
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author.... Terimakasih....
***
“Kalian pasti berbuat curang!...” Teriak Ketua Alex yang tidak terima akan kekalahan Akademi Garuda.
Daisy menggelengkan kepalanya lalu dia menatap Ketua Alex yang baru berteriak kepadanya. Tatapan Daisy sangat tajam sampai membuat tubuh ketua Alex merinding.
“Apa anda punya bukti jika kami berbuat curang?... Atau anda meremehkan wasit yang dibentuk langsung oleh pemerintah?...” Ucap Daisy dengan suara datar yang terdengar begiti dingin.
Mendengar ucapan Daisy ketua Alex marah dan mengepalkan tangannya. Kalau saja tidak ada dua sosok misterius anggota Guild Silver Mask yang telah dipromosikan menjadi hunter tingkat Jenderal, maka pasti ketua Alex langsung menyerang sekelompok Guild Silver Mask.
“Cih, orang curang selalu banyak alasan, termasuk dirimu yang ketahuan curang sekarang justru ingin mengadu domba Akademi ku dengan pihak pemerintah...” Ucap ketua Alex mencoba mencari simpati orang-orang dari pemerintahan.
Daisy dan seluruh orang-orangnya tentu mendengar apa yang di ucapkan ketua Alex, tapi mereka hanya mengacuhkannya dan lebih memilih melakukan apa yang bisa menguntungkan bagi Guild Silver Mask.
“Ketua Alex, kami ingin mengambil hadiah yang sudah kita sepakati...” Ucap Daisy tanpa mengindahkan tuduhan yang dituduhkan ketua Alex padanya.
“Jangan bermimpi aku akan memberikan apa yang kamu mau. Pertandingan barusan penuh kecurangan, kamulah yang seharusnya menyerahkan mereka ber-enam pada Akademi ku!...” Ucap ketua Alex dengan menunjukkan senyum liciknya.
Daisy hanya tersenyum kecil memandang ketua Alex, lalu jarinya menunjuk ketua Alex. “Kamu dan wanita di samping mu bisa masuk ke arena dan melawan ketua dari mereka. Kalau kamu menang, mereka berenam akan menjadi milikmu...”
Mendengar yang di ucapkan Daisy ketua Alex tersenyum dan dia langsung melompat ke atas arena. “Cukup aku sendiri untuk mengalahkannya...” Ucap ketua Alex lalu dia menunjukkan aura kekuatan seorang hunter tingkat SSS+.
Daisy, ketiga wakilnya serta kelima sahabat Raka terlihat sedikit mengerutkan keningnya melihat apa yang dilakukan ketua Alex.
“Apa orang tua itu benar-benar bod*h?...” Ucap Gisel lirih sambil menatap jijik orang tua bod*h yang akan menjadi lawan Raka.
“Bukan bod*h, tapi dia idiot. Lihat, kekuatannya bahkan lebih lemah dari kita, tapi dia memamerkan kekuatan itu di depan ketua, apa lagi kata yang tepat untuknya kalau bukan idiot...” Balas Cindi dengan suara yang hanya bisa di dengar Gisel.
Di atas arena Raka terlihat santai saat melihat ketua Alex yang tengah memamerkan kekuatannya.
Sonya dan murid Akademi Garuda terkejut saat melihat lawan ketua Akademi mereka tidak menerima efek dari aura yang di keluarkan oleh ketua Alex, seorang hunter tingkat SSS+ yang kekuatannya sudah cukup terkenal di kalangan hunter yang ada di Indonesia.
“Boommm...” tetua Alex terpental sampai ke ujung arena pertarungan saat Raka melakukan serangan dengan kecepatan bagai lesatan cahaya.
“Bocah, kau berani memukulku?...” Ucap ketua Alex yang telah kembali bangkit tanpa terlihat adanya luka di tubuhnya.
“Ketua Alex, kita sedang bertarung dan tentu aku harus memukul mu. Hanya orang bod*h yang tidak memukul saat dia sedang bertarung...”
Raka kembali menghilang dari tempatnya dan dia melakukan serangan beruntun ke arah ketua Alex.
__ADS_1
“BOOMM...” Ketua alex terpental jauh setelah Raka mengakhiri serangannya dengan tendangan yang membuat beberapa tulang rusuknya retak.
