
felli pun keluar dari perpustakaan berniat untuk kembali ke kelasnya, namun tidak sengaja melihat Bryan yang hanya duduk di pinggir lapangan basket sambil mengawasi teman-temannya.
" woii, tumben nggak main ? " ucap felli berjalan menuju tempat duduk Bryan dan duduk tepat disampingnya.
" ehh Jubaedah, kalau nyapa yang bener, wai woi wai woi, kayak gue nggak punya nama aja..." balas Bryan jengkel
" ye Monmaap " ucap felli sambil memanyunkan bibirnya.
" eh iya, tadi malem nyokap Lo pulang ? udah lama banget gue nggak ketemu sama nyokap Lo, terakhir ketemu pas ada acara di perusahaan papa gue kan ? gue udah siapin hadiah buat nyokap Lo dan...."
" nyokap gue udah berangkat lagi keluar kota " ucap Bryan berbohong agar felli tidak membicarakan ibunya lebih banyak lagi.
" loh kok cepet banget baliknya? berangkat kapan? "
" tadi pagi..." ucap Bryan santai, sesekali memperhatikan teman setimnya yang sedang bermain basket.
" padahal gue udah minta nyokap gue beliin hadiah buat nyokap Lo, gimana dong ? " ucap felli sambil bingung.
" ya siapa suruh beliin hadiah segala blwee "
" Lo mah sukanya gitu " balas felli cemberut
" nah iyaaa, sebagai gantinya pulang sekolah Lo harus nemenin belanja bulanan gue buat bujuk nyokap gue biar nggak marah. gimana ? plis ya nggak ada yang namanya penolakan titik !? " ucap felli menekan ucapannya.
" idihh pemaksaan dong namanyaaa "
" ya bodoamat, Lo juga sih nggak ngabarin gue kalau nyokap Lo udah balik kerja lagi "
" iya iya, sekarang diem bisa nggak ? nggak fokus nih mantau anak buah gue "
__ADS_1
" sok- soan anak buah- anak buah.... eh iya ya mereka kan emang anak buah Lo " ucap felli pada dirinya sendiri. Bryan hanya meliriknya heran, dalam pikirannya 'bisa-bisanya dia suka sama cewek kayak gini ya ampun'.
" udaahh, masuk kelas aja sana, baca buku Lo biar tambah encer otak Lo.."
" oke siapp,...eh bentar.. kok gue merasa ucapan Lo ada yang nggak beres ya ? otak gue emang dah encer anjir, bisa-bisanyaaa..." felli pun pergi, namun sebelum pergi felli sempat menabok punggung Bryan dengan keras sampai berbunyi ' plak'.
" sakit wooy dasar cumiii " gerutu Bryan
Feli membalik badannya menghadap Bryan yang menggerutu
" lakikkk" sambil menunjukan otot lengannya padahal lengannya tidak berotot.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Bel sekolah berbunyi bertanda jam belajar mengajar telah selesai, para siswa berhamburan keluar kelas agar cepat sampai kerumah masing masing.
" ini si mas playboy alias Bryan kemana sih ? lama banget di tungguin dari tadi juga, perasaan kelasnya nggak jauh-jauh amat dari parkiran " gerutu felli yang dari tadi menunggu Bryan di temapat parkiran.
" cecap tu apa sih Rin ?" tanya salah satu teman gearin tidak mengerti ucapannya.
" masa Lo nggak tau sih ? cecap alias 'CEWEK CAPER' lah " ucap gearin memperjelas ucapannya untuk mempermalukan felli.
Namun felli tidak ingin meladeni mereka, felli hanya fokus pada ponselnya untuk menyuruh Bryan lekas ke parkiran sekolah.
" dia kayaknya nggak denger deh Rin " ucap salah satu teman gearin.
" eh iya nih felli lagi sok tuli " ucap gearin menyindir felli.
" ya udah yuk kita pulang dulu, dari pada ngurusin cecap dan sok tuli ini " sambung gearin lagi pada teman-temannya.
__ADS_1
" hayuk " gearin dan gengnya pun meninggalkan tempat itu dan pulang.
" Anjirr Bryan kemana aja sih lama bengettt, sampai lumutan nih gue " ucap felli kesal
Felli kembali menghubungi ponsel Bryan dan benar saja panggilannya diangkat oleh yang punya.
" hehh, mas playboy alias tuan muda Bryan...Lo tau gue udah nunggu Lo dari tadi anjirr, cepat kesini atau ban motor Lo gue kempasin ?". ucap felli kesal
" iya iya bentar dongg, sabarr tunggu aja disitu gue otww "
" otw otw, awas aja ya kalau Lo kelamaan "
" iyaaa, ini lagi gas ke lokasi..."
" oke deh " felli menutup telponnya. selang beberapa menit Bryan terlihat berlari sambil ngos-ngosan menuju tempat felli.
" Lo ngapain aja sih dari tadi di tungguin juga "
" ya maaf, gue tadi ketiduran di perpus jadi nggak tau kalau udah bel pulang "
" nggak heran sih gue " gerutu felli
" udah marahnya ? ayo naik " Bryan pun segera menaiki motor kesayangannya dengan felli yang membonceng di belakang.
" jangan ngebut " felli memperingati. Namun bukan Bryan namanya kalau menuruti perintah orang lain, Bryan menambah kecepatan motornya, walaupun felli teriak dan memukul punggung Bryan berkali-kali.
" pegangan " tangan bryan menarik tangan felli ke pinggangnya untuk berpegangan.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
__ADS_1
🧡🧡