
Malam harinya dirumah, felli terbiasa makan malam bersama dengan keluarganya, ayah, bunda, kakak perempuannya. Walaupun mereka memiliki kesibukan masing-masing mereka tetap mementingkan kebersamaan keluarga.
" dek...gimana ujian kenaikan kelas kamu ? lancar ? " ucap Siska yang tak lain adalah kakak perempuan felli. Namun felli tidak mendengar pertanyaan kakaknya dan masih sibuk dengan lamunannya.
" dek !.. nggak sopan banget sih di tanyaiin kakak kok nggak jawab !?.." bentak Siska yang kesal karena pertanyaannya tidak dijawab.
" hmm ?...lancar kok " jawab felli dengan ekspresi datarnya.
" Lo kan yang pinjem baju kakak tapi nggak dicuci lagi ? " ucap Siska menyelidik
" e-enggak lah kak masa iya aku pinjem baju kakak yang jelas-jelas baju aku lebih banyak dari kakak " ucap felli membela diri.
" ngaku aja dehh... kemarin kakak liat kok kamu pakai baju yang sama persis punya kakak " ucap Siska geram kepada adiknya yang tidak mau mengaku.
" Siska ,felli udah dong sayang kita lagi di meja makan, nggak sopan teriak-teriak kayak gitu " ucap bunda heran dengan kelakuan kedua putrinya.
" kak Siska bunda yang mulai duluan " rengek felli
" enak aja,..baju aku bundaa,..bunda tau kan baju kesayangan aku yang warna Lilac ? felli pinjem baju itu terus nggak di cuci, ada noda saus yang sulit di ilangin bundaa..." ucap Siska mengadu.
__ADS_1
" yaudah besok ayah beliin lagi aja ya ?.." ucap ayah Bram.
" mau di beliin berapa ? biar sekalian Siska ikut ayah ngecek perusahaan cabang " sambungnya lagi membujuk putri sulungnya agar tidak kesal dengan adiknya.
" beneran yah ?.. felli ikut ? " jawab Siska senang
" felli mau ikut nak ?" tanya ayah Bram kepada putri bungsunya.
" ehmm kayaknya nggak deh yah.. aku masih harus masuk sekolah, jadi aku belum bisa ikut ayah.." jawab felli.
" yaudah, tapi kalau kamu berubah pikiran mau ikut ayah, ayah bakal nyuruh sopir buat jemput kamu ke sekolah , oke ?"
" siap boss.." ucap felli menggangkat tangannya hormat, dengan posisi tegak bak tentara.
" ayah.. kak Siska ambil minuman aku yahh.." ucap felli mengadu
" siska..ayo kembalikan minuman punya adek.." ucap ayah bram
" nggak bisa gitu dong ayah...tadi felli juga ambil minuman kakak yah, gantian dong " ucap Siska menolak mengembalikan minuman felli
__ADS_1
" aduh putri-putri ayah ini, pinter banget ya kalau masalah debat.." ucap ayah Bram heran
" kan debat udah jadi makanan sehari-hari Siska dan felli yah, bunda udah nggak heran lagi.. " ucap bunda menyindir kedua putrinya
" aduh..ada-ada aja.." ucap ayah sambil menepuk jidat mendengar ucapan istrinya.
" makanya Bun, kalau lahirin adek buat Siska yang cowok Bun, kalau cewek kan gesrek nih jadinya kaya si felli..." ucap Siska nyengir.
" dari pada kakak, barbar nggak jelas " timpal felli tak terima.
"ehh udah-udah, abisin makannya dulu, kayaknya malam ini langitnya nggak mendung mau liat bintang bareng ayah nggak ?" ajak ayah Bram kepada kedua putrinya
" wiih bagus tuh yah, felli ikut ya ? " jawab felli senang
" Siska juga ikutt.." saut Siska
" ini nggak ada yang mau bantuin bunda beres-beres gitu ? " ucap bunda
" sabar ya Bun, anak-anak lagi pada manja sama ayah " jawab ayah Bram sambil tertawa
__ADS_1
" haduuuhhh " ucap bunda sambil membereskan piring kotor dan mencucinya. ayah, Siska dan felli hanya bisa tertawa melihat bundanya yang merajuk.
#SWMF🧡🧡