
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author... Terimakasih...
***
Setelah berakhirnya pesta pertunangan Amelia dan William, Raka mengajak Natasya pergi meninggalkan tempat diadakannya pesta.
Tentunya Natasya mengikuti Raka, karena mulai malam ini mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih dengan disaksikan hampir seribu orang yang menghadiri pesta.
Mereka berdua pergi ke sebuah taman yang tak terlalu jauh dari gedung tempat diadakannya pesta, sesampainya di taman, Raka dan Natasha duduk di salah satu bangku taman sambil menikmati indahnya langit malam.
Bukannya tanpa alasan Raka mengajak Natasya pergi meninggalkan tempat pesta yang telah usai. Dia sengaja mengajak Natasya karena ada banyak hal yang ingin dia tanyakan padanya.
Saat angin malam terasa semakin dingin, Raka melepas jas yang dia gunakan dan dia menggunakan jas nya untuk menyelimuti tubuh Natasya yang kedinginan.
“Apa kau juga merasa aneh dengan William?...” Ucap Natasya memecah keheningan diantara dirinya dan Raka.
Raka mengangguk. “Wajah pria itu tidak bisa membohongi ku, bahkan aku sering melihat dia mencuri pandang ke arahmu...” Ucap Raka membalas ucapan Natasya.
Natasya tersenyum saat mendengarnya. “Kak Amel sudah jauh-jauh hari mengetahui seberapa buruk sifat William, tapi dia terpaksa menjadi tunangannya karena keluarga William mengancam akan menghancurkan keluargaku kalau kak Amel menolak keinginan William...”
“Mereka tak ada bedanya dengan Hiro dan Guild Tora, lalu kenapa Ayahmu tidak menolaknya dan melawan seperti yang dia lakukan pada Guild Tora?...” Ucap Raka penasaran.
Natasya lebih dulu menyandarkan kepalanya ke lengan Raka sebelum dia menjawab pertanyaannya. “30 hunter tingkat Kaisar, 400 hunter tingkat Raja, serta ribuan hunter tingkat SSS+ bukanlah kekuatan yang bisa dibandingkan dengan Guild Tora yang sangat lemah. Keluarga besar William bahkan bisa menguasai seluruh wilayah Eropa barat dengan kekuatan yang mereka miliki...”
Raka hanya menggeleng, dia tidak menyangka kalau kekuatan kuat di belakang William sangatlah mengerikan. Kekuatan hunter di seluruh Indonesia bahkan tak akan mampu mengalahkan mereka.
Dia mendekap tubuh Natasya lalu untuk pertama kalinya dia berani mencium kening wanita, dan wanita itu adalah Natasya.
“Sekarang kita memang tidak mampu, tapi percayalah tak lama lagi kita pasti bisa membebaskan kak Amel dari cengkraman keluarga William, dan aku akan membuat mereka menyesal karena berani mengancam keluargamu!...” Ucap Raka lembut setelah dia mencium kening Natasya.
“Apa mungkin kita bisa melakukan itu, sedangkan kita hanya punya waktu enam bulan sebelum hari pernikahan mereka?... Meningkatkan kekuatan dalam waktu yang begitu singkat, itu sangat tidak mungkin untuk dilakukan!...” Ucap Natasya meragukan apa yang baru diucapkan Raka.
Raka tersenyum lalu dia mengeluarkan corak warna di gelang hunter nya yang kini telah dipenuhi dengan garis corak berwarna perak, warna yang menandakan kalau Raka adalah seorang hunter tingkat Kaisar.
“Hunter tingkat Kaisar?... Bukannya perkembangan mu terlalu mengerikan?...” Ucap Natasya dengan mata terbuka lebar melihat kekuatan Raka yang sebenarnya.
“Dalam waktu enam bulan aku yakin mampu menjadi hunter tingkat Pahlawan, kalau ada tingkat hunter diatas tingkat Pahlawan, mungkin aku sanggup mencapai tingkatan itu dalam enam bulan...” Balas Raka penuh dengan kepercayaan diri.
