
Jangan lupa like sebelum membaca dan berikan komentar setelah selesai membaca.
Like dan komen itu gratis, jadi jangan ragu untuk memberikan itu pada author.... Terimakasih....
***
Raka yang tengah di ruang tamu rumahnya melihat tabel status miliknya setelah dia dipromosikan menjadi hunter tingkat Jenderal.
>>>>>
[ Tabel Status ]
[Nama : Raka Adjie Syahputra]
[Umur : 16 Tahun]
[Level : 500] [45%]
[Rank : Hunter Tingkat Jenderal]
[Job : All Job ]
[Elemen : All Elements ]
[Tingkat Tubuh : Tubuh Elemen]
[Tingkat Tulang : Tulang Berlian 100%]
[HP : 55.250/55.250]
[MP : 24.950/24.950]
[STR : 619]
[AGI : 625]
[VIT : 625]
[DEX : 619]
[LUK : 619]
[ Skill ]
- Thunder Dragon Slayer [SSS+]
- Auto Recovery [SSS+]
- Skill Fiery Waves [SSS+]
- Double Advantage [SSS+]
- God Of War Aura [Mitos]
[ Teknik ]
- Sword Style [SSS+] [Teknik Tiga Tingkatan]
[ illusion sword ]
[ Twin Sword Dance ]
[ Death Sword Slash ]
- God's Eyes [Mitos]
[ Inventori ]
- Lightning Sword [SSS+]
- Lightning Armor [SSS+]
- Lightning Dragon Spears [SSS+]
- God Of War Sword [Berlian]
__ADS_1
- God Of War Armor [Pahlawan]
- Kotak Kado Tingkat Emas [2x]
- Kotak Kado Tingkat Berlian Hitam [2x]
- Gelang Peningkat 2X EXP [10x]
- Kristal Kekuatan [10x]
- Gulungan Skill [ Raja ]
- Gulungan Teknik [ Raja ]
- 10.000 Pil Pemulih HP [Sempurna]
- 10.000 Pil Pemulih MP [Sempurna]
[ Kekayaan ]
- 1.255.000 Emas Batangan [1 kg/batang]
- 50.590.000.000.000 Uang [Rupiah]
- 95.985.000.000 Point Sistem
[ Toko Sistem ]
>>>>>
Raka terkejut setelah mengecek status terbarunya dan melihat apa saja yang ada di gelang sistem miliknya.
“Kekuatanku bahkan berbeda jauh dengan level yang aku miliki. Aku baru level 500, tapi kekuatanku setara dengan hunter yang levelnya berada di atas level 600...” Ucap Raka dan dia hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat Skill serta Teknik miliknya, bahkan dia punya perlengkapan tingkat tinggi yang ada di inventorinya.
Raka menutup tabel statusnya lalu dia bersiap pergi menikmati hari libur sebelum tiba hari esok, hari dimana kelompok yang dia pimpin akan melawan enam murid terbaik Akademi Garuda, kemungkinan besar dia juga akan bertemu atau bahkan melawan salah satu dari ketiga temannya.
“Aku yakin Yohana tidak akan ikut pertarungan. Setelah menjadi peringkat satu di Akademi Garuda, wanita itu terlalu sombong dan menganggap jika dirinya adalah reinkarnasi seorang Dewi. Sekalipun dia ikut, dia tak akan merubah hasil pertarungan...” Ucap Raka mengingat sosok hunter terkuat Akademi Garuda yang mungkin kekuatannya sudah di tingkat SSS.
Dulu waktu masih kecil di waktu libur Raka sering pergi ke bukit hijau di belakang rumahnya bersama ketiga sahabatnya.
Raka sedang menikmati udara segar di atas bukit sambil memejamkan mata saat seorang wanita bertopi merah menyapanya.
“Kau terlihat lebih tinggi dari terakhir kali berdiri di samping ku...”
Raka membuka mata dan hanya sekilas dia melirik kearah wanita yang ada di sampingnya.
