
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author.... Terimakasih....
***
Rombongan Guild Silver Mask yang hanya berjumlah 10 orang telah tiba di tempat acara pertandingan tertutup antara Guild Silver Mask dengan Akademi Garuda. Di tempat itu juga sudah hadir rombongan Akademi Garuda yang jumlahnya hampir menyentuh angka seratus.
“Hahaha... Guild Silver Mask kalian akan hancur hari ini setelah kehilangan enam anggota kalian, tetapi kalau kalian berempat ingin bergabung dengan Akademi Garuda, dengan senang hati aku akan menerima kalian...” Ucap Ketua Alex, Ketua Akademi Garuda menatap rombongan empat petinggi Guild Silver Mask.
“Hahaha... Itu ide yang baik tuan Alex, setidaknya mereka bisa bekerja dan tidak kelaparan di luar sana...” Sambung Sonya, wakil ketua Akademi Garuda.
“Kita lihat saja nanti siapa yang akan tertawa di akhir, dan untuk anda tuan Alex yang terhormat, jangan lupa tentang perjanjian kita!... Kalau kami menang, kamu akan mengabulkan masing-masing satu permintaan dari mereka berenam...” Ucap Daisy dengan menunjukkan sikap penuh ketenangan.
Daisy lalu mengajak wakil dan anggota Guild nya untuk duduk di tempat duduk yang sudah disediakan khusus untuk mereka tanpa mempedulikan dua orang yang terus tertawa.
“Apa mereka sangat bod*h sampai berani memprovokasi ketua?...” Ucap Karina membatin sambil melihat ketenangan yang di tunjukkan ketua Guild nya.
Di sisi lain Alex dan Sonya juga telah menempati tempat yang di sediakan khusus untuk mereka.
Murid Akademi Garuda mengikuti di belakang mereka berdua, dan mereka baru duduk setelah dua petinggi Akademi Garuda lebih dulu duduk.
Melihat kedua belah pihak sudah siap bertarung, tiga orang wasit yang merupakan hunter tingkat SSS memanggil enam perwakilan Guild Silver Mask dan enam perwakilan Akademi Garuda untuk naik ke arena pertandingan.
Tak butuh waktu lama dua belas orang perwakilan dari kedua kubu telah berdiri di dalam arena pertandingan.
Perwakilan Guild Silver Mask terlihat begitu misterius dengan topeng dan jubah yang mereka gunakan, sementara itu perwakilan Akademi Garuda terlihat sombong dan meremehkan lawan yang akan mereka hadapi.
Begitu semua sudah siap, wasit mulai membacakan aturan pertandingan yang akan segera mereka lakukan.
Pertandingan kali ini akan menjadi pertandingan tiga ronde, dan di setiap ronde nya tiap kubu akan mengirim dua perwakilan untuk bertarung.
Tidak boleh membunuh, tapi boleh memakai senjata dan melukai satu sama lain. Pertandingan akan selesai saat kedua perwakilan dari salah satu kubu menyerah atau keluar dari arena pertandingan.
Usai mengucapkan peraturan, wasit mempersilahkan masing-masing kubu mengirimkan dua perwakilannya.
Aldo dan Laura menjadi perwakilan dari Guild Silver Mask. Sementara itu Akademi Garuda mengirim dua perwakilan mereka, Rizka dan Zakaria.
“Kalian sudah mengerti peraturannya?...” Tanya sang wasit.
Ke-empat nya mengangguk di waktu yang hampir bersamaan.
“Kalau begitu, mari kita mulai pertarungan diantara kalian...” Wasit melompat keluar dari arena pertandingan dan mengawasi jalannya pertandingan dari luar arena.
Keempatnya bersiap untuk bertarung di pertandingan yang akan menentukan masa depan mereka.
__ADS_1
Begitu Zakaria mulai melakukan serangan, Rizka juga melakukan serangan. Mereka berdua yang merupakan hunter tingkat S+ tentu memiliki kekuatan yang cukup besar, tapi sayangnya mereka salah memilih lawan.
