
Skill Ice Dome yang di keluarkan Raka dengan mengorbankan seluruh MP miliknya mampu menahan ledakan dari Fire Golem yang meledakkan dirinya. Jutaan nyawa terselamatkan dan pihak kota hanya mengalami sedikit kerugian.
“Beruntung itu mampu menahannya...” Ucap Raka yang tengah berlutut dan dia menggunakan pedang untuk menopang tubuhnya agar tidak terjatuh.
Raka telah kehabisan seluruh MP miliknya, dan juga di tak lagi memiliki tenaga untuk sekedar menggerakkan tangannya. Skill Auto Recovery hanya menyembuhkan luka luar, tetapi tidak bisa mengisi kembali MP miliknya.
Beberapa detik berlalu pandangan mata Raka semakin buram, tetapi saat dia hampir terjatuh ada seseorang yang menangkap tubuhnya, lalu orang itu meminumkan pil pemulih setelah sedikit membuka topeng yang digunakan Raka.
“Maaf, aku terlambat datang!...” Terdengar suara yang sangat Raka kenali saat dia memejamkan mata sambil merasakan MP miliknya yang kembali terisi, walau hanya terisi 20% dari keseluruhan MP miliknya, setidaknya itu lebih baik daripada pingsan karena kehabisan MP.
“Aku justru bersyukur kamu terlambat datang. Kalau kamu datang lebih cepat, aku takut kamu justru dalam bahaya...” Ucap Raka yang telah membuka mata dan menatap wajah cantik Natasya yang kini ada di depannya.
“Dasar keras kepala!...” Ucap Natasya lalu dia membantu Raka berdiri di tengah-tengah puluhan hunter yang tengah menatap kearah mereka berdua.
Setelah Raka berdiri dia dapat melihat puluhan hunter dari Guild Nusantara yang mengelilinginya, tetapi tak lama dia melihat enam sahabatnya datang dengan menggunakan perlengkapan khusus milik Guild Silver Mask.
Melihat banyak anggotanya yang hanya diam menatap kearahnya, Natasya memerintahkan mereka untuk segera melakukan evakuasi pada penduduk kota yang menjadi korban amukan Fire Golem.
Keenam sahabat Raka juga tidak ingin tinggal diam, mereka juga turut membantu dan hanya menyisakan Rizka yang saat ini tengah memastikan keadaan Raka walau dia tahu disitu sudah ada Natasya.
“Bukannya lebih baik kita membawa Raka ketempat yang lebih nyaman?...” Ucap Rizka setelah dia selesai memastikan keadaan Raka.
Natasya mengerti, dan akhirnya dia meminta bantuan Rizka untuk membantu membopong Raka ketempat yang lebih nyaman untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Setelah kepergian Raka dan dua wanita yang bersamanya, dua hunter wanita yang dulu sempat mencari Natasya ke tempat Raka diam-diam memperhatikan postur tubuh yang dimiliki Raka.
“Hehehehe... Sepertinya dia pria yang malam itu menemui kita..."
“Apa menurut mu malam itu nona membohongi kita dan menutup-nutupi hubungan mereka?...”
“Pria itu tampan, dan dengan kekuatannya aku merasa pria itu sedikit lebih kuat dari nona Natasya...”
“Jadi menurut mu pria dari Guild Silver Mask itu juga hunter tingkat Raja?... Tetapi kenapa pemerintah belum mengumumkan kekuatannya?...”
“Itu cuma perkiraan ku. Benar atau salah aku juga tidak tahu, tetapi aku bisa merasakan kekuatan pria itu sangat misterius. Bukan hanya pria itu, tetapi kekuatan seluruh anggota Guild Silver Mask benar-benar sangat misterius...”
__ADS_1
“Aku setuju kalau soal itu...”
Mereka berdua segera mengakhiri pembicaraan saat tak lagi melihat nona mereka yang sudah pergi menjauh.
°°°
Kabar munculnya monster yang hampir menghancurkan kota mulai tersebar lewat media massa, dan kabar itu disertai dengan berita seorang hunter dari Guild Silver Mask yang berhasil mengalahkan monster yang kekuatannya setara dengan hunter tingkat Kaisar.
