
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author... Terimakasih...
***
Pesta sejenak tertunda, dan tamu undangan banyak yang menuju sebuah arena besar yang berada di bagian lantai bawah tanah di gedung tempat berlangsungnya pesta.
Sementara itu di atas arena pertarungan Raka dan Hiro sudah bersiap di posisi mereka. Hiro mengeluarkan aura kekuatannya dan memamerkan kekuatannya pada semua orang.
“Hunter tingkat Raja?... Berani menyinggung seorang putra dari ketua Guild besar di negara terkuat ketiga di dunia, pria bertopeng itu hanya akan menemui kematian yang sangat memalukan...”
“Topeng perak yang dia gunakan, apa dia bagian dari Guild Silver Mask?... Guild menengah yang namanya terus melambung tinggi setelah di dalam Guild itu memiliki lebih dari 10 hunter tingkat Jenderal...”
“Cih, kalaupun dia bagian dari Guild Silver Mask, pastinya dia adalah anggota terlemah, atau mungkin dia hanyalah anggota yang bertugas bersih-bersih markas mereka...”
Banyak hunter dari Akademi atau Guild lain meremehkan Raka yang tak sedikitpun mengeluarkan aura seorang hunter, bahkan gelang hunter Raka yang hanya berwarna hitam polos, membuat mereka yakin kalau Raka hanyalah seorang sampah di Guild nya.
Raka sendiri hanya tersenyum di balik topengnya saat mendengar cacian dan hinaan yang ditujukan kepadanya. Di sisi lain, Hiro semakin percaya diri dapat mengalahkan lawannya dalam sekali serang.
[Misi Khusus > Kalahkan Hiro] [Sangat Mudah]
[Hadiah > Mendapatkan Dua Malaikat Penjaga [Level ????], Level Up [10x], Natasya Seutuhnya Akan Menjadi Milik Tuan]
Mendengar pemberitahuan adanya misi khusus dari sistem membuat senyum lebar menghiasi wajah Raka yang tertutup topeng. Kini dia punya alasan lebih untuk mengalahkan Hiro, tetapi dia ingin lebih dulu bermain-main dengannya.
“Hadiah yang sangat menggiurkan, dengan tambahan 10 level, setidaknya aku hanya butuh 15 level lagi untuk dapat dipromosikan menjadi hunter tingkat Pahlawan...” Ucap Raka membatin.
Saat Raka tengah bahagia melihat hadiah yang akan dia terima, Hiro tiba-tiba muncul di depannya dan melakukan serangan cepat ke arahnya. Namun serangan itu berhasil di hindari Raka hanya dengan sedikit menggeser tubuhnya ke samping.
Tak hanya menghindar, tetapi dengan gerakan yang tak bisa terlihat oleh mata, Raka berhasil mendaratkan sebuah pukulan tepat ke bagian dada Hiro.
Hiro tidak sempat menghindari serangan Raka, dan akibatnya dia terpental dengan rasa nyeri di bagian dadanya.
“Armor yang cukup kuat, tanpa armor yang kamu gunakan mungkin saat ini kamu sudah jatuh tak sadarkan diri...” Ucap Raka mencibir.
Mendengar apa yang diucapkan Raka, membuat Hiro semakin marah, tetapi kini dia sadar kalau lawannya tak selemah yang dia pikirkan.
Banyak orang yang sebelumnya mencaci dan menghina Raka, kini mereka juga mulai sadar kalau Raka bukanlah seorang sampah yang bisa mereka rendahkan sesuka mereka.
__ADS_1
“Satu serangan sudah cukup berdampak bagimu, tpi aku masih bisa melakukan serangan lainnya yang lebih baik dari sebelumnya...” Ucap Raka degan santai.
Raka langsung berlari kearah Hiro dan dia melakukan serangan dengan melakukan dua tendangan beruntun yang mengarah pada tubuh Hiro.
Satu tendangan dapat di hindari oleh Hiro, tapi satu tendangan gagal dia hindari dan sekali lagi serangan Raka membuatnya terpental dengan rasa sakit yang berlipat ganda.
Melihat tuan muda yang harus dia jaga terkena dua serangan yang bahkan sulit untuk dia lihat, wakil ketua Guild Tora mengeratkan genggaman tangannya dengan aura membunuh hunter tingkat Raja yang sedikit keluar dari tubuhnya.
“Berani melukai tuan muda, orang itu harus mati!...” Ucap wakil ketua Guild Tora membatin.
Hiro yang sempat terjatuh segera bangkit dengan sebuah pedang yang sudah dia genggam erat di tangan kanannya.
Dengan pedang di tangannya, Hiro melakukan serangan dengan gerakan yang sangat cepat sambil mengeluarkan teknik pedangnya. Mendapat serangan bertubi-tubi dari Hiro, Rak mencoba terus menghindar sambil menyiapkan sebuah serangan balasan.
Raka mengalirkan mana ke telapak tangannya, dan dengan tangan yang sudah terselimuti aliran mana Raka menangkap pedang Hiro lalu mematahkannya dalam satu kali gerakan.
“Jangan berharap pedang mainan mu dapat melukai ku!...” Ucap Raka lalu dia melempar patahan pedang Hiro yang ada di genggaman tangannya.
Raka masih bersikap tenang disaat banyak orang ternganga dengan apa yang baru dia tunjukkan ke mereka. Menangkap dan mematahkan sebuah pedang yang begitu tajam hanya dengan tangan kosong, orang bod*h mana yang akan melakukan hal gila seperti yang dilakukan Raka?...
“Lebih baik kau mati!...” Teriak Hiro sambil melemparkan dua bola energi dengan aliran petir kearah Raka.
Semua orang berdiri dari tempat duduk mereka saat melihat Raka yang dengan mudahnya menghentikan serangan Hiro, serangan Hiro bukanlah serangan yang biasa-biasa saja, setidaknya dengan serangan itu dia mampu melenyapkan monster tingkat SSS+ dalam satu kali serangan.
Wakil ketua Guild Tora juga berdiri dari tempatnya, dan kini dia merasa jika tuan mudanya telah menyinggung orang yang salah.
“Sekarang giliran ku!...” Ucap Raka disaat banyak orang masih terkejut dengan apa yang baru dia lakukan.
Raka mengangkat tangannya dan mengarahkan tinjunya kearah Hiro yang hanya berjarak sepuluh langkah darinya. Dengan gerakan yang sangat cepat, Raka berhasil mendaratkan semua serangannya dan membuat Hiro terpental keluar dari arena. Kemenangan sepenuhnya menjadi milik Raka saat Hiro keluar dari arena dengan luka yang hanya membuatnya tak sadarkan diri.
Saat Raka ingin mengangkat tangan dan menetapkan dirinya sebagai pemenang, suara orang tua yang dia dengar membuat dirinya menghentikan apa yang akan dia lakukan.
“Berani melukai tuan muda Guild Tora, apa kau sudah tahu konsekuensinya?...”
Wakil ketua Guild Tora muncul di atas arena tak jauh dari tempat Raka berdiri dengan begitu santai.
“Luka itu tidak akan membunuhnya, dan dalam satu atau dua hari dia juga akan sembuh. Ini pertarungan, pastinya akan ada yang terluka. Kalau sejak awal tuan melarang dia bertarung, tentunya dia tidak akan terluka...” Ucap Raka yang mencoba bersikap sopan pada orang yang lebih tua darinya.
Raka tetap terlihat tenang walau tengah dihadapkan pada seorang wakil ketua Guild Tora, Guild terkuat ketiga di Jepang yang telah memiliki cabang Guild di lima negara yang ada di Asia Tenggara.
__ADS_1
“Aku pastikan kamu akan menyesalinya!...” Ucap wakil ketua Guild Tora lalu dia turun dari arena dan melihat keadaan Hiro yang sudah sadar.
Setelah memastikan tidak adanya luka serius pada tuan mudanya, wakil ketua Guild Tora meninggalkan tempat pesta tanpa mempedulikan tuan rumah pesta yang tengah menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.
Begitu rombongan Guild Tora pergi, Raka pun turun dari arena setelah menyatakan dirinya sebagai pemenang. Semua temannya berbondong-bondong mendatanginya dan memberikan selamat termasuk Daisy dan ketiga wakilnya.
Dari kejauhan Raka bisa melihat Pamannya tersenyum saat pandangan mata mereka bertemu. Detik berikutnya jiwa remaja Raka tiba-tiba bangkit saat Natasya kembali memeluk lengannya, dan kembali membuat lengannya terhimpit oleh dua gunung yang cukup besar.
[Tuan telah menyelesaikan misi tersembunyi...]
[Hadiah sudah di tambahkan ke status tuan, dan untuk dua malaikat penjaga, tuan bisa memanggil mereka kapanpun tuan menginginkannya. Mereka juga akan muncul dengan sendirinya di saat ada bahaya yang mendekti tuan...]
[Selamat, tuan telah mendapatkan wanita yang selamanya hanya akan menjadi milik tuan. Mulai detik ini, apapun yang tuan ingin lakukan pada nona Natasya, dia tidak akan menolaknya, termasuk kalau tuan menginginkan seorang keturunan...]
“Entah kenapa hadiah yang terakhir terasa seperti aku tengah memperbudak Natasya...” Ucap Raka membatin sambil mengikuti orang-orang yang kembali ketempat diadakannya pesta.
Pesta pun di lanjutkan setelah seluruh tamu kembali ketempat mereka masing-masing.
Acara puncak di pesta yang diadakan ketua Guild Nusantara segera di mulai saat sepasang kekasih yang begitu serasi memasuki rungan pesta.
[Mendeteksi niat buruk...]
[William Henrycus, pria bermuka dua yang sering memainkan hati para wanita. Dia hanya mencintai tubuh wanita yang masih belum pernah tersentuh, dan saat dia telah mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan terus melakukannya sampai bosan...
Setelah bosan dia akan pergi meninggalkan wanita itu. Dia tidak pernah takut pada siapapun karen ada kekuatan besar yang ada di belakangnya...]
“Seorang bajing*n ingin menghancurkan kakak ku?... Sebesar apapun kekuatan yang ada di belakang mu, berani berbuat buruk pada kakak ku, hanya hal buruk yang akan menimpa mu!...” Ucap Akira membatin sambil menatap pria yang terlihat begitu polos dengan senyum ramah yang dia tunjukkan.
[Misi Khusus > Lindungi Nona Amel]
[Hadiah > [?] Hadiah akan terbuka saat tuan menyelesaikan misi. Tuan tenang saja, hadiah dari sistem tidak akan pernah mengecewakan tun...]
Bibir Raka melengkung di balik topengnya. “Sekalipun tidak ada misi khusus, aku akan tetap melindunginya!...” Raka melihat Amel melambaikan tangan ke arahnya saat tatapan mata mereka saling bertemu.
Amel tahu semua tentang Raka, dia tentunya tahu semua itu dari adiknya, dan juga Rak yakin jika Amel tak akan pernah membocorkan identitasnya.
Raka tersenyum dan membalas lambaian tangan Amel. “Yakinlah, aku akan menjagamu!...”
***
__ADS_1
Bersambung...