Story Love Of The Blue Sky

Story Love Of The Blue Sky
The Blue Sky [Eps.17]


__ADS_3

...Happy Reading πŸ₯€πŸŒ»πŸ’–...


Hari berikutnya Rissa masih belum bisa masuk ke sekolah,sebenarnya ia cuman pusing biasa saja,namun karena ibunya yang memaksa agar dia tidak masuk dulu hari itu,jadi dengan terpaksa Rissa pun menuruti perkataan ibunya,lagi pula kepalanya juga masih terasa pusing karena sehabis hujan hujan an dengan Deon malam itu.


Waktu itu Rissa tidak sempat membuat surat ijin untuk gurunya,jadi akhirnya ibu Rissa menelfon Hanna teman Rissa untuk bilang kepada gurunya kalau hari itu Rissa masih belum bisa masuk karena masih sakit.


Setelah selesai menelfon Hanna,ibunya langsung menyuruh Rissa untuk beristirahat saja di kamar.Rissa pun kemudian berbaring di kasur,ibunya menarik kan selimut sampai ke semua badan Rissa,sambil mengelus elus kepala Rissa dengan lembut,Rissa benar benar merasa hangat,seketika rasa pusing di kepala nya tiba tiba terasa hilang.


Tertidur......


.......................


Tok! ......


Tok! ......


Tok!.....


Terdengar suara ketokan pintu dari depan rumah,Rissa seketika terbangun dan membuka matanya sambil berkedip kedip,Didalam hati Rissa berharap semoga itu adalah suara ketokan dari Deon.


Tok!... Tok!... Suara ketokan semakin keras dan belum ada orang yang membuka nya.


"Kenapa dia terus mengetuk pintu, sepertinya ibu masih belum membuka nya" ucap dalam hati Rissa sambil menguap.


Rissa masih belum turun juga dari ranjangnya ,ia langsung berdiri untuk membuka kan pintu sambil menggosok mata merah nya yang masih belum begitu terbuka lebar.


Rissa pun berdiri sambil terdiam sebentar karena nyawa dalam tubuhnya masih belum terkumpul.


Saat ingin membuka pintu kamarnya,terdengar ibunya sudah berjalan dan membuka pintu nya duluan,Rissa pun tak jadi turun,ia berdiri di depan pintu sambil mendengar ibunya mempersilahkan dia untuk masuk.


akhirnya Rissa berjalan turun untuk menemui mereka,saat berjalan menuju ruang tamu tiba tiba Rissa melihat ibunya yang ingin menuju ke dapur, Rissa menghentikan ibunya sambil bertanya siapa yang mengetok pintu barusan.


"Ibu mau kemana?" tanya Rissa kepada ibunya.


"ibu mau mengambil kan minum untuk Vano" jawab Ibunya.


"apa? maksut ibu Devano?" tanya Rissa lagi.


"Iya" jawab ibunya.


"ch ternyata bukan Deon,aku pikir tadi Deon hmm!" gumam Rissa dalam hati.


"kenapa kamu diam saja?,cepat temui dia,dia bilang ingin menemui mu!" suruh ibunya.


"iya iyaa..."jawab Rissa kemudian berjalan menuju Devan di ruang tamu.

__ADS_1


Sebenarnya Rissa malas untuk menemui Devan yang telah menunggu nya di ruang tamu,Dia menemui Devan dengan terpaksa,ia sedikit kecewa karena Deon tidak menjenguk nya, sebelumnya Rissa pikir itu Deon namun ternyata malah Devano.


........................


"Ibu barusan bilang kamu sedang sakit karena habis kehujanan bersama pacarmu" tanya Devano di ruang tamu berdua saja dengan Rissa.


"Iya kemarin aku sakit, sekarang sudah enakan" jawab Rissa.


"Syukurlah,andai kamu tau saat itu kamu keluar bersama Deon aku sangat khawatir apalagi malam itu tiba tiba hujan deras" kata Devano.


"Um terimakasih sudah khawatir,tapi kamu tak perlu mengawatirkan ku lagi,Deon selalu ada di samping ku,aku aman bersamanya" Jawab Rissa.


Mendengar yang dikatakan Rissa wajah Devano berubah,ia terdiam dan terlihat tidak bisa berkata.


"Bagaimana kehidupan mu selama di Amerika?" tanya Rissa.


"lumayan menyenangkan,oh iya kalau boleh jujur sebenarnya aku kesini karena kamu" ujar Devano.


"Apa?Apa maksudmu,kenapa aku?" tanya Rissa meninggikan suara.


"Haha karena kamu itu sahabat masa kecilku,sejak kecil kita bersama, banyak sekali kenangan kita berdua disini" jawab Devano.


"hmmm" hanya di jawab deheman oleh Rissa.


"sayang sekali sebenarnya hari ini aku ingin mengajakmu main ke rumah" ucap Devano.


