Story Love Of The Blue Sky

Story Love Of The Blue Sky
The Blue Sky [Eps.16]


__ADS_3

...Happy Reading 🥀🌻💖...


Saat di perjalanan Pulang.


Malam itu entah kenapa awan yang sebelumnya berwarna putih tiba tiba gelap menutupi bulan dan bintang bintang yang ber kerlipan,jalanan di sekitarnya nampak petang dan sepi,Udaranya terasa sangat dingin,angin semilir malam membuat Rissa menggigil kedinginan,untung saja Rissa dan Deon memakai jaket.


Dipertengahan jalan.


Rissa menghentikan langkah nya karena tahu wajahnya terasa terkena percikan air dari atas, perlahan Rissa mengangkat kepalanya melihat kenapa ada air yang tiba tiba menetes di wajahnya barusan.Saat itu Rissa pikir mungkin itu hanyalah tetesan air embun dari dedaunan.


Akhirnya Rissa pun melanjutkan perjalanan nya lagi,


Semakin mereka berjalan air semakin terasa menetes terus di bagian kepala Rissa,Deon juga merasakan hal itu.


Saat mereka bersama menengok kan kepalanya lagi ke atas ternyata air turun tiba tiba langsung sangat deras hingga mulai membasah kan tubuh Rissa dan Deon, dari situlah mereka baru sadar kalau itu hujan.....hff....


"Yahh... Hujan!" Kata Rissa sambil menutupi kepalanya dengan kedua tangan.


"Ayo cepat lari sebelum hujan semakin deras!...." Ucap Deon segera menarik tangan Rissa.



Padahal Tadi cuacanya terlihat biasa biasa saja,namun saat perjalanan pulang mengapa tiba tiba hujan....


Hujan semakin deras tidak ada tempat untuk mereka berteduh,semakin mereka berlari Rissa rasa percuma saja mereka akan tetap kebasahan.


Dari situ Rissa merasa pasrah dan melambat kan jalannya di tengah guyuran hujan yang sangat deras.


"kenapa kau malah berhenti?ayo cepat!...." rintihan suara Deon yang tidak terdengar jelas di telinga Rissa karena di saut saut oleh derasnya suara hujan.


"untuk apa berlari?,lagi pula kita juga akan tetap kebasahan" kata Rissa sambil berjalan santai di bawah derasnya hujan.


"Tapi nanti kamu bisa sakit Rissa!" bentak Deon sambil menarik narik Rissa.Namun saat itu Rissa hanya menghiraukan bentakan dari Deon,Dan dengan santai nya Rissa terus berjalan.


Deon mengeluarkan nafas gusar,saat itu Deon pun hanya bisa pasrah mengikuti langkah Rissa.


Perjalanan ke rumah Rissa masih lumayan panjang.


Grshhhh!.....


Suasana hujan di malam itu nampak tenang,jalanan begitu sunyi,hanya derasnya air hujan yang terdengar di telinga mereka berdua.


Deon dan Rissa terus berjalan ditengah jalanan aspal,sambil diguyur i hujan deras.Rissa menutup matanya sambil merentangkan tangan,kepalanya menghadap ke atas sambil menarik nafasnya merasa tenang.


.........................


Rissa mulai melompat lompat di genangan air hujan sambil bernyanyi nyanyi kegirangan dan tanpa sadar kalau Deon sedang melihat nya, Rissa benar benar sangat lucu, kelakuan barusan hampir mirip seperti anak kecil ingusan xixixi.....

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan itu?"tanya Deon sambil tertawa kecil.


"apa katamu?... aku tidak dengar!" teriak Rissa tidak dapat mendengar suara Deon dengan jelas karena bersautan dengan suara hujan.


"kau tampak sangat bahagia Rissa!" ujar Deon.


"tentu saja!, bagaimana denganmu apa kau juga merasa senang?"teriak Rissa sambil bermain air hujan.


"kalau kau senang,aku juga ikutan senang" teriak Deon.



...***********...


Mereka pun akhirnya sudah sampai.


Tok tok!.....


Rissa mengetuk pintu rumahnya,dan dibuka oleh bik idah yang tak lain lagi adalah pembantu di rumah Rissa.Bik idah kaget melihat kondisi Rissa dan Deon yang basah kuyup kehujanan.


"Non kehujanan ya?" tanya bik Idah.


"hehe iya bik... "jawab Rissa.


"mau saya ambilkan air hangat?" tanya bik Idah.


"Rissa aku pamit dulu ya!" ucap Deon melihat hujan yang terlihat sudah mulai berhenti dan segera berpamitan kepada Rissa.


"Tidak mau masuk dulu?" tanya Rissa.


"tidak usah lagi pula ini sudah sangat malam,kalau begitu aku pulang dulu ya!"kata Deon.


"tunggu Deon... haccuh!...." tiba tiba Rissa bersin.


"kau baik baik saja Rissa?" tanya Deon khawatir sambil memegang kedua bahu Rissa.


"um iya aku baik baik saja! haccuh!..." jawab Rissa sambil memegang hidung nya.


"Bik! bawa Rissa masuk ke dalam kemudian berikan dia air hangat!" suruh Deon kepada buk Idah.


"tunggu Deon!" ucap Rissa.


"ada apa?" tanya Deon.


"um terimakasih untuk malam ini aku benar benar senang,oh iya... dan juga cincin ini juga terimakasih banyak Deon!" ucap Rissa.


"ah itu tak masalah,ya sudah cepat masuk,aku pamit pulang dulu ya!"

__ADS_1


"Iya... sekali lagi terimakasih Deon"


"berhentilah berterima kasih kepada ku!.... jaga kesehatan mu Rissa jangan biarkan dirimu sakit,kau mengerti!" ucap Deon yang kemudian mulai berjalan pergi meninggalkan Rissa.


"sampai jumpa!" teriak Deon kemudian mulai menancapkan gas pada sepeda ninja nya itu.


"daa..." teriak Rissa, kemudian Rissa pun di ajak masuk oleh bik Idah ke dalam rumah nya.


...*************...


Hari berikutnya di sekolah.


"Apa kau melihat Rissa?" tanya Deon kepada Hanna di kantin.


"baru saja aku ingin bertanya kepada mu kenapa Rissa tidak masuk hari ini..." jawab Hanna.


"apa?...dia tidak masuk?!" tanya Deon.


"iyaa" jawab Hanna.


Mengetahui kalau Rissa tidak masuk,Deon langsung merasa khawatir kalau Rissa benar benar sedang sakit karena hujan hujan an bersamanya saat malam Minggu kemarin.


...**********...


Tut Tut Tut!......


"Hallo Rissa!" ucap Deon di telfon.


"eh kau sudah pulang dari sekolah?" tanya Rissa.


"Apa kamu sakit?" Deon langsung bertanya balik kepada nya.


"um tidak...hanya sedikit pusing" jawab Rissa terdengar oleh Deon dengan suara lemas.


"kau yakin hanya pusing saja?" tanya Deon lagi.


"Iya...."


"Dimana kamu sekarang?" Tanya Rissa.


"Aku sudah di rumah!" jawab Deon.


"ya sudah,Kalau begitu ku matikan dulu telfon nya ya,aku mau minum obat sebentar!" kata Rissa.


"baiklah!... cepat sembuh Rissa!"ucap Deon di telfon


"hm... terimakasih Deon" jawab Rissa kemudian segera mematikan telfon.

__ADS_1


......................


__ADS_2