Natasya menatap wajak Raka dalam jarak tak lebih dari satu jengkal lalu dia tersenyum saat melihat kesungguhan yang terpancar dari sorot mata pria yang begitu dia cintai.
__ADS_1
“Kalau kamu bisa membebaskan kak Amel, aku akan merelakan Jeni menjadi istri keduamu...” Ucap Natasya bersungguh-sungguh.
“Apa hubungannya masalah ini dengan Jeni?...” Ucap Raka bertanya karena dia kali ini benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran Natasya.
Dia sudah membuka hati untuknya, tetapi ucapannya barusan seolah dia menyuruh dirinya untuk membuka hati untuk wanita lainnya.
“Masalah kak Amel memang tidak ada hubungannya dengan Jeni. Ya anggap saja itu hadiah dariku, dan aku harap kamu tidak mengecewakan kami!...” Ucap Natasya lalu perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajah Raka, dan entah siapa yang memulai, bibir mereka telah menyatu dan saling ******* bibir membuat basah bibir mereka.
“Haaahhh...” Raka dan Natasha menghela nafas panjang saat ciuman panas mereka berakhir.
Dengan wajah sama-sama merona merah, mereka kembali ke gedung tempat diadakannya pesta.
Keenam sahabat Raka masih ada di tempat pesta, begitu juga dengan Daisy dan ketiga wakilnya. Saat melihat kedatangan Raka dan Natasha yang bertingkah sedikit aneh, keenam sahabat Raka saling berbisik satu sama lainnya.
“Lihatlah, apa menurutmu telah terjadi sesuatu diantara mereka?...” Tanya Cindi kepada Gisel.
“Sepertinya, tingkah mereka sangat mencurigakan..." Ucap Gisel.
“Hehehehe... Sepertinya mereka baru melakukan sesuatu yang biasa di lakukan sepasang kekasih...” Ucap Rizka sambil menunjuk jas Raka yang saat ini digunakan Natasya.
“Kamu benar, hehehehe...” Ketiganya sangat puas setelah menyimpulkan apa yang sudah dilakukan Raka dan Natasha tanpa sepengetahuan mereka.
Raka yang melihat mereka bertiga tertawa tidak melakukan apa-apa, karena dia sendiri tidak tahu apa yang telah membuat mereka bertiga tertawa, sementara itu Natasya sedikit malu karena tiga wanita itu tertawa setelah melihat kedatangan dirinya dan Raka.
Raka dan Natasha terus berjalan dan mereka mendekat kearah Amel yang sepertinya tengah menanti kedatangan mereka berdua. Saat mendekati Amel, Raka membuka matanya lebar-lebar untuk mencari keberadaan William, tetapi dia tidak melihat keberadaan pria itu.
Berada di depan Amel, Natasya memisahkan diri dari Raka karena dia di panggil Ayahnya, sedangkan Raka, dia tetap mendekat untuk memangkas jarak antara dirinya dengan Amel.
“Grep...” Tiba-tiba Amel berdiri dari tempat duduknya dan langsung memeluk Raka yang tepat berada di depannya.
“Sepertinya calon istri mu telah menceritakan semua kepada mu, setelah tahu semuanya, aku harap kamu tidak melakukan hal konyol seperti yang tadi kamu lakukan. Keluarga William jauh lebih kuat dari Guild Tora, dan mungkin ini yang terbaik demi keluarga kita!...” Ucap Amel berbisik lalu dia melepaskan pelukannya.
Amel dapat melihat senyum Raka saat menatap wajahnya sesaat setelah dia melepaskan pelukannya.
“Aku tidak sebod*h itu untuk mencari masalah dengan keluarga mereka, tetapi percayalah aku pasti bisa menghancurkan mereka dan membebaskan kak Amel dari cengkraman mereka. Pria bajing*n seperti itu tidak pantas bersanding dengan wanita sebaik kak Amel...” Ucap Raka sambil berlalu pergi meninggalkan Amel yang masih diam mematung di tempatnya.
