
Di ruangan besar yang merupakan ruangan tempat Raja portal berada, Raka dan Rizka terus menghindari serangan Black Boar Demon yang memiliki sayap berwarna hitam di punggungnya.
Rooaaaarrrrr...
Black Boar Demon marah dan memukuli lantai tempatnya berdiri. Dia terlihat begitu marah saat menatap Raka yang telah membunuh sepuluh Black Boar Demon yang merupakan pengikutnya.
Mata Black Boar Demon bersayap menatap tajam kearah Raka seolah dia mengatakan jika dia akan membunuhnya karena telah membunuh pengikutnya.
“Rizka, cepat pergi dari tempat ini karena sepertinya dia cuma mengincar ku!...” Ucap Raka memberi perintah pada Rizka sambil menghindari serangan Black Boar Demon bersayap yang menyerangnya.
Rizka tahu kalau keberadaannyaa hanya akan membebani Raka, tapi dia tidak ingin pergi meninggalkan Raka sendirian.
Tetapi kejadian yang diluar perkiraan Rizka terjadi saat tiba-tiba Raka muncul di depannya dan dengan cepat Raka melempar tubuh kecilnya keluar dari ruangan Raja, dan detik berikutnya dia dapat melihat pintu ruangan Raja tertutup. “Aku akan menahannya, cepat pergi dan cari bantuan!...” Ucap Raka berteriak sebelum pintu tempat Raja benar-benar tertutup.
Rizka segera pergi mencari bantuan sementara Raka terus menghindari serangan Black Boar Demon bersayap yang terus menyerangnya. “Sistem, apa aku bisa menggunakannya?...” Ucap Raka bertanya pada sistem.
[Kapanpu tuan bisa menggunakannya, tapi untuk saat ini tuan hanya mampu menggunakan seperempat dari jumlah yang telah tuan serap, dan aku akan membuat sedikit kerusakan pada gelang hunter milik tuan supaya mereka tidak bisa melihat perkembangan kekuatan tuan...]
Boomm...
Karena sedikit lengah saat berbicara dengan sistem, sebuah serangan dari Black Boar Demon bersayap mendarat tepat di dada Raka.
“Uhuk...” Raka memuntahkan darah saat dadanya terasa sakit akibat pukulan Black Boar Demon yang telak mengenainya.
Raka masih sedikit beruntung karena serangan yang dia terima lebih dulu tertahan armor yang dia gunakan. Tanpa menggunakan armor bisa dipastikan tubub Raka akan hancur dan dia akan mati detik itu juga.
“Sangat kuat!...” Ucap Raka sambil meminum pil pemulih, dan dengan bantuan Skill Auto Recovery luka di tubuhnya pulih dengan cepat.
“Entah kenapa Skill milik ku justru terlihat seperti skill monster yang bisa meregenerasi tubuhnya saat terluka...” Ucap Raka bergumam sambil menghindari terkaman Black Boar Demon bersayap yang mengarah ke kepalanya.
Boomm...
Raka berhasil menghindar tepat waktu, dan itu membuat Black Boar Demon bersayap yang menyerangnya justru menabrak dinding ruangan dengan sangat keras.
“Kesempatan...” Ucap Raka melihat lawannya yang masih mencoba bangkit.
Dengan mengambil jarak yang cukup jauh dengan lawannya, Raka mulai menyerap energi kehidupan yang ada di gelang hunter keduanya, dan di waktu bersamaan sistem merusak alat pendeteksi level yang ada di gelang hunter yang Raka dapat saat dia masih menjadi bagian dari Akademi Garuda.
Level Raka terus meningkat dengan dangat cepat begitu juga dengan kekuatannya, dan setelah menyerap seperempat energi kehidupan yang ada di gelang hunter keduanya, kini Raka memiliki level yang setara dengan lawannya, tetapi kekuatannya sedikit lebih unggul dari lawannya.
“Sekarang saatnya babak kedua, tapi aku tidak punya waktu untuk babak extra time...” Ucap Raka lalu dia saling beradu kekuatan dengan Black Boar Demon bersayap yang semakin marah setelah merasakan level lawannya yang kini setara dengannya.
Tapi terlihat jelas Raka sedikit lebih unggul saat mereka beradu kekuatan walau Black Boar Demon bersayap unggul dalam ukuran, dan perbedaan kekuatan mereka semaki terlihat jelas saat Raka mulai menggunakan Skill dan Tekniknya untuk menyerang.
“Jangan harap bisa membunuh ku hanya dengan kemampuan lemah mu!...” Ucap Raka berteriak sambil mengayunkan dua pedang yang ada di genggaman kedua tangannya.
Dengan kecepatannya yang jauh lebih cepat dari lawannya, Raka terus melakukan serangan mematikan yang menguras Health Point milik lawannya.
