Story Love Of The Blue Sky

Story Love Of The Blue Sky
The Blue Sky [Eps.7]


__ADS_3

...Happy Reading 🥀🌻💖...


Ini adalah pertama kalinya Rissa bangun awal, biasanya dia selalu bangun terlambat.


"Selamat pagi ibu!" Ucap Rissa kepada ibunya.


"Eh... Kau sudah bangun??..." Tanya ibunya sambil mengoleskan roti selai strawberry.


"Hehe iya..." jawab Rissa lalu memakan roti selai strawberry yang di buatkan ibunya tadi.


"Tidak seperti biasanya....,apa tadi malam kau habis ter sambar petir?" Gurau ibunya.


"Ckh... Aku juga tak tau kenapa aku bangun pagi" jawab Rissa sambil duduk di meja makan bersama ibunya.


"hanya saja Pagi ini aku merasa sangat bersemangat,rasanya seperti ingin cepat cepat pergi ke sekolah" ucap Rissa sambil memakan rotinya perlahan.


"Sepertinya ada orang yang kau sukai di sekolah,iya kan? Ujar ibunya.


Serentak Rissa kaget mendengar ucap dari ibunya barusan.


"Uhuk... uhuk!..." Rissa tersedak.


"Pelan pelan saja..., minum susu ini!"suruh ibunya.


"Ch...apa yang ibu katakan ini,dia sok tau sekali" gumamnya dalam hati sambil meminum susu.


Rissa tak bisa menjawab pertanyaan ibunya,dan segera ia langsung cepat cepat mencium tangan ibunya untuk segera berangkat ke sekolah.


"ah Sudahlah... Aku berangkat sekolah dulu" Rissa segera bergegas ke sekolah karena ia takut ibunya akan banyak bertanya.


"Haha... Anak ibu sudah mulai dewasa!"


"Jadi.... Carilah pacar yang sedikit tampan,kau mengerti" ujar ibunya sambil tertawa.


"Argh...Sudahlah ibu" Kesal Rissa, mulai berjalan keluar.


"Haha hati hati di jalan,jangan sampai terlambat lagi,kau dengar!?" teriak ibunya di depan pintu sambil memperhatikan Rissa yang sedang berjalan.


"Iyaa iyaaa!......" Jawab Rissa sambil berjalan dengan langkah cepat.


***********


Saat di perjalanan,


Rissa membuka ponselnya sambil berjalan pelan-pelan, Rissa mendapatkan pesan dari seseorang,dan kemudian Rissa melihat isi pesannya.....


"Wanita jalang,Kau tidak pantas bagi Deon!"


Rissa melihat siapa orang yang mengirimkan SMS seperti ini,ternyata di atasnya tertulis nama "Serly".


"Serly?... nama ini tidak terdengar asing, sepertinya nama ini pernah di ucapkan Deon" batin Rissa sambil berjalan.


Perasaan Rissa penuh dengan tanda tanya saat itu,mengapa ada seseorang yang mengirimkan pesan seperti ini kepadanya,dan kenapa dia membawa bawa nama Deon, seakan dia seperti tidak terima karena Rissa dekat dengan Deon,saat itu Rissa juga berfikiran bahwa mungkin Serly itu adalah mantan pacar Deon yang Cia pernah bilang.


Rissa langsung mematikan hp nya tanpa membalas satu kata pun,Rissa sedikit merasa kesal karena bisa di lihat dari pesan yang dikirimkan oleh Serly kalau dia cemburu dan mungkin tidak rela jika Deon di dekati oleh wanita lain.


Saat Rissa melanjutkan perjalanan nya dengan langkah sedang,Rissa melihat ada seorang yang menaiki sepeda bermotor mendekat ke arahnya berjalan.


mereka turun dari sepedanya,


saat itu terdapat 2 sepeda motor yang di kendarai masing masing dua orang,dan 2 di antara mereka adalah laki laki.


"Berhenti kau!" Ucap salah satu dari mereka.


Rissa menghentikan langkahnya.


"Siapa kalian" tanya Rissa.


