
“Boomm...”
Dua tinju saling beradu tapi pria bertopeng hitam lebih banyak mendapat kerugian saat seluruh tulang di jari tangannya patah.
“Sialan!... Sekuat apa bocah itu?...” Ucap pria bertopeng hitam dalam hati sambil melompat mundur menjauhi Raka yang hanya tersenyum melihat ke arahnya.
“Dari hawa membunuh yang kamu arahkan pada ku, itu sudah membuktikan kalau kamu mengincar nyawaku, tetapi aku yakin kamu tidak punya informasi lengkap tentang diriku. Kalau kau pintar, aku sarankan untuk tidak lagi mencari masalah dengan ku!...” Ucap Raka lalu dia masuk kedalam rumahnya meninggalkan pria bertopeng yang masih berdiam diri di tempatnya.
“Bocah itu, di tak sesederhana penampilannya. Aku bukan tandingannya, dia kuat, mungkin kekuatannya sudah setingkat dengan hunter tingkat Raja...” Pria bertopeng hitam menghilang dari tempatnya setelah merasakan kekuatan Raka yang tak mungkin dapat dia lawan.
Di dalam rumahnya Raka tersenyum saat merasakan aura pria bertopeng hitam yang telah menghilang. “Andai saja tidak ada hukum yang melarang untuk saling membunuh sesama hunter, dengan senang hati aku akan membunuhnya...” Ucap Raka lalu dia mengistirahatkan tubuhnya yang sedikit kelelahan.
Setelah Raka tertidur di kamarnya, dari kekosongan tiba-tiba muncul dua sosok yang menatap Raka dengan hormat lalu mereka seketika menghilang saat Natasya datang dan langsung ikut merebahkan diri di sisi Raka.
°°°
Markas tersembunyi Organisasi Topeng Hitam.
“Bagaimana bisa gagal?...” Ucap pria tua melihat pria bertopeng yang dia tugaskan untuk membunuh Raka.
Pria bertopeng menjelaskan apa yang telah terjadi saat dia ingin menghabisi orang yang menjadi targetnya. Semua kejadian dia ceritakan secara detail, dia juga menunjukkan luka di tangan kanannya.
Pria tua terdian saat mendengar penjelasan pria bertopeng, dia juga melihat luka di tangan orang yang merupakan satu dari lima orang yang sangat dia percayai. Luka itu menunjukkan sekuat apa orang yang beradu pukulan dengannya.
“Saya tidak akan percaya kalau bocah itu kuat jika bukan saya sendiri yang merasakan kekuatannya. Menurut saya, dia memiliki kekuatan yang dapat di setarakan dengan hunter tingkat Raja...” Ucap pria bertopeng sambil menundukkan kepalanya.
“Hahahaha... Menarik, ini sangat menarik. Akan sangat mengecewakan kalau putra mereka tidak sekuat kedua orangtuanya. Mereka berpura-pura mengganti identitas bocah itu sebagai anak angkat, tetapi aku tahu kalau kebenarannya bocah itu adalah anak kandung mereka...” Ucap pria tua sambil melihat sosok dua pria bertopeng lainnya.
Pria tua itu tidak mengucapkan apapun. Dia hanya mengangguk lalu dua pria bertopeng menghilang dari ruang kerjanya.
“Pulihkan lukamu dan susul mereka!... Dengan tiga hunter tingkat Jenderal aku rasa itu sudah cukup untuk memusnahkannya, walau dia sekuat hunter tingkat Raja...” Ucap pria tuan sambil memejamkan matanya.
“Baik tuan..." Balas pria bertopeng lalu dia menghilang dari tempatnya semula berdiri.
“Kalau mereka gagal, terpaksa aku akan mengirim mereka!...” Ucap pria tua menyeringai lebar.
°°°
Di pagi hari, rumah Raka.
Raka sudah selesai berganti pakaian saat Natasya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan seragam hunter yang menjadi ciri khusus Guild Nusantara.
Dengan menggunakan seragam sekolah hari ini Raka akan kembali masuk ke sekolah setelah sekian lama dia tidak bersekolah. Sementara Natasya, dia akan kembali bekerja di markas Guild Nusantara yang tak jauh dari rumah Raka.
Karena arah yang mereka tuju berlawanan, mereka berpisah setelah pergi meninggalkan rumah.
Di tengah perjalanan Raka bertemu dengan Rizka yang mulai hari ini akan bersekolah di tempat yang sama dengannya. Bukan hanya Rizka, tapi seluruh anggota Guild Silver Mask mulai hari ini akan bersekolah di tempat yang sama.
Anggota baru Guild Silver Mask juga merupakan orang buangan selayaknya Raka dan kelima sahabatnya. Selama ini mereka menjadi hunter bebas yang sulit untuk berkembang, tetapi setelah beberapa hari mereka bergabung dengan Guild Silver Mask, perkembangan mereka bisa di katakan jauh lebih baik dari hunter yang ada di akademi.
