
Di pagi hari yang cerah terlihat seorang siswi SMA tergesa-gesa memasuki area sekolah.
"Hey apaan sih Ra ?" Seorang gadis cantik, sebut saja namanya Fellisya tengah dihukum karena terlambat sekolah. Ya hari ini adalah hari senin, hari yang paling di benci oleh kebanyakan siswa, termasuk felli.
"Apaan apaan, Lo gue chat kenapa selalu centang dua doang si fel ? Gue telfon ga di angkat, Lo tuh kenapa sih, hah?" Raina dia adalah salah satu teman felli dari SD , SMP hingga SMA yang benar- benar mengganggu felli, walaupun begitu dia tetap menjadi sahabat felli yang disayanginya.
" Ah masa sih? Keknya gue udah baca dan bales chat dari Lo kok, tapi mungkin gue lupa ngetiknya jadi ga gue bales deh." kata felli berbohong, karena ia tau temen satunya ini memang memiliki rasa ingin tau yang besar tentang perasaan felli terhadap cowok di sekolahnya.
"Lah dasar emang lo, kan gue kepo sama perasaan Lo sama si cowok itu siapa ya namanya .. ih kan jadi lupa.." rengek Raina, sambil memanyunkan bibir.
"Siswa yang telat bersiap untuk berbaris ke depan lapangan upacara". Teriak guru yang bertugas mengawasi dan menghukum siswa telat. Inilah saat-saat memalukan bagi siswa yang telat karena selain di hukum, tetapi juga di suruh ke depan lapangan dan menghadap para siswa yang tengah melaksanakan upacara bendera.
"Mampus gue, kenapa juga gue mesti telat sih? Kan jadi terlihat kalau gue bukan siswa yang teladan, astagfirullah " guman felli saat berjalan ke depan lapangan upacara.
Setelah selesai amanat kepsek yang sebenarnya membuat siswa yang terlambat merasa malu karena sindiran demi sindiran yang di lontarkan oleh kepsek, mampu membuat beberapa siswa jera dan tidak terlambat lagi. Namun berbeda dengan felli yang selalu telat dan bahkan dia bisa telat 1 jam lamanya, yang membuat guru yang bertugas hafal dengannya.
"Gue tuh bener-bener apes banget hari ini Ra" kata felli sambil berjalan meninggalkan lobi karena masa hukumannya telah selesai.
"Lo mah selalu apes kalo hari Senin fell gausah lebay dehh" kata Rania dengan nada mengejek.
"Ga gitu Ra gue bener-bener apes hari ini, udah telat dann.." ucapan felli yang tidak di teruskannya membuat Raina penasaran.
"Dan apaa? kalau ngomong tuh jangan setengah-setengah." ucap raina sambil memukul pundak felli.
__ADS_1
"Dannnn telatnya bareng Lo, ih males banget gue, masa dari dulu gue telat pasti ada Lo, hiihhh.., dan juga karena image gue udah ternoda dimata Nofan njir..." Kata felli tak percaya dengan apa yang telah terjadi.
"Bisa-bisanya ya, Lo mikirin gebetan Lo itu dari pada gue, gini-gini juga sahabat Lo" ucap Raina tak terima dengan ucapan felli.
"Iya iya maap Raina sayang, aku khilaf hhee...". ucap felli.
"gue mau tanya,..Lo tuh sebenarnya suka sama siapa sih fell ? bingung gue sama jalan pikiran Lo" sambung raina yang penasaran dengan jawaban temannya itu..
"Kamu bingung sama jalan pikiran gue ? Apa lagi gue?" Ucap felli dengan mengangkat kedua tangannya mengisyaratkan dia tidak tau.
"Makanya punya gebetan tuh jangan banyak banyak fel, nanti kalo mereka ga suka sama Lo, nangiiss paling kerjaan Lo" Kata Raina sambil menyunggingkan senyum yang mengejek.
"Hanya Tuhan yang tau, kau hanya manusia ga usah banyak omong.., eh iya makasih nasihatnya sayang, nanti kalo aku lagi galau dateng kerumah gue yah, gue tunggu nasihat dari lo lopyu rainaaa" ucap felli yang berlari menuju kelasnya menjauhi Raina .
sedangkan di kelas felli,
"Jejejenggg..., kita sambut putri teladan, yang setiap hari kerjaannya telatt...Fellisya Arman Husainnnnn..." . Dion ialah salah satu teman Feli yang benar-benar provokator di kelas, benar benar lihai dalam merangakai kata-kata, bahkan mampu membuat guru marah bahkan menangis.
"Woooooooo..Feli..feliii.." teriak teman kelas Feli dengan lantang.
" Perlukah kita sambiiitt felii ?..." Kata Dion membuat felli menatapnya dengan tajam.
"Ngga fell bercanda ih, kamu mah baperan" ucap dion membuat gemas felli. Ingin rasanya memukul dan menendang perut kekarnya itu.
__ADS_1
"Kamu telat lagi fell ?" Kata teman sebangkunya yang juga membuat Feli risih duduk bersamanya yang tak lain adalah gearin, gadis hits yang haus akan perhatian para cowok di kelasnya bahkan para guru .
"Hmm, seperti yang kamu liat." Jawab felli dengan malas, bukan apa tetapi memang Feli adalah cewek yang benar-benar sulit untuk di tebak, karena kepribadiannya yang sedikit tertutup dan irit bicara kecuali dengan teman akrabnya.
Melihat gearin yang begitu terbuka kepada cowok di kelasnya yang bisa di bilang murahan itulah membuat felli malas berbicara selain karena sesuatu yang penting.
"Woyy fell, kamu tuh di rumah ngapain aja sih? bisa bisanya tiap hari selalu telat." kata Bryan yang merupakan provokator kedua di kelas.
"Emang kenapa ? Masalah ya buat Lo ?." Ucap felli tak mau kalah.
"Ya ga gitu, gue kawatir aja kalau Lo tuh kelamaan ngelamun dirumah, apalagi ngelamunin gue ,kan agak gimana gitu".
"Hah, yakali gue ngelamunin Lo , inget Lo aja kaga !" Jawab felli ketus. Ia tau bahwa Bryan merupakan cowok tertampan dan terkaya di sekolahnya dan dia selalu mempermainkan felli seperti saat kelas sepuluh dulu.
Bryan selalu menggoda felli dengan segala tingkahnya hingga cewek-cewek di kelas iri akan kedekatan felli dan Bryan. Namun felli tidak memperdulikannya karena ia tau Bryan melakukan itu hanya untuk main-main, Bryan memang terkenal cowok yang playboy, apabila melihat cewek bening sedikit langsung di incar olehnya.
"Masa sih fell...gue ga yakin kalo Lo ga mikirin gue..". Ucap Bryan dan menyisir rambutnya dengan kelima jarinya dan tersenyum seperti oppa-oppa Korea, membuat para cewek histeris dibuatnya.
"Bryan memang tampan tapi gue ga suka sama caranya mendekati wanita, dasar playboy." gumam felli dalam hati.
"Lo beneran ga suka sama gue fell.." ucap Bryan sambil mendekatkan kursi di samping felli untuk tempat duduknya.
#SWMF🧡🧡
__ADS_1