Strongest Hunter System

Strongest Hunter System
Permintaan Raka


__ADS_3

Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.


Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author.... Terimakasih....


***


Pagi hari Raka terbangun dengan keadaan yang jauh lebih baik. Dia merasa jauh lebih segar dari biasanya.


Melihat matahari yang masih menunjukkan cahaya redupnya, Raka bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dan beruntung ada kamar mandi di kamar yang dia tempati.


Berkat bantuan sistem Raka mendapatkan apa yang dia butuhkan setelah mandi. Dia mengganti seluruh pakaiannya dengan pakaian baru yang dia beli dari toko sistem. Untuk seragam hunter Guild dan jubahnya yang kotor, Raka menyimpannya di inventori miliknya.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Raka keluar dari kamar, dan yang dia lihat hanya ruangan kosong yang sepi tanpa penghuni.


Meninggalkan ruangan kosong yang begitu sepi, Raka bermaksud pergi menemui Daisy ke ruang kerjanya, tetapi wanita itu justru menunjukkan dirinya sebelum dia sampai di ruang kerjanya.


Daisy mengajak Raka menuju ruang makan karena dia baru selesai membuat makanan untuk sarapan yang biasa dia buat saat berada di rumahnya.


Raka pergi mengikuti Daisy karena dia memang ada keperluan mendesak dengannya, dan itu berhubungan dengan kelompok anggota Guild Silver Mask yang dipimpin adik Daisy.


Setelah sampai di ruang makan, Daisy memberikan piring pada Raka dan membiarkan dirinya mengambil makanan yang dia sukai, tan lupa Daisy juga mengisi air minum di gelas Raka.


Raka yang melihat perlakuan Daisy padanya merasa cukup kegerahan. Dia merasa ada yang salah dengan Daisy, tetapi dia tidak tahu di mana letak kesalahan itu.


“Apa Bu Desi tidak ikut sarapan?...” Ucap Raka bertanya saat melihat piring Daisy masih kosong.


Sejak menjadi hunter tingkat SSS+, Raka sedikit peka pada apa yang terjadi di sekitarnya, dan dia merasa semakin heran saat melihat Daisy tidak juga mengambil makanan untuk memulai sarapan.


Daisy melihat kearah Raka lalu tersenyum dan setelahnya dia mulai mengambil beberapa makanan untuk mengisi piringnya.


Melihat Daisy yang mulai menyantap makanannya, Raka akhirnya memulai makan dan hanya butuh lima belas menit bagi mereka berdua menghabiskan seluruh makanan yang tersaji di atas meja makan.


“Aku merasa ada hal penting yang akan kami sampaikan padaku. Lebih baik kita pergi ke ruang kerjaku untuk membicarakannya...” Ucap Daisy lalu dia mengajak Raka pergi ke ruang kerjanya.


Raka kembali mengikuti langkah kaki Daisy. “Ini sebenarnya tidak terlalu penting bagiku, tapi mungkin ini akan sangat penting untuk perkembangan Guild Silver Mask...” Ucap Raka sesaat sebelum dia memasuki ruang kerja Daisy.


Daisy mengangguk dan mempersilahkan Raka masuk. “Sampaikan saja semua yang ingin kamu sampaikan padaku!...” Ucap Daisy setelah duduk di kursi kerjanya.


Raka terlebih dahulu duduk di sofa lalu dia mulai mengutarakan apa yang ingin dia sampaikan. “Ini masalah Delon dan seluruh anggota kelompoknya. Dari awal bertemu sampai di saat pertarungan di Ibukota, aku melihat mereka selalu membuat keributan dengan hunter lain dan membuat jelek nama Guild Silver Mask...” Raka sejenak terdiam lalu menatap tajam kearah Daisy.

__ADS_1


“Aku tidak menyukai keberadaan mereka di Guild ini. Aku meminta Bu Daisy untuk memilih!... Aku yang keluar, atau mereka yang Bu Daisy keluarkan?...” Ucap Raka.


