
...Happy Reading 🥀🌻💖...
"hai Rissa! how are you?" ucap seorang laki laki yang wajahnya terlihat familiar di mata Rissa.
"Akhirnya kamu datang juga" ucap Ibunya melihat Rissa Yang Sudah sampai dari sekolah.
"Oh my god.... Rissa kamu sudah besar saja..."
"Loh... Tante Mira,kapan datang?" Tanya Rissa kepada Tante Mira (Sepupu jauh ibu Rissa) sambil bersalaman kepadanya.
Saat itu Rissa sedikit terkejut karena tidak menyangka kalau Tante Mira kembali ke Indonesia lagi,8 tahun yang lalu Tante Mira pergi ke Amerika dan tidak pernah terdengar kabar.
"Astaga Rissa... Kamu semakin cantik!" Ucap Tante Mira sambil mengelus rambut Rissa.
"Terimakasih!"kata Rissa sambil memberikan senyuman manis kepada Tante Mira.
"Oh iya apa kamu masih ingat ini?" Tanya Tante Mira sambil menunjuk seorang laki laki yang berdiri di sebelahnya.
"Kamu Devan kan?" Tanya Rissa sedikit pangling melihat Devan yang sudah dewasa seperti nya.
"Yea its me... Apa kabar Rissa?" Tanya Devan sambil menarik tangan Rissa untuk bersalaman kemudian ber cipika-cipiki dengan Rissa....
Rissa pun serentak kaget karena Devan langsung ber cipika-cipiki dengan nya, Rissa jadi sedikit merasa ilfil karena yang Devan lakukan.
"Ah... Hai om John apa kabar?" segera Rissa langsung mengalihkan pembicaraan nya dengan Devan dan lanjut bersalaman kepadanya om John (Suami Tante Mira)
.......................
Tante Mira ini adalah sepupu jauh ayah Rissa,rumahnya dulu tetangga an sama rumah keluarga Rissa di Kota.Ia Menikah dengan orang Amerika yang bernama Johnson atau yang Rissa panggil om John,Devan adalah anak tunggal mereka.
"kalau tidak salah Dulu Devan sama Rissa itu satu SD kan?" Tanya om John.
"Iya om,tapi Kita beda satu tahun" Kata Rissa.
Jadi Waktu usia Devan masih 10 tahun, mereka semua pindah ke Amerika.....
Sejak saat itu Rissa tidak pernah mendengar lagi kabar mereka.
"Oh iya... Kenapa Tante bisa tahu alamat rumah kami yang baru?" Tanya Rissa kepada Tante Mira.
"Um sebelum Tante kesini,Tante menelfon ibu mu dulu,lalu ibumu memberi alamat baru kalian yang sekarang" jawab Tante Mira.
"Owh begitu ya?....,terus kenapa Tante tiba tiba mau datang jauh jauh ke Indonesia?" Tanya Rissa lagi.
"Devan yang minta,Tante juga tidak tau kenapa dia tiba tiba memaksa untuk datang kemari"jawab Tante Mira.
"Hhh... Aku juga tidak tau....um-um mungkin karena.... Di Indonesia tempatnya romastis...." ujar Devan langsung menatap ke wajah Rissa seakan memberi kode kepada Rissa.
Rissa hanya menjawabnya singkat "ow..."
...*********...
Siang itu mereka ngobrol ngobrol panjang di sofa ruang tamu rumah Rissa.
Saat dipertengahan mengobrol....
Tiba tiba Rissa mendapatkan telfon dari seseorang.
"Permisi.... Non Rissa ada yang menelpon" kata bik Idah kepada Rissa yang masih asik mengobrol dengan Tante Mira dan om John.
"Dari siapa bik?" Tanya Rissa.
"Dari itu... Deon" jawab bik Idah (pembantu di rumah Rissa)
Mendengar yang barusan bik idah bilang,Devan langsung merasa aneh, karena tau kalau Rissa mendapatkan telfon dari seorang laki laki.
__ADS_1
"Oh... iya sebentar bik...." Jawab Rissa
"Tante,om aku tinggal dulu sebentar ya,lanjut ngobrolnya sama ibu dulu hehe...." kata Rissa kemudian segera menuju ke belakang untuk mengangkat telfon dari Deon.
"Iya Rissa" jawab Tante Mira dan om John.
...*********...
"hallo?...."
"ada apa?,kenapa tiba tiba menelfon?" tanya Rissa.
"memangnya kenapa kalau aku menelfon mu, memang nya tidak boleh?" tanya Deon
"ya sudah kalau tidak boleh,biar ku matikan saja" ucap Deon tiba tiba ingin mematikan telfon.
"heh jangan jangan....,aku kan hanya bertanya"ucap Rissa.
