Story Love Of The Blue Sky

Story Love Of The Blue Sky
The Blue Sky [Eps.4]


__ADS_3

...Happy Reading!!🌻🥀💖...


Ke esokan harinya di sekolah.


Deon mengirim SMS kepada Rissa saat jam pelajaran berlangsung.


"Datang ke perpustakaan sekarang!" Isi pesan SMS dari Deon.


Rissa kemudian mencoba berfikir untuk membuat alasan agar ia bisa pergi ke perpustakaan menemui Deon.


"Bu!...aku ingin ke ruangan medis sebentar!"


"Apa kau baik baik saja" tanya gurunya.


"Aku hanya merasa sedikit pusing" alasan Rissa sambil memegangi kepalanya.


"kalau begitu ya sudah...." jawab gurunya


Setelah selesai meminta izin kepada guru, Rissa segera keluar dari kelas yang masih pelajaran.


Hanna dan Cia melirik Rissa.


"Dia berbohong! hhh...." ujar Cia dan Hanna sambil tertawa kecil.


Rissa segera berlari menuju ke perpustakaan menemui Deon.


Sesampainya di perpustakaan Rissa melihat Deon yang sedang duduk menunggunya.


"Ada apa?" Tanya Rissa.


"Kita bolos sekolah!"


"Hari ini aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat yang akan membuatmu tenang"


"maksutku disana kita bisa melihat langit biru yang cerah dan tumbuh tumbuhan hijau yang kau sukai" ucap Deon sambil menarik tangan Rissa.


Di saat itu Rissa berfikir bahwa Deon benar benar sangat menyukai Langit biru, langit biru yang sangat indah,ombak awan langit yang menggulung maju,tapi semuanya mengulir begitu saja,tidak tahu kemana perginya.Rissa merasa terbang di langit biru yang di sebut Deon.


Deon menggonceng nya dengan sepeda roda dua,Rissa duduk di belakang dengan perasaan bahagia.


"Angkat kepalamu dan lihatlah!" Suruh Deon sambil mengayun sepeda.


Rissa mengangkat kepala nya ke atas,mata dan alisnya di kerut kan karena sinar matahari yang tertutupi pohon membuat matanya silau.


"Cuacanya sangat panas!"


"Bagaimana kalau kita pergi ke rumahku saja?" Tanya Deon sambil mengayun sepeda dengan sangat cepat.


Rissa belum sempat menjawab, Deon langsung mengayunkan sepedanya itu dengan cepat.


"Eh,pelan-pelan!" Ujar Rissa ketakutan sambil memegang perut Deon dengan erat.


tangan kanan Deon memegang tangan Rissa degan erat,namun tetap mengayunkan sepedanya dengan sangat cepat sambil tertawa melihat Rissa yang ketakutan.


"Apa kau dengar aku!"


"Pelan pelan,Deon,arghh... !"teriak Rissa ketakutan.


"Ha ha... Tenang saja, berpeganglah dengan benar!"


"ini sudah hampir sampai"

__ADS_1


"Nahh,Sudah sampai!..."


"Selamat datang!"sambut Deon.


Mereka berdua sampai di rumah Deon.Rissa melihat rumah Deon yang sangat besar,hingga ia ternganga.


Saat Rissa turun dari sepeda,ia melihat wanita yang menaiki sepeda ninja hitam di depan garasi rumahnya sedang memakai helm.


"Kak,ini Rissa" ucap Deon.Ternyata wanita itu adalah kakak Deon yang bernama "Jeslyn"


"Hallo!...senang bertemu dengan anda" Ucap Rissa sambil menundukkan kepala ke pada nya.


"Senang bertemu denganmu juga" jawab kakak Deon, kemudian buru buru pergi.


Tanpa banyak bicara,Rissa yang masih memperhatikan kakak Deon,tiba tiba langsung di tarik masuk oleh Deon.


"Mau kemana?" Tanya Rissa.


"Pergi ke kamarku" jawab Deon sambil berjalan menarik narik tangan Rissa.


"Apa?!" Jawab Rissa dengan nada dingin.


Rissa di ajak masuk oleh Deon,ia melihat isi rumah yang terlihat luar biasa,barang barang mahal berada di dalam rumah itu,Saat sudah berada di depan pintu kamarnya,Deon membukakan pintu dan menyuruh Rissa masuk ke kamarnya,


Rissa tidak berani melangkah kan kakinya masuk.


"Ada apa?"


"apa yang kau pikirkan.Aku hanya menyuruh mu masuk saja!" ujar si Deon.


"ayolah!.. tidak mungkin aku akan berbuat sesuatu kepadamu,aku tidak gila!!"


"Kau bilang ingin mengajakku ke tempat yang membuatku tenang" tanya Rissa yang masih berdiri di tempat dengan perasaan nya yang traveling.


"memang kau mau kulitmu terbakar?"


"kita bisa pergi kesana lain waktu,jangan khawatir" ucap Deon.


