Strongest Hunter System

Strongest Hunter System
Gangguan Di Tengah-tengah Festival


__ADS_3

Malam harinya Raka, Natasya, dan Rizka, mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk melihat festival bunga api yang diadakan di pusat kota yang mereka tempati.


Mengikuti kedua wanita yang membawanya pergi ke tempat festival, akhirnya dia sampai di tempat yang tidak terlalu ramai tapi tetap banyak hiburan yang tersedia untuk mereka.


Belum lama menikmati waktu bersantai di tempat yang cukup membuatnya terhibur, datang sekelompok hunter dari Akademi Garuda yang mendekat ke arahnya. Mereka terlihat begitu angkuh dan kedatangan mereka seketika membuat keributan di tempat yang semula terasa nyaman.


“Akademi Garuda, sepertinya mereka belum berubah!... Apa mereka tidak melihat keberadaan mu di tempat ini?...” Raka bertanya sambil melirik Natasya yang tengah duduk berdua dengan Rizka tepat di depannya.


“Seragam yang mereka gunakan adalah seragam lama, dan seragam seperti itu telah dimusnahkan oleh pihak Akademi. Dari situ aku sudah dapat menyimpulkan kalau mereka hanyalah sekelompok hunter rendahan yang ingin membuat jelek nama Akademi Garuda...” Natasya hanya melihat sekelompok orang itu dari tempat duduknya.


Puas membuat keributan dan membuat banyak orang pergi menjauhi mereka, salah satu dari kelompok itu melihat kearah dimana di sana ada seorang pemuda, dan dua wanita yang tetap duduk di tempatnya di saat semua orang lari ketakutan karena ulah mereka.


Satu orang itu mengajak tujuh orang lainnya berjalan kearah tiga orang yang acuh dengan keberadaan mereka bertiga. Saat berada di dekat tiga orang yang mereka dekati, mereka cukup tergoda dengan keberadaan dua wanita yang memiliki lekuk tubuh sangat sempurna, bahkan satu dari mereka mencoba menyentuh lengan salah satu wanita.


“Hentikan apa yang ingin kamu lakukan kalau tidak ingin salah satu anggota tubuhmu terpisah dari tempatnya...” Ucap Natasya saat sebuah tangan hanya berjarak beberapa centi dari lengannya.


“Bukannya senang karena akan di sentuh oleh sosok manusia suci, kau justru mengancam ku!... Kau tahu, secantik apapun wajahmu, kau tetaplah manusia rendahan di mata kami, dan manusia rendahan hanya pantas menjadi pelayan kami...”


“Manusia suci?... Bagian mana yang membuat kalian pantas disebut sebagai manusia suci?... Empat hunter tingkat C, tiga hunter tingkat B, dan satu hunter tingkat A, bukannya kalian ini hanya sekumpulan badut!...” Ucap Natasya dengan tatapan jijik mengarah pada tujuh orang yang sejak tadi sudah membuatnya geram.


“Cih, karena tubuhmu cukup menarik, aku tidak akan mempermasalahkan apa yang baru kamu ucapkan. Tetapi sebagai gantinya, kalian berdua malam ini harus memuaskan kami...” Ucap hunter tingkat A sambil melirik keindahan tubuh Natasya dan Rizka.


“Ayolah, jangan membuat mereka marah!.., apa kalian ingin kehilangan masa depan karena mereka?...” Ucap Raka dalam hatinya saat dia melihat ekspresi wajah dari dua wanita yang ada di depannya.


Salah satu hunter tingkat B yang cukup peka terhadap aura seseorang, dia merasakan ancaman dari dua wanita yang tengah di ganggu oleh rekan-rekannya. “Firasat buruk!... Ini tidak akan berjalan dengan baik...” Ucapnya dalam hati.


Walau memiliki firasat buruk yang selalu benar adanya, dia hanya bisa diam karena dia tidak punya kekuatan lebih untuk menghentikan apa yang tengah dilakukan rekan-rekannya.