“Uhuk...” Tetua Alex yang sudah berada di luar arena pertarungan terbatuk dan memuntahkan seteguk darah saat mencoba bangkit.
“Seberapa kuat bocah itu?...” Ucap Sonya berdiri karena terkejut dengan kekuatan yang ditunjukkan Raka, bahkan seluruh murid Akademi Garuda juga ikut berdiri terkejut saat melihat keadaan ketua Alex yang terluka.
Mereka tidak pernah mengira jika ketua Alex kalah dari seorang hunter yang usianya sama dengan mereka, bukan hanya kalah, ketua Alex kalah tanpa sempat memberi perlawanan.
“Di...dia seorang hunter tingkat Jenderal!...” Ucap Helen yang sudah dua kali melihat seberapa besar kekuatan yang dimiliki Raka, walau dia belum tahu jika hunter itu adalah Raka, sahabat yang telah dia buang.
“Tingkat Jenderal...” Semua murid Akademi Garuda kini mengerti kenapa ketua Guild Silver Mask menyuruh ketua Alex mengajak wakil ketuanya untuk menghadapi Raka.
Sekalipun mereka berdua menghadapi Raka, seluruh murid yakin jika kemenangan tetap milik Raka, seorang hunter tingkat Jenderal yang kekuatannya mampu menghancurkan sebuah kota tanpa berkeringat.
“Karena kalian sudah tahu, kita tidak akan menyembunyikannya...” Ucap Raka lalu dia membuka jubahnya dan seketika semua orang bisa melihat kekuatan asli yang dimiliki Raka.
Bukan hanya Raka, semua orang yang menjadi bagian dari Guild Silver Mask mereka juga membuka jubah yang mereka gunakan, dan kini semua orang dapat melihat kekuatan asli mereka.
“Du..du..dua hunter tingkat Jenderal dan delapan hunter tingkat SSS+, ketua Alex sudah keterlaluan memilih lawan untuk kita...” Ucap Helen pemilik salah satu Skill yang bisa digunakan untuk melihat level seseorang.
Sekali lagi semua murid Akademi Garuda di buat terkejut setelah tahu sekuat apa orang-orang yang ada di Guild Silver Mask. Helen sendiri tidak mengira jika lawannya tadi sangatlah kuat, dan dia beruntung tidak mendapatkan luka separah Yohan.
Di sisi lain Rizka tersenyum sambil melihat seorang hunter dari Guild Silver Mask yang masih berdiri tegap di atas arena. “Kemenangan ku hanyalah hadiah darinya...” Ucap Rizka membatin.
Saat semua murid Akademi Garuda masih terkejut dengan kekuatan asli yang dimiliki Guild Silver Mask, dari arah pintu masuk tempat pertandingan terdengar tepuk tangan dan tak lama muncul seorang pria paruh baya yang di temani seorang wanita yang di kenali oleh semua orang.
“BOOMM...” Ketua Alex terbang setelah pukulan Ketua Guild Nusantara menghantam tepat di dadanya.
“Kalian berdua tetap di sini!... Untuk kalian para murid bisa meninggalkan tempat ini kecuali murid yang tadi ikut dalam pertandingan...” Suara berat Ketua Guild Nusantara membuat siapapun merinding saat mendengarnya.
Semua murid Akademi Garuda berlari meninggalkan tempat pertandingan, meninggalkan orang-orang yang terlibat pertarungan dengan Guild Silver Mask.
Natasya langsung pergi ke tempat Daisy dan saat tengah berdua mereka terlihat begitu akrab satu sama lain. Skill Divine Eye milik Natasya dapat mengetahui identitas seseorang, termasuk nama dan level seorang hunter.
Galih Anggoro, Ketua Guild Nusantara berjalan mendekati Raka. Merasa percuma menyembunyikan identitas saat ada Natasya dan Pamannya, dia lalu berinisiatif menyapa Paman nya lebih dulu.
“Lama tidak bertemu, Paman...” Ucap Raka.
“Pa..paman?...” Ucap Sonya lirih saat mendengar panggilan Raka pada Ketua Guild Nusantara.
Galih tersenyum. “Di tingkat apa kamu sekarang?...” Tanya Galih kepada Raka karena dia merasa kekuatan Raka bukanlah milik seorang hunter biasa yang berada di tingkat Jenderal.