Ramai-ramai media massa memberitakan adanya seorang hunter tingkat Kaisar di Indonesia yang sengaja di tutup-tutupi dari publik, dan bahkan kabar itu dengan cepat menyebar sampai ke luar negeri.
Bukan hanya kabar hunter tingkat Kaisar, tetapi kabar tentang Guild Silver Mask yang memiliki banyak hunter kuat mulai tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Di katakan Guild Silver Mask memiliki lebih dari satu hunter tingkat Kaisar dan ada beberapa hunter tingkat Raja. Sedangkan hunter tingkat Jenderal, Guild Silver Mask dikatakan memiliki belasan hunter di tingkat Jenderal.
Daisy yang mendengar kabar berita besar tentang Guild miliknya, dia tak sedikitpun mempedulikan berita itu. Saat ini yang menjadi prioritasnya adalah meningkatkan kekuatan, dan dia hanya butuh sedikit lagi dorongan untuk membuatnya dapat di rekomendasikan menjadi hunter tingkat Raja.
Semakin cepat dia menjadi seorang hunter tingkat Raja, kedudukannya sebagai pemimpin Guild Silver Mask tak akan pernah dapat di goyah kan oleh siapapun, dan Guild miliknya kemungkinan dapat bersaing untuk menjadi salah satu dari Guild besar di Indonesia.
“Hunter tingkat Kaisar ya?... Kalau kabar itu benar adanya, aku akan memberinya hukuman karena dia berani menyembunyikan kekuatannya dariku!...” Ucap Daisy yang tengah melakukan pemusnah portal tingkat SSS yang muncul di hutan tempat yang biasa digunakan anggota Guild Silver Mask melakukan perburuan.
“Orang tua itu!... Setelah aku menyingkirkan temannya, kini dia menggunakan anaknya untuk kembali menunjukkan taring keluarganya, tetapi dia tak akan pernah mendapatkan seperti apa yang dia inginkan...
Aku akan mengerahkan seluruh kekuatan Organisasi Black Mask untuk menghancurkan Guild milik anaknya. Dengan membunuh anak nya aku yakin orang tua itu akan keluar, dan saat itulah aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!...” Pria tua yang merupakan pemimpin tertinggi Organisasi Black Mask menyeringai saat mengingat wajah orang-orang yang dulu pernah membuat masalah dengannya.
°°°
Dua hari penuh Raka mengistirahatkan tubuhnya setelah pertarungan hebat melawan Fire Golem.
Selama dua hari ini, keadaan negara Indonesia terlihat berjalan seperti biasa. Tetapi pagi ini kabar mengejutkan menyebar ke seluruh negara saat Natasya berhasil meningkatkan kekuatannya dan kini dia telah menjadi hunter tingkat Kaisar.
Kabar lainnya juga tidak kalah menghebohkan saat dalam waktu bersamaan, muncul dua puluh hunter tingkat Raja di negara Indonesia, dan luar biasanya, sepuluh hunter tingkat Raja yang baru berasal dari satu Guild, dan Guild itu adalah Guild Silver Mask.
Karena kedua kabar itulah, kabar tentang Reinar yang berhasil mengalahkan Fire Golem mulai tenggelam, dan kini dia tidak perlu khawatir akan adanya orang yang mencurigai kekuatan aslinya.
“Pagi hari ini sangat cerah, sayangnya aku belum diizinkan untuk kembali melakukan perburuan portal...” Ucap Raka sambil melihat Rizka dan Natasya yang pagi ini sudah berada di rumahnya.
__ADS_1
“Apa yang di sayangkan?... Dengan kekuatan mu yang sekarang, sepertinya semua portal akan dapat kamu hancurkan dengan sangat mudah...” Ucap Natasya yang tengah menyiapkan makanan untuk menu sarapan mereka bertiga.
Natasya dan Rizka sudah tahu tingkat kekuatan Raka. Awalnya mereka cukup terkejut dengan kekuatan Raka yang hampir mencapai tingkat Pahlawan, tetapi mengingat perkembangan kekuatan Raka yang diluar nalar, mereka berdua sepakat menjuluki Raka sebagai monster yang sebenarnya.