__ADS_1


“Menginginkan tubuh kami?... Sepertinya kalian memang perlu di beri sedikit pelajaran...” Ucap Natasya sambil melirik Rizka yang kebetulan juga tengah melirik ke arahnya.


“Hahaha... Kami memang butuh pelajaran, dan kita bisa melakukannya saat berada di atas ranjang yang nyaman...” Ucap hunter tingkat A yang sepertinya menjadi pemimpin dari kelompok yang saat ini tengah mengganggu Raka dan dua wanita yang bersamanya.


“Di atas ranjang yang nyaman!... Ide kalian lumayan bagus, tapi aku tidak akan melakukan itu bersama kalian...” Ucap Natasya dengan aura mengerikan yang terpancar dari dalam tubuhnya.


Kedelapan hunter yang berada di sekitaran Natasya, secara bersamaan tubuh mereka bergetar saat melihat aura Natasya. Rasa cemas dan takut mulai mereka rasakan saat sorot mata tajam Natasya tertuju ke arah mereka. Ingin melarikan diri juga tidak bisa mereka lakukan karena entah sejak kapan sosok Rizka sudah berada di belakang mereka.


“Dimana keberanian kalian yang tadi menyatakan kalau kami hanya manusia rendahan, dan kami hanya pantas menjadi pelayan kalian?...” Tanya Natasya.


“Ka.. kami minta maaf, tadi kami tidak bermaksud mengatakan itu tentang kalian. Ya itu, kami tadi hanya bercanda...” Ucap hunter tingkat A yang tubuhnya sudah dibanjiri keringat dingin.


Reinar yang mendengarnya hanya bisa menggelengkan kepala sambil turut prihatin akan nasib buruk yang akan segera menimpa mereka. Setidaknya mereka akan mendapatkan siksaan dari dua wanita yang akan membuat mereka menyesal telah dilahirkan sebagai seorang pria.


“Tadi hanya kesalah pahaman, jadi kami harap nona, nona bisa memaafkan apa yang tadi kami ucapkan!...” Ucap hunter tingkat A yang merasa kalau dua wanita di depan dan belakang kelompoknya jauh lebih mengerikan dari sekumpulan monster tingkat S.


Natasya dan Rizka hanya tersenyum lalu menganggukkan kepala diwaktu bersamaan. Setelah itu tiba-tiba mereka mulai melakukan perhitungan pada delapan orang yang telah mengganggu ketenangan mereka.


Natasya dan Rizka menghajar sampai babak belur delapan orang yang telah membuat mereka marah. Dari delapan orang, kini hanya tersisa satu orang yang masih sadarkan diri walau kondisinya sudah sangat memprihatinkan.


“Aku tidak menyangka kalau bisa bertemu dengan nona Natasya di tempat ini...” Ucap hunter tingkat A dengan wajah babak belur setelah melihat wajah Natasya yang tak lagi tertutupi oleh masker.


“Hahaha... Tidak aku sangka orang seperti mu ternyata juga mengenaliku, tapi sayangnya kamu hanya akan jauh lebih menderita kalau tidak segera menjawab siapa orang yang telah menyuruhmu menyamar sebagai murid dari Akademi Garuda?...” Ucap Natasya sambil bersiap memukul kembali wajah hunter tingkat A yang sudah berada di ambang kesadarannya.


“Aku sendiri bingung dengan identitas mereka. Mereka datang lalu menyuruh kami membuat kekacauan, tetapi kami di wajibkan memakai seragam ini, dan setelah memberi sejumlah uang mereka begitu saja pergi. Tetapi aku sempat mendengar salah satu dari mereka berbicara menggunakan bahasa Jepang...” Ucap hunter tingkat A sebelum dia kehilangan kesadarannya.


