
...Happy Reading!!π»π₯π...
"Hallo!....,siapa ini!?" Rissa bertanya kepada nomor yang tidak di kenal itu.
....................
"Hai Rissa!" Suara wanita.
"Namaku Elecia,panggil saja aku Cia,Hanna memberikan nomermu ini kepadaku"
"oh iya aku dan Hana adalah teman dekat,Hanna bilang kamu anak baru di kelas ,Yay!... aku mendapat sahabat baru sekarang" ucap si "Cia" dengan suara gembira.
"Rumah Hanna dekat dengan rumahku, sepulang sekolah tadi dia mampir ke rumahku sebentar"
"Dia menceritakan semua tentangmu, dia bilang kau anak yang pendiam dan baik hati,aku harap kita bisa menjadi teman dekat Rissa!"
***Ternyata nomor tidak di kenal itu adalah nomer teman dekat Hanna, Hanna memberikan nomor Rissa kepada Cia***
"Oh aku pikir siapa,hai!! senang bertemu denganmu Cia", Rissa menjawab dengan lega.
"Jadi apa kau masih sekolah?" tanya Rissa.
"Tentu saja.kita adalah teman sekelas,akhir akhir ini aku tidak masuk sekolah karena aku berada di luar kota,mungkin sudah lebih 1 Minggu" jawab Cia
"Baiklah Rissa,aku akan mematikan tefonnya,aku sedikit sibuk hari ini, oh iya...maaf karena telah mengganggu mu"
"Sampai jumpa besok Rissa!"ucap Cia dengan semangat,dan buru buru mematikan telfon.
"Okey, bye byee!" Rissa menjawabnya dengan senang.
///////////////////////////////////
Ke esoknya harinya.
Rissa,Hanna,dan Cia bertemu di kelas,mereka sangat akur,mereka bersenang-senang bersama, Rissa merasa senang mendapatkan teman teman yang baik seperti Hanna dan Cia,
"Teman teman mari kita pergi ke perpustakaan,Membaca beberapa buku" ajak Hanna kepada Cia dan Rissa.
"Ayo!!,aku ingin meminjam beberapa buku yang menarik di perpustakaan"jawab Cia semangat
"Rissa!,kau ikut tidak? kita pergi ke perpustakaan sekolah bersama, sebelumnya kau sangat suka pergi ke perpustakaan karena terdapat WIFI gratis disana haha..." Ujar Hanna
"He he he.. Tentu saja aku ikut,kalau begitu ayo pergi" jawab Rissa
Saat mereka sedang di perjalanan menuju perpustakaan,tiba tiba Hanna di panggil oleh seorang laki-laki di belakangnya sambil berlari.
"Hanna!"
"Hanna!"
"Mari pergi ke kantin bersamaku!"
Ternyata Adelio yang memanggil manggil Hanna untuk mengajaknya pergi ke kantin bersama,
Adelio bersama dua temanya ....
Deon, dan satu teman sekelasnya yang bernama Rachel.
"Cia,kau pergi sediri dengan Rissa okey,aku pergi ke kantin bersama Adelio dulu hehe..."
"Sebelumnya aku minta maaf,kita bisa ke perpustakaan bersama besok"Ucap Hanna terburu-buru pergi
Hanna dan Adelio pergi meninggalkan mereka ber dua begitu saja.
Lalu tiba tiba Rachel berjalan ke arah mereka berdua,Deon mengikutinya dari belakang sambil memasukkan tangan ke saku celananya.
"Ri-Rissa mereka berjalan menuju kita!!...ahh aku jadi malu!!..."kata Cia sambil kegirangan
"Siapa?!" Rissa menjawab dengan ekspresi biasa saja.
"Rachel!!,astaga dia sangat tampan" ucap Cia dengan nada pelan kegirangan.
Rachel dan Deon semakin dekat......
__ADS_1
"Um hei!,aku Rachel,dari kelas XXI A,apa kau mengenalku?" Tanya Rachel kepada Rissa dengan nada lembut.
Rissa hanya menggelengkan kepalanya.
"uh.. kau tak mengenal ku?.... baiklah tidak masalah"
"Mari bertukar nomer telepon..nah?...katakan padaku berapa nomormu?!" Rachel dengan PD nya meminta nomer telpon Rissa seperti sudah kenal dekat.
Cia langsung memotong pembicaraan mereka "A-aku ingin bertukar nomor telepon denganmu!!" Ucap Cia.
Rissa kemudian pelan pelan mencoba kabur meninggalkan mereka ber dua,dia berjalan mundur pelan pelan dan menabrak bahu Deon si dingin,
mereka berdua saling bertatapan,Rissa melihat wajah datar Deon itu,kemudian
ia langsung membuang muka karena merasa sedikit malu,kemudian cepat cepat lari meninggalkan Deon sembari mengucapkan kata "maaf."
Deon melihat Rissa berlari dengan tampang wajah tanpa ekspresi.
Rissa cepat cepat masuk ke perpustakaan sambil tergesah-gesah, jantungnya berdetak dengan cepat,Rissa sangat canggung setelah kejadian tadi.
"hff... sial kenapa aku tak bisa hati hati sampai menabrak laki laki itu" gumam Rissa sambil mengatur nafasnya.
"Aku mendapatkan nomer nya" ucap Cia dengan wajah melas.