Tiba-tiba Amel tersenyum. “Pantas saja Natasya tergila-gila padanya. Ucapannya terdengar begitu menyakinkan, seperti aku tidak bisa untuk tidak mempercayainya...” Gumam Amel lalu dia kembali duduk di tempat duduknya.
***
Di hotel mewah yang ada di tengah-tengah Ibukota.
__ADS_1
“Brak!...” Hiro menggebrak meja besar yang ada di kamar tempatnya menginap.
“Pria bertopeng sialan!... Dia telah merusak semua rencana yang telah aku susun...” Teriak Hiro melampiaskan kekesalan pada sosok pria bertopeng yang telah mempermalukannya di hadapan banyak orang.
Hiro lalu melihat wakil ketua Guild Tora yang merupakan orang kepercayaan Ayahnya. “Paman, apa kamu sudah menyelidiki identitas asli dari pria itu?...”
Orang yang Hiro panggil Paman mengangguk. “Dia bagian dari Guild Silver Mask, Guild tingkat menengah yang akhir-akhir ini sering membuat gempar seluruh Guild di negara ini...
Guild Silver Mask belum lama ini berdiri dan mereka telah memiliki 10 hunter tingkat Jenderal dan ada yang mengatakan kalau mereka telah memiliki seorang hunter tingkat Raja, dan mereka hanya perlu menambah anggota untuk dapat dipromosikan menjadi Guild besar...”
“Cih, apa cuma itu yang Paman dapatkan?...”
“Identitas seluruh anggota Guild Silver Mask sangatlah misterius, dan ada rumor yang beredar kalau Guild Silver Mask sebenarnya hanyalah Guild cabang dari Guild besar yang ada di negara lain, dan karena itu saat ini tak ada yang berani menyinggung Guild Silver Mask...”
“Rumor belum tentu benar, dan bisa saja mereka hanya Guild biasa dengan anggota yang memiliki kekuatan lebih...”
“Tapi melihat Guild Silver Mask menjadi tamu khusus di pesta yang diadakan ketua Guild Nusantara, saya merasa rumor itu bukan sekedar rumor, dan bisa jadi rumor itu benar adanya...”
“Sial... Sial... Sial... Sepertinya kita harus bekerjasama dengan keluarga William itu agar orang tua bodoh itu mau menyerahkan putrinya padaku!...”
“Kebetulan saya sudah menyiapkan sesuatu yang akan membuat mereka tertarik bekerjasama dengan kita...”
Mendengar itu rasa kesal hiro sedikit berkurang dan kini dapat kembali tersenyum dengan lebar.
“Apapun yang aku inginkan akan selalu aku dapatkan, Hahahahaha...” Hiro tertawa senang akan rencananya yang tak sepenuhnya gagal.
***
Di rumah Raka.
Setelah dia pulang dari pesta pertunangan Amel, Raka langsung masuk kedalam rumah dan mengganti pakaiannya.
Merasa jenuh berada di dalam rumah, Raka memilih pergi ke halaman belakang rumahnya untuk menghirup udara malam.
Setelah cukup lama menghirup udara malam, mata Raka dengan teliti mengamati area sekitarnya, lalu tak lama dia menatap ke satu arah dengan sorot mata tajamnya. “Mau sampai kapan kamu bersembunyi?... Keluar dan selesaikan apa yang menjadi tujuan mu!...” Ucap Raka.
“Ternyata kamu juga seorang hunter. Ini akan sedikit menarik, setidaknya hibur aku dengan kemampuan mu!...” Ucap seorang pria bertopeng hitam yang muncul tak jauh dari tempat Reinar yang masih duduk dengan santai.
“Hunter tingkat Jenderal ya!... Aku harap kamu tidak langsung tumbang setelah menerima pukulan ku...” Raka menyeringai lalu dia menghilang dari tempatnya duduk.
***
__ADS_1
Bersambung...