
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author... Terimakasih...
***
Semua mata dibuat tidak percaya saat melihat Goblin King yang kekuatannya hampir menyamai seorang hunter tingkat Kaisar hanya di jadikan mainan oleh dua hunter yang melawannya.
Kekuatan Raka yang begitu misterius serta kekuatan Natasya yang tinggal setengah jalan untuk menjadikannya hunter tingkat Kaisar, tentu dengan kekuatan mereka sudah lebih dari cukup untuk membunuh Goblin King yang belum berevolusi menjadi Goblin Lord.
Raka mengayunkan kedua pedangnya dan berhasil memotong seluruh tangan dan kaki yang dimiliki oleh Goblin King, dan serangan terakhir dilakukan Natasya dengan memenggal kepala Goblin King dengan pedangnya yang sangat tajam.
“Boomm...” Tubuh Goblin King terjatuh dengan anggota tubuh tercerai-berai.
Kematian Goblin King menjadi akhir dari invasi yang di lakukan Goblin, dan tak lama portal tempat munculnya sekawanan Goblin lenyap setelah kematian Goblin King.
Melihat lenyapnya portal, seluruh hunter yang sudah kelelahan setelah berjam-jam bertarung bersorak atas kemenangan yang baru mereka dapatkan.
Ramainya hunter yang bersorak membuat mereka tak menyadari kepergian dua orang yang menjadi penentu kemenangan, bahkan mereka tak menyadari kepergian beberapa Guild berpengaruh, termasuk perginya seluruh anggota dan petinggi Guild Silver Mask.
Raka telah sampai di rumahnya bersama Natasya yang terbang bersebelahan dengannya.
Mereka berdua buru-buru pergi untuk menghindari para pencari berita yang akan mengerumuni mereka kalau saja mereka terlambat pergi.
“Akan sangat merepotkan kalau sampai berurusan dengan mereka...” Ucap Natasya merebahkan dirinya di sofa sambil melihat berita di TV yang masih menyoroti munculnya ratusan ribu Goblin di pelabuhan.
Raka yang baru membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, dia duduk di bagian sofa lainnya dan mendengar apa yang baru diucapkan Natasya. Raka setuju dengan apa yang diucapkan Natasya setelah melihat banyaknya pencari berita yang saat ini tengah mencari keberadaan mereka berdua.
Raka bukan tipe orang yang menyukai ketenaran, karena itu dia merasa beruntung telah pergi sebelum para pencari berita menemui keberadaan mereka.
Menikmati waktu santai, Raka dan Natasha menikmatinya dengan menikmati acara TV. Sesekali Natasya melirik Raka sambil mencoba melihat kekuatan Raka, tetapi usahanya percuma karena dia sama sekali tidak bisa melihat kekuatan Raka yang sekarang.
Natasya tak ingin bertanya pada Raka tentang kekuatannya. Menurutnya, seseorang berhak memiliki rahasianya sendiri.
“Aku bosan!...” Ucap Natasya sambil berteriak.
Raka melihat Natasya. “Sya, apa kamu tidak ingin mempersiapkan sesuatu untuk pesta pertunangan kakak mu?...”
“Semua persiapan sudah selesai. Ah iya aku punya ide, bagaimana kalau sekarang kita berbelanja?... Setidaknya kamu harus tampil menawan saat menghadiri pesta pertunangan kakak...”
Raka setuju dengan ide Natasya. Menghadiri pesta besar kalangan atas, tentu dia harus memiliki penampilan setara dengan mereka. Uang bukan lagi sebuah masalah bagi Raka. Tanpa mengambil uang dari inventori, kekayaan yang dimiliki Raka sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya sebagai salah satu hunter tersukses yang ada di Indonesia.
Lima belas menit berlalu terlihat Raka dan Natasha telah bersiap pergi berbelanja. Natasya sengaja memanggil supir pribadinya karena dia dan Raka akan berbelanja cukup banyak barang.
“Hei, apa kamu tidak ingin segera bertunangan dengan ku?... Kalau kamu mau, kita bisa melakukannya bersamaan dengan pesta pertunangan kakak...” Ucap Natasya yang sudah duduk di dalam mobil sambil menatap Raka yang duduk di sampingnya.
Raka menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. “Untuk apa terburu-buru, lebih baik kita melakukan itu setelah kelulusan...” Ucap Raka sambil mengelus rambut panjang milik Natasya.
__ADS_1
Sebuah ciuman tidak bisa membuat Raka mengabaikan lagi keberadaan Natasya di kehidupannya. Dia dan Natasya sudah dekat sejak kecil, jadi tak masalah kalau dia ingin menjalin hubungan lebih dengan Natasya.
Walaupun dia tidak tahu apa dirinya bisa menikahi Natasya yang merupakan putri dari Pamannya, setidaknya dia akan bertanggungjawab atas apa yang sudah dia dapatkan.
“Dua tahun lagi ya?... Itu bukan waktu yang lama...” Ucap Natasya yang segera memakai maskernya karena mereka telah sampai di mall yang menjadi tujuan mereka.
Raka tersenyum kecut mendengar ucapan Natasya. “Kenapa dia terlihat begitu terburu-buru?... Apa dia sudah tidak sabar melakukan itu?...” Ucap Raka membatin lalu dia memukul kepalanya sendiri bermaksud menghilangkan pikiran kotornya.
“Mengapa tiba-tiba tempat ini dipenuhi banyak hunter?... Dan sepertinya mereka bukan hunter yang berasal dari Indonesia!...” Ucap Raka saat keluar dari mobil dan melihat puluhan hunter yang melakukan pemeriksaan pada orang-orang yang ingin memasuki mall.
“Orang tidak tau diri itu sepertinya berada di tempat ini...” Ucap Natasya lalu dia menggunakan Skill Teleportasi nya untuk membawa Raka masuk kedalam mall tanpa harus melewati pemeriksaan.
Raka tidak terkejut dengan Skill Teleportasi, karena dia sendiri tahu keberadaan Skill itu dan di toko sistem banyak di jual berbagai jenis Skill Teleportasi.
Raka justru tertarik dengan identitas orang tak tau diri yang dimaksud oleh Natasya. “Sya, siap yang kamu maksud dengan orang tak tau diri?...”
“Oh dia, orang itu Akihiro Eiji, putra Akira Eiji ketua Guild Tora [Harimau], Guild nomor tiga terbesar dan terkuat di Jepang. Orang itu juga yang malam nanti akan menjadi lawan mu...” Ucap Natasya sambil memeluk lengan Raka.
Raka mengangguk. “Sekuat apa orang itu?...” Ucap Raka penasaran.
“Dia hanya hunter tingkat Jenderal, tetapi karena Ayahnya merupakan hunter tingkat Kaisar, dia berani memaksa Ayah untuk menyetujui lamaran yang dia tujukan padaku...”
“Apa Paman menyetujuinya?...”
Natasya menggelengkan kepalanya. “Jangankan menyetujui, bahkan Ayah tak sedikitpun takut dengan orang itu, tetapi Ayah mengizinkan dia mengajukan lamaran dan bersaing dengan orng yang sudah aku pilih menjadi pendamping hidupku...” Ucap Natasya menjawab pertanyaan Raka.
Di sisi lain mall.
Hiro dan puluhan pengawalnya tengah menikmati makan siang mereka di salah satu restoran. Restoran tempat nya makan terasa menjadi miliknya sendiri karena tak ada pelanggan lain selain dirinya dan para pengawalnya.
Restoran itu bukan miliknya atau di sewa oleh Hiro. Restoran itu adalah milik pengelola mall, tetapi setelah banyak pelanggan yang dibuat babak belur oleh pengawal nya saat mereka ingin memasuki restoran.
Sekarang Restoran itu benar-benar sepi karena orang-orang memilih menghindarinya karena mereka takut dengan kehadiran Hiro dan para pengawalnya.
Pihak keamanan tidak bisa berbuat apa-apa karena yang akan mereka hadapi adalah sekelompok hunter tingkat tinggi.
“Negara yang sangat lemah, bahkan tak ada hunter yang memiliki level setara dengan para pengawal ku...” Ucap Hiro dengan sombongnya.
“Tuan, negara ini hanya mengandalkan calon nona muda sebagai kekuatan terkuat mereka. Setelah calon nona muda berada di sisi tuan, negara ini akan dengan mudah kita tundukkan...” Ucap orang kepercayaan Hiro.
Tetapi baru juga orang kepercayaannya menutup mulut, datang enam orang memasuki restoran dengan santai dan tak sedikitpun menganggap keberadaannya.
Hiro melirik mereka dan tak lama senyum liciknya muncul saat melihat empat wanita cantik diantara enam orang yang saat ini tengah memesan makanan.
“Buat babak belur dua pria itu dan bawa keempat wanita itu!... Cuaca di negara ini cukup panas, dan akan bertambah panas saat mereka berempat berada di kamarku...” Ucap Hiro memberi perintah.
Orang kepercayaannya segera mengirim enam orang pengawal untuk menjalankan perintah tuannya.
__ADS_1
Dengan cepat enam orang pengawal yang merupakan hunter tingkat SSS mendatangi meja yang ditempati dua orang pria dan empat orang wanita.
Dua orang pengawal langsung menyerang dua pria yang harus mereka lumpuhkan, sedangkan empat pengawal akan menyeret empat wanita kehadapan tuannya.
Tetapi pada akhirnya keenam pengawal itu langsung dibuat tak sadarkan diri oleh enam orang yang mereka ganggu.
Melihat enam orang yang mengerang mereka tak sadarkan diri, keenam orang itu hanya berpindah tempat tanpa peduli pada orang yang telah mengirim pengawalnya untuk mengganggu mereka.
Sedangkan di sisi lain Hiro dan orang kepercayaannya dibuat terkejut dengan apa yang baru mereka lihat. Hunter tingkat SSS tumbang dalam sekali serang?... Itu bukan sesuatu yang bisa dilihat di negara asal mereka, tetapi itu justru mereka lihat di negara yang sebelumnya mereka anggap sebagai negara lemah.
Penasaran dengan kekuatan enam orang yang telah menghajar keenam pengawalnya, Hiro mengirim sisa pengawalnya untuk melihat seberapa kuat mereka. Tetapi hasilnya sama, semua pengawalnya tumbang dengan satu kali pukulan.
“Kami hanya ingin makan dengan tenang...” Teriak salah satu dari dua orang pria yang ingin dilumpuhkan oleh Hiro.
Teriakan orang itu adalah penghinaan terbesar bagi Hiro, tetapi saat Hiro baru bangkit dari tempat duduknya dan ingin mendatangi enam orng yang tak sedikitpun memandang ke arahnya, dari arah yang tak dia ketahui tiba-tiba muncul belati dan menancap di meja yang dia tempati.
“Jangan mengganggu sahabatku kalau kamu tidak ingin sebuah belati mengantarmu pergi ke alam kematian!...” Ucap Raka yang datang bersama seorang wanita yang menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya.
Tubuh Hiro dan orang kepercayaannya masih gemetaran melihat belati yang menancap di meja mereka, dan saat mendengar suara orang dari arah belakang, Hiro segera menoleh dan dia melihat Raka yang tengah memainkan sebuah belati di tangannya.
Akhirnya hiro dan orang kepercayaannya pergi meninggalkan restoran, tetapi dia tak akan melupakan penghinaan yang baru dia dapatkan, dan dia akan mencari identitas dari orang-orang yang telah mempermalukannya.
Para pengawal yang tak sadarkan diri segera dibawa keluar restoran oleh para pengawal Hiro yang semula berjaga diluar mall.
Kehadiran Raka dan Natasha yang tiba-tiba muncul, membuat enam orang yang tak lain adalah Aldo, Riki, Gisel, Laura, Cindi, dan Rizka menyambut dengan gembira kedatangan mereka berdua.
“Apa kalian sedang berkencan?...” Ucap Rizka penasaran.
“Kami hanya berbelanja, dan kebetulan ingin makan di restoran ini....” Ucap Natasya menjawab pertanyaan Rizka sambil membuka maskernya.
Mereka berenam tahu kalau yang bersama Raka adalah Natasya, karena mereka juga tahu kalau mereka tinggal dalam satu rumah yang sama.
“Lalu kenapa kalian pergi tanpa mengajakku?... Dan apa-apaan dengan belanjaan kalian yang begitu banyak?...” Ucap Raka saat melihat barang belanjaan keenam sahabatnya.
“Guild Silver Mask mendapat undangan langsung dari ketua Guild Nusantara untuk menghadiri pesta pertunangan putri pertamanya. Bu Daisy sengaja tidak memberi tahu hal itu padamu karena dia yakin kamu sudah mendapatkan undangan spesial dari putri kedua Ketua Guild Nusantara...” Ucap Cindi tersenyum sambil melirik Natasya yang ada di samping Raka.
Raka menganggukkan kepalanya lalu dia mengajak Natasya dan keenam sahabatnya untuk menikmati waktu bersama sambil mengisi kebutuhan perut mereka.
Sambil menikmati makanan yang sudah mereka pesan, mereka membicarakan banyak hal ringan yang di selingi canda dan tawa. Pembicaraan mereka harus berakhir saat matahari mulai condong ke barat, dan mereka harus pulang ke tempat masing-masing untuk bersiap menghadiri pesta besar akan di mulai beberapa jam lagi.
***
Sampai tanggal 20 Juli novel ini hanya akan up 1 episode setiap harinya karena author lagi ngejar jumlah kata pata novel satunya, harap teman-teman bisa mengerti, terimakasih 😊
***
Bersambung...
__ADS_1