"Tapi Rachel menginginkan mu" ekspresi wajah cia sedih
"Ah!!... Cia ayolah, aku sama sekali tidak tertarik padanya,percayalah padaku!" Ucap Rissa mencoba meyakinkan Cia.
"Berjanjilah padaku,kau tidak akan merebut Rachel" cia merengek kepada Rissa
"Hm Aku berjanji,sekalipun kau memberiku uang aku tidak akan melakukan itu" ucap Rissa sambil menatap mata cia dengan penuh keyakinan.
Cia tersenyum lebar mendengar yang Rissa ucapkan barusan,Rissa mengeluarkan nafas lega
"Hmm... Mari kembali ke kelas,kita bisa membaca buku besok saja" ajak Rissa
"Baiklah!.."jawab Cia
///////////////////////////
membuka tasnya untuk mengambil handphone miliknya.
"Loh... Mengapa tidak ada di tasku!" gumam Rissa sambil mencari ponselnya.
"argh... Disini juga tidak ada!" ucap Rissa kebingungan.
"Apa yang kau cari Rissa?"tanya Hanna
"Apa kalian melihat ponsel ku?" Rissa bertanya balik
"aku tak tahu!" jawab Hanna
"apa Kau ingin aku menelepon nya lagi?"tanya Cia
"Um iya!" jawab Rissa
"Bagaimana bisa aku kehilangan ponsel ku?!,Mungkin disini....,ahh disini juga tidak ada..." gumamnya lagi sambil melihat-lihat di bawah bangku dan meja kelasnya
"Ini sangat menyebalkan!..." Rissa mulai kesal
"Sudah ku telfon,cepat cari siapa tau terdengar suara dari ponselmu!" suruh cia.
"sebentar!" jawab Rissa
Ponsel Rissa tidak terdengar bunyi getaran panggilan suara,Rissa diam sebentar sembari mengingat ingat dimana ia terakhir membawa ponselnya itu.
"Aku mungkin lupa membawanya saat sedang bersama dengan Cia di perpustakaan"
"akan ku lihat sebentar!"
Rissa berlari ke perpustakaan mencari ponselnya,ia melihat di tempat terakhir ia duduk bersama Cia,namun tidak ada!...
Rissa tetap mencari ponsel nya itu
__ADS_1
setelah ia lama mencari, akhirnya ia mendengar getaran suara dari ponsel nya.
"Suara ini!,mungkin Cia yang menelfon" ujarnya sambil terus mencari
"Nahh ini dia!" akhirnya ponsel Rissa ketemu.
"Cia!, terimakasih,aku sudah menemukannya"
"Syukurlah...." Bukan suara Cia yang menjawab melainkan terdengar suara laki laki.
Rissa kebingungan,siapa yang menelfon nya ini, kenapa bukan Suara Cia yang terdengar!?
"ehh Siapa kau?" Tanya Rissa.
"Rahasia!~"Jawa laki-laki yang menelfon nya.
"Sampai jumpa, Rissa!" Laki laki itu cepat cepat mematikan telfonnya tanpa mengatakan siapa dirinya.
///////////////////
Hari pun muali gelap.
Rissa Masih penasaran dengan orang yang tadi menelfonnya,Rissa tidak bisa tidur karena memikirkan hal itu.
Jam menunjukkan pukul setengah 12 malam,tiba tiba seseorang menelfon Rissa tengah malam,padahal Rissa baru saja tertidur.
"Hallo,ini aku!"
"Apa yang kau inginkan,kau tidak lihat ini sudah malam?" tanya Rissa dengan suara ketus.
"Kau belum tidur? suara ngantukmu terdengar sangat manis" goda laki laki aneh itu sambil tertawa kecil
"Apa katamu!?" Rissa menjawab dengan suara membentak dan langsung mematikan telfon.
Rissa langsung menarik selimut hingga menutupi semua badannya lalu mencoba tidur dengan perasaan kesal namun penuh tanda tanya.
****************
Ke esokan harinyaπ₯οΈ
Laki laki itu menelfon Rissa lagi.
"Apa tujuanmu menelfonku setiap hari?" tanya Rissa dengan kesal.
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat pagi,memangnya kenapa, Rissa?" Jawab laki laki itu
"Siapa kau?,dan Berhentilah memanggil namaku!" lagi lagi Rissa menjawabnya dengan nada ketus
"Memangnya kenapa, bukankah kita teman?!"ujar laki-laki itu.
"Um..jadi kita teman?,kalau begitu,beri tahu namamu,usia dan kelas berapa kau" ucap Rissa dengan penasaran.
"Ah, Sepertinya kau jadi mulai tertarik padaku" Laki laki aneh itu malah jadi ke PD an.
"ch Bukan begitu...,aku hanya merasa tidak adil,kau mengetahui namaku sedangkan aku tidak!"jawab Rissa
"jadi sebenya..."
"Namaku......"
"Rahasia~......" Jawab laki laki itu sambil tertawa
Rissa benar benar merasa sangat kesal dan langsung mematikan telfonnya lagi...
Gimana?...
Penasaran gak gimana cerita selanjutnya,dan siapa sebenarnya cowok yang terus menelfon Rissa itu??,
Kalo penasaran lanjut baca yang eps selanjutnya okey!,
Jangan lupa tinggalkan komentar!ππ
TERIMAKASIH β¨π
__ADS_1