
"gue kok ngerasa kalau Lo tuh belum sepenuhnya move on sama Nofan deh fell.., aneh aja gitu.." ucap Raina menjelaskan.
" Raina kepo ah... nggak asik tau nggak ?.." ucap felli dengan kesal
" Lo nggak usah sungkan kali fell buat curhat sama gue,.."
" bukannya gue sungkan ya Ra,.. tapi emang gue nggak tau mau curhat apa ke Lo..kan emang gue udah lumayan move on sama Nofan,..udah deh jangan di ungkit-ungkit mulu...."
" ya maaf..kan gue penasaran fell..". ucap Raina dengan memanyunkan bibirnya
Tak lama kemudian pesanan felli dan Raina pun sudah datang, Raina langsung melahap makanan kesukaannya itu, berbeda dengan felli yang asik melamun entah memikirkan apa.
" fell..ya udah kali jangan melamun mulu..entar bakso Lo jadi dingin nggak enak dong rasanya.." jelas Raina panjang lebar
" bentar Ra.. gue baru inget, gue mau beli salep buat luka lebam di koperasi ada nggak ya ?.." tanya felli pada Raina yang sontak membuat panik Raina
" Lo luka fell..? mana yang luka..? terjungkal, terpental, terguling kah..? " tanya Raina beruntun yang sontak membuat felli melongo
" nggak bukan gue yang luka Ra...masa iya cantik-cantik gini dibilang tejungkal, terpental terguling ?..." jawab felli dengan menggeleng-gelengkan kepala
" lah terus buat siapa fell kalau bukan buat Lo ? " ucap raina penasaran
" kepoo bangett deehh.." ledek felli dengan tertawa
" serius gue fellll " ucap Raina dengan memandang serius wajah Feli
" bener-bener kepo Lo yaa... rahasia dong, udah deh mending kita habisin makan kita dulu, nanti gue ceritain "
" fine..Lo harus cerita ya ke gue ...."
__ADS_1
" iya cayangkuu" jawab felli gemas
Tak lama kemudian felli pun bercerita panjang lebar tentang kejadian semalam
" Lo serius fell ? bisa-bisanya seorang Bryan Sanjaya dateng kerumah Lo tengah malem ?.." ucap Raina tak percaya dengan apa yang di ceritakan felli,
" ya serius lah..masa iya gue bohong..? "
" Lo beruntung banget fell bisa di samperin seorang Bryan kerumah langsung..benar-benar kejadian yang langka ". kata raina menjelaskan
" biasa aja kali Ra..gue emang awalnya heran tapi gue pikir lagi gue kan temennya jadi maklum dong.."
" nggak habis pikir gue..seandainya gue yang disamperin Bryan...udah jungkir balik nih otak "
" itu mah Lo bukan gue.."
" iya tau yang belom bisa move on sama gebetan lama " ucap raina yang sontak membuat felli mencubit lengannya dengan keras
" ihh sakit fell...ya maap " rengek Raina
" ya udah mau nemenin gue ke koperasi nggak ?" tanya felli
" ikuutt.."
" yaudah ayok "
setelah felli dan Raina membeli salep, merekapun segera kembali ke kelas masing-masing. felli masuk ke kelasnya dan segera mencari Bryan yang ternyata sedang asik bermain permainan online di tempat duduknya
" aahh nggak guna..." umpat Bryan kesal karena permainannya kalah
__ADS_1
" kalau nggak guna ya jangan main.." ucap felli yang mendekati tempat duduk Bryan
" nih salep buat Lo..biar cepet ilang luka lebamnya.." jelas felli dan menyerahkan salep yang di belinya tadi
" nggak mau..gue maunya Lo yang ngobatin " rengek Bryan
" ih ogah gue.. Lo kan masih punya tangan, utuh lagi kenapa nggak di gunain ?.." ucap felli kesal
" gue kan nggak tau letak luka-lukanya fell..masa iya gue harus mengoleskan salep di seluruh wajah gue, jadi kaya wajan penggorengan dongg ..." jelas Bryan
" oo gitu bilang kek dari tadi.." ucap felli polos dan segera memoleskan salep di wajah Bryan
" pelan-pelan dong fell, sakit tau.." rengek Bryan
" ya ini udah pelan bry..." jelas felli
" lebih pelan lagiii"
" oke oke"
Tanpa disadari, Bryan terus memandang wajah felli yang tengah sibuk memoleskan salep dengan seksama, entah apa yang sedang di pikirkan Bryan sekarang
" fell.." ucap Bryan membuka pembicaraan
" hmm " jawab singkat felli yang masih sibuk memoleskan salep
" fell..kalau gue suka sama Lo gimana.." ucap Bryan dengan tiba-tiba sontak membuat terkejut felli
" nggak usah main-main deh bry..nggak lucu tau.. " jawab felli kesal dan segera bangkit dari duduknya
__ADS_1
#SWMF🧡🧡