
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author.... Terimakasih....
***
Raka sedikit menggeliat dan perlahan membuka matanya. Saat kedua matanya terbuka lebar, Raka dapat melihat dua bukit besar tepat di atas wajahnya. Raka menelan ludah melihat bukit besar yang bisa saja mengakhiri kehidupannya.
“Akhirnya kamu bangun juga. Padahal aku kira kamu akan bangun saat sudah pagi...” Ucap Daisy yang ternyata sudah lebih dulu bangun, tetapi dia tidak beranjak pergi dari tempatnya.
“Aku cuma butuh sedikit istirahat...” Ucap Raka lalu dia bangun dengan sedikit menghindari bukit kembar yang kalau tersentuh mungkin akan menjadi akhir dari hidupnya yang masih begitu singkat.
Raka meminta izin ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Daisy mengizinkan tapi dia meminta Raka untuk tidak terlalu lama karena dia juga ingin ke kamar mandi.
Sambil menunggu Raka keluar dari kamar mandi, Daisy menghubungi ketiga wakilnya yang dia sendiri tidak tahu di mana saat ini keberadaan dari mereka bertiga.
Karina menjadi satu-satunya wakil ketua Guild Silver Mask yang menjawab panggilan dari Daisy. Dia menjelaskan jika saat ini mereka tengah berada di Ibukota untuk membantu menjaga keamanan kota. Namun dia tidak mengatakan tentang kedatangannya ke markas tak lama setelah Daisy tertidur.
Daisy segera mengakhiri panggilannya pada Karina setelah tahu di mana mereka bertiga berada, dan tepat saat panggilannya berakhir Daisy melihat Raka keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat sudah jauh lebih segar dari sebelumnya.
Banyak yang ingin dia tanyakan ke Raka, tapi Daisy menundanya lebih dulu karena ada urusan di kamar mandi yang harus segera dia selesaikan. Daisy menyuruh Raka menunggu sambil menikmati cemilan yang ada diatas meja saat dia masuk kedalam kamar mandi.
Raka hanya mengangguk dan duduk di tempatnya tadi dia tertidur. Dia sedikit terbayang dengan posisi tidurnya, dan dia tak ingat kapan Daisy duduk dan menjadikan pahanya menjadi alas kepalanya. Tetapi Raka harus akui jika paha Daisy cukup lembut dan nyaman untuk di gunakan sebagai alas kepala.
Tak hanya membayangkan posisi tidurnya, Raka juga masih terbayang dengan bukit kembar besar milik Daisy yang tadi hampir menimpa wajahnya. Dalam diam Raka membatin apa jadinya kalau tadi Teknik God's Eyes miliknya aktif, mungkin dia akan melihat pemandangan yang tidak-tidak.
Tidak ada yang bisa di sembunyikan dari Teknik mata miliknya termasuk apa yang ada dibalik lapisan terdalam pakaian yang digunakan Daisy.
Jika terlalu sering menggunakan Teknik itu, Raka merasa jika dirinya akan lebih cepat menjadi pria dewasa dan mungkin saja dia akan segera menjadi seorang Ayah.
“Teknik mata yang bisa melihat segalanya?... Aku harus lebih berhati-hati saat menggunakannya, jika salah di gunakan, itu sebenarnya juga tidak membuatku rugi...” Ucap Raka saat teringat warna lapisan terdalam pakaian Cindi.
Wajah Raka seketika memerah dan dia berusaha membuang jauh-jauh ingatan itu, dan ingatan itu baru menghilang setelah Daisy keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai yang tak lagi tertutupi oleh seragam Guild nya.
“Aku tahu miliknya itu besar, tapi apa perlu dia menggunakan pakaian setipis itu untuk menunjukkannya kepadaku?... Mungkin dia lupa kalau disini ada remaja dalam masa pertumbuhan yang begitu penasaran akan setiap bagian tubuh seorang wanita!...” Ucap Raka membatin dan sedikit mengalihkan pandangannya dari Daisy.
__ADS_1
Ruang kerja Daisy sedikit hening saat si pemiliknya keluar dari kamar mandi. Daisy melihat wajah Raka memerah dan dia sedikit membuang muka. Tahu akan kesalahannya, Daisy hanya tersenyum dan segera memakai jaket yang tergantung di kursi kerjanya.
Raka merasa lega dan kembali bersikap santai saat melihat Daisy sudah selesai menggunakan jaketnya.
Melihat Raka yang sudah kembali bersikap santai, Daisy mulai menanyakan apa saja yang membuatnya penasaran, terutama tentang kekuatannya yang meningkat dengan sangat mengerikan. Bukan hanya kekuatannya, tapi juga kekuatan kelima sahabatnya.
“Baiklah, karena Bu Daisy ingin tahu jawabannya, aku akan menjawabnya tapi ada syaratnya!...”
“Asalkan tidak membuatku rugi, aku akan terima syarat yang kamu ajukan...”
Raka mengangguk lalu berdiri. “Aku cuma ingin melakukan ini...” Raka tiba-tiba muncul di depan Daisy dan dua jari tangannya langsung menempel ke kening Daisy.
Daisy sedikit panik melihat Raka yang tiba-tiba muncul, tetapi dia segera memejamkan kedua matanya saat energi yang begitu nyaman masuk melalui sentuhan jari-jari milik Raka.
Sebuah energi masuk ke tubuh Daisy bersama dengan sebuah Skill yang masuk ke ingatannya. Satu jam kemudian Raka menarik tangannya saat dia merasa kekuatan Daisy sudah berada di puncak kekuatan hunter tingkat SSS+, dan mungkin tinggal menaikkan satu level lagi untuk membuat Daisy bisa di promosikan menjadi hunter tingkat Jenderal, sama halnya dengan Raka.
Memiliki hunter tingkat Jenderal akan membuat kekuatan Guild Silver Mask menyamai kekuatan Guild besar, dan pastinya akan menarik banyak hunter berbakat untuk menjadi bagian dari Guild Silver Mask.
Perlahan Daisy membuka matanya sesaat setelah jari-jari Raka tak lagi menyentuh keningnya. Dia bisa merasakan kekuatannya yang meningkat jauh, dan lagi tiba-tiba dia mendapatkan sebuah Skill yang melipatgandakan keuntungan yang dia dapatkan setelah membunuh monster.
“Raka, bagaimana kamu bisa memberikan energi yang begitu besar sampai bisa meningkatkan kekuatanku?... Dan kenapa kamu memberiku Skill yang begitu berharga, bukannya Skill itu akan sangat berguna untukmu?...” Tanya Daisy penasaran.
Apa yang dilakukan Raka sangatlah luar biasa, dia yang semula berada di tingkat SS+, dalam waktu singkat meningkat jauh dan menjadi hunter tingkat SSS+ yang butuh satu level lagi untuk menjadi hunter tingkat Jenderal.
Mendengar pertanyaan Daisy, Raka mulai menjelaskan dengan rinci semua yang ingin Daisy ketahui, tetapi dia tetap menjaga rahasia keberadaan gelang hunter keduanya serta sistem yang dia miliki.
“Sebenarnya aku bisa meningkatkan kekuatan Bu Daisy sampai ke tingkat Jenderal, tapi lebih baik menyisakan satu level agar tubuh Bu Daisy bisa beradaptasi dengan kekuatan baru hunter tingkat SSS+. Dengan apa yang saat ini Bu Daisy miliki, aku yakin kurang dari seminggu Bu Daisy sudah bisa dipromosikan menjadi hunter tingkat Jenderal, tapi kalau Bu Daisy ikut berburu bersama kami, mungkin dalam dua sampai tiga hari Bu Daisy sudah bisa dipromosikan menjadi hunter tingkat Jenderal...”
Daisy mengangguk dan saat ini rasanya dia ingin memeluk Raka karena telah begitu banyak membantunya, tetapi kedatangan Karina membuat Bu Daisy mengurungkan niatnya.
“Ah, apa aku mengganggu kalian?...” Ucap Karina yang merasa tidak enak saat begitu saja masuk tanpa terlebih dahulu mengetuk pintu.
Daisy dan Raka kompak menggelengkan kepalanya. “Kamu tidak mengganggu, aku justru menunggu kedatangan mu dan yang lainnya...” Ucap Daisy.
“Sebenarnya aku juga ada sedikit keperluan dengan kak Karina...” Ucap Raka, lalu saat Karina masih kebingungan, Raka tiba-tiba muncul di depannya dan melakukan hal yang sama seperti apa yang tadi dia lakukan pada Daisy.
__ADS_1
Karina seketika memejamkan mata dan menikmati sensasi energi yang masuk ke tubuhnya, dan hanya dalam waktu tiga puluh menit kekuatan Karina telah meningkat dari hunter tingkat SS, menjadi hunter tingkat SSS.
Mata Karina terus menatap Raka setelah dia merasakan kekuatannya meningkat pesat dalam waktu yang sangat singkat.
“Biarkan aku yang menjelaskan semuanya ke Karina, sambil menunggu pagi kamu bisa melanjutkan istirahat, kebetulan ada lima kamar di tempat ini. Pilih kamar manapun yang kamu suka...” Ucap Daisy lalu dia melihat Raka pergi meninggalkan ruang kerjanya untuk mencari kamar yang akan dia gunakan untuk istirahat.
Bagitu Raka menghilang dari pandangannya, Daisy mulai menjelaskan apa yang dilakukan Raka sehingga kekuatan Karina meningkat dengan begitu cepat. Daisy mulai menjelaskan keberadaan energi kehidupan melimpah yang tersimpan rapat di gelang hunter milik Raka, dan energi kehidupan itu dapat diberikan pada orang lain dan membuat kekuatan orang yang diberi energi itu meningkat.
“Lalu kenapa dia tidak menggunakan energi itu untuk dirinya sendiri?... Bukannya itu akan membuatnya menjadi hunter terkuat di negara ini...” Ucap Karina.
Daisy menggelengkan kepalanya. “Energi itu sangat besar, kalau dia menggunakannya sendiri, tubuhnya bisa meledak karena kelebihan energi...”
Karina mengangguk setelah mengerti. “Apa dia mengatakan darimana dia mendapatkan energi itu?...”
“Biarkan itu tetap menjadi rahasianya. Daripada membahas itu, ada apa kamu menemui ku di waktu matahari belum terbit?... Bukannya tadi kamu bilang sedang membantu menjaga keamanan Ibukota...”
Karina menyerahkan sebuah undangan pada Daisy. “Putri pertama Ketua Guild Nusantara akan mengadakan pesta pertunangan, dan undangan itu khusus diberikan pada ketua Guild di seluruh Indonesia...”
“Teman lama ku akan bertunangan?... Hah aku merasa semakin tua...” Ucap Daisy menatap lesu undangan pertunangan teman lamanya yang sudah beberapa tahun ini tidak bisa dia hubungi karena temannya itu menjadi bagian dari hunter elite penjaga keamanan Negara.
Karina tertawa mendengar keluhan Daisy. Bagaimanapun juga dia seumuran dengan Daisy, jika Daisy yang terlihat masih begitu muda menganggap dirinya tua, lalu bagaimana dengan nya?...
“Jangan bilang tua di depan wanita yang seusia denganmu!...” Ucap Karina dengan memanyunkan bibirnya.
Daisy tersenyum melihat ekspresi Karina, tetapi dia kembali ke wajah seriusnya. “Besok siang suruh dua orang itu datang ke markas, sekalian panggil kelompok Delon yang sedang melakukan perburuan di sekitaran Ibukota. Raka sepertinya punya kejutan besar untuk mereka...”
Karina segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju arah pintu untuk keluar dari ruang kerja Daisy. Sebelum keluar, Daisy mengingatkan rahasia akan apa yang bisa di lakukan Raka. Karina tentu akan melakukan permintaan sederhana Daisy, jangankan menjaga rahasia, nyawanya sendiri akan dia berikan jika Daisy memintanya.
Setelah kepergian Karina, Daisy berjalan keluar ruang kerjanya dan dia mulai mencari keberadaan Raka.
Tak lama mencari Daisy menemukan Raka tertidur di kamar yang biasanya dia tempati, bahkan di kamar itu ada beberapa barang pribadinya yang berserakan dimana-mana, termasuk pakaian dalamnya yang berada tepat di bawah kepala Raka.
Wajah Daisy seketika memerah melihat kecerobohannya dalam menaruh barang. “Itu sangat memalukan...” Ucap Daisy membatin.
***
__ADS_1
Bersambung...