"aku akan terlambat ke sekolah jika kalian menghalangi jalanku seperti ini!" Ujar Rissa kesal.


"Ini aku Serly!....,apa kau mengingatku?"

__ADS_1


Mata Rissa membulat, sedikit terkejut karena tau kalau itu adalah Serly yang barusan mengirimkan SMS kepadanya.


"Apa?" Ucap Rissa kaget.


"Kebetulan sekali kita berjumpa disini"


"Umm jadi... Ku dengar kau Sekarang dekat dengan Deon? Apa itu benar?" Tanya Serly.


"Heh Rissa!,jangan mendekati Deon,kau mengerti" tiba tiba Serly berbicara seperti itu ke Rissa dengan wajah ketusnya.


"Kenapa?Memangnya siapa kau?" Tanya Rissa


"Ah... Aku mantannya Deon,t-tapi aku tahu kalau Deon masih menyukai" Jawab Serly.


"Apa?mantannya Deon xixi...?" Tanya Rissa menutup mulutnya sambil tertawa kecil seakan mengejek.


"Ada apa?,apa ada yang lucu,aku bicara serius!" Ujar Serly sedikit kesal.


"Jadi apa mau mu ini?,kenapa kau segitunya sampai menghadang ku seperti ini? Tanya Rissa.


"Aku sudah bilang!... Jauh i Deon,Deon itu milikku, tidak ada yang boleh dekat dengannya kecuali aku!" Ucap Serly dengan nada yang di tinggikan.


"Kau tidak punya hak untuk melarang ku dekat dengannya,lagi pula kau itu cuman mantannya saja!" Jawab Rissa dengan nada tak kalah tinggi.


Serly terdiam dengan seringai pahit di wajahnya.


"Intinya aku sudah memperingatkan mu,jangan mendekati Deon!,aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya lagi,kau dengar tidak!...."


"Siapa yang mendekatinya,lagi pula kami memang seperti itu tidak ada hubungan apapun Diantara kami" jawab Rissa


"Tapi kalian terlihat dekat,apa kau tidak sadar kalau Deon seperti terlihat menyukaimu"


"Sekali lagi jika aku tau kau masih mendekatinya,aku tidak akan tinggal diam,camkan itu" ancam Serly


"Aku tidak peduli,aku juga memperingatkan mu,jangan kau ikut campur i hubungan ku dengan Deon,lagi pula kau juga bukan siapa-siapa nya lagi sekarang!"


"Apa kau tak malu?,sudah jelas jelas kalau kau dan Deon sudah putus masih saja mengejarnya"ejek Rissa


"Beraninya kau berkata begitu!" Ucap salah satu teman Serly


"Siapa kau,kau tidak mengenalku,apa kau berani berurusan denganku!" Jawab Serly


"Ck kalian ini...." Ucap Rissa dengan wajah malas


" Kau.... Kenapa kau tidak membujuk Deon saja,siapa tau dia masih memberimu kesempatan"


"tapi ku lihat dari penampilan mu....,aku tidak begitu yakin"


"Tidak mungkin kalian putus tanpa sebab, xixi.... Coba ku tebak!"


"Apa kau mendua dari Deon,atau apa hahaa??" Ejek si Rissa.


Wajah Serly dan teman temannya mulai terlihat memanas,serly seperti menahan kemarahannya.


"Brengsek!,Diam kau!!" Ucap Serly menampar kasar Rissa sampai wajah nya terpental.


"Tidak pantas kau berbicara seperti itu!,dasar jalang" salah satu temanya men nyaut perkataan Serly sambil Mendorong Rissa hingga terjatuh.


"Agh...!"Rissa terdorong jatuh.


dengan perasaan yang kesal dan juga sedikit marah ia segera berdiri.


"Dengar!...Deon bukanlah barang kepemilikan" ujar Rissa kesal.


"Jika kau masih menyukainya kau tidak akan menggunakan cara keji seperti ini" ucap Rissa dengan sangat marah.


"Kita bisa bersaing dengan cara baik baik dan adil,tanpa ada kekerasan"


"tapi... ada Satu hal yang harus kau ketahui bahwa bagaimana pun Deon tidak akan kembali kepadamu lagi ingat itu!"