Selama beberapa hari ini mereka melakukan perburuan di wilayah hutan seperti yang di sarankan Raka, dan hasilnya tidak mengecewakan. Dari puluhan anggota baru, yang terlemah dari mereka adalah hunter tingkat B, dan ada lima orang yang telah menjadi hunter tingkat A.
__ADS_1
Dengan kekuatan yang dimiliki para anggotanya, Guild Silver Mask kini menjadi Guild menengah terkuat di seluruh Indonesia, dan sewaktu-waktu bisa menjadi Guild besar andai saja Guild Silver Mask memiliki lebih dari 1.000 anggota.
Sampai di sekolah, Raka masih mendapati pandangan sinis dari beberapa murid, tetapi dia mengabaikannya.
Raka langsung menuju ke kelasnya, sementara itu Rizka harus menemui Daisy untuk menanyakan kelas yang akan dia tempati.
Sebelum bel tanda pelajaran dimulai berbunyi, Pak Baskoro selaku guru olahraga memasuki kelas Raka bersama Rizka yang mengikuti di belakangnya.
Rizka berada dalam satu kelas dengan Raka dan kelima sahabatnya yang lain, dan karena jam pelajaran pertama di kelas Raka adalah pelajaran olahraga, semua murid di kelas itu segera berganti dengan seragam olahraga dan berjalan menuju lapangan.
Sampai di lapangan Raka dan yang lainnya dikejutkan dengan kehadiran lima orang hunter dari Akademi Garuda. Dari lima orang hunter yang berasal dari Akademi Garuda, ada dua hunter yang memakai pakaian seragam olahraga sama persis dengan yang dipakai oleh Raka dan teman satu kelasnya.
Dua orang itu adalah Helen dan Nathan, entah ada angin apa tiba-tiba pihak Akademi Garuda mengirim mereka untuk menjadi bagian dari sekolah biasa yang di dalamnya hanya ada manusia biasa, dan lagi mereka akan berada satu kelas dengan Raka.
Banyak murid yang senang dengan hadirnya dua hunter jenius dari Akademi Garuda di kelas mereka, tetapi ada juga yang bersikap biasa saja saat melihat keberadaan mereka berdua.
“Manusia suci diantara manusia biasa. Jangan terlalu dekat dengan kami nanti kulitmu gatal-gatal!...” Ucap Raka lalu dia sedikit mengambil jarak dari Helen dan Nathan yang mengambil tempat barisan terlalu dekat dengannya.
Helen hanya menunduk dengan menahan rasa sakit di dadanya, sedangkan Nathan dia hanya bisa mengepalkan tangannya erat-erat saat mendengar ucapan Raka.
“Kau sudah salah paham!...” Ucap Nathan yang sedikit pun tidak dianggap oleh Raka yang justru tengah asik melakukan pemanasan dengan kelima sahabatnya.
“Semua sudah terlambat!... Dia bukan Raka yang akan selalu memaafkan kesalahan kalian dan tersenyum setelahnya. Dia mungkin tetap menganggap kalian sahabat, tapi dia tidak menempatkan dirinya sebagai sahabat kalian...” Ucap Rizka yang sejenak berhenti di dekat Helen lalu dia kembali melangkahkan kakinya kearah Raka dan para sahabat barunya.
“Apa kita tidak bisa bersama seperti dulu?...” Ucap Helen yang dapat di dengar oleh Rizka.
Rizka berhenti dan melihat kearah Helen yang juga tengah melihat kearahnya. “Aku mungkin masih bisa, tetapi tidak dengannya!...” Balas Rizka sambil tersenyum dan setelahnya dia benar-benar mengabaikan Helen.
Setelah bergabungnya Helen dan Nathan, pelajaran olahraga berjalan seperti biasanya. Kekuatan hunter tidak bisa digunakan, dan di sini terlihat dengan jelas betapa lemahnya fisik seorang hunter, yang biasanya menggunakan Mana untuk memperkuat fisik mereka.
Semua orang kini mulai sadar kalau hunter jugalah manusia biasa. Mereka bukanlah makhluk sempurna, hunter juga memiliki kelemahan, dan kini mereka tahu apa kelemahan mereka.
Selesai jam olahraga, pelajaran selanjutnya berjalan berjalan lancar sampai berakhirnya jam sekolah. Raka langsung keluar kelas begitu jam sekolah berakhir, dia buru-buru pergi karena tidak ingin terlalu lama berada di dalam kelas yang tidak kondusif.
Keberadaan Helen dan Nathan di dalan kelasnya membuat banya murid semakin menatap sinis ke arahnya, terutama saat mereka mengingat apa yang diucapkan Helen saat berada di aula sekolah.
Setelah berjalan meninggalkan sekolah, langkah kakinya membawa Raka ke tempat yang dipenuhi banyak orang walau hari sudah siang.
“Pasar?...” Ucap Raka yang baru sadar dimana dia berada.
“Kebanyakan melamun membuatku salah memilih arah...” Gumam Raka yang sebelumnya merasa telah mengambil jalan menuju rumahnya.
Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal Raka memutar arah bermaksud untuk melanjutkan perjalanan menuju rumahnya. Belum juga berbalik arah dengan sempurna, tiba-tiba muncul portal dan dari dalamnya keluar monster dengan tinggi lebih dari sepuluh meter.
Monster itu muncul dan mengamuk di tengah-tengah keramaian pasar, dan kali ini jatuhnya korban tak dapat di hindari. Puluhan orang mati terinjak kaki monster yang begitu besar, dan puluhan lainnya mati karena tak kuat menahan aura panas yang dikeluarkan oleh monster yang tengah mengamuk.
Nama : Fire Golem
Level : 680
HP : 25.000.000/25.000.000
__ADS_1
MP : 50.000/50.000
Dengan kecepatannya, Raka berhasil menyelamatkan banyak orang, tetapi dia tetap tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya saat melihat banyaknya manusia biasa yang menjadi korban amukan monster.
Puluhan hunter yang datang segera membantu Raka menyelamatkan beberapa orang yang masih terjebak di jangkauan serangan Fire Golem yang tak lagi memancarkan aura kuat dari tubuhnya.
Melihat banyaknya hunter yang datang Raka segera pergi ke tempat tersembunyi untuk mengganti pakaiannya. Setelah memakai armor dan seragam Guild Silver Mask, Raka kembali keluar dan langsung memukul kepala Fire Golem dengan tangan kosong.
Munculnya hunter bertopeng silver dengan kekuatan yang cukup mengerikan membuat banyak hunter bernafas lega. Guild Silver Mask terkenal akan kekuatan anggota mereka, dan melihat yang datang adalah anggota Guild Silver Mask berjubah, mereka semakin yakin kalau itu adalah salah satu hunter tingkat Jenderal yang dimiliki Guild Silver Mask.
Satu pukulan Raka mengurangi 2% HP yang dimiliki Fire Golem. Walau hanya 2%, itu sudah sangat banyak untuk sebuah serangan tangan kosong.
“Kekuatan hunter dari Guild Silver Mask memang tidak bisa di remehkan. Satu serangan tangan kosongnya sanggup memberikan damage sebanyak 250.000, itu bahkan jauh lebih banyak kalau aku bandingkan dengan serangan terkuat ku...” Ucap hunter yang memiliki skill untuk mengidentifikasi kekuatan monster yang muncul di depannya.
“Jangan hanya diam!... Kalian semua cepat ungsikan seluruh orang yang masih berada dalam radius satu kilometer dari tempat ini!...” Teriak Raka yang kali ini telah mengeluarkan salah satu pedagang.
“Ba...baik...” Puluhan hunter yang rata-rata hanya hunter tingkat S kebawah segera menuruti perintah Raka, mereka sadar kalau kekuatan mereka hanya akan menghambat Raka kalau tetap memaksakan diri melawan Fire Golem.
Dua hunter tingkat Jenderal dari Guild Nusantara datang membantu Raka. Dengan bantuan dua hunter tingkat Jenderal membuat HP Fire Golem dengan cepat terpangkas, tetapi bencana terjadi saat HP Fire Golem hanya menyisakan 10%. Secara tiba-tiba tubuh Fire Golem memancarkan cahaya hitam kemerahan.
“Gawat...” Teriak Raka lalu dia menarik dua hunter dari Guild Nusantara untuk menjauhi Fire Golem yang memasuki mode Berserk.
“Boommm...” Aura yang sangat kuat memancar keluar dari tubuh Fire Golem yang telah memasuki mode Berserk.
Nama : Fire Golem
Level : 780
HP : 2.500.000/25.000.000
MP : 1.000.000/1.000.000
[Tuan, Fire Golem akan meledakkan dirinya sebagai usaha terakhir untuk mengalahkan musuhnya. Dengan jumlah Mana Point yang dimilikinya, dia dapat menghancurkan area seluas 100 kilometer...]
Tubuh Raka tiba-tiba bergetar mendengar informasi dari sistem.
“Kalian berdua cepat pergi menjauh dari tempat ini!... Monster itu akan segera meledakkan dirinya!...” Teriak Raka.
Semua hunter yang mendengar teriakan Raka segera pergi menjauh, sementara mereka pergi, Raka sibuk mencari Skill atau Teknik yang akan berguna untuk menghalangi daya hancur dari ledakan tubuh Fire Golem.
Raka menemukan satu Skill yang sangat berguna, tapi Skill itu akan menyerap seluruh Mana miliknya. Kehabisan mana membuat seorang hunter akan kehilangan kesadarannya, dan hal yang lebih buruk bisa terjadi kalau hunter yang kehabisan Mana tidak segera mendapatkan pertolongan.
“Aku tidak ada pilihan lain, lebih baik aku melakukan ini!...”
“Ice Dome...”
BOOOMM...
°°°
Bersambung...
__ADS_1
HP author udah agak kurang sehat jadi gak bisa dipaksa banyak ngetik, maklum udah 5 tahun belum ganti, hehehehe. Moga akhir bulan ada rejeki lebih buat upgrade HP, amin 😊