“Ada apa?... Tidak biasanya kamu menyapaku sejak terakhir kali kamu melakukannya dua tahun yang lalu...”
“Apa aku tidak lagi boleh menyapa mu?...”
“Menyapa ya?... Bahkan sudah tak terhitung berapa kali kamu tidak membalas saat aku menyapamu...”
Raka beranjak pergi karena tak ingin terlalu lama berada di dekat wanita yang membuatnya teringat kenangan indah di masa lalu.
Tapi langkah Raka terhenti saat sepasang tangan menggenggam lengan tangannya.
“Apa yang sebenarnya kamu inginkan, Rizka Putri Amalia?...”
Rizka menunjuk sebuah ayunan yang tak jauh dari tempat mereka. “Cukup lima menit, tolong temani aku!...”
“Seingat ku, kamu beberapa bulan ini selalu menolak saat aku ingin mengajak mu walau itu cuma untuk makan bersama di kantin, lalu sekarang kenapa aku harus mengabulkan keinginan mu?...”
Rizka tersenyum. “Mungkin setelah ini kita tidak akan pernah bertemu lagi...”
“Aku bahkan sudah tak lagi berharap bisa bertemu dengan kalian...”
Raka ingin pergi, tapi merasa tak tega saat melihat ekspresi wajah Rizka, dia dengan cepat menarik tangan Rizka dan membawanya ke puncak bukit yang dulu di jadikan tempat latihan bagi Raka dan tiga sahabatnya.
“Sebenarnya apa yang ingin kamu ucapkan padaku?...”
Rizka tanpa ragu segera menjawab apa yang di tanyakan Raka.
“Besok Akademi Garuda akan mengadakan pertarungan tertutup dengan Guild Silver Mask. Aku harus menang kalau ingin tetap bersekolah di Akademi Garuda. Kalau aku kalah, mereka akan mengeluarkan ku dari Akademi sekaligus menyita seluruh perlengkapan hunter yang selama ini mereka berikan padaku...
Selain itu aku harus membayar uang senilai seratus milyar rupiah untuk ganti rugi biaya yang mereka keluarkan untuk membuatku menjadi hunter seperti sekarang...”
__ADS_1
“Licik...” Ucap Raka yang tentu terdengar oleh Rizka.
“Kau masih ingat dengan janjiku untuk melindungi kalian bertiga?...”
Rizka mengangguk.
“Aku tidak tahu kamu butuh bantuanku atau tidak, tapi jika kamu butuh bantuan datanglah padaku, dengan senang hati aku akan membantumu..."
“Setidaknya aku tahu jika kamu selama ini cuma mengikuti keinginan Helen karena sumpah mu...” Ucap Raka membatin.
“Aku tidak tahu cara seperti apa yang akan kamu lakukan untuk membantuku, tapi aku memang butuh bantuan mu...”
Raka berjalan ke sisi bukit yang menunjukkan pemandangan indah kota. “Percayalah, aku sudah berubah dan mungkin saat ini aku jauh lebih kuat darimu...”
Raka tak lagi terlihat setelah menyelesaikan ucapannya, dan itu cukup membuat Rizka terkejut akan kecepatan yang dimiliki Raka.
“Dia sudah jauh lebih kuat dariku...”
Rizka yang seorang hunter tingkat S+ bahkan tak akan mampu menyamai setengah dari kecepatan Raka.
“Mereka berdua telah membuat kesalahan. Seharusnya mereka lebih percaya seorang sahabat daripada orang baru yang telah memberi dampak buruk pada mereka...”
Rizka punya keyakinan jika Helen akan terkejut saat melihat kekuatan Raka.
“Biar saja dia menyesali apa yang sudah dia lakukan...”
Rizka pergi dari tempatnya dan kembali ke asrama yang dia tempati untuk membereskan semua barang-barangnya.