"Aku akan jujur kepadamu, memang Deon adalah pacarku jadi kenapa???....."

__ADS_1


"Perasaan ku kepadanya lebih besar dari mu,mengerti!....." Ucap Rissa sudah tak bisa menahan kemarahannya.


Serly terlihat sudah membisu,Rissa yang berdiri dihadapannya langsung melangkah pergi meninggalkan mereka .


Rissa kemudian berjalan dengan langkah cepat sambil kesal sendiri.


Ia harus cepat cepat pergi ke sekolah,sebelum terlambat lagi.....


Sesampainya di sekolah.


Saat Rissa ingin duduk di bangku kelasnya tiba tiba Hanna dan Cia melihat pipi Rissa yang merah karena di tampar oleh Serly.Rissa tak sadar kalau Cia dan Hanna melihatnya


"Rissa apa yang terjadi padamu?" Tanya Cia


"Disebelah bibirmu berdarah,kau kenapa?"


"Apa itu sakit,mari kita ke ruangan medis untuk mengobatinya sebentar" ajak Hanna merasa khawatir Kepada Rissa.


"ah Tidak apa teman teman ini tidak sakit kok" ucap Rissa sambil mengusap darah di sebelah bibirnya itu.


"Kau kenapa sebenarnya,apa ada seseorang yang menyakitimu?" Tanya Cia khawatir sambil memegang pipi Rissa.


"Haha tidak ada yang terjadi,sudahlah" jawab Rissa.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Deon yang sedang bersandar di pintu kelas Rissa lalu berjalan mendekati mereka.


Rissa serentak kaget mendengar ada suara Deon,ia langsung menutup i pipinya yang merah karena di tampar oleh Serly tadi.


"Kenapa kau menutupi pipimu?" Tanya Deon.


"Tidak ada hehe...." Jawab Rissa,


Rissa tidak mau Deon tau kalau tadi dia di tampar oleh mantannya "Serly".


"Di-dia...." Hanna mencoba mengatakan kepada Deon namun Rissa langsung membungkam mulut Hanna.


"Hehe... Tidak aku tak apa apa,jadi kenapa kau ke kelasku"


"Kembalilah ke kelas mu,karena pelajaran akan segera di mulai" suruh Rissa mencoba menyuruh Deon pergi.


Saat itu Deon langsung membuka tangan Rissa yang mencoba menutupi pipinya yang merah dan darah di sebelah bibirnya.


Wajah Deon seketika terlihat menakut kan,ia seakan ingin marah.


"Siapa yang berani menyentuhmu lagi?" Tanya Deon sambil memegang pipi Rissa.


"Ah lepaskan...,kau lebay sekali!" Ujar Rissa sambil menyingkirkan tangan Deon dari pipinya.


"Apa kau bilang,aku lebay??...."


"Jawab aku...siapa yang berani memukulmu hingga berdarah seperti ini?!" Tanyanya lagi dengan wajah memanas.


"Tak ada yang menyentuh ku,jadi tadi saat aku ingin berangkat sekolah aku tidak sengaja menabrak tiang listrik, jadinya merah seperti ini" ujar Rissa berbohong.


"Bodoh!... jangan mencoba berbohong padaku!,Ini sama sekali tidak terlihat seperti habis menabrak sesuatu....,apa kau habis di tampar?" Tanya Deon dengan nada di tinggikan.


"Katakan padaku Rissa siapa yang berani melakukan ini padamu?"


"Brokk..."tanya Deon sekali lagi sambil menggebrok bangku meja Rissa.


"Kenapa kau diam saja Rissa,katakan pada Deon" ucap Hanna dan cia


"Berjanjilah padaku,kau tidak akan menyakiti siapapun!" Jawab Rissa.


"Jadi siapa?" Tanya Deon tidak bisa santai.


"a-anu...."


Scroll........


Next yang episode selanjutnya guys!!!.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya dulu ya...😉🤣💖


..._Thank you_...


__ADS_2