Story Love Of The Blue Sky

Story Love Of The Blue Sky
The Blue Sky [Eps.10]


__ADS_3

...Happy Reading 🥀🌻💖...


"Apa kau sudah selesai?" tanya Deon sambil menunggu Rissa yang sedang menghabiskan makanannya.


"sudah!" jawab Rissa kemudian meminum air mineral botol yang diberikan oleh Deon tadi.


"Bolehkah aku minta airmu sedikit?" Tanya Deon.


"Em tapi...." Rissa belum selesai berbicara Deon langsung merebut air dari tangannya, Deon meminumnya hingga habis, padahal Rissa baru saja ingin bilang kalau air itu bekas dari mulut Rissa.


"Eh kenapa kau meminumnya,itu tadi kan bekas ku!" Ujar Rissa.


"Lalu?...kenapa?..." Jawab Deon santuy.


Rissa terdiam dengan wajah sedikit malu malu.


"Ada apa? apa kau canggung?" ujar Deon.


"Ah sudahlah.... Ayo kita kembali ke kelas" (mencoba mengalihkan pembicaraan)


...................


Rissa dan Deon pun akhirnya mulai berjalan ke kelasnya masing-masing,"Rissa!"teriak Deon.


"Ada apa?"tanya Rissa yang baru saja ingin masuk ke kelasnya.


"Pulang sekolah nanti ikutlah denganku,aku ingin mengajakmu ke tempat itu lagi"ajak Deon.


"Oh benarkah?, baiklah kalau begitu" jawab Rissa dengan penuh semangat.


"Yasudah... Sampai jumpa nanti sepulang sekolah,daa!" Ucap Deon sambil mengayunkan tangan nya.


"ya... Bye bye!" Jawab Rissa kemudian masuk ke kelasnya.


...**************...


"Rissa,aku duluan ya!" Ucap Cia.


"Oh iya hati hati Cia" Jawab Rissa sambil melambaikan tangannya.


"Eh Rissa kau tidak pulang?" Tanya Hanna yang melihat Rissa masih berdiri di depan gerbang sekolah nya,"apa kau mau pulang bersamaku?"Ajak Hanna.


"Ah terimakasih Hanna,tidak perlu repot-repot!"


"Aku sedang menunggu Deon,kami ingin pulang bersama hehe" jawab Rissa.


"Oh yasudah kalau begitu,umm tapi dimana dia...., sepertinya Deon masih belum keluar, mungkin sebentar lagi" ucap Hanna.


"Yup!" Jawab Rissa.


"Eh aku sudah di jemput, yasudah aku pulang dulu ya,sampai jumpa besok daa!" Ucap Hanna sambil melambaikan tangannya dan mulai masuk ke dalam mobil miliknya.


"Iya Dadaa....."


Rissa masih belum pulang juga,ia masih menunggu Deon keluar dari kelasnya,dengan samar samar dia pun akhirnya melihat Deon keluar dari kelasnya dan sedang mengambil sepeda roda dua nya di pemarkiran sekolah.


"Rissa!" Teriak Deon.


"Eh hai!" Jawab Rissa.


"Ayo cepat naik!" Suruh Deon, kemudian Rissa pun segera naik dan duduk di belakang.


Deon mulai mengayunkan sepedanya dengan santai,Saat itu Rissa dapat merasakan udara yang begitu segar,Sinar matahari perlahan terlihat mulai menyinari daratan di sekitarnya,sinar matahari yang lembut, Rissa merasa bahwa ia dapat melihat sinar itu hanya saat bersama Deon seperti ini,semua kebahagiaan ini,Deon yang membawanya untuk Rissa......

__ADS_1


"Bagaimana perasaanmu?"tanya Deon sambil mengayunkan sepedanya.


"Tentu saja sangat bahagia!" Ujar Rissa senang.


"Senang mendengarnya!" Jawab Deon kemudian tersenyum.


**************


Sesampainya di tempat itu.


"Sebentar lagi sudah akan masuk bulan Desember,akankah bulan ini akan baik baik saja seperti biasanya?" Tanya Deon berbicara dengan suara yang di kecilkan,sambil duduk santai disana melihat pemandangan indah bersama Rissa.


"Aku harap bulan depan kita masih bisa bersama seperti ini Deon!" Ucap Rissa sambil menatap mata Deon.


"iya,akan sangat menyenangkan jika kita masih bersama!" jawab Deon.


.................


"Rissa!.......um boleh kah aku?......" Deon menghentikan ucapannya sambil mendekat ke wajah Rissa atau bisa di bilang ingin menciumnya, seketika Rissa langsung menutup mulutnya sambil berkata "Maaf",Deon pun akhirnya tidak jadi mencium Rissa,ia mengeluarkan nafas gusar.


"Ch.... Kenapa kau tak mau ku cium?" Tanya Deon dalam hati.


sedikit kesal Deon langsung tidur an di tanah sambil melihat ke atas langit.


