Story Love Of The Blue Sky

Story Love Of The Blue Sky
The Blue Sky [Eps.8]


__ADS_3

...Happy Reading 🥀🌻💖...


Dengan sangat terpaksa Rissa pun berkata yang sesungguhnya kepada Deon.


"Serly yang menamparku" ucap Rissa dengan sangat terpaksa.


"Dia menyuruhku untuk menjauh darimu,kemudian aku bilang tidak mau,jadi dia tidak terima"


"Tapi itu tidak masalah,aku hanya tak ingin kehilanganmu Deon" ucap Rissa.


*********


Tanpa banyak omong Deon langsung lari meninggalkan Rissa dan langsung keluar kelasnya dengan wajah marah.


"kau mau kemana" ucap Rissa dengan suara keras.


"Berhenti Deon!!" Teriak Rissa Sambil mengejar Deon.


"Stop Deon,Bell akan segera berbunyi,apa kau tak akan mengikuti jam pelajaran!" Teriak Rissa terus mengejar Deon.


Walaupun Rissa berteriak teriak mencoba mencegah Deon pergi,namun Deon tak mendengarkan teriakan Rissa,ia tetap berlari keluar sekolahnya,Rissa yang berlari sambil meneriaki Deon hingga semua siswa di aula melihat Rissa karena mengejar ngejar Deon.


************


Rissa tetap mengikuti Deon, walaupun tak tau kemana ia mau pergi,tiba tiba Deon memelankan larinya dengan langkah sedang,Rissa melihatnya berjalan menuju sekolahan yang berbeda dan sebelumnya ia tak pernah lihat,terlihat gedung sekolah yang sangat besar dan siswa siswa di sana memakai Seragam yang berbeda dengannya.


"Kenapa kita ke sini Deon?!....ayo kita kembali ke sekolah an!" ajak Rissa.


Deon mulai memasuki gerbang sekolah an tersebut dan Rissa pun tetap mengikutinya dari belakang.Mereka masuk ke aula sekolahan itu.


Saat sudah di tengah lapangan,Deon berjalan di tengah keramaian siswa yang berkeliaran,Banyak siswa yang melihat wajah Deon,wajah mereka terlihat mulai tergila gila karena ketampanan Deon.


"eh lihat mereka berdua!" ucap dari salah satu murid yang sedang berada di aula sekolah itu dengan suara pelan.


"Ya ampun dia tampan yah" terdengar lagi gumam an dari seseorang sambil melihat Deon.


"Wah dia dari sekolah mana ya"


"Tapi kenapa wajahnya terlihat marah"


"Ck... minggir!"ucap Deon, berjalan cepat dengan wajah marah.


"Aku bilang minggir!" Bentaknya lagi sambil menabrak nabrak siswa siswa yang sedang berjalan di aula sekolah itu.


"Hai tampan siapa namamu?"tanya siswa wanita sambil tersenyum senyum.


"Bisakah kau minggir" suruh Deon lalu menabraknya hingga ia terjatuh.


"Aduh!..." Teriak wanita yang ditabrak oleh Deon.


"Deon apa yang kau lakukan"ucap Rissa kesal melihat Deon menabrak nabrak siswa yang tak bersalah.


"Maaf,mari ku bantu" kata Rissa sambil membantu wanita itu bangun.

__ADS_1


Entah sebenarnya Deon itu mau kemana,Rissa tetap mengikuti nya walaupun tak tau kemana ia ingin pergi,setelah itu terlihat Deon masuk ke sebuah kelas dan ia menghentikan langkahnya disana.


Saat Rissa berhenti mencoba mengatur nafasnya,Rissa menoleh ke dalam kelas dan tak di sangka ternyata didalam kelas itu terlihat ada Serly dan 3 teman temanya tadi yang juga ikut menghadangnya sedang bergurau di pojokan kelas dekat dengan jendela.


Deon berdiri di depan pintu sambil menghembuskan nafas gusar.


mereka masih belum sadar kalau ada Deon di belakang mereka.


Rissa merasa takut kalau Deon akan membuat kerusuhan disana,Rissa berharap Deon tak melakukan apa apa kepada mereka,melihat wajah Deon yang menakutkan,membuat Rissa sangat khawatir,ia mencoba menarik tangan Deon keluar namun Deon malah melempar tangan Rissa.


"Brookkk!!!....." Deon menendang meja di ruangan kelas Serly.


Semua murid berteriak karena terkejut melihat bangku meja yang di tendang oleh Deon.


Serly dan 3 temannya juga terkejut kemudian menoleh ke arah Deon yang terlihat marah.Akhirnya mereka berdiri dengan wajah yang sedikit ketakutan.


"Deon aku mohon!... Ayolah...." Lirih an suara Rissa namun masih bisa di dengar oleh Deon, Rissa sedikit merasa takut karena melihat wajah marah Deon dengan matanya yang melotot merah.


"De-Deon..Kenapa kau kemari?!" Tanya Serly dengan sedikit ketakutan.


Tanpa banyak omong Deon langsung menghampiri Serly dan langsung menampar wajahnya kasar.Semua siswa terkejut melihat Deon yang tiba tiba menampar wajah Serly tanpa membicarakan permasalahannya dulu.


"Ouch..." Serly memegang pipinya yang baru saja habis di tampar Deon.


"Heh! Apa yang kau lakukan,brengsek!" ucap dari salah satu laki laki tidak terima sambil mencicing kerah baju Deon seakan menantang nya.


Deon langsung memegang tangan laki laki itu lalu menatap matanya dengan tajam.wajah Deon sangat kesal dan matanya melotot merah.


