
"g-gueee..".jawab felli dengan gugup, bagaimana tidak wajah Bryan semakin dekat dengan felli hingga felli bisa mencium bau wangi dari tubuh pria itu.
"Lo suka kan sama gue?.. ngaku aja sih fell ."
"Ett dah bry.. gimana gue mau jawab kalau posisi kamu kaya gitu..". ucap felli dengan menunjuk wajah Bryan dengan jari telunjuknya.
"Nggak gue ga suka sama Lo..., Lo terlalu playboy sih, jadi gue ga suka..".sambung felli dengan menyingkirkan wajah Bryan dari depannya.
"Tega kamu fell...,nabok wajah gue yang tampan ini". Ucap Bryan sambil berdiri menuju bangkunya.
"Bryan Bryan...ga habis pikir gue sama Lo, dasar playboy cap kampret." Gumam felli sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Setelah waktu istirahat tiba, felli berniat untuk pergi ke kantin bersama dengan teman-temannya . Namun ia teringat dengan perintah gurunya untuk membantu membawakan tugas para siswa dikelasnya yang sudah terkumpul di meja guru.
"Vin.. gue titip aja deh, gue ga sempat ke kantin..." Ucap felli pada salah satu temannya.
"Oke siap..".jawab vina.
Felli kemudian mengangkat setumpuk kertas folio yang terletak di meja guru dan bergegas pergi ke kantor.
" Assalamu'alaikum..permisi pak saya mau mengumpulkan tugas yang tadi pagi ".
"oh iya...taruh saja di meja bapak ya fell".
"baik pak.."
"oh iya fell..kelas kamu dekat kan sama kelas nofan ? saya mau nitip buku, nanti kasih ke nofan ya..bisa fell ?.."
"nofan pak ?... iya pak bisa ." ucap felli awalnya dia ragu karena setiap felli melihat nofan jantungnya seakan berdetak dengan kencang. karena nofan adalah cinta pertama felli dari satu tahun yang lalu lebih tepatnya dari kelas sepuluh. Perasaan felli padanya yang semakin hari semakin bertambah, namun ia sadar felli tidak pantas untuk nofan bahkan untuk sekedar menjadi temannya. Felli terus melamun sepanjang jalan menuju kelas nofan, dan tanpa sadar felli menabrak seseorang
"Aduhh....ehh maaf Bim , gue ga sengaja..".ucap felli dengan rasa bersalah karena dia memang yang bersalah.
"Hmm..oke"
"Eh Bim gue mau tanya sama Lo..bentarrr aja oke?.."
"nggak gue sibuk, tanya aja sama yang lain" jawab Bima dingin.
__ADS_1
"Bim Lo ga kasian sama gue ? hmm ?.." ucap felli dengan mata berkaca-kaca.
"Ya udah mau tanya apa sih felli cantikk?". Goda Bima dan mulai duduk di kursi yang sudah tersedia di samping kelas.
"Itu loh Bim, Lo tau nofan kan ?, Dia lagi di kelas nggak sekarang ?.."
"kayaknya sih di kelas deh..Lo samperin aja..."
"okee.. makasih Bim"
"Lo suka sama nofan fell ?". tanya Bima tiba-tiba yang membuat felli terkejut dengan pertanyaannya
"Di bilang suka gue nggak yakin sih Bim, gue cuma penasaran sama nofan..." Ucap felli.
"Gue saranin sih ya, Lo tu jangan terlalu berharap deh sama nofan, dan yang Lo liat ga semuanya mencerminkan perilaku dia oke?"
"memangnya sifat nofan kayak gimana sih Bim ?" Tanya felli yang menuntut penjelasan dari Bima.
"Tanya aja ke orangnya biar lebih jelas fell..".jawab Bima dan berjalan meninggalkan felli yang masih menatapnya meminta jawaban.
"Gila Lo ya Bim, yang ada malah dia tersinggung sama pertanyaan gue.." ucap felli dengan kesal.
" iih Bima ga asik..". Gerutu felli, yang kemudian melanjutkan jalannya.
Setelah sampai di depan kelas nofan, kelasnya hanya ada nofan dan satu temannya. Felli pun masuk dengan membawa buku titipan dari gurunya untuk di berikan kepada nofan.
" Fan.., nofan.."
" Eh fell tumben Lo kesini, ada perlu apa ?." tanya Nofan ketika mendengar namanya di panggil.
" gue di titipin buku sama pak Bambang katanya ini punya lo ?." ucap felli sambil menahan rasa gugupnya.
" oh iya..gue lupa".
" nih..ya udah gue balik ke kalas dulu ya.."
"oh oke..btw makasih ya udah bawain kesini".
__ADS_1
"iya santai aja kali.." sambung felli, dia keluar kelas dan menuju kamar mandi, rasanya ia tidak kuat jika terus menatap dan berbicara dengan Nofan, wajahnya menjadi merah karena malu dan gugup.
"apaan sih fell...Lo tuh harus bisa move on dong dari Nofan, Lo tuh nggak pantas buat dia.." gumam felli berusaha mengendalikan dirinya.
Setelah jam pelajaran selesai, semua siswa bersiap untuk pulang kerumah masing-masing,namun berbeda dengan felli yang masih setia memperhatikan Nofan yang berada di luar kelasnya. Dia memandang lekuk wajahnya, hidungnya yang mancung, kulitnya putih dan mulus, dengan rambut yang tertata rapih mampu menarik perhatian para wanita di sekolahnya. Felli begitu mengagumi nofan yang hampir mendekati sempurna di mata felli.
" Ya Tuhan begitu indah ciptaanmu satu ini.." gumam felli dalam hati.
Tanpa sadar di belakang felli sudah ada seseorang yang memperhatikannya sejak tadi.
"Woyy fell.. pulang bareng gue yuk.." ajak Bryan dengan menggandeng lengan felli.
" Apaan sih bry ngagetin aja.., lagian gue udah janjian sama raina buat pulang bareng kok....".jawab felli dengan kesal karena di ganggu oleh Bryan.
"Ya udah mana hp Lo ?.."
"Buat apa..? Jangan macem-macem ya ! gue tusuk mata Lo pakai garpu." Ancam felli
"Ahh brisik mana hp Lo gue pinjem bentar..". Ucap Bryan dengan gemas.
" Nih, buat apa sih? Kalau buat ngehubungin cewek-cewek Lo mending ga usah deh bry.." ejek felli.
"Rahasia dong, tenang aja ga bakalan kok", ucap Bryan dengan santai.
"Udah nih hp lo, yuk pulang..". Kata Bryan sambi menarik lengan felli
"Apaan sih bry kan gue udah bilang gue pulang bareng Raina Lo budek ya?" Sambung felli dengan kesal.
"Iya sayang gue tau, tapi gue udah chat tuh si Raina buat pulang duluan karena Lo mau pulang sama Bryan Sanjaya, paham ?..."kata Bryan dengan bangganya.
"Apa ? Lo nyuruh Raina buat pulang duluan ? jadi gue pulang sama siapa dong bry ...." Ucap felli tak percaya dengan apa yang di lakukan Bryan.
"Ya pulang sama gue lah.. ayok pulang". Jawab Bryan dengan menarik lengan felli.
"Lo tuh nyebelin banget ya bry, sumpah..". Gerutu felli namun tidak di dengar oleh Bryan.
Mereka berduapun keluar kelas dan melewati nofan yang sedang berbicara dengan Dion. Sekilas nofan melihat Bryan yang menggandeng lengan felli kemudian memalingkan wajahnya dan kembali berbicara dengan Dion.
__ADS_1
#SWMF🧡🧡