“Sejak awal aku juga tidak menyukai keberadaan mereka di Guild Silver Mask, tapi mereka berenam adalah hunter titipan ibu tiri ku. Sebenarnya Delon juga bukan adik kandungku, dia hanya anak yang dibawa wanita licik yang menjebak Ayahku untuk menikahinya. Untuk lima orang lainnya, aku bahkan tidak mengenal mereka yang mengaku memiliki hubungan dengan ketiga sahabatku...


Kalau kamu menyuruh aku memilih, tanpa banyak berpikir tentunya aku akan memilihmu, dan dengan senang hati aku akan menendang mereka. Ayah ku sudah tahu bakat yang kamu miliki, dan dengan bantuan Ayah ku, itu sudah lebih dari cukup untuk membungkam mulut mereka...” Ucap Daisy dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.


Mendengar jawaban Daisy semaki membuat Raka yakin jika keenam orang itu hanyalah pengacau yang akan menghancurkan reputasi Guild Silver Mask.


“Lalu bagaimana dengan mereka yang mengetahui identitas kita?...” Tanya Raka.


Daisy tersenyum mendengar pertanyaan Raka. “Berani membuka identitas kita, artinya mereka sudah siap menanggung hal buruk yang akan menimpa mereka. Setidaknya mereka harus bersiap mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini...”


Raka tak tahu sekuat apa orang di balik Guild yang dia ikuti. Orang itu bukanlah pemilik sifat yang buruk, tapi dia akan menjadi orang yang paling kejam pada siapa saja yang berani menyinggungnya. Apalagi setelah kehilangan dua sahabatnya, dia semakin menunjukkan kekejamannya pada semua orang yang berani bersinggungan dengannya, mengusiknya sama dengan mencari kematian.


Setelah urusannya dengan Daisy selesai, Raka berpamitan dan dia segera pulang karena pagi ini dia harus bersekolah.


Raka keluar dari markas sementara Guild Silver Mask dengan topeng perak dan jubah yang telah dia gunakan. Merasa tidak ada orang di sekitarnya, Raka bergerak dengan kecepatan penuh menuju rumahnya, dan dalam hitungan menit dia telah sampai di halaman belakang rumahnya tanpa ada yang mengetahui kedatangannya.


“Ternyata dia sedang berada di rumah keluarga besar untuk membantu pesta pertunangan kakaknya...” Ucap Raka yang baru menerima pesan dari Natasya.


***


Raka telah berada di sekolah setelah berjalan kaki selama lima menit. Walau tak sebanyak beberapa hari yang lalu, masih saja ada murid di sekolahnya yang memberikan tatapan sinis pada Raka.


Terus berjalan akhirnya Raka sampai di kelas, dan kedatangannya langsung di sambut kelima sahabatnya dengan senyum lebar yang menghiasi wajah mereka.


“Ketua, apa saja yang kamu lakukan saat berdua dengan Bu Daisy?... Apa ketua sudah menyentuh si kembar milik Bu Daisy yang begitu menggoda?...” Ucap Aldo yang langaung mendapat salam hangat dari tangan Cindi dan tangan Gisel, dan terakhir dia di lempar buku oleh Laura.


“Menu komplit sarapan pagi...” Ucap Raka lalu dia duduk di kursinya tanpa ada sedikitpun niat menjawab pertanyaan Aldo.


Saat Raka telah duduk, kelima sahabatnya segera berkumpul di sekitarnya dan mereka mulai menceritakan perbedaan kekuatan mereka setelah meningkatnya kekuatan yang mereka miliki.


Sejak awal tak ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka. Suara mereka terdengar begitu lirih, dan hanya hunter di atas tingkat S+ yang bisa mendengar pembicaraan mereka.


“Sungguh suasana yang berbeda...” Batin Raka melihat tingkah konyol kelima sahabatnya.


Setelah kehilangan tiga sahabat masa kecilnya, baru kali ini Raka bisa merasakan kembali indahnya memiliki sahabat yang selalu ada untuknya. Tetapi di sisi lain dia masih menyimpan rasa kecewa pada ketiga sahabatnya yang pergi hanya karna kekuatan.


“Apa kamu masih mengingat mereka bertiga?...” Ucap Cindi yang tahu seperti apa persahabatan Raka dan ketiga sahabatnya, karena di awal masuk akademi dia sempat iri dengan cara bersahabat mereka.