"bagaimana kalau besok?" tanya Devano lagi.


"hm ya udah" jawab Rissa pasrah.Kali ini Rissa tidak menolak ajak an Devano,karena dalam hatinya ia bermaksud agar lain waktu Devano tidak mengajaknya lagi.


Devano tersenyum karena Rissa akhirnya mau untuk di ajak main ke rumah nya,wajah Rissa saat itu biasa saja, berbeda dengan Devano saking senangnya ia terus menatap mata Rissa sambil tersenyum senyum sendiri.Rissa yang sebelumnya melihat Devano terus menatap nya seketika langsung mengalihkan pandangan dengan wajah cuek,ia sedikit merasa malas kepada Devano.


Dari awal pertemuan nya lagi bersama Devano,sebenarnya Rissa sudah punya feeling kalau Devano itu sebenarnya masih menyukainya sampai saat sekarang,sebab dari kecil Devano sering mengungkapkan perasaan suka kepada Rissa,namun seringkali Rissa menolaknya.


itu alasan kenapa Rissa tidak begitu nyaman dekat dengan Devano,lagi pula harusnya Devano menyadari karena Rissa sudah memiliki Deon.


"Ini teh nya, silahkan di minum!" kata bik Idah pembantu rumah Rissa sambil menaruh secangkir teh di meja.


"oh! terimakasih bik!" ucap Devan.


"Ibu kemana bik?" tanya Rissa kepada bik Idah.


"Ibu sedang menonton TV non di kamarnya" jawab bik Idah.


"Oh yaudah kalau begitu" kata Rissa, kemudian bik udah pun kembali ke belakang meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Untung saja bik Idah datang membawakan secangkir teh itu, berkat bik Idah Devano berhenti menatap Rissa dan langsung meminum teh nya itu.


Setelah selesai meminum teh nya, Devano dan Rissa hanya terdiam,dan tak berani saling menatap, Rissa hanya menundukkan kepalanya sambil memegang jari jari nya.


Perlahan-lahan Devano langsung beranjak duduk di samping Rissa, posisi duduk mereka sangat berdekatan,Rissa mencoba menghindar namun Devano tetap saja mendekat, Rissa yang merasa tak nyaman langsung berdiri.


"Duh... aku mandi dulu ya, soalnya dari tadi pagi aku belum mandi!" Seketika Rissa berdiri dan membuat alasan ingin mandi dulu.


Saat ingin pergi meninggalkan Devano tiba tiba teman teman sekolah Rissa datang menjenguknya (Hanna,Cia,Adelio,dan Rachel),Rissa benar benar merasa sangat lega dan kemudian menyuruh teman teman nya untuk segera masuk.


sepertinya teman temannya masih baru saja pulang sekolah karena mereka masih sama sama mengenakan seragam sekolah.


"Bagaimana keadaan mu Rissa?sudah enakan?" tanya teman temannya.


"Hm iya,aku sudah merasa baik hari ini" kata Rissa.


"Apa kalian ini teman sekelas Rissa?" tanya Devano kepada teman teman Rissa yang juga duduk bersama nya.


"iya kami teman sekelas Rissa!" jawab teman teman Rissa.


"Eh Rissa siapa dia ini?" tanya Cia.


"Dia ini sepupu jauh sekaligus juga teman masa kecilku,dulu dia tetangga an sama aku,terus saat usia kita masih 10 tahun dia di boyong ke Amerika dan tinggal disana" kata Rissa.


"ohh salam kenal ya!" ucap teman teman Rissa.


Saat itu Rissa melihat ada yang kurang, seperti nya Deon tidak ikut bersama mereka, sebenarnya kemana Deon,dari tadi Rissa berharap Deon akan segera menjenguknya.


Rissa pun bertanya kepada teman temannya kemana Deon,lalu mereka bilang dia pulang dulu untuk mengganti seragamnya,kata teman temannya Deon berpesan agar Rissa menunggu nya sebentar.


Rissa pun akhirnya menunggu Deon untuk beberapa saat sambil mengobrol ngobrol panjang dengan teman temannya.


Next eps selanjutnya!........


...##########...


Yay!...


Akhirnya author bisa up lagi setelah beberapa waktu tidak update episode baru, Sebelumnya Author minta maaf ya karena tidak bisa up rutin,banyak banget kegiatan yang harus author selesaikan sehingga tidak sempat menulis episode baru.


Author juga mau berterimakasih sama kalian para reader,berkat kalian author jadi bisa semangat lagi dalam menulis.


Jangan lupa Like,dan komen yaπŸ€—β€οΈ


new episode Will coming soon!(18)πŸ₯³πŸ–€

__ADS_1


...Always Happy Reading Y'allπŸ₯€πŸŒ»πŸ’–...


...Readers I love you :β™‘...


__ADS_2