Aldo dan Laura sudah dipromosikan menjadi hunter tingkat SSS+, Sekalipun ada seratus hunter tingkat S+, mereka berdua pasti akan keluar menjadi pemenang dengan sedikit usaha.
Dihadapkan dengan dua hunter tingkat S+, seharusnya mereka dapat menang dengan mudah, tetapi pada akhirnya mereka justru kalah setelah terlempar keluar dari arena pertandingan.
Melihat perwakilan dari Akademi nya memenangkan ronde pertama, Alex tertawa keras sambil menunjukkan sikap sombongnya, lalu kemudian dia menatap empat petinggi Guild Silver Mask dengan tatapan yang begitu merendahkan.
“Aku sungguh kasihan dengan orang itu, dia terlalu bangga dengan kemenangan yang sudah di atur oleh ke-enam monster Guild Silver Mask...” Ucap Daisy membatin.
Ronde kedua pun di mulai. Guild Silver Mask diwakili oleh Riki dan Gisel, sedangkan Nathan dan Rahel menjadi wakil dari Akademi Garuda.
Sejak pertarungan di mulai, Nathan dan Rahel terus melakukan serangan, tetapi tak ada satupun Skill dan Teknik yang mereka keluarkan dapat mengenai lawan mereka yang begitu gesit.
Setelah cukup lama melakukan serangkaian serangan, Nathan dan Rahel mulai terlihat kelelahan sedangkan lawan mereka masih terlihat baik-baik saja.
Melihat lawan yang sudah kelelahan, Riki dan Gisel segera beralih dari posisi bertahan ke posisi menyerang.
Mereka menyerang hanya dengan 10% kekuatan, dan dalam dua kali serangan mereka berhasil membuat Nathan dan Rahel keluar arena dengan luka yang tidak terlalu parah. Dengan sedikit perawatan mereka akan kembali ke kondisi semula.
Wajah ketua Alex yang semula tampak berseri-seri dan begitu sombong, kini wajahnya terlihat kusut dan ada guratan ke khawatiran. Kekalahan Nathan dan Rahel benar-benar mencoreng nama besar Akademi Garuda.
“Cih, itu hanya keberuntungan!.. Di ronde selanjutnya murid Akademi ku pasti akan memenangkannya...” Ucap Ketua Alex mencibir kemenangan Guild Silver Mask.
Daisy dan ketiga wakilnya tidak sedikitpun menghiraukan apa yang di ucapkan Ketua Alex. Di balik topengnya Daisy bahkan tersenyum dan dia hampir kesulitan untuk menahan tawanya.
Di atas arena pertandingan, Raka dan Cindi telah berada di atas arena dan mereka terlihat tengah bercanda sambil menunggu lawan mereka. Tak laman Yohan, pria berambut pirang muncul bersama Helen yang berjalan di sisinya.
Sekilas melihat Raka tahu jika Yohan adalah hunter tingkat SS, sedangkan Helen hanya hunter tingkat S+ yang butuh lima level untuk membuatnya dapat dipromosikan menjadi hunter tingkat SS.
“Ini sebenarnya sebuah penghinaan. Bagaimana bisa hunter tingkat Jenderal melawan hunter tingkat rendah seperti mereka?...” Ucap Aldo berbisik ke telinga Riki.
“Bahkan Ketua Alex dan wakil ketuanya bukanlah lawan sepadan untuk ketua kita...” Ucap Riki dengan berbisik ke dekat telinga Aldo.
Pertandingan pun di mulai, tapi dari kedua kubu tak ada satupun orang yang memulai lebih dulu untuk melakukan serangan.
Raka dan Cindi terlihat begitu santai menunggu lawannya melakukan serangan. Sementara itu Yohan mula mengeluarkan kata-kata mutiaranya untuk memprovokasi lawan.
“Cih, hanya sekumpulan badut ingin melawan ku?... Jangankan kalian berdua, ada seratus orang seperti kalian itu masih belum cukup untuk mengalahkan ku!...” Ucap Yohan dengan menatap rendah keberadaan Raka dan Cindi.