"Cepat masuk!,aku akan mencarikan makanan, sebentar!" ujar Deon.


dengan langkah pelan Rissa mulai masuk ke kamar Deon,Kamar Deon benar benar besar,dekorasi kamarnya sangat sederhana cat temboknya berwarna putih dan kasurnya berwarna biru muda,Yang membuat kamar Deon tampak keren adalah karena terdapat jendela yang lumayan besar di sebelah ranjang kamar Deon,Rissa duduk di bawah kaca sambil bersandar di kasur Deon.


" ini sangat panas!" ucap Deon sambil membawa dua minuman kaleng bersoda dan memberikannya satu kepada Rissa.


Deon duduk di sebelah Rissa sambil meminum soda itu.


"sangat sepi...,dimana ibu dan ayahmu?"tanya Rissa.


"um...Ayahku sudah meninggal, sedangkan ibuku berada di Shanghai Cina untuk mengurus bisnisnya di sana,ibuku seorang pemilik perusahaan terbesar di China no 3,jadi dia tidak memiliki banyak waktu bersamaku, biasanya dia hanaya pulang 1 tahun sekali"


"ketika aku masih kecil aku sangat nakal,seringkali Jeslyn membawaku ke Shanghai agar aku tinggal disana dan tidak jauh dari ibu,namun aku tidak nyaman tinggal di sana,jadi aku kabur dan pulang sendiri ke Indonesia"


"Ibumu pasti sangat kaya,rumahmu saja sebesar ini,ohh... aku tak bisa membayangkan seberapa mewahnya tempat tinggal mu di Shanghai!"ujar Rissa.


"ngomong ngomong,apa kau tidak merindukan ibumu?" tanya Rissa.


"tentu saja,tapi aku sudah terbiasa hidup sendiri disini bersama Jeslyn ,aku lebih suka tinggal disini daripada bersama ibu di Shanghai"


"jadi kau hanya tinggal berdua saja dengan kakakmu di rumah sebesar ini?woah ...." tanya Rissa kagum.


"iya,hanya aku,Jeslyn dan 3 pembantuku"

__ADS_1


"tapi ini menyenangkan!".


"apapun yang ku lakukan,tidak akan ada yang melarang ku" ucap Deon.


"Um...,Mari foto bersama!" ajak Deon,lalu mengambil ponsel di sakunya.


"Baiklah" jawab Rissa.


Deon langsung merangkul pundak Rissa, sambil tersenyum melihat ke kamera,bola mata Rissa membulat,karena kaget dengan posisi Deon yang merangkul pundaknya barusan.


"Lihat ke kamera" suruh Deon.


"Satu,dua..."


"Cekrik......."


Mereka berdua melihat hasil fotonya bersama.


Foto terlihat indah Karena terlihat begrond langit yang berwarna biru cerah di belakang foto mereka,


"Foto ini lumayan,haha" ucap Rissa sambil tertawa kecil,Deon pun juga ikutan tertawa.


Deon terpesona,melihat wajah Rissa yang sangat imut,ia menatap wajah Rissa dan


Pelan pelan Deon mencium pipi Rissa.


Suara kecupan manis dari bibir Deon


serentak membuat Rissa terkejut, wajahnya me merah,matanya melotot karena kaget,


"Kenapa wajahmu begitu?,jangan bilang kalau kau tak pernah di cium" ujar Deon sambil melihat wajah Rissa yang me merah.


Rissa hanya menggeleng kan kepalanya,ia tidak dapat berbicara,karena tak menyangka kalau Deon telah menciumnya.


"Kau tidak perlu malu ataupun merasa takut,aku melakukannya dengan lembut bukan??" Kata Deon sambil mengelus rambut Rissa.


"umm...ku Rasa aku menyukaimu!"


................


"Apa kita bisa berpacaran?"tanya Deon tanpa ragu ragu bertanya kepada Rissa.


Rissa tidak bisa menjawab Deon,ia hanya diam dengan wajah kaku,ia tak menyangka kalau Deon menyukainya,apa yang membuat Deon bisa menyukainya?,jelas jelas Rissa tidak begitu cantik.


"tidak masalah jika kau tidak mau berpacaran,katakan saja!" ucap Deon.


"ti-tidak tidak!,a-ayo kita berpacaran!" Saut Rissa dengan sedikit malu.


Deon tersenyum lega karena Rissa mau berpacaran dengannya.


"Ahh benarkah?,kau mau berpacaran denganku?"


"umm... tapi..." gumam Rissa


"kenapa?, apa kau ragu?"


"Dengar!,aku tidak akan pernah macam macam padamu kecuali kau yang mengizinkan"


"jika kau masih ragu,itu tidak masalah,mulai sekarang anggap saja aku adalah teman dekat mu saja,agar kau tidak merasa malu ataupun takut, kita bisa tertawa, bersenang-senang bersama seperti sahabat dekat pada Umumnya,mengerti?! "ucap Deon.


mendengar yang Deon katakan barusan,Rissa merasa dirinya aman bersamanya,ia tak takut lagi,Rissa menghilangkan rasa ragu nya, wajah Rissa yang sebelumnya me merah tadi perlahan hilang,senyuman pun mulai nampak di wajahnya.

__ADS_1


*********


__ADS_2