Stuck With My Feelings

Stuck With My Feelings
SWMF. Bagian 3


__ADS_3

Malam harinya di kamar felli, felli sibuk dengan ritual sebelum tidur, memoleskan beberapa rangkaian skincare pada wajahnya. Dan ponsel felli berdering tanda pesan masuk.


"Fell.."


"Felli..."


Begitu isi pesan yang tak lain dari Bryan.


"hm ..". Balas felli singkat, karena ia malas jika harus meladeni Bryan.


"cuek amat jadi orang fel.."


"Emang kenapa?..ya suka-suka gue lah.."


"Fell gue di depan rumah Lo, Lo bisa turun bentar?". Kata Bryan yang membuat terkejut felli, pasalnya felli sudah memakai pakaian tidur dan siap untuk tidur. Namun jika ia tidak turun ,felli merasa kasihan pada Bryan yang menunggu di depan rumahnya apalagi jarak dari rumah Bryan kerumah felli tidak bisa dibilang dekat.


"Woyy kenapa Lo malah di depan rumah gue sih? Lo nggak pulang? , entar Lo di cariin bokap Lo gimana?". Balas felli dengan tetap berada di dalam kamarnya.


"ya makanya cepetan kesini fell..atau gue gedor-gedor pintu rumah Lo, biar nyokap sama bokap Lo bangun ?". Ucap Bryan dalam pesan singkatnya.


"Bentarrrr...,gue bukain ok?". Balas felli, karena ia khawatir jika ayahnya tahu temannya ada disini tengah malam, temannya akan di usir bahkan akan di laporkan ke orang tuanya.


Felli kemudian turun dengan mengendap-endap agar orang tuanya tidak tau jika ia keluar. Ketika felli membuka pintu dan keluar, Ia melihat Bryan yang duduk di samping pintu rumahnya.


"Fell.." kata Bryan yang menyadari kedatangan felli,dengan baju tidurnya.


"Bry Lo kenapa ? Kok bisa sih Lo memar-memar kek gini?". Ucap felli khawatir dan mengelus bagian wajah Bryan yang memar seperti habis dipukuli.


"Nggak papa udah biasa kok". Ucap Bryan agar felli tidak khawatir dengannya.

__ADS_1


"Lo pasti habis berantem kan bry ?...Lo tuh sayang nggak sih sama diri sendiri, berantem terus, keluar rumah terus...apa Lo nggak capek bry ?.." tanya felli yang gemas akan kelakuan temannya satu ini.


"Bukan berantem fell...g-gue cuma ada masalah aja sama seseorang, jadi gini deh.." timpal Bryan.


"Ya terus kenapa Lo nggak langsung pulang malah kerumah gue ? Orang tua Lo pasti khawatir sama Lo". Ucap felli dengan duduk bersama Bryan di teras rumahnya.


"Lo tau nggak,...semua orang itu pasti punya masalah bry,...hanya saja beberapa dari mereka mampu menyembunyikan masalah itu dari orang lain agar orang lain tidak khawatir atau bahkan mengkasihaninya..." Jelas felli dengan tatapan kosong kedepan.


"Tapi rasanya begitu sakit jika memendam apa yang kita rasakan, apalagi ketika pendapat kita dianggap tidak penting oleh orang terdekat kita..benar-benar sakit". Ucap Bryan dengan mengepalkan tangannya.


"Hmm, tapi bry ada tuhan yang selalu menyertai kita, jangan beranggapan kalau kamu sendiri dalam menyelesaikan masalah, ada tuhan yang selalu ada untuk kita, tempat curhat kita, tempat menenangkan hati kita, dan tuhan adalah makhluk yang maha kuasa bry, jadi Lo nggak usah sedih dengan masalahmu sendiri, dan Lo harus yakin bahwa masalah yang kamu alami sekarang adalah bentuk kasih sayang dari Tuhan supaya Lo lebih kuat untuk menghadapi cobaan hidup bry ". Ucap felli panjang lebar.


"Dan satu lagi, supaya Lo tetap ingat sama yang di atas, jadi jangan sedih dengan masalah kamu sekarang, tapi bangkit dan selesaikan masalah Lo." Tambah felli


"Lo bener fell,... Lo mau nggak meluk gue sebentar aja, gue sekarang bener-bener butuh pelukan dari seseorang..pliiss...". Ucap Bryan yang membuat felli terkejut, namun felli mengerti jika Bryan sedang membutuhkannya.


Dengan pelan Bryan memeluk felli, ada rasa nyaman ketika memeluk felli, dan mencium bau badan felli, membuat Bryan sedikit tenang dan melupakan masalahnya.


"Ya udah lepass..." Ucap felli dengan tegas, pasalnya Bryan memeluk felli dengan erat, yang membuat felli risih.


"Iya fel, bentarrr lagi oke ?".


"Nggak bry, Lo tuh harus pulang kerumah , kasian orang tua Lo nungguin anaknya yang nggak pulang-pulang...".ucap felli dengan melepas kan pelukannya.


"Ya udah fell..Lo nggak papa kan kalau gue tinggal pulang..". Goda Bryan sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Lo masih aja bisa bercanda...yaudah sana gih pulang udah maleeemmm". Ucap felli dengan kesal.


"Iya felli cantik, jangan lupa berdoa sebelum tidur ya sayang..".ucap Bryan dengan mengelus puncuk kepala Feli dengan lembut.

__ADS_1


"Hiiihh merinding gue Lo panggil sayang". Balas felli


"Ya udah sana pulang, dan jangan berantem lagi bry...oke ?...".sambung felli melihat Bryan berjalan menuju motornya.


" doain aja gue biar nggak berantem lagi fell...". Ucap Bryan dengan tersenyum manis kepada felli.


"Hm". Ucap felli setelah Bryan melajukan motornya dengan cepat.


"Manis juga senyumnya Bryan.." ucap felli dengan tersenyum.


"Ehh apaan sih fell..dia itu temen kamu nggak boleh kaya gitu....".ucap felli pada dirinya sendiri. Kemudian felli pun masuk kembali kerumah.


Keesokan harinya di sekolah.


"Fell, tumben nggak telat" tanya Nofan pada felli di tengah perjalanan menuju kelas.


"Hm, iya tumben banget gue bisa bangun pagi".


"Wiih tingkatkan fell..Lo tuh sebenarnya anak yang disiplin tapi Lo males untuk bertindak disiplin...hahaha". Jelas Nofan.


"Oh jadi gini ya rasanya di olok-olok sama orang yang kita sukai, ngena banget anjim". Gumam felli dalam hati dan tersenyum tipis.


"Ya udah...gue duluan ya fell..pertahankan jangan telat lagi,...".kata Nofan meninggalkan felli.


"hmm.."


"Untung gue suka sama Lo fan, kalau nggak udah gue sleding kaki Lo". gumam felli gemas setelah Nofan sudah tidak terlihat.


#SWMF🧡🧡

__ADS_1


__ADS_2