
" ng-nggak,..nggak kok apaan sih !? " ucap felli gugup
" beneran ?, Lo nggak ada hubungan apa-apakan sama Nofan ? " tanya Bryan menginterogasi
" beneraannn...Lo nggak percaya " ucap felli meyakinkan Bryan
" ya aneh aja gitu, seorang Nofan yang nggak pernah peduli sama keberadaan Lo, sekarang dia jadi deket sama Lo " ucap Bryan menjelaskan
" ahahaa..itu cuma perasaan Lo aja kali bry..udah deh jangan bahas itu lagi " ucap felli tak ingin memperpanjang pembicaraan
" yuk balik ke kelas, muka gue juga udah baikan " sambungnya sembari berdiri
" eh cumi kering, tungguin gue juga kali " ucap Bryan kesal
" makanya ayo,..."
" tarik tangan gue.." ucap Bryan dengan manja
" hah !?..gue nggak salah denger kan ? anak cowok kok lemah, tinggal berdiri aja Napa sih ?" kata felli geram
" Lo ngejek gue fell ? dari pada Lo, ketimpuk bola aja mau nangis, helehh " ucap Bryan nyengir
" ya udah sihh nggak usah dibahas..ayo.." gerutu felli namun ia pun terpaksa menarik tangan Bryan agar berdiri
" Lo berat banget Bryannnn...Lo sengaja ya ?" ucap felli mengeluh
" udah tau masih aja nurut...ahaahhaaa "
" Lo mau mati ya bry ? kalau orang mau mati tuh biasanya ketawanya menggelegar kek kamu tadi " ucap felli asal. Dan benar saja Bryan menjadi diam mematung
" itu beneran fell ?" tanya Bryan khawatir
__ADS_1
" ya nggak lah dasar playboy cap kampret " jawab felli senang karena berhasil membohongi bryan
" njir gue kira itu beneran " ucap Bryan sambil mengelus dadanya yang bidang
" mau balik ke kelas nggak sih kita ? cepetan dong bry.." ucap felli kesal
" iya bawelll" . Bryan pun segera mengambil kunci ruangan uks dan mengembalikannya kepada guru yang bertugas.
di tengah perjalanan, felli dan Bryan masih asik saling mengejek satu sama lain, teman-temannya sudah sering melihat keakraban mereka berdua namun ada saja yang masih tidak suka dengan kedekatan mereka.
" Lo makin hari makin pendek ya fell...ahaaha masa tinggi badan Lo cuma segini doang " ucap Bryan dengan menunjuk pundaknya yang sepantaran dengan tinggi badan felli
" ahahaa dari pada Lo, semakin hari Lo nggak bisa dibedakan sama tiang listrik, sama-sama menjulang tinggi keatas " balas felli dengan menunjuk langit
" wah bagus dong kalau kayak gitu, jadi nggak usah susah -susah buat ninggiin badan " ucap Bryan membela diri
" apanya yang bagus ? percuma juga kali Lo tinggi kalau nggak bisa liat wajah Lo yang gan.. " ucap felli yang tersadar dengan apa yang mau diucapkannya jika wajah Bryan 'ganteng', felli pun langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya
" ng-nggak...ganteng dari mananya coba, no no no..." bantah felli
" gue tadi denger sendiri kok kalau Lo bilang wajah gue- " belum sempat Bryan selesai bicara, Bryan menatap seseorang dengan dingin, seperti bertemu dengan musuhnya dalam suatu peperangan
" fell gue mau bicara sama Lo " ucap seseorang yang tak lain adalah Nofan, Bryan dan felli terlalu asik sendiri sehingga tak menyadari kedatangan Nofan sedari tadi dibelakang mereka
" kalau mau bicara disini aja nggak usah bawa felli kemana-mana" ucap Bryan dingin dengan menahan lengan felli agar tidak pergi
" Lo yakin ?" ucap Nofan dengan seringai liciknya
" suasana mencengangkan apa ini ? kenapa gue merasa ada aura dingin disini, ya tuhan cobaan apalagi ini ..." gumam felli dalam hati, ia tidak menyangka akan berada dalam situasi seperti sekarang, rasanya menyesakkan.
" kenapa gue harus nggak yakin ?" ucap Bryan angkuh
__ADS_1
" ah tentunya.." ucap Nofan tidak peduli
" okey,..sekarang felli, gue mau denger jawaban Lo dari pertanyaan gue kemarin.." ucap Nofan menuntut jawaban
" g-g-gue.." ucap felli, ia tidak tau apa yang mau diucapkan, disatu sisi dia menyayangi temannya yaitu Bryan dan disisi lain dia mencintai sesosok laki-laki yang tidak pernah mengganggapnya ada selama ini.
" kalau Lo bingung, kita bisa jalanin ini pelan-pelan aja.."
" tunggu..Lo bilang jalanin ? jalanin apa ?" ucap Bryan menginterogasi, menuntut jawaban dari felli yang diam membeku
" kemarin gue nembak felli.." ucap Nofan tanpa basa-basi
" apa !?! fell gue butuh penjelasan dari Lo ? kenapa Lo nyembunyiin ini dari gue ?" ucap Bryan tak percaya, namun lagi-lagi felli hanya bisa terdiam dan menundukkan kepala, seolah-olah dia sedang menghitung semut yang lewat di tanah
" fellliii...gue tanya sama Lo, jangan diem ajaa !?!" teriak Bryan yang membuat terkejut felli, fellipun mulai mengeluarkan air matanya, diantara takut, rasa bersalah, bercampur menjadi satu. sesak itulah yang dirasakannya sekarang
" ikut gue.." ucap Bryan sembari menarik tangan felli agar mengikutinya
" Lo punya hak apa buat nyuruh-nyuruh felli seenaknya ?" ucap Nofan
" dan Lo punya hak apa buat mengomentari setiap apa yang gue lakuin ? nggak ada..." jawab Bryan ketus dan segera membawa felli pergi dari sana.
Nofan hanya berdecak kesal.
sementara di belakang kelas, Bryan membawa felli kesana agar tidak menjadi pusat perhatian para siswa ataupun guru.
" Lo bohong fell sama gue ? Lo tega sama gue fell ? Lo nggak mikir sama perasaan gue kayak gimana ? Lo cuma diem.. !?!" ucap Bryan kesal
" Lo nggak bisu fell...jawab gue !?!" sambungnya dengan nada sedikit membentak
" g-gue suka sama Nofan... "
__ADS_1
#SWMF🧡🧡