
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author... Terimakasih...
***
Akibat jalanan kota yang padat saat malam hari di akhir pekan, Raka hampir terlambat datang ke pesta pertunangan wanita yang sudah menganggap dirinya sebagai seorang adik.
“Apa tuan bisa menunjukkan undangan milik tuan?...” Ucap hunter yang menjaga pintu masuk ke tempat pesta saat Raka ingin masuk kedalam ruangan.
Rakan menunjukkan kertas undangannya. Karena memiliki undangan yang asli, hunter yang menjaga pintu membiarkan Raka masuk kedalam ruangan pesta.
Beruntung pesta belum dimulai saat Raka memasuki ruangan pesta.
Di bagian terluar bangunan tempat diadakannya pesta, Raka langsung disuguhi dekorasi yang menunjukkan kemegahan serta kemewahan sebuah peserta, dan kedua hal itu baru kali ini dia jumpai.
“Maaf mengganggu waktunya!... Kalau saya boleh tahu, tuan dari kelompok Guild atau Akademi?...” Tanya seorang pelayan yang bertugas mengarahkan tamu ke tempat kelompok mereka.
“Aku tengah mencari orang-orang dari Guild Silver Mask, apa kamu bisa membantuku mencari keberadaan mereka?...” Tanya Raka.
“Tuan, Guild Silver Mask masuk dalam list tamu kehormatan. Apa tuan bagian dari mereka?...”
Raka menunjuk topeng yang dia pakai.
“Apa topeng ini belum cukup untuk membuktikannya?...” Ucap Raka kembali bertanya.
Pelayan itu menggelengkan kepalanya. “Maaf, sebuah topeng tidak bisa membuktikan apa-apa, karena sejak tadi sudah banyak orang dengan topeng seperti yang tuan kenakan dan mereka juga mengaku sebagai anggota Guild Silver Mask...”
“Panggil saja salah satu dari anggota Guild Silver Mask, bilang ke mereka jika ketua kelompoknya menunggu di depan!...” Ucap Raka sambil menyerahkan undangan yang dia miliki.
Melihat kertas undangan khusus berwarna gold yang ada di tangan Raka, pelayan itu terkejut dan dengan sopan dia meminta maaf lalu segera mengantar Raka menuju tempat khusus yang hanya bisa di akses oleh tamu kehormatan.
Memasuki ruangan khusus yang hanya di peruntukan untuk tamu pemilik undangan khusus, kedatangan Raka di sambut oleh seluruh sahabatnya yang telah menunggu kedatangannya, bahkan Daisy dan ketiga wakilnya juga menyambut kedatangan Reinar.
Pelayan yang mengantarkan Raka mengelus dadanya setelah melihat banyak hunter tingkat Jenderal menyambut kedatangan Raja. Sambil berjalan pergi, dia merasa beruntung melakukan tugasnya dengan semestinya dan tak terburu-buru menilai tamu yang dia layani.
Sekali saja tadi dia berbuat kesalahan, mungkin saat ini dia telah kehilangan pekerjaannya.
Seorang wanita mendekati Raka dan langsung memeluk lengannya. “Aku sudah sejak tadi menunggu kedatangan mu...” Ucap Natasya, sosok wanita yang tengah memeluk lengan Raka.
“Sya, bisa tidak kamu melepaskan pelukan mu?... Lihat, banyak orang yang saat ini tengah mengarahkan pandangannya ke arah kita!...” Ucap Raka yang merasa tidak nyaman saat banya orang yang memandang ke arahnya.
__ADS_1
“Kamu tidak perlu mempedulikan mereka!... Kita adalah sepasang kekasih, jadi tidak perlu sungkan untuk menunjukkan kemesraan kita pada orang-orang seperti mereka...” Ucap Natasya yang menolak melepas pelukannya.
Saat ini banyak orang yang iri pada Raka setelah mendengar apa yang baru di ucapkan Natasya. Hanya dengan mengucapkan dua kata “Sepasang kekasih...” dua kata itu telah membuat banyak pria patah hati, terutama mereka yang sudah lama mengincar Natasya.
Selain iri dan patah hati, ada sekelompok orang yang marah melihat kedekatan Natasya dan Raka. Mereka adalah perwakilan dari Guild Tora yang dipimpin langsung oleh wakil ketua Guild mereka.
Oang yang paling marah melihat kedekatan Natasya dengan seorang pria tentunya adalah Hiro, putra ketua Guild Tora yang hari ini ingin mengajukan lamaran pada Natasya.
“Baiklah kalau itu kemauan mu, tapi lebih baik sekarang kita mencari tempat duduk yang nyaman untuk menyaksikan pertunangan kak Amel dengan calon tunangannya!...” Ucap Raka.
“Kita akan duduk di kursi kehormatan yang ada di barisan terdepan...” Ucap Natasya sambil membawa Raka ke tempat duduk mereka.
“Setidaknya di tempat ini aku bisa dengan jelas melihat wajah kak Amel...” Ucap Raka.
Belum juga Raka menikmati kursi nyamannya, sebuah teriakan lantang terdengar dari arah belakangnya, dan teriakan benar-benar mengganggu pendengaran Raka serta Natasya.
“Maaf tuan, jangan membuat keributan di tempat ini!...” Ucap hunter tingkat SSS+ yang menjaga area khusus yang ditempati oleh para tamu khusus.
“Aku tidak akan membuat keributan kalau pria itu menjauh dari calon tunangan tuan ku!...” Ucap seorang pria sambil menunjuk ke arah Raka.
Pria itu adalah anggota Guild Tora, dan Hiro adalah orang yang menyuruhnya untuk membuat keributan. Hiro ingin menegaskan jika Natasya adalah miliknya, dan dia berniat membuat malu pria bertopeng yang saat ini tengah dekat dengan Natasya.
Dia tidak tahu apa-apa tentang pemuda bertopeng yang terlihat begitu dekat dengan Natasya. Karena ketidak tahuannya dan memanfaatkan kekuatan besar Guild milik Ayahnya, Hiro dengan begitu berani membuat keributan di acara besar yang diadakan oleh Ketua Guild Nusantara.
“Tuan, bukannya anda tadi sudah mendengar sendiri dari apa yang diucapkan nona Natasya. Tuan bertopeng itu adalah kekasih nya, dan setau saya baru kali ini nona Natasya memperkenalkan kekasihnya...
Kalau tuan adalah kelompok penggemar nona yang tengah patah hati, aku harap tuan tidak membuat keributan di tempat ini!...” Ucap hunter penjaga mencoba tetap menunjukkan senyumnya.
“Aku adalah anggota Guild Tora, Guild besar dan terkuat ketiga di Jepang, dan tuanku yang merupakan calon tunangan dari nona kalian adalah putra satu-satunya dari ketua Guild Tora. Menghinaku, sama saja kamu telah menghina Guild Tora, dan bisa saja kalian menjadi musuh kami!...” Ucap pria itu sambil mengeluarkan tanda pengenal yang hanya di miliki Guild Tora.
Anggota Guild Nusantara yang melihat tanda yang dimiliki pria itu hanya bersikap biasa-biasa saja. Bagi Guild Nusantara, ancaman dari Guild terkuat di Jepang sekalipun tak akan membuat mereka takut, apa lagi hanya ancaman dari Guild besar peringkat ketiga.
Melihat semua orang diam, pria yang merupakan anggota biasa dari Guild Tora merasa jumawa dan dia menunjukkan sikap arogannya dengan mendorong hunter penjaga yang menghalangi jalannya.
“Cih, hanya sekumpulan orang lemah...” Ucap pria yang terus berjalan ke tempat Raka, tetapi sekali lagi langkahnya terhenti.
“Maaf, kamu lebih baik segera keluar dari tempat ini!...” Dua orang hunter penjaga tingkat SSS+ dengan cepat datang dan langsung menyeret keluar pria yang sudah membuat keributan di acara besar ketua Guild Nusantara.
“Bagus, kalian telah berani berbuat yang tidak sopan pada bawahanku, apa kalian benar-benar ingin bermusuhan dengan Guild Tora?...” Ucap Hiro yang telah berdiri dari kursinya.
Mendengar itu, Natasya ingin membalas ucapan Hiro, tetapi Raka mencegahnya dan membiarkan Hiro melakukan apa yang ingin dia ucapkan. Raka punya keyakinan kalau kesombongan orang itu akan membuatnya hancur.
__ADS_1
“Kami memang tidak ingin bermusuhan dengan Guild Tora, tapi kalau memang harus ada peperangan antara kedua Guild, tentu aku akan mati-matian mempertahankan Guild yang telah aku besarkan besama para sahabat ku...” Ucap acuh Zoya, wakil ketua Guild Nusantara selain Natasya.
Hiro menunjukkan senyum liciknya saat mendengar jawaban Zoya, dan dia merasa mendapatkan angin segar untuk memuluskan rencana yang telah dia susun selama beberapa minggu terakhir.
“Nona Zoya, asalkan nona Natasya menerima lamaran ku, aku bisa memastikan kalau hubungan kedua Guild akan terus terjalin dengan baik, dan Guild Tora juga akan membantu meningkatkan kekuatan hunter Guild Nusantara dengan berlatih langsung dibawah pengawasan hunter tingkat Raja yang kami miliki...” Ucap Hiro mengutarakan keinginannya.
Zoya dan wakil pemimpin yang lainnya sebenarnya sudah tahu apa yang menjadi keinginan Hiro jauh-jauh datang ke Indonesia, dan tentu mereka juga tidak menyetujui apa yang di inginkan Hiro.
Menyerahkan Natasya ke orang luar tentu akan menjadi keputusan yang akan sangat merugikan Guild dan Negara. Memikirkan kerugian yang begitu besar, membuat petinggi Guild Nusantara meyakini ada maksud terselubung dari Hiro yang tiba-tiba mengajukan lamaran pada Natasya.
Raka yang merasa terganggu dengan omong kosong Hiro, dia telah menghilang dari tempatnya dan kini muncul tepat di depan Hiro.
“Aku tidak akan pernah melepaskan wanitaku untuk pria bajing*n sepertimu!... Lebih baik sekarang kamu tutup mulutmu atau pergi dari tempat ini!...” Ucap Raka dengan sorot mata tajam menatap Hiro yang ada di depannya.
Mendengar apa yang diucapkan Raka, seluruh bawahan Hiro berdiri dan menatap kearah Reinar, begitu juga denga wakil ketua Guild Tora yang kedatangannya adalah untuk mewakili ketua Guild nya yang tidak bisa datang untuk mengantar putranya yang akan melamar seorang wanita untuk menjadi istrinya.
Wakil ketua Guild Tora cukup dibuat terkejut oleh ucapan yang keluar dari mulut pria bertopeng yang saat ini berdiri tepat di depan tuan mudanya. Dia tidak tahu asal usul dari pria bertopeng, tetapi dia tahu jika pria itu berani menyinggung tuan muda Guild Tora.
“Kamu membuat keributan di pesta yang bahkan tidak diadakan di negara asal mu, dan lagi kamu mengaku-ngaku sebagai calon tunangan wanita yang bahkan tak pernah menganggap keberadaan mu. Apa yang kamu lakukan justru akan membuat malu Guild milik Ayah mu!...” Ucap Raka mencibir apa yang sudah dilakukan Hiro.
“Kau berani menggurui ku?...”
“Aku berani menggurui mu itu adalah hal yang biasa. Jangankan menggurui, aku bahkan berani memukul mu...” Ucap Raka tegas sambil tersenyum meremehkan.
Saat Hiro dan Raka ingin beradu pukulan, Ayah Natasya tiba-tiba muncul dan menghentikan apa yang akan mereka berdua lakukan.
“Aku punya arena khusus kalau kalian ingin beradu kekuatan...” Ucap Ayah Natasya yang juga merupakan ketua Guild Nusantara.
Hiro tersenyum. “Ayah mertua ternyata mengerti kemauanku, dan setelah aku mengalahkan pria tidak tahu malu itu, aku berharap Ayah mertua segera merestui hubungan ku dengan Natasya...” Ucap Hiro sopan tapi dari lirikan matanya semua orang tau kalau dia tengah berpura-pura.
Semua anggota Guild Nusantara melihat kearah sang ketua Guild mereka, menunggu jawaban yang akan diberikan oleh sang ketua.
Ketua Guild Nusantara tiba-tiba tersenyum. “Aku akan merestui hubungan kalian kalau kamu dapat mengalahkannya, dan pria bertopeng akan mendapatkan putriku kalau berhasil mengalahkan mu...” Ucap ketua Guild Nusantara yang melihat nasib buruk menyertai di setiap langkah yang diambil oleh Hiro.
“Hahahaha... Aku pasti mengalahkannya...” Ucap Hiro penuh keyakinan saat melihat gelang hunter milik Raka yang hanya berwarna hitam polos tanpa corak warna.
Raka hanya diam sambil tersenyum di hatinya. Berkat bantuan sistem dia berhasil menyembunyikan corak warna di gelang hunter miliknya, dan karena sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya, tak ada satu orangpun yang dapat merasakan aura kekuatan Reinar.
“Ingin mengalahkan ku?...” Ucap Raka sambil menunjuk dirinya sendiri lalu dia menggelengkan kepalanya.
“Kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku, yang ada kamu akan menjadi mainan ku...” Kata Raka membatin lalu dia mengikuti Pamannya yang berjalan di depannya.
__ADS_1
***
Bersambung...