
Bryan benar-benar terkejut dengan pengakuan felli bahwa dirinya menyukai orang lain, kecewa itulah yang dirasakannya sekarang. Bryan baru menyadari bahwa perasaan sayangnya semakin lama semakin besar kepada felli, hingga pada akhirnya ia mendengar sendiri pernyataan dari gadis pujaannya menyukai cowok lain.
" g-gue nggak bisa bohong sama perasaan gue bry.." sambung felli.
Bryan mengusap rambutnya kasar, entahlah sekarang Bryan benar-benar kehabisan kata-kata.
" jadi ini pilihan Lo ?" tanya Bryan putus asa, bagaimana tidak, Bryan mendengar sendiri bahwa felli menyukai nofan . felli hanya terdiam
" sejak kapan ? sejak kapan Lo suka sama Nofan ?" sambung Bryan meminta penjelasan.
" sejak kelas sepuluh..." jawab felli dengan tetap menundukkan kepala.
" hahhh..bodohnya gue yang ngira kalau Lo juga suka sama gue....bodoh banget kan gue di mata Lo ? makanya Lo bisa nyembunyiin ini semua dari gue ? kalian berdua emang cocok sama-sama munafik " ucap Bryan dengan kesal, wajahnya menggambarkan kekecewaan yang mendalam pada felli.
" stopp bryannn...gue tau kalau gue salah tapi Lo nggak bisa langsung menyimpulkan dari sudut pandang Lo doang " ucap felli tak terima
" bukannya emang gitu ya ? Lo ngedeketin cowok cuma untuk sebagai pengganti Nofan selama ini ? kalau bukan munafik apalagi coba ? Lo permainkan perasaan cowok yang bahkan tulus cinta sama Lo.." ucap Bryan mengeluarkan unek-uneknya selama ini
__ADS_1
" dan Lo nggak sadar udah mempermainkan perasaan gue juga fell..." sambung Bryan frustasi
" maaf bry..gue nggak maksud buat-"
" sekarang Lo harus putusin Lo pilih gue atau Nofan !?!" ucap Bryan tegas memotong penjelasan dari felli
" Nofan...g-gue pilih Nofan " jawab felli masih dengan menundukkan kepala
" oke fine,... semoga Lo bahagia sama pilihan Lo sekarang.. dan maaf kalau gue cuma menghalangi kalian berdua.." ucap Bryan dingin, dan beranjak pergi meninggalkan felli disana yang masih mematung
brakk
" hiks...apa yang harus gue lakuin...hiks " gumam felli sambil menangis. felli pun segera meraih ponselnya untuk menghubungi Raina
Tutt tutt tutt
Raina tak kunjung menjawab telephone dari felli, mungkin ia sedang sibuk dengan pelajarannya sekarang.
__ADS_1
" Ra gue harus gimana ? gue nggak tau harus gimana..gue takutt..hikss...rasanya sesak..gue nggak tau harus apa..gue nggak bisa selamanya nutupin kalau gue suka sama nofan.." ucap felli pada panggilan yang tak kunjung diangkat. felli benar-benar bingung dengan apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
sedangkan dikelas Nofan .
" fan..Lo beneran suka sama felli ?" tanya Bima ingin tahu
" suka ? siapa ?gue ? " tanya Nofan datar seolah bukan urusannya
" ya Lo lah fan..masa orang lain " ucap Bima heran
" ya nggak lah...gue cuma mau main-main aja sama dia bentar..tapi kayaknya felli Beneran suka deh sama gue " jawab Nofan dengan seringai liciknya
" Lo gila ya fan ? felli bener-bener tulus suka sama Lo..dan gue denger felli suka sama Lo udah lama "
" ya bagus dong, jadi permainan ini nggak terlalu membosankan " jawab Nofan tak perduli
" heran gue sama jalan pikiran Lo...gila tau nggak ?" ucap Bima geram
__ADS_1
" udah deh nggak usah banyak omong, berisik tau nggak !?!" kata Nofan dingin.