Black Boar Demon bersayap yang semula di atas angin kini mulai terdesak dan Health Point miliknya pun dengan cepat berkurang dan mendekati titik kritis.
__ADS_1
Rooaaaarrrrr...
Black Boar Demon bersayap meraung bersamaan dengan aura berwarna merah gelap yang keluar dari tubuhnya.
[Health Point milik Black Boar Demon tersisa 5% dan saat ini dia masuk mode Berserk > Kekuatan Black Boar Demon meningkat sebesar 100% selama 5 menit sebelum dia mati...]
“Sialan, ternyata dia jauh lebih menyulitkan dari perkiraan ku...” Ucap Raka lalu dia menghindar dari serangan hujan bola api berwarna hitam yang keluar dari mulut Black Boar Demon bersayap yang kini dapat terbang dengan tubuh besarnya.
Boomm... Boomm... Boomm...
Raka terus menghindar dengan kecepatan penuhnya dan sesekali dia menggunakan Skill dan Tekniknya untuk mengurangi 5% Health Point yang dimiliki Black Boar Demon bersayap.
[Skill Thunder Dragon Slayer dapat digunakan setelah tuan dipromosikan menjadi hunter tingkat Kaisar. Skill dapat digunakan sebanyak empat kali secara berturut-turut setelah tuan menjadi hunter tingkat Kaisar...]
Bibir Raka melengkung indah membentuk sebuah senyuman saat informasi dari sistem masuk ke pikirannya.
“Saatnya mengakhiri ini dengan cepat...” Ucap Raka lalu dia menggunakan Skill Thunder Dragon Slayer secara berturut-turut untuk menyerang Black Boar Demon bersayap yang menjadi lawannya.
Boomm... Boomm... Boomm... Boomm...
Empat petir berbentuk naga menghantam tubuh Black Boar Demon dan membuat tubuhnya jatuh menghantam tanah.
Black Boar Demon bersayap yang masih dalam mode Berserk jatuh dan kehilangan nyawanya setelah serangan Raka membuat Health Point miliknya mencapai titik nol.
Raka segera menyimpan tubuh Black Boar Demon bersayap kedalam gelang hunter miliknya. “Akhirnya selesai...” Ucap Raka sambil berjalan keluar dari ruangan Raja portal yang baru dia kalahkan.
“Apa yang ingin kalian lakukan di tempat ini?... Portal akan segera tertutup, lebih baik kita segera keluar dari tempat ini...” Ucap Raka tenang walau dia melihat ada rasa khawatir dari tatapan mata seluruh sahabatnya.
“Apa kamu membunuh nya?... Mo.. monster tadi setidaknya jauh lebih kuat dari seorang hunter tingkat Kaisar!...” Ucap Rizka yang belum percaya kalau Raka berhasil mengalahkan monster yang tadi hampir membunuh nya.
“Lebih baik kita keluar lebih dulu, untuk sisanya akan kita bahas di markas kelompok kita...” Ucap Raka yang langsung mengarahkan seluruh sahabatnya untuk keluar meninggalkan dunia didalam portal.
“Portal ini terlalu lemah untuk membuat terjebak kedua orangtuaku!...” Ucap Raka membatin setelah dia keluar dari dalam portal dan melihat portal aneh itu menghilang.
Raka telah kembali memakai topengnya setelah Cindi memberitahunya kalau ada hunter dari Guild lainnya yang berada di luar portal. Mereka hanya hunter tingkat S kebawah, jadi mereka mengurungkan niat untuk memasuki portal.
Di luar Raka juga melihat keberadaan anggota Akademi Garuda dibawah pimpinan Yohan. Helen dan Nathan juga terlihat di dalam kelompok itu. Tetapi saat dia melihat Helen yang berjalan kearahnya, dia segera pergi bersama enam orang yang mengikutinya.
“Mereka terlihat begitu sombong setelah kemenangan yang penuh dengan kecurangan...” Ucap Yohan yang muncul dari belakang Helen.
Yohan lebih dulu tak sadarkan diri sebelum Raka menghajar Alex dan menunjukkan kekuatan aslinya, dan karena ketidak tahuannya Yohan menganggap pertandingan itu penuh dengan kecurangan, termasuk saat dirinya kalah.
Helen yang telah tahu seberapa kuat Raka, dia tak menghiraukan apa yang diucapkan Yohan. Dengan langkah pelan Helen pergi meninggalkan kelompok Yohan, tak lama Nathan menyusul tepat di belakangnya.
“Apa sekarang kamu menyesal?...” Ucap Nathan yang membuat Helen menghentikan langkahnya.