***********


"Lihat langit itu, cahayanya mulai gelap"


"itu tandanya langit sedang bersedih,karena.... matahari tidak bisa di ajak kompromi" ujar Deon sambil menunjuk ke atas.


Rissa menengok ke atas,


"Haha... kau bisa saja" (Tertawa kecil)


"Langit itu mengawali perasaanku sekarang!" ucap Deon.


"ya maksutku, sekarang aku sedang sedih!" jawabnya dengan nada suara tinggi.


"kenapa kau bersedih?" Rissa terus bertanya.


"Sial! kenapa dia tidak peka peka!" kesal Deon dalam hati.


"Ya karena anu....."


"Anu kenapa?" Tanya Rissa lagi.


"ch.... kau tadi kenapa tidak mau ku cium?" ucap Deon meninggikan suaranya.


"ya karena a-anu...." ucap Rissa gugup.


"Anu kenapa?" tanya Deon semakin kesal.


"umm...."


...***************...


akhirnya Deon mencoba untuk menciumnya lagi......,Rissa pun sepertinya sudah mulai luluh kepadanya,Rissa menutup matanya....... mereka sudah semakin dekat.......


Apa mereka sudah berciuman?......


Oh tentu tidak.......


Deon dan Rissa serentak terkejut karena Deon mendapatkan panggilan suara dari seseorang, padahal mereka sudah sangatlah dekat,hmm mungkin Tuhan masih belum menyetujui mereka berdua berciuman hehe.....

__ADS_1


"Tuutt tuuut tuuttt!....." (suara panggilan suara dari ponsel Deon)


"ahhh sial!!,apa lagi sekarang?" teriak Deon kesal karena tidak jadi berciuman lagi dengan Rissa.


"cepat angkat Deon!" suruh Rissa.


"iya iya sebentar!"


"hf... orang ini menggangu ku saja"kesal dalam hati Deon.


"Hallo,ada apa?" bentak Deon.


"Hallo anakku!" ternyata itu adalah ibunya.


Serentak Deon kaget dan langsung mengecilkan nada suaranya.


"um Ibu?,kenapa ibu menelfon?" tanya Deon dengan nada suara yang di lembut kan.


"sebelumnya ibu minta maaf sayang!, bulan depan ibu tidak jadi pulang kesana" ucap Ibunya sedih.


"Kenapa tidak jadi?" tanya Deon sedikit merasa shock.


"Ibu ada pertemuan mendadak bersama rekan ibu di USA mengenai bisnis kita"


"Sebenarnya ibu ingin menundanya,namun tidak bisa,karena ini pertemuan yang sangat penting Deon" ucap Ibunya.


"Oh...begitu ya?" tanya Deon mencoba menutupi kesedihannya.


"maafkan ibu sayang!" ucap Ibunya terus meminta maaf.


"oh hhh Yups tak apa ibu...,pekerjaanmu itu... memang lebih penting dibandingkan dengan rasa rinduku padamu,Tidak apa ibu lupakan saja....." ucap Deon dengan nada suara di kecilkan,wajah Deon pun mulai nampak bersedih.


"Ibu tidak bermaksud seperti itu Deon.....," ibunya belum selesai berbicara Deon langsung saja mematikan telfon.


...**************...


"Ada apa kenapa wajahmu begitu?" Rissa sedikit merasa aneh karena melihat wajah Deon yang tiba-tiba murung.


"Hari ini aku benar-benar sangat tidak beruntung.Pertama,aku tidak jadi berciuman denganmu,dan yang ke dua ibu memberiku kabar kalau dia tidak jadi pulang" Ucap Deon semakin kesal.


"huh?... kenapa ibumu tak jadi pulang?" tanya Rissa.


"Dia mau ke USA untuk mengurus bisnisnya lagi"


"Tapi ku biarkan saja dia...., Terserah apapun yang ia katakan aku selalu menjawab Iya"


"ahh....Mungkin ini semua memang sudah takdir ku,menjadi seorang laki-laki yang di per haruskan untuk hidup sendiri jauh dari ibu" ucap Deon dengan wajah melas.


Rissa merasa kasihan melihat Deon yang seperti itu,Ia tak tau bagaimana caranya dia bisa menghibur Deon agar dia tak sedih lagi.


"Ahh .... sudahlah jangan sedih lagi Deon,kan ada aku disini bersamamu!" ucap Rissa sambil mengelus elus pundak Deon dengan lembut.


"Much........" (Rissa memberikan kecupan manis di pipi Deon)


"Eh?" Deon terkejut melihat Rissa yang habis mencium pipinya.


"um anu.... ciuman itu ku berikan agar kau tidak merasa sedih lagi!" ucap Rissa sedikit gugup.


"oh kalau begitu terimakasih"ujar Deon.


"yup.... itu tak masalah" jawab Rissa sedikit canggung.


"Ayo pulang!, Setelah sudah merasa baikan Deon pun mengajak Rissa untuk pulang.

__ADS_1


"Baik!" jawab Rissa.


...***************...


__ADS_2