"Brooggh...."


Kerusuhan mulai terjadi di kelas,semua siswa didalam kelas panik dan berteriak Melihat Deon yang membanting teman Serly barusan.


Saat itu Serly terdiam dengan wajah kaku,ia ketakutan, Serly tak bisa berbuat apa-apa karena ia tau bagaimana sifat Deon yang sebenarnya.


Setelah Deon selesai membanting laki laki itu,ia langsung menatap kearah Serly lagi.


"Kenapa kau berani menampar wajah Rissa hingga keluar darah?!" Tanya Deon meninggikan suaranya.


"apa kau sudah melupakan ku?,kau sangat tega Deon." rengek Serly sambil mengeluarkan air mata yang di buat buat.


"Mengapa kau membela wanita jalang ini?"


"Itu memang pantas didapatkan oleh orang yang tega merebut mu dariku"


"Apa kau bilang?,dia merebut ku darimu?..."saut Deon


"Apa kau telah melupakan semua yang telah kau lakukan padaku?...."


"Apa kau lupa bahwa kau pernah mendua dariku saat kita masih berpacaran" bentak Deon.


"Saat itu aku benar benar sangat mempercayai mu Serly,tapi apa nyatanya??....,kau malah mendua dariku"


"Aku kan sudah meminta maaf padamu,dan aku juga sudah berjanji bahwa aku akan setia kepadamu,aku ingin kita mengulanginya lagi dari awal Deon,aku minta maaf,aku masih tidak bisa melepaskan mu!,aku mohon Deon kembalilah padaku"Serly memohon kepada Deon sambil memegang tangan Deon.

__ADS_1


"Sudahlah Serly... Aku benar-benar sudah tak mau lagi mendengar apa yang kau ucapkan"


"Kau harus sadar bahwa ini semua terjadi juga karena mu sendiri!"


"Bayangkan saja jika kau tak mendua dariku saat itu,mungkin aku masih jadi milikmu sekarang" ucap Deon lalu membalikan padanya dan berjalan pergi meninggalkan Serly.


Saat Deon sudah pergi dari ruangan kelas Serly,Rissa masih terdiam di sana dengan tubuh kaku, Rissa melihat Serly yang menangis sebenarnya dia juga kasih an.


"Ini semua salahmu,dasar wanita jalang!" Ucap Serly lalu menjambak rambut Rissa hingga Rissa kesakitan.


"Sudahlah Serly... Lepaskan dia" ucap dari salah satu teman Serly mencoba meleraikan mereka,kemudian Serly melepaskan Jambak an nya kepada Rissa.


Wajah Serly tampak begitu marah dan terus mengeluarkan nafas gusar.


"Jadi tebakan ku benar,kau memang mendua darinya,Serly!... Apa yang dikatakan Deon itu benar,andai saja kau tak mendua darinya,pasti mungkin sekarang dia masih menjadi milikmu" ucap Rissa kemudian ikut pergi meninggalkan Serly.


Serly membisu tak dapat berkata apa-apa lagi, tubuhnya lemas,hatinya penuh dengan rasa menyesal.


Rissa berlari keluar sekolah an itu,ia melihat Deon telah pergi duluan meninggal kan Rissa tanpa menunggunya dulu,


jadi Rissa berjalan pulang sendirian an dengan sedikit kelelahan karena telah berlarian mengikuti Deon.


Saat di perjalanan kembali ke sekolah an, dengan samar samar Rissa melihat Deon yang sedang berdiri di jembatan yang dibawahnya terdapat sungai,lalu Rissa berlari mendekati nya.


"Hff...Kenapa kau meninggalkanku?" Tanya


Rissa sambil kelelahan berjalan.


"Maaf!" jawab Deon dengan nada suara pelan.


"Apa kau masih marah kepada Serly?"tanya Rissa


"Aku mencoba tidak marah padanya"jawab Deon dengan wajah malas.


"Kau emosian sekali,padahal ini juga bukan hal yang begitu serius,cuman seperti itu saja kau sampai nekat menemui Serly di sekolah an nya"


"Ch...Aku tidak terima dia menyakitimu Rissa!" Ucap Deon meninggikan suaranya.


"Ah Aku tak masalah walaupun dia menyakitiku, asalkan dia tak merebut mu dariku" jawab Rissa dengan nada suara yang di kecilkan.


"Siapapun yang berani menyentuhmu,aku tak akan membiarkan mereka lari, sekalipun itu perempuan" ujar Deon dengan wajah yang marah namun sangat menggemaskan seperti anak kecil.


"Hhh teryata dilihat lihat wajahmu jika sedang marah juga sangat menggemaskan" ujar Rissa sambil tertawa kecil.


"Kenapa kau tertawa?,apa ada yang lucu,aku berbicara serius" ucap Deon dengan suara dingin


"Deon!,aku benar benar berterimakasih kepada mu, setelah apa yang kau lakukan kepadaku ini,kau benar benar membuat hatiku luluh begitu saja,Aku merasa jadi lebih kuat dan tak takut lagi karena selalu ada kau di sisiku" ucap Rissa sambil menatap mata Deon dengan tulus.


"Rissa!,suatu hari nanti... Maukah kau menikah denganku!" Ajak Deon dengan semangat.


"Hm... jadi Berjanjilah padaku kalau kau tidak akan meninggalkan ku sampai kapanpun" ujar Rissa.


"Hm... Aku berjanji" jawab Deon sambil memberikan senyuman manis kepada Rissa.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_2