Helen menoleh dan tersenyum. “Seandainya aku dulu mempercayainya, mungkin semua tak akan seperti ini. Kalau kamu tanya aku menyesal, ya aku menyesal, tapi aku akan lebih menyesal saat melihat dia terluka...” Ucap Helen lalu dia pergi menjauhi Nathan.
Nathan tersenyum kecut mendengar ucapan Helen. “Dia memang pantas mendapatkan cintamu...” Ucap Nathan lirih lalu dia kembali mengikuti Helen dari kejauhan.
__ADS_1
Di markas kelompok Raka.
Raka telah menceritakan apa yang telah terjadi di dalam portal, dan bagaimana cara dia bisa mengalahkan Black Boar Demon bersayap yang kekuatannya hampir menyamai seorang hunter tingkat Pahlawan.
Dalam ceritanya, Raka menceritakan jika 200 buah pil pemulih, dan memaksimalkan fungsi Skill Auto Recovery miliknya adalah kunci dia dapat mengalahkan Black Boar Demon bersayap walau memiliki perbedaan level yang sangat jauh.
Ya, Raka merahasiakan levelnya yang sekarang, dan dia sedikit mengarang cerita tapi cerita yang dia karang ternyata cukup untuk membuat percaya sahabatnya. “Maaf, belum saatnya kalian tahu yang sebenarnya...” Ucap Raka membatin saat dia merasa tidak enak karena telah membohongi temannya.
“Intinya dia lambat dan aku cepat, itulah yang bisa membuatku menang darinya...” Ucap Raka mengakhiri ceritanya.
Keenam orang sahabatnya mengangguk, mereka tahu seberapa cepat kecepatan puncak Raka. Mereka juga tidak merasa aneh dengan kekuatan besar Raka, karena mereka sendiri tidak ada yang tahu tentang kekuatan asli orang yang menjadi ketua kelompok mereka.
“Huh, akhirnya aku bisa istirahat...” Ucap Raka yang telah merebahkan tubuhnya di sofa setelah dia sampai di rumahnya.
“Ehem... Ehem... Apa aku boleh bicara dengan mu?...” Tanya Natasya yang saat ini berada di rumah Raka.
“Bicara saja seperti biasanya, dan tidak perlu meminta izin segala!...” Ucap Raka yang sebenarnya masih agak canggung saat berbicara dengan Natasya setelah terjadinya peristiwa yang sampai sekarang masih membekas di ingatannya.
“Ciuman itu!...” Ucap Raka membatin saat mengingat bibir basah Natasya yang menempel di bibirnya.
Di sisi lain Natasya mengangguk lalu dia segera mengambil posisi yang nyaman duduk di atas sofa, dan dengan keberaniannya dia mengangkat kepala Raka dan menaruhnya di atas pahanya.
“Eh, apa yang kamu lakukan?...” Ucap Raka sambil berpikir tentang perilaku Natasya yang terlihat sedikit aneh.
“Ingat, kamu sudah mendapatkannya, dan tentu kamu harus bertanggungjawab...” Ucap Natasya lalu dia menatap wajah Raka, tapi sebelumnya dia menutup penglihatan Raka dengan telapak tangannya.
“Ada hunter dari Jepang yang ingin mengajukan lamaran pertunangan padaku saat acara pertunangan kakak. Aku sudah menjadi milikmu, artinya kamu harus menyingkirkan orang itu supaya dia tidak mengambil apa yang sudah menjadi milik mu!... Dan aku tidak ingin ada penolakan!...”
Natasya membuka tangannya dan menunjukkan senyuman cantiknya pada Raka, tetapi Raka tahu jika itu bisa menjadi senyuman terakhir yang dia lihat kalau dia berani menolak keinginan Natasya.
“A...aku akan melakukannya...” Ucap Raka yang seketika merubah bentuk senyuman Natasya.
Sekarang Raka dapat melihat senyuman yang akan membuat hidung banyak pria mimisan saat melihatnya.
“Karena kamu bersedia melakukannya, mulai malam ini kita akan tidur bersama...” Ucap Natasya sambil membuat Raka terbangun lalu dia menarik Raka menuju kamar.
“E..eehhh, tidur bersama...” Ucap Raka baru tersadar saat tubuhnya sudah dipeluk Natasya di atas tempat tidur yang ada di kamarnya.
“Sepertinya ada yang salah dengannya...” Ucap Raka membatin saat dia merasakan hangat ditempat yang tengah bersentuhan dengan tubuh Natasya.
“Apa ini yang namanya ditolak rugi, di terusin nanggung?...”
“Cih... Ini sangat menyiksa masa depanku!...”
Raka terus bergumam sampai akhirnya dia mengantuk dan tertidur di bawah tatapan mata seorang gadis yang merasa impiannya akan segera terwujud.
***
Bersambung...
__ADS_1