
" Apa aku mengambil keputusan yang benar ?" ucap felli setelah Bryan mematikan telephone nya secara sepihak
" udah ngobrolnya ? mau gue anter pulang ? " ucap seorang laki-laki keluar dari cafe menghampiri felli
"O-oh udah kok fan, yuk pulang " jawab felli tak lupa dengan senyuman manisnya
Nofandry Erlangga
Nofan pun segera melajukan motornya dengan felli yang berada dibelakangnya, felli merasa seperti masih bermimpi, bisa sedekat ini dengan lelaki yang selama ini dia sukai, sepintas felli merasa perjuangannya selama ini tidak sia-sia, pada akhirnya Nofan menjadi pacarnya sekarang.
" fell..." panggil Nofan singkat dengan tetap fokus berkendara
" hmm ?" suasana ini benar-benar canggung bagi felli
" eh nggak...nggak jadi "
__ADS_1
Mereka saling diam hingga akhirnya sampai di rumah felli. Suasana ini benar-benar canggung untuk felli, apalagi felli baru pertamakali ini berpacaran. Ya walaupun felli memiliki banyak gebetan, tapi felli tidak pernah berpikiran untuk mulai berpacaran. Dengan umur segini, felli masih merasa seperti anak kecil yang belum saatnya untuk berpacaran.
Motor pun berhenti dihalaman rumah felli
" ah ternyata udah sampai rumah hehe " ucap felli sambil turun dari motor Nofan, memecah keheningan.
" ohiya mau mampir dulu kerumah aku ? kebetulan bunda sedang dirumah " sambung felli dengan ceria, ekspresi wajah Nofan seketika berubah menjadi dingin.
" oh nggak usah kapan-kapan aja, Lo masuk rumah gih udah malem juga " jawab Nofan dengan wajah dingginnya, seperti ia tidak peduli apa yang dikatakan felli.
" O-okee, aku masuk ya...see you " felli seakan terkejut dengan perubahan ekspresi wajah Nofan. Seketika felli berpikir apa ada yang salah dengan ucapannya ?.
Nofan melajukan sepeda motornya, ia berpikir ini baru awal dari balas dendamnya kepada Bryan .
ia tak menyangka semudah ini ternyata membuat hati felli luluh padanya.
Hanya dengan kata-kata manis dan sedikit perhatian, felli mau menerima ajakan Nofan untuk berpacaran. Nofan pun langsung berperasangka bahwa felli itu adalah cewek gampangan yang mudah luluh hanya dengan kata-kata manis dari semua cowok. Menyedihkan, pikirnya.
__ADS_1
*****************🧡***************
Keesokan harinya, di sekolah Bryan hanya berdiam diri dikelas dengan memakai topi untuk menyembunyikan wajahnya yang terlihat kelelahan. Tidak ada yang berani melarang Bryan memakai topi bahkan kepala sekolah sekalipun.
" umhh " Bryan menggeliat karena bosan. Dilihat jam tangannya masih jam 10 pagi, hahhh mengapa waktu seakan tidak berpihak pada dirinya sekarang.
Bisa saja ia pulang lebih awal dari teman-temannya, namun dipikir lagi Bryan sering melakukan sesuatu hal dengan seenak jidatnya sendiri.
Bryan masih peduli dengan nama baik keluarga Sanjaya , setidaknya jangan sampai membuat citra keluarga Sanjaya menjadi buruk.
Bryan adalah pewaris satu-satunya di keluarga Sanjaya, harta benda milik kakeknya pun diwariskan hanya untuk Bryan seorang. Bryan tetap akan menjadi orang kaya walaupun tidak bekerja.
Tak heran jika Bryan memiliki banyak teman yang hanya memanfaatkan kedekatan mereka untuk keuntungan mereka sendiri, Bryan pun tahu, tapi Bryan lebih suka diam dari pada meladeni hasutan teman-teman palsunya.
" eh liat deh felli sama Nofan..., " ucap salah satu teman kelas
" denger-denger mereka berdua udah jadian ya ? kok gue merasa ada yang aneh deh..kalian ngerasa aneh juga ga sih ? " sambungnya
__ADS_1
#SWMF🧡🧡