Dia punya keyakinan akan kekuatannya yang tak akan sepadan dengan kekuatan enam orang anggota Guild Silver Mask.
Dengan kedua matanya sendiri dia melihat pertarungan mereka. Dia juga tahu diantara anggota Guild Silver Mask ada salah satu dari mereka yang kekuatannya sangat tidak masuk akal untuk dimiliki seorang remaja seusia dengannya. Rizka bahkan yakin jika dialah satu dari dua orang di Guild Silver Mask yang baru saja dipromosikan menjadi hunter tingkat Jenderal.
***
Drrtt... Drrtt... Drrtt...
Raka mengambil ponsel yang ada di sakunya lalu dia melihat sebuah pesan yang baru saja masuk, dan tak lama ponselnya berdering sebagai tanda ada yang menelponnya.
“Hari ini aku sedang menikmati waktu libur, jadi jangan tiba-tiba memberiku tugas!...”
Dengan suara malasnya Raka berbicara pada orang yang menelponnya.
Daisy yang menelpon Raka tersenyum mendengar tanggapan Raka saat dia menelponnya.
“Hari ini Guild Silver Mask sepenuhnya libur, jadi sama sekali tidak ada tugas yang bisa aku berikan padamu...”
“Lalu untuk apa Bu Daisy menghubungi ku?...”
“Aku dan yang lainnya sedang di cafe yang berada di seberang jalan tepat di sebelah mu. Kalau berminat, kamu bisa bergabung dengan kami!...”
Raka mematikan panggilan telepon dan melihat ke cafe yang ada di seberang jalan untuk memastikan keberadaan Daisy dan yang lainnya. Begitu melihat mereka, dengan langkah ringan Raka berjalan kearah cafe dan langsung menuju tempat yang telah disewa oleh Daisy.
“Ada apa denganmu?...” Ucap Cindi yang cukup peka dengan aura pada diri Raka yang tak setenang seperti biasanya.
Semua orang sedang menikmati makanan dan minuman yang mereka pesan, berbeda dengan Cindi dan Daisy yang cukup menaruh perhatian pada Raka.
Raka tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak terjadi apa-apa denganku. Aku cuma sedang memikirkan berbagai cara yang bisa aku gunakan untuk membalas perbuatan Akademi Garuda kepada kita...”
Kerutan muncul di kening Cindi saat dia mendengar jawaban Raka. Dia yakin bukan itu yang sedang di pikirkan Raka, tetapi itu memang ada hubungannya dengan Akademi Garuda.
“Bukannya hari ini kita sedang menikmati liburan dan bersenang-senang, lalu kenapa kalian berdua terlihat begitu kaku?... Lebih baik kalian menikmati apa yang ada diatas meja...” Ucap Daisy sambil menyodorkan sebuah jus jeruk yang belum sempat dia minum ke Raka.
Raka dan Cindi tersenyum dan mereka ikut bersenang-senang dengan seluruh orang yang menjadi bagian dari Guild Silver Mask.
Di sebrang jalan, Rizka yang tengah keluar untuk mencari makan tak sengaja melihat Raka yang tengah tertawa lepas bersama seluruh sahabatnya.
“Mereka adalah hunter yang sama-sama dikeluarkan pihak Akademi di waktu yang sama dengan dikeluarkannya Raka. Aku tidak menyangka jika hubungan mereka bisa sedekat itu...” Ucap Rizka yang berlalu pergi menuju tempat makan favoritnya.
“Tak lama lagi kamu juga akan menjadi bagian dari kami...” Ucap Raka membatin sambil melirik Rizka yang berjalan sambil sesekali melirik ke arahnya.
“Cukup melihat mu menderita bersama mereka, besok aku akan sepenuhnya membebaskan mu dari genggaman orang-orang licik seperti mereka...” Raka meminum jus jeruk pemberian Daisy, bersamaan dengan sebuah ide cemerlang yang telah dipikirkan.
***
Bersambung...
__ADS_1