai ketenangan,tumbuh tumbuhan hijau seperti hutan,dan pegunungan"
"Ha ha kau manis sekali!"ujar laki-laki itu menggodanya lagi.
Rissa hanya terdiam dengan sedikit canggung.
"Ah,apa kau marah?" tanya laki laki itu.
"Um.. Sama sekali tidak" jawab Rissa dengan nada di kecilkan.
"Lalu kenapa kau tiba tiba diam?"
"Aku sangat sederhana,tidak manis sama sekali" jawab Rissa dengan nada pelan.
"Kau tidak ngantuk?"
"Belum!,Bisakah kau memberi tahuku siapa dirimu sebenarnya?" Lagi lagi Rissa bertanya soal siapa orang itu sebenarnya.
"Sudah ku bilang itu rahasia" laki laki itu menjawab dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya.
Rissa menarik selimut hingga menutupi semua tubuhnya sambil ber telfonan dengan laki laki misterius itu.
"Kau tidak akan menutup telfon?" Tanya laki laki itu.
" Tidak!,aku tidak akan menutupnya,sampai kau ceritakan siapa dirimu!"
"Um.. bisakah kita bertemu ketika jam istirahat di mulai?" Tanya Rissa kepadanya dengan suara pelan.
"Apa kau ingin melihatku?"
"Bukan begitu,aku hanya penasaran siapa dirimu" jawab Rissa.
Mereka berdua berbicara di telfon Berjam jam sampai tidak menyadari....
......................................
"Hallo!" Ucap Rissa kepada laki laki itu untuk memastikan kalau dia tidak ketiduran
"Buka selimutmu,dan lihat ke jendela!" suruh laki laki itu.
__ADS_1
Rissa terkejut saat membuka selimutnya,ia tidak sadar Telah melakukan panggilan suara semalaman hingga pagi....
"Huh,sudah pagi!"
"Iya,lihat ke luar jendela sekarang"
"Lihatlah ke atas!"
Rissa berjalan menuju jendela kemudian membuka jendela perlahan sambil menengok ke atas.
"Woa,sebuah jejak asap di langit" Rissa tersenyum melihatnya.
"Apa kau bisa melihatnya" tanya laki laki itu.
"hm,aku melihatnya" jawab Rissa.
"Sekarang ambil gambar!"
"Itu akan menjadi kenangan pagi kita bersama!" Ujar laki-laki itu.
"hm! baik aku akan mematikan telfonnya dulu" jawab Rissa.
Mereka berdua mengambil gambar jejak asap di langit biru itu untuk membuatnya menjadi sebuah kenangan bersama.
"Haaahh!!...." Rissa menguap,ia merasa ngantuk karena semalaman tidak tidur.
/////////////////////////////
siang harinya laki laki itu menelfon Rissa lagi saat Rissa sedang membersihkan rumah.
"Rissa!"
"datanglah ke belakang sekolah besok!"
"Eh!?" Jawab Rissa dengan penuh tanda tanya,apa mungkin laki laki itu akan menemuinya besok!.
Ke esok an harinya di sekolah.
Rissa merapikan rambutnya di kamar mandi bersama Cia,dan Hanna.
"Kau sudah siap?" Tanya Hanna kepada Rissa.
"Aku masih sedikit takut" jawab Rissa.
"Aku rasa dia orang baik" Rissa meyakinkan dirinya sendiri sambil melihat di kaca.
"tidak apa,aku dan Cia akan menunggumu di kelas" ucap Hanna sambil mengelus punggung Rissa.
"kirim aku SMS jika terjadi sesuatu"ujar Cia
"kalau begitu aku ke kelas dulu ya" ucap Hanna dan langsung pergi bersama Cia ke kelas.
Rissa mulai berjalan dengan langkah pelan menuju ke belakang sekolah
,ia berjalan dengan perasaan ragu ragu, sedikit takut,dan juga malu
Rissa sudah semakin dekat.Dia menghentikan langkahnya lalu...
Tiba tiba ada seorang laki laki memakai jaket biru mendekatinya...
"Astaga!..."
"bukankah dia Deon " batin Rissa dengan wajah kaget dan matanya membulat.
Deon berjalan ke arahnya dengan langkah pelan sambil menyembunyikan tangannya ke belakang seperti sedang membawa sesuatu...
Rissa tidak berani menatap wajahnya,sebab Deon sudah sangat dekat di hadapannya
,Rissa membalikan badannya lalu berlari meninggalkan Deon.
"Rissa!"
"Rissa!"Deon memanggil i nama Rissa dengan nada suara di naikkan.
Rissa yang mencoba menghindar tadi, menoleh ke belakang namun menundukkan wajahnya karena malu.