"haha aku hanya bercanda Rissa..."ujar Deon.
"hmmm...." gumam Rissa.
"ingat hari ini hari apa?" tanya Deon.
"hari Sabtu" jawab Rissa.
"itu artinya??...."
"itu artinya apa?" tanya Rissa.
"itu artinya ini malam Minggu lah...,ch...kau tidak peka sekali" kesal Deon.
"oh iya hehe...."
"memangnya mau kemana?" tanya Rissa balik.
"aku ingin mengajakmu ber keliling,mencari udara segar di malam hari, bagaimana??" tanya Deon lagi.
"benarkah?"
"iya....,jadi jam berapa aku harus menjemputmu?" Tanya Deon.
"um...jam sembilan malam bagaimana?" tanya Rissa balik.
"ya sudah,kalau begitu aku mau makan dulu, sampai bertemu nanti malam Rissa!" ucap Deon buru buru mematikan telfon.
"hm baiklah!" jawab Rissa.
...************...
"Rissa!....."
Selesai ber telfonan dengan Deon,baru saja Rissa ingin menaruh ponselnya dan tiba tiba ibunya berteriak memanggil Rissa.
"Iya ibu?...." teriak Rissa kemudian menghampiri mereka lagi.
"Rissa... Tante sama om pamit dulu ya" ucap Tante Mira.
"loh mau kemana Tante?"
"sudah semakin gelap, sebaiknya kami pulang"
"oh iya lagi pula rumah baru Tante dekat sini kok,nanti kapan-kapan kamu bisa main ke rumah Tante bareng sama Devan,iya kan Devan?" ucap Tante Mira.
"sure!...." jawab Devan dengan senang hati.
__ADS_1
"o-oh baik Tante!" jawab Rissa
Tante Mira,om John,dan Devan segera keluar dari rumah Rissa,Rissa dan ibunya pun mengantar mereka sampai di depan pintu rumah....
(saling bersalaman dan mengucapkan selamat tinggal)
"daa...Mira" teriak ibu sambil melambaikan tangan kepada mereka.
.....................
"Aku tidak menyangka kalau mereka akan kembali lagi ibu!" ucap Rissa kepada ibunya.
"Ibu juga tidak menyangka"
"Oh iya... saat kau tadi sedang mengangkat telfon dari Deon,Devan bilang kalau nanti malam dia akan main kesini lagi!" ucap Ibunya.
"Apa?,mau apa dia kesini malam malam?" tanya Rissa sedikit menaikan nada suaranya.
"katanya cuman ingin main"jawab Ibunya.
"Rissa!... Bagaimana kalau Devan suka sama kamu?" ujar ibunya.
"Aku punya pilihan sendiri..." jawab Rissa dengan wajah jutek dan langsung buru-buru masuk meninggalkan ibunya di luar.
Mendengar yang Rissa bilang barusan, ibunya langsung tersenyum senyum sendiri..haha ia sebenarnya tahu pilihan yang dimaksud oleh Rissa itu adalah Deon.....
...**********Skip!**********...
Malam Harinya.
Devan benar benar datang ke rumah Rissa malam itu, padahal Rissa ada rencana ingin keluar bersama Deon pada jam sembilan malam.
Ibu Rissa yang menemuinya dulu kemudian mengajaknya mengobrol sebentar,dengan terpaksa Rissa pun akhirnya menemui Devan di ruang tamu karena merasa tidak enak jika membiarkan Devan ngobrol berdua saja.
"Hai!..." ucap Rissa kemudian duduk di sofa sebelahan dengan ibunya.
"Hai juga...." ucap Devan balik.
"kamu sendiri an?" Tanya Rissa kepada Devan.
"yups.... oh iya Rissa aku membawa oleh-oleh untukmu dan juga Tante dari Amerika" Kata Devan sambil memberikan suatu bingkisan kepadanya.
"aduh report repot..., terimakasih ya Devan" ucap Ibunya kepada Devan.
"Iya sama sama Tante" jawab Devan.
...***********...
"Kring!... kring!.... "
"Kring!......" terdengar keras Suara getaran panggilan suara dari seseorang.Rissa lupa kalau tadi ia menaruh ponselnya di meja ruang tengah.
Mendengar suara telfon dari ponselnya itu, Rissa berfikir bahwa itu pasti dari Deon.
"Non... ada yang menelfon!" teriak bik idah sambil membawakan ponsel nya.
Hff.... untung saja bik idah mengambil ponselnya dan segera memberikan nya kepada Rissa.
"Terimakasih ya bik!" ucap Rissa.
"Iya non!"
"Devan!,aku permisi untuk mengangkat telfon sebentar ya!" kata Rissa kemudian segera pergi ke belakang untuk mengangkat telfon.
.....................
__ADS_1