Tanpa kembali bertanya, Natasya sudah tahu siapa yang menyuruh mereka. Hanya ada satu kelompok dari Jepang yang tengah memiliki masalah dengan keluarga Natasya, dan dia sudah tahu cara yang tepat untuk membalas kelompok itu.

__ADS_1


“Hiro dan kelompoknya sepertinya belum meninggalkan negara ini, dan aku rasa dia sudah menemukan partner yang tepat untuk menjatuhkan nama keluargaku. Tapi aku pastikan mereka akan menyesal karena telah berani berurusan dengan keluargaku...” Ucap Natasya sambil memberikan pukulan pada wajah hunter tingkat A yang sudah kehilangan kesadarannya.


“Kalau kamu ingin pergi membalas, jangan lupa mengajakku!... Kamu sudah menganggap aku tunangan mu, jadi jangan sungkan untuk melibatkan ku dalam masalah keluargamu...” Ucap Raka sambil merenggangkan tubuhnya setelah sejak tadi hanya duduk sambil melihat apa yang dilakukan Natasya dan Rizka.


Natasya hanya mengangguk lalu dia mengajak Raka dan Rizka ke tempat yang lebih baik untuk menikmati festival yang sebentar lagi akan sampai di puncak acaranya.


“Aku berharap bisa menjadi jauh lebih kuat supaya tidak lagi ada yang berani mengganggu keluargaku...” Ucap Natasya yang berjalan sambil memeluk lengan Raka.


“Kalaupun kamu tidak mampu melakukannya seorang diri, masih ada aku yang akan membantumu...” Ucap Raka sambil tersenyum.


“Kamu juga jangan melupakan keberadaan ku dan Guild Silver Mask. Walau jumlah kami tak seberapa banyak, setidaknya kami bisa membantu dalam menaikkan tingkat kekuatan keluarga mu...” Ucap Rizka yang sebenarnya sudah cukup lama bersahabat dengan Natasya, dan tanpa sepengetahuan Rizka, Natasya tahu satu rahasia yang selama ini disembunyikan Rizka dari semua orang.


“Kalian memang sosok tunangan dan sahabat terbaik yang aku miliki!...” Teriak Natasya yang memancing banyak orang untuk melihat ke arahnya.


“Jangan pernah melakukan itu lagi!... Aku tidak menyukai keramaian, dan aku lebih tidak suka saat ada banyak orang yang melihat ke arahku...” Ucap Raka yang seketika merasa kurang nyaman saat ada banyak orang yang melihat ke arah Natasya yang kebetulan berada di dekatnya.


“Hihihi... Tapi aku ingin terus melakukan itu untuk dapat melihat wajah panik mu saat ada banyak orang menatap ke arah mu...” Ucap Natasya yang terlihat senang saat melihat ekspresi lucu wajah Raka.


Diantara ketiganya hanya Rizka lah yang terlihat biasa-biasa saja. Dia sebenarnya cukup mali saat Natasya tiba-tiba berteriak di tengah keramaian, tetapi rasa malunya seketika lenyap saat melihat ekspresi lucu wajah Raka.


“Kalau setiap hari bisa melihat ekspresi wajah lucunya, itu tidak akan menjadi masalah walau harus sedikit menahan rasa malu...” Ucap Rizka dalam hati.


Puas tertawa senang melihat ekspresi wajah yang di tunjukkan Raka, Natasya kembali bekerjasama dengan Rizka menyeret Raka menuju tempat terbaik untuk menikmati festival bunga api.


Begitu mereka sampai di tempat yang di tuju, mereka dapat melihat indahnya warna-warni bunga api yang menghiasi langit malam. Natasya memeluk lengan Raka sambil melihat keindahan bunga api yang menghiasi langit malam, sedangkan Rizka, entah sejak kapan dia berani menggenggam tangan Raka.


“Dasar anak muda....” Ucap seorang kakek yang melihat Raka dan dua wanita yang mengapitnya.

__ADS_1


°°°


Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...


__ADS_2