Stuck With My Feelings

Stuck With My Feelings
SWMF. Bagian 16


__ADS_3

" bahkan sejak kecil mereka tidak pernah perduli dengan keberadaan aku bi....jadi ga heran kan kalau mereka gatau ulang tahun aku ? " ucap bryan, ia terlalu muak dengan suasana ini, terbiasa dengan kesendirian, walaupun sekarang hari ulangtahunnya tetapi Bryan tidak merasa bahagia sedikitpun.


" bi inem ada disini buat tuan Bryan..jadi kalau mau cerita apapun bi inem bakal dengerin...jangan khawatir kesepian tuan "


ucapan bi inem selalu membuat Bryan merasa lega, bi inem sudah seperti ibu baginya sejak kecil, bahkan ibunya sendiri tidak mau mendengar keluh-kesah anaknya. Disinilah Bryan selalu bersyukur karena memiliki bi inem yang selalu mengerti perasaan Bryan.


" iya bi..makasih udah ngertiin aku bi..maaf kalau aku sering nyusahin bi inem " ucap Bryan dengan penuh kasih sayang.


" ya udah sini, bi inem udah masakin makanan kesukaan tuan..ayo makan dulu " ucap bi inem mengalihkan pembicaraan.


" oke bi..makasih makanannya " Bryan pun melahap makanannya, seperti yang tadi bi inem bilang, masakan yang disajikan semuanya adalah makanan kesukaan Bryan, tentu saja Bryan akan menghabiskannya dengan cepat.


Setelah menyelesaikan makannya Bryan berdiam diri di kamarnya. Banyak masalah yang harus ia selesaikan termasuk masalahnya dengan Nofan, jangan sampai Nofan menyakiti felli apapun yang terjadi.


triiing triing triiingg


ponsel berbunyi tanda seseorang menelponnya. Dilihatnya dari jauh, siapa sebenarnya yang menghubungi ditengah malam seperti ini, pikir Bryan. Namun siapa sangka felli yang menghubunginya, ini adalah keberuntungan untuk Bryan, pasalnya Bryan kira felli tidak mau lagi berbicara dengannya. Senyum Bryan pun mengembang seperti anak kecil yang merindukan orangtuanya setelah ditinggal beberapa lama.

__ADS_1


Tak ingin felli menunggu lama, Bryan kemudian segera mengangkat telephonnya menempelkan benda pipih itu di salah satu telinganya dan berkata..


" hallo..assalamu'alaikum.." begitu bahagianya Bryan terlihat dari cara bicaranya, berbeda dengan felli


" h-hallo..waalaikumsalam.." ucap seseorang diseberang dengan nada gelisah


" ada apa fell ? apa ada sesuatu yang terjadi ?" ucap Bryan setelah mendengar jawaban dari felli yang terdengar gelisah


"ng-nggak nggak ada kok, oh iya aku hampir lupa, happy birtd day ya bry...semoga semua doamu terkabul, keinginan kamu terpenuhi dan panjang umur selalu.." ucap felli


" amin..tapi kalau gue inginnya Lo gimana ?" goda Bryan, tentu saja dengan senyuman manis setelah mengatakan itu.


" udah apa fell ? bilang aja kali..ga usah gantung gitu.." ucap Bryan tambah penasaran


" g-gue u-udah j-jadian sama Nofan.." ucap felli ragu


" maaf bry..ini udah pilihan gue..g-gue harap Lo bisa ngertiin gue ya ?.." sambung felli

__ADS_1


Bryan diam seketika, ia tidak menyangka hari ulang tahunnya sekarang menjadi hari terburuk sekarang. Namun Bryan kembali berusaha mengendalikan suaranya agar tidak terdengar sedang emosi.


" Bryan ?" ucap felli


" hmm ? iya..nggak papa, itukan udah pilihan Lo, gue bisa apa lagi ? hati Lo udah milih orang lain dari pada gue.." ucap Bryan dengan senyuman yang tadinya manis berubah menjadi senyuman kecut.


" sekali lagi gue minta maaf ya bry ? gue harap setelah ini Lo sama gue masih bisa berteman baik.."


" hmm..its oke,.. gue juga berharap Lo bahagia sama pilihan lo..., dan....." ucap Bryan menggantung, felli tidak tahu jika Bryan sedang menahan tangisnya, Bryan menutupi mulutnya agar tangisnya tidak bersuara. Sesakit itu ternyata.


" Dann Lo langgeng terus ya sama Nofan.." sambung Bryan setelah bisa mengendalikan perasaannya


"iyaaa makasih bry...aku -"


" eh fell maaf gue udah di panggil nyokap gue, hhee jarang banget nyokap pulang dihari ulangtahun gue..kita lanjut besok yaa..see you.." Bryan menutup telephon secara sepihak, ia berbohong agar felli tidak curiga dengannya karena ingin menangis.


Ibunya saja tidak pernah pulang selain karena urusan pekerjaan. Bryan duduk disamping tempat tidurnya, memeluk kedua lututnya.. menangis...., seorang Bryan sekarang menangis...cowok yang terkenal akan sifat dingginnya sekarang menangis karena cintanya yang tak terbalas. Apakah begini rasanya jika patah hati ? ...pantas saja, hampir semua orang memposting tulisan-tulisan galau saat patah hati, ternyata.. mereka benar-benar menuangkan perasaan mereka lewat tulisan itu. Sadboy, sekarang Bryan adalah sadboy.

__ADS_1


#SWMF🧡🧡


__ADS_2