“Otot-otot tubuhku terasa kaku, aku sudah sangat ingin melakukan perburuan monster walaupun aku tidak mendapatkan manfaat saat membunuh mereka...” Ucap Raka sambil melihat Rizka yang tengah membuat minuman coklat hangat.
“Karena tahu kamu akan pergi melakukan perburuan saat tidak ada yang mengawasi mu, Bu Daisy sengaja mengirim aku dan Cindi untuk menemanimu, tetapi karena dia ada urusan keluarga, akhirnya cuma aku dari pihak Guild yang akan mengawasi mu...” Ucap Rizka sambil menaruh tiga cangkir coklat hangat di atas meja makan.
“Cih, kenapa juga wanita itu mengirim kamu untuk mengawasi ku?... Keberadaan mu dan juga Natasya, itu membuatku tidak bisa leluasa pergi meninggalkan rumah...” Ucap Raka yang membuatnya kini menjadi titik fokus tatapan tajam kedua wanita yang ada di rumahnya.
Melihat tatapan tajam Natasya dan Rizka yang ditujukan kepadanya, ingin rasanya dia membuang mulutnya. Raka lupa kalau dua wanita di dekatnya jauh lebih menyeramkan daripada monster yang kekuatannya setara dengan hunter tingkat Pahlawan.
“I... Itu, maksud ku, keberadaan kalian itu membuat aku tidak bisa pergi melakukan perburuan, tetapi aku tahu kalian di sini itu demi kebaikan ku dan aku senang dengan keberadaan kalian...” Ucap Raka mencoba menenangkan dua monster betina yang mengancam keberadaannya.
“Kita adalah teman sejak kecil dan juga kita berada dalam satu Guild yang sama, jadi ini bisa dikatakan menjadi kewajiban ku mengawasi dan menjaga mu sampai kamu benar-benar pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa...” Ucap Rizka.
Natasya mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Rizka. “Dan kamu jangan lupa, kita sudah bertunangan, jadi sudah kewajiban ku mengawasi dan menjaga mu...” Imbuh Natasya.
“Hah, tapi ini sudah dua hari, dan lagi aku sudah merasa pulih. Kalau aku harus berdiam diri di dalam selama tiga hari kedepan, mungkin aku akan mati kebosanan...”
Natasya dan Rizka saling melihat satu sama lain, lalu mereka mengangguk secara bersamaan. “Kalau berdiam diri di rumah membuatmu bosan, kita bisa jalan-jalan, dan kebetulan malam ini ada festival bunga api di taman kota...” Ucap Natasya.
“Lalu, kalian akan mengajak aku pergi ketempat itu!... Bukannya tempat itu juga akan sangat membosankan?...” Tanya Raka pada kedua wanita yang ada di dekatnya.
Rizka tersenyum mendengar pertanyaan Raka. “Aku tahu kalau kamu tidak menyukai keramaian, tetapi kamu tenang saja, aku mempunyai tempat yang tepat untuk orang sepertimu yang tidak terlalu menyukai keramaian...” Ucap Rizka menjawab pertanyaan Raka.
Raka sangat tahu kepribadian Rizka, wanita itu sangat menyukai keramaian jadi sangat sulit dipercaya kalau dia telah menemukan tempat yang tepat untuknya. Dia yakin, sepinya tempat yang dimaksud Rizka, tempat itu akan tetap terasa rama bagi dirinya.
“Terserah kalian saja maunya bagaimana. Aku cuma akan diam dan ikut keinginan kalian...” Ucap Raka, dan setelahnya dia meminum coklat hangat buatan Rizka.
“Baguslah kalau begitu, itu baru tunangan ku...” Ucap Natasya yang mendapatkan anggukan kepala dari Rizka.
Menyelesaikan masakan yang dia masak, Natasya mulai menyajikan seluruh makanan yang sudah selesai dia masak. Dengan bantuan Rizka, seluruh makanan sudah tersaji di atas meja makan dan siap untuk di makan.
°°°
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya...