Stuck With My Feelings

Stuck With My Feelings
SWMF. Bagian 8


__ADS_3

Hari demi hari, felli merasa Bryan begitu memperhatikannya entah mungkin itu hanya perasaanya saja, dan Nofan semakin hari seperti lebih menjadi dekat dengan felli


" fell ayo lah fell kenalin gue sama salah satu gebetan Lo itu yaa ? gue juga pengen kali punya pasangan kayak cewek lain " rengek Raina pada felli yang sedang sibuk menyantap makanannya


" fell ayolahhh" sambung raina


" Ra makan dulu Napa sih ? gue laper banget sumpah, lagian ya gue nggak punya gebetan sekarang oke ? gue mau belajar buat ujian kenaikan kelas, kemarin gue nggak sempet balajar karena di ganggu sama kakak gue, jadi Lo jangan bahas yang nggak-nggak dulu dehhh.." jelas felli


" tapi Lo janji ya kalau ukk udah selesai Lo harus bantuin gue nyari cowok yang cocok buat gue, Lo harus janji nggak boleh nolak.."


" oke kalau gue sempet "


" gue serius felll "


" gue juga serius Ra, nanti kalau kita udah kelas 3 SMA kita tuh udah nggak bisa main-main lagi Ra, kita harus fokus sama persiapan ujian kelulusan " ucap felli kesal


" ya karena itu gue pengen cepet-cepet punya cowok biar kalau wisuda ada yang ngasih bunga ke gue "


" Raina Raina ...terserah Lo deh, gue nurut aja" ucap felli pasrah


Felli melihat orang yang berkerumun terutama para cewek yang ternyata Bryan lah biang keroknya, felli heran mengapa Bryan ke kantin padahal dia biasa memerintah temannya untuk membelikan makanan, tidak seperti biasanya Bryan repot-repot membeli sendiri. Namun felli tidak menghiraukannya dan kembali menghabiskan makanannya.


" Bryan Lo mau makan apa biar gue beliin " ucap salah satu siswi yang ingin merebut perhatian Bryan.


mendengar itu, felli ingin rasanya tertawa, entahlah rasanya lucu jika dia melihat para cewek mencari perhatian pada Bryan karena felli tau Bryan tidak akan menggubris omongan mereka


" nggak usah, gue mau cari cewek yang namanya felli disini.." ucap Bryan yang membuat felli terkejut dan berusaha menyembunyikan wajahnya


" Lo kenapa sih fell ngumpet-ngumpet kayak gitu ?" tanya Raina heran


" ssttt " jawab felli mengisyaratkan untuk diam


" kayaknya disini nggak ada deh bry, mending Lo ngobrol aja bareng kita.." bujuk salah satu siswi


" gue bilang nggak ya nggak ! " ucap Bryan kesal


Namun Bryan mendengar ada yang tertawa di meja pojok yang tak lain adalah felli


" hhaaa ngakak banget sumpah.." ucap felli tak sadar Bryan telah melihatnya dengan tatapan kesal, felli merasa lucu saat melihat Bryan kesal seperti itu


" oohh jadi Lo ngumpet di situ " ucap Bryan lantang


" astaga goblok banget gue, kenapa gue mesti ketawa sih.." gumam felli dan menepuk dahinya sendiri

__ADS_1


Bryan kemudian berjalan menuju meja tempat felli dan Raina tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di sana, dan duduk di atas meja menghadap felli


"a-apa ? n-ngapain Lo nyariin gue ? " ucap felli gugup khawatir Bryan akan marah padanya


" gue mau bawa Lo ke suatu tempat, dan Lo nggak boleh nolak " ucap Bryan tegas


" gue belum belajar bry, jangan ganggu gue.." jawab felli


" tadi gue bilangkan Lo nggak boleh nolak..!" ucap Bryan dan menarik lengan felli untuk ikut dengannya


" maksa banget sih Lo........bryaannn" ucap felli dan mencoba melepaskan genggaman tangannya tetapi kekuatannya tidak bisa dibandingkan dengan Bryan.


" fell ini makanan Lo gimana ? " teriak Raina


" gue titip Lo aja raa" ucap felli


sesampai di parkiran Bryan segera mengendarai motornya dan menyuruh felli naik motor bersamanya, felli tidak bisa menolak karena dia takut Bryan akan marah dengannya apalagi Bryan adalah anak pemilik sekolahnya.


Di sepanjang jalan tidak ada percakapan yang keluar dari mulut Bryan maupun felli, hingga sesampainya di tempat tujuan yang tak lain adalah rumah Bryan sendiri,


" turun " ucap Bryan dingin


felli pun turun dan waspada jika Bryan akan melakukan sesuatu padanya


" tuan Bryan sudah pulang ? " tanya seorang perempuan paruh baya yang sepertinya adalah pembantu di rumah itu


" iya bi,..maaf bi tolong jagain cewek ini jangan sampai dia kabur ya bi, Bryan mau ganti baju dulu di kamar " ucap Bryan yang membuat felli curiga


" siap tuan "


" dan Lo fell, tungguin gue di situ" ucap Bryan pada felli, dan segera meninggalkan felli ke kamarnya


" astaga Bryan ada masalah hidup apa sih dia, bisa bisanya memperlakukan gue kayak gini " gumam felli dalam hati


" non silahkan duduk disini non " ucap pembantu Bryan dengan ramah


" iya bi, terimakasih, oh iya bi panggil felli aja bi, kalau panggil non rasanya aneh hhee" ucap felli memecah keheningan


" siap non, eh felli maksudnya"


"bibi namanya siapa? "


" nama saya inem, panggil saja bi inem"

__ADS_1


" oh iya, bi inem udah lama kerja di sini ?"


" bi inem sudah dari tuan Bryan masih bayi, bibi yang urus tuan Bryan, dan maaf ya nak felli kalau tuan Bryan kasar sama nak felli "


" nggak papa Kok bi, Bryan nggak pernah kasar kok sama felli cuma kadang-kadang emang ngeselin"


setelah selesai berganti baju Bryan pun menghampiri felli yang tengah duduk di sofa sambil menonton siaran tv, Bryan kemudian mendekat dan membaringkan tubuh dengan kepala berada di pangkuan felli dengan memejamkan kedua matanya


" bryannn " ucap felli terkejut dengan tindakan Bryan yang tiba tiba.


" sebentarrr aja, gue capek fell " jawab Bryan dengan tetap memejamkan matanya, melihat tuannya datang bi inem segera kembali ke belakang menyelesaikan pekerjaannya.


" kita balik ke sekolah aja yuk, kita masih ada UKK bry, nanti kalau nggak naik kelas gimana ?" ucap felli khawatir


" Lo lupa fell kalau gue anak pemilik sekolah ? tenang aja semua bisa di atur oke ?" ucap Bryan


" tapi kan bry, nggak bisa dong Lo menyalahgunakan kekuasaan Lo dengan seenaknya " ucap felli kesal


" Lo mau diem atau mau gue marah sama Lo" ancam Bryan. felli pun tidak punya pilihan selain diam di tempat, felli merasa sangat kesal dengan perlakuan Bryan padanya.


setelah hampir satu jam Bryan berbaring di pangkuan felli, felli merasa kesal pada Bryan dan langsung berdiri mengambil tas sekolahnya dan keluar rumah membuat Bryan terkejut


" cowok brengsek" ucap felli kesal dan hendak berlari namun tangannya ditarik oleh Bryan dan memeluknya


" maafin gue fell gue nggak bermaksud buat kasar ke Lo, maaf" kata Bryan dengan mengeratkan pelukannya


" Lo tau bry gue nggak bisa di kasarin, nggak suka di paksa dan nggak suka di diemin...gue salah apa sih ke Lo ?" ucap felli dengan mulai menangis


" iya fell, sekali lagi gue minta maaf, maaf banget udah kasarin Lo, udah maksa Lo, gue bener-bener nggak sadar.." ucap Bryan dengan mengelus lembut pucuk rambut felli agar lebih tenang


" kalau Lo mau main-main kayak gini jangan sama gue, gue nggak suka" ucap felli dan melepaskan pelukan Bryan kemudian mengusap air matanya yang tersisa


" gue pingin pulang " sambung felli


" oke gue anter " ucap Bryan yang kemudian mengambil motornya


dalam perjalanan tidak ada obrolan yang terjadi, mereka saling diam, sibuk dengan pikiran masing-masing.


setelah sampai di depan rumah felli, merekapun segera turun dari motor. felli melepas helm dan memberikan pada Bryan dan bergegas kedalam rumah namun sebelum itu, Bryan memeluknya dari belakang, membuat felli begitu terkejut


" maaf " ucap Bryan di sela pelukannya


" hm " balas felli kemudian melepas pelukan Bryan dan bergegas masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


#SWMF🧡🧡


__ADS_2