
" enak ?" tanya Bryan yang telah menyodorkan sebuah sendok kemulut felli.
" enak !? gilaaa!? parahhh " ucap felli kagum dengan rasa masakan yang Bryan buat.
" ya biasa aja kali reaksinya neng " Bryan tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya ketika felli mengatakan enak pada masakannya
" lagii dongg..laper tauuu "
rasa lapar yang kini tidak bisa ditahan lagi, apakah Bryan akan melihat felli sebagai cewek rakus ? ah bodoamat untuk felli sekarang hanya yang dipikirannya adalah isi perut dulu.
" sabar dongg, bentar lagi Mateng semua "
" cepetan..cepetan..cepetan.."
rengekan felli benar benar mengganggu telinga bryan
" diem ga ? kalau ga mau diem gue cium nih "
ancam bryan.
" hiii apaan, ya udah selesaiin dulu gue mau duduk syantik aja deh "
felli pergi sambil salah tingkah.
" gila apa...kenapa sih gue ?"
__ADS_1
ditepuk tepuk pipinya karena tingkahnya tadi.
sedangkan yang menatapnya hanya tertawa, random banget kelakuan cewek imutnya itu. Bryan kembali sibuk dengan masakanya. setelah selesai, ditaruhnya makanan tersebut pada sebuah piring, tak lupa juga untuk menyiapkan minuman sekaligus.
" udah? " tanya felli yang sedari tadi memperhatikan pemilik tangan cekatan itu.
" udahhh cantik, mau makan ga nih ? "
goda bryan, tentu saja membuat gadis itu tersenyum salah tingkah.
" gombal terusss " sahut felli untuk menutupi rasa gugupnya.
" tapi Lo suka kan "
sambil mengedipkan salah satu matanya dan tersenyum jail. Bryan mulai meletakan semua makanan yang sudah ia masak di atas meja, merapihkan kursi dan mempersilahkan felli untuk duduk.
ucap felli tertawa geli melihat tingkah random bryan yang jarang ditunjukan kepada orang lain sekalipun dengan sahabat karibnya.
belum juga bryan memasukan makanan kedalam mulutnya, terdengar bel rumah berbunyi beberapa kali.
" kayaknya ada tamu deh fell, coba kamu bukain dulu pintunya "
pinta Bryan pada felli, gadis itu malah masih asik melahap makanan yang ada di depannya.
" Lo yang bukain dulu dong tolong, nanggung banget nih " ucap felli sambil menunjukan kedua tangannya yang belepotan minyak dengan mulut yang masih menggigit daging ayam.
__ADS_1
" kunyah dulu makanannya baru ngomong.."
Bryan berjalan sambil menertawakan felli. gadis itu hanya menatapnya sinis.
" keeejutaaannnnnn "
Bryan kaget setengah mati, bukan tamu ternyata tetapi tuan rumahnya sendiri. ya bunda ayah dan kakak gadis yang disukainya ternyata tidak pergi liburan dan apa ini mengapa mereka melakukan semua ini. mereka sama- sama terkejut, terutama ayah dan bunda felli.
" tunggu-tunggu,... kamu Bryan kan ? " selidik ayah felli.
ya tentu saja mereka curiga, mereka sudah menyiapkan kejutan untuk felli namun gadis itu membawa seorang remaja laki-laki kerumah ?.
" O-oh maaf om tadi bryan nemenin felli belanja jadi sekalian di anter pulang. maaf ya om ga minta ijin dulu sama om "
ah sepertinya Bryan takut kalau pertemuan pertamanya dengan keluarga felli meninggalkan kesan yang buruk.
" siapa sih bry ? kok ga disuruh masuk ? "
tanya felli penasaran sambil menenteng beberapa lembar tisu untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di pipinya. Sedangkan ayah, bundanya masih terkesima dengan wajah tampan yang ditemui dirumah mereka sendiri, bahkan hanya berdua.
" o-ooh iya, silahkan masuk om tante"
Merekapun masuk dengan ekspresi wajah yang penasaran
" L-LLoooohh ? ayahhh bundaaaaa, katanya mau pergi liburan ga ngajak felli lagii, teruss ini kenapa pada balik lagii ?"
__ADS_1
..........................................................................
🧡🧡