Deon berjalan mendekati Rissa lagi namun dengan ekspresi wajah malas.
"Kenapa kau menghindari ku,apa kau kaget kalau aku adalah Deon?" tanya Deon
"Ini untukmu!" Deon memberikan bunga mawar yang sebenarnya tadi ia sembunyikan.
__ADS_1
Rissa tidak segera menerima pemberian dari Deon ia hanya terdiam,tidak berani melihat wajah Deon,dengan perasaan terkejut namun juga tidak menyangka.
"Kenapa,bukankah kau menyukai bunga?" Tanya Deon.
"Ini tidak mungkin!" ucap Rissa yang masih tidak percaya kalau Deon lah orang yang selama ini berbicara dengannya di telfon.
Deon kemudian mengambil ponsel di sakunya, sembari menunjukkan sesuatu kepada Rissa
"Lihat foto ini!"Deon menunjukkan sebuah foto yang melihatkan jejak asap di langit pagi itu.
"Setelah melihat ini,apa kau masih tidak percaya"
Rissa melototi foto itu,dia tidak menyangka kalau selama ini yang berbicara di telfon bersamanya adalah Deon,yang beberapa waktu lalu pernah ia temui saat bersama dengan Hanna.
"Tidak mungkin, pasti bukan kau!" ujar Rissa Dengan ketus.
"Karena.. ini terlalu menyedihkan!"
"Bunga ini...., ini terlalu menyedihkan" Rissa mengatakan itu lalu berlari meninggalkan Deon.
Deon memegang se tangkai bunga mawar itu sambil melihatnya dengan ekspresi datar
Deon terdiam tidak menyangka kalau Rissa akan menolak pemberian nya itu.
Rissa berlari menuju ke kelas.
"Siapa dia?!"
"Siapa dia!?" Hanna dan Cia penasaran
"Si jaket biru yang menakutkan" jawab Rissa dengan suara lirih namun masih bisa terdengar oleh Hanna dan Cia.
"maksutmu... Deon?!" Ujar Hanna kaget
"Rissa mengangguk kan kepalnya"
"ohh maigattt....ini benar benar tidak disangka" ujar Hanna sambil memegang pipinya ikutan kaget.
"ini sangat mengejutkan haha....."
"Aku dengar Deon Punya pacar di sekolah lain" ucap Cia.
Rissa yang mendengar ucapan Cia Barusan sedikit ada perasaan aneh,masa iya dia cemburu??,Rissa menyesal karena tidak menerima bunga dari Deon.
////////////////////////
Sepulang sekolah Rissa berjalan menuju ke rumah dengan wajah lemas,
Saat Rissa berjalan kemudian ia melihat Deon yang berlari ke jalan yang ber beda.
Rissa mengikuti Deon dari belakang sambil bersembunyi sembunyi.
Rissa melihat Deon yang sedang menancapkan bunga mawar yang ingin di berikan kepadanya tadi di belakang rumah seseorang.
"eh...apa yang kau lakukan disini?" Tanya Rissa.
"kenapa kau mengikutiku?"tanya Deon
"Aku menanam kembali bunga mawar ini disini,siapa tau dia masih bisa hidup"jawab Deon.
"itu akan segera mati,bunga itu hanya terdapat tangkainya saja,akarnya tidak ada bagaimana mau hidup!" Ucap Rissa dengan ketus.
"lagi pula kenapa kau tanam disini"ucap Rissa jengkel.
"lalu apa urusannya denganmu?" tanya Deon dengan nada dingin.
"Bukankah kau sudah punya pacar?" Tanya Rissa dengan nada malas.
Rissa kemudian langsung mengalihkan ke pembicaraan lain,ia bertanya kepada Deon, memastikan apa benar yang dikatakan Cia tadi
"Itu dulu, sekarang tidak lagi" jawab Deon sambil menanam bunga mawar itu.
Deon memutar keran air,lalu menyiram bunga mawar itu,selesai menyiram,Deon menyemprotkan air ke atas agar terkena cahaya.
"ahaha! lihat.."
terlihat ada warna pelangi karena Deon menyemprotkan air mengenai cahaya.
"anggap saja ini untuk pengganti bunga yang menyedihkan tadi"ucap Deon.
Rissa tersenyum gembira melihat pelangi yang di buat oleh Deon,Rissa tak menyangka Deon begitu mudah memikat hatinya.
maaf ya guys jika misal ada kesalahan kata ataupun tidak nyambung,mohon di maklumi ya soalnya ini juga karya novel pertamaku jadi aku ga begitu mahir dalam membuat alur ceritanya xixi....
jangan lupa next baca yang eps selanjutnya,okey!🤗❤️
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan komentar kalian,dan like juga!🌻