__ADS_1


Raka tersenyum dan mengangguk. “Tapi kini yang teringat hanya rasa kecewaku pada mereka...” Ucap Raka begitu datar bersamaan dengan kedatangan guru yang akan mengajar di kelasnya.


***


Sepulang sekolah Raka dan kelima sahabatnya yang telah memakai set perlengkapan Guild Silver Mask melakukan patroli di sekitaran Ibukota menggantikan tiga wakil Guild mereka yang tengah beristirahat di markas.


Dari atas langit mereka melayang perlahan melihat situasi yang ada di bawah mereka, dan sesekali mereka juga bertemu dengan kelompok Guild lainnya yang juga melakukan patroli.


Saat bertemu Guild lain mereka hanya memberi kode dengan anggukan kepala dan setelahnya mereka kembali berpatroli.


Merasa keadaan pinggiran Ibukota yang begitu aman dengan keberadaan banyak hunter yang tengah berpatroli, Raka mengajak kelima sahabatnya untuk berpatroli di wilayah Ibukota.


Beberapa kali mereka melihat kemunculan portal, tapi tak lama portal itu sudah di selesaikan oleh hunter yang melakukan perburuan portal di Ibukota.


Dari jauh Raka merasakan kedatangan beberapa hunter yang terbang menuju ke arahnya, karena yang datang hanyalah sekumpulan hunter tingkat S dan seorang hunter tingkat S+, Raka tak menganggap mereka sebagai ancaman.


Karena sedang melakukan patroli, Raka dan kelima sahabatnya bergerak secara perlahan, dan saat ada sepuluh hunter yang secara tiba-tiba muncul di depan mereka, dengan acuh Raka memilih berbelok dan pergi ke arah lainnya.


“Apa ini sekumpulan hunter Guild Silver Mask yang akan menjadi lawan kita?... Sangat lemah dan apa-apaan dengan level rendah mereka!...” Ucap pria berambut pirang dengan aura seorang hunter yang baru dipromosikan menjadi hunter tingkat S+.


Raka telah mengetahui fungsi lain jubah yang dia kenakan, dan saat ini mereka menyamarkan tingkat kekuatannya setara hunter tingkat A+, dan tentunya mereka terlihat lebih lemah dari sepuluh hunter yang menghadang mereka.


Tak mempedulikan ucapan pria yang memiliki hubungan spesial dengan Helen, Raka membawa kelima sahabatnya melanjutkan patroli di wilayah Ibukota dan wilayah di sekitarnya.


Merasa di acuhkan dan keberadaannya tak di anggap, pria berambut pirang yang merupakan murid paling jenius di Akademi Garuda kembali menghadang Raka dengan berdiri tepat di depan kelompok Raka.


“Apa sebegitu takutnya kalian dengan ku sampai kalian pergi menghindar?... Kalian para wanita tenang saja, kami hanya akan menghajar mereka bertiga...” Pria itu menunjuk Raka, Aldo, dan Riki secara bergantian.


Aldo dan Riki mulai terpancing emosinya, tapi melihat ketenangan Raka, seketika emosi mereka menghilang.


“Kita buktikan saja di arena pertarungan...” Ucap Raka dingin dan membuat merinding pria berambut pirang yang hanya berjarak beberapa meter di depannya.


“Ke ujung wilayah Ibukota...” Ucap Raka dan dalam sekejap mata Raka dan kelima sahabatnya menghilang dari pandangan mata semua hunter yang berasal dari Akademi Garuda.


“Hanya unggul dalam kecepatan tapi lemah dalam kekuatan. Secepat apapun kalian, aku pati akan menghajar sampai kalian merangkak meminta ampun dibawah kakiku...” Teriak pria berambut pirang yang membuatnya terlihat kuat di mata anggota kelompoknya.


Tapi dia tidak sadar jika ada dua anggota kelompoknya yang tubuhnya masih bergetar saat melihat sorot mata pemimpin kelompok Guild Silver Mask.


“Mereka menyembunyikan kekuatan aslinya...” Ucap Rizka membatin lalu dia segera mengikuti anggota kelompok yang sudah kembali bergerak untuk melakukan perburuan portal.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2