“Aku hanya dua tingkat di bawah kekuatan Paman, tapi aku memang memiliki sedikit keunggulan dibandingkan hunter tingkat Jenderal lainnya...” Ucap Raka santai.
__ADS_1
Galih tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Hanya di depan mu dan di depan Natasya aku tidak bisa menyembunyikan kekuatanku...” Ucap Galih lalu sedetik kemudian dia muncul di dekat ketua Alex.
“Kamu dan Sonya bukan lagi bagian dari Guild Nusantara...” Ucap Galih dingin.
Empat orang hunter tingkat SSS+ yang dimiliki Guild Nusantara muncul lalu membawa Alex dan Sonya ketempat yang tidak akan pernah mereka lupakan.
“Aku Ketua Guild Nusantara mengakui kemenangan Guild Silver Mask, dan akan memberi apa yang menjadi hak pemenang...” Galih menatap Rak dan kelima anggota Guild Silver Mask. “Masing-masing dari kalian berhak atas satu permintaan...”
Kelima sahabat Raka tidak memiliki keinginan apapun, dan akhirnya mereka tidak meminta apa-apa pada Galih.
“Aku ingin Rizka menjadi bagian dari Guild Silver Mask...” Ucap Raka yang membuat Helen dan Nathan terkejut.
Galih melihat Rizka. “Apa kamu ingin bergabung menjadi anggota Guild Silver Mask?...” Ucap Galih bertanya pada Rizka.
Rizka mengangguk pasti. “Aku akan bergabung dengan mereka...” Ucap Rizka dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Helen dan Nathan menatap Rizka setelah mendengar keputusan yang diambil Rizka. “Apa ini yang membuatmu menarik sumpah yang dulu pernah kamu ucapkan?...” Ucap Helen melayangkan pertanyaan pada Rizka.
Rizka tersenyum dan mengangguk. “Aku juga ingin mengejar kebahagiaan ku...” Rizka berjalan meninggalkan kedua sahabatnya dan dia menyeberang ke sisi Guild Silver Mask.
“Apa kamu sudah melupakan persahabatan kita?...” Teriak Nathan dari sisi Akademi Garuda.
“Aku tidak melupakan persahabatan kita, tapi kalianlah yang melupakan sahabat terbaik yang pernah aku miliki...” Ucap Rizka yang kini berdiri di samping Raka.
Raka tersenyum dibalik topeng yang dia gunakan. “Setidaknya salah satu dari kalian mengerti apa itu arti sahabat...” Ucap Raka sambil membuka topengnya.
“Degh... Degh...” Untuk kesekian kalinya Helen dan Nathan di kejutkan oleh sesuatu yang di luar bayangan mereka.
“Ra..Raka?... Kau seorang hunter!...” Ucap Helen belum percaya dengan apa yang sedang dia lihat.
Sedangkan Nathan hanya tersenyum masam melihat kenyataan di depannya. “Dia sudah menepati janjinya, dan aku tetap menjadi pecund*ng...” Ucap Nathan membatin.
Raka tidak mempedulikan Helen dan Nathan yang masih terkejut saat melihatnya. “Semoga kalian sadar jika kebahagiaan adalah hal yang lebih penting dari kekuatan...” Ucap Raka membatin lalu dia mengajak Rizka untuk bergabung dengan anggota Guild Silver Mask lainnya.
Karena merupakan hadiah yang di minta Raka, Rizka tidak akan dikenai denda atas kepergiannya dari Akademi, dan itu kabar baik bagi Rizka yang tak punya banyak uang jika dirinya harus membayar.
Galih lebih dulu membawa kembali murid Akademi Garuda untuk kembali ke asrama mereka, termasuk Helen dan Nathan.
Sementara itu setelah semua urusan selesai, Daisy membawa rombongan Guild nya kembali ke markas sementara Guild Silver Mask, dan kini ada tambahan dua orang yang ikut dalam rombongannya.
Tambahan dua orang itu tak lain adalah Rizka yang akan menjadi anggota baru Guild Silver Mask, dan orang yang kedua adalah Natasya yang terus berada di dekat Raka.
“Kenapa orang ini terus menempel di dekatku?...” Ucap Reinar membatin.
__ADS_1
***
Bersambung...