Raka dan Cindi tidak menghiraukan ocehan Yohan, mereka justru terlihat asik sendiri seolah tidak sedang dalam arena pertandingan. “Buktikan ucapan mu!... Ya itu pun juga kalau bisa...” Balas Raka dengan acuh.
Melihat kedua lawannya terlihat lengah, Yohan tanpa basa-basi segera mengarahkan semua skill yang dia miliki ke arah Raka dan Cindi. Skill hujan bola api langsung menghujani Raka dan Cindi dengan sangat ganas sampai membuat panas udara di sekitar arena.
Raka dan Cindi hanya diam di tempatnya menikmati sensasi hangat dari Skill hujan api yang dikeluarkan Yohan.
__ADS_1
Melihat Skill Yohan tak mampu melukai lawannya, Helen menggunakan Skill sayatan berbentuk angin untuk menyerang kedua lawannya.
Raka dan Cindi yang melihat datangnya serangan dari Helen, mereka hanya menangkis serangan itu dengan tangan kosong. Skill Yohan dan Helen hanyalah Skill tingkat A, Skill lemah yang tak akan mampu menggores tubuh seorang hunter tingkat SSS ke atas.
“Benar-benar lemah...” Ucap Cindi yang langsung menerjang Helen dan membuatnya terlempar keluar arena.
Kecepatan Cindi bukanlah kecepatan yang bisa diikuti gerakan mata. Dia sangat cepat, dan hanya dengan tendangan ringan dia berhasil membuat Helen keluar arena tanpa mendapat luka.
Setelah Helen keluar dari arena, Raka mulai menyerang Yohan hanya dengan tangan kosongnya.
“Baamm... Baamm... Baamm...”
Raka terus menyerang Yohan, dan tak satupun serangannya yang dapat di hindari oleh Yohan.
Wajah Yohan sudah lebam di mana-mana. Bibir robek dan darah mulai mengalir deras dari pelipisnya.
Wasit tak menghentikan pertandingan karena dia melihat Yohan yang masih mampu berdiri dan menunjukkan senyumannya.
“Krak...” Bunyi tulang patah saat Raka dan Yordan mengadu tinju tangan mereka.
“Krak...” Sekali lagi terdengar bunyi tulang patah yang lebih keras saat Raka mengadu tendangan dengan Yohan.
Sebelah tangan dan kakinya telah remuk, tetapi Yohan tetap berusaha bangkit dengan kondisi yang tak lagi dapat dinyatakan dalam keadaan baik-baik saja.
Saat Yohan kembali bangkit berdiri, tanpa basa-basi Raka kembali menyerangnya dan menjadikannya sebagai samsak hidup.
Setelah Lima menit berlalu, Raka yang sudah merasa bosan menghajar dan menyiksa Yoga, dia memegang punggung Yohan dan mulai membisikkan sesuatu padanya.
“Kau adalah orang yang telah merusak persahabatan ku dengan mereka bertiga...” Bisik Raka begitu lirih.
Boommm
Raka memukul perut Yohan dan membuatnya terlempar keluar dari arena pertandingan dalam kondisi tak sadarkan diri.
Dengan keluarnya Yohan dari arena pertandingan, wasit menyatakan kemenangan mutlak menjadi milik Guild Silver Mask.
Wajah Ketua Alex terlihat sangat jelek, berbanding terbalik dengan Daisy dan ketiga wakilnya yang begitu puas dengan apa yang di lakukan Raka dan yang lainnya.
Di saat kelima sahabatnya bergabung dengan Daisy dan ketiga wakil ketua Guild nya, Raka justru asik menatap seorang wanita yang diam-diam juga sering menatap ke arahnya dengan sedikit ketakutan.
Raka tersenyum melihat Rizka yang ketakutan saat menatap ke arahnya. “Kau akan ikut dengan kami!...” Ucap Raka yang hanya bisa di dengar oleh Rizka.
Rizka yang begitu familiar dengan suara yang baru dia dengar segera tersenyum dan menatap sosok yang baru menghajar Yohan. “ Aku akan ikut denganmu...” Ucap Rizka membatin.
***
__ADS_1
Bersambung...