Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Prolog


__ADS_3

Adira POV


" Adira Putri Alessandra huft " kesekian kalinya aku menghela nafasku ketika mengingat nama Alessandra yang sudah menyatu dengan namaku selama 7 tahun.


Aku adira, anak angkat dari Hermawan Alessandra dan Alma Alessandra keluarga terpandang dan kaya dikotaku.


aku beruntung bisa menjadi anggota keluarga mereka, ada nenek yang begitu menyayangi ku, ada papa dan mama yang juga sangat menyayangi ku.


terbanding terbalik ketika aku masih berada dilingkungan kumuh saat aku berusia 9 tahun itu. Sendiri, tanpa keluarga, tanpa teman, bahkan tanpa makanan.


"Lihatlah adira! Hidupmu yang sekarang teramat bahagia kan? kau memiliki keluarga yang sangat sangat menyayangi mu" Aku tersenyum bahagia memikirkan kehidupan ku saat ini.


Ah tidak, aku baru ingat aku juga memiliki seorang kakak yang entah mengapa hingga kini ia belum bisa menerima ku menjadi adiknya, padahal dahulu ia sangat gembira saat papa dan mama membawa ku kerumah ini.


" Kak Ben, aku menyayangimu"


Benson POV


" Benson Putra Alessandra"


hahaha Putra Alessandra apanya, mereka lebih menyayangi wanita sampah itu terbanding anak mereka.


" Adira, 7 tahun kau merusak kebahagiaanku, merebut orangtuaku, membuat diriku seperti anak yang tak diinginkan, mengapa kau hadir Adira,mengapa?"


hal ini yang selalu bermain dipikiranku, hal yang membuat diriku membenci adik angkatku.

__ADS_1


" Adira Aku membencimu!"


Author POV


Adira diangkat oleh keluarga Hermawan pada saat ia berusia 9 tahun. Adira ditemukan pak Hermawan dibawah kolong jembatan sendirian, akhirnya pak Hermawan membawa Adira pulang kerumahnya. Awalnya Adira merasa takut, namun karena sikap dari keluarga Hermawan yang baik dan penyayang mampu membuat Adira beradaptasi dengan keluarga tersebut hingga kini usianya menginjak 16 tahun.


Adira seorang anak yang patuh dan penurut ia tak pernah menolak permintaan orangtuanya.


namun ben memberi tanggapan bahwa sikap Adira hanya topeng belaka, karena bagi ben Adira hanya ingin merebut dan merusak hubungan ben dan keluarganya. terbukti sejak kehadiran Adira, orangtua nya lebih mengutamakan adira terbanding dirinya. hal ini menjadi sebab Ben menjadi benci terhadap Adira.


Ben merupakan putra sulung pak Hermawan saat ini ia berusia 20 tahun. umurnya dan Adira selisih 4 tahun. ini juga menjadi penyebab mengapa ia tak menyukai Adira. karena disaat ia berusia 13 tahun, ia sudah dituntut untuk mendewasakan diri. Hidup berbagi orangtua dengan orang lain. menyebabkan ia terbiasa hidup mandiri tanpa bantuan orangtuanya. Bahkan diusia 13 tahun ia sudah mendirikan perusahaannya sendiri. hingga kini perusahaannya telah berkembang menjadi perusahaan terkaya nomor 1 dikotanya.


meskipun demikian Ben tetap lah anak yang patuh terhadap orangtuanya terutama neneknya. karena bagi Ben nenek yang sangat menyayangi dirinya terbanding orangtuanya. terbukti saat ini ben masih tinggal bersama orangtuanya meskipun ia memiliki rumah sendiri, semua ini ia lakukan hanya karena permintaan neneknya


Pagi hari saat dimeja makan


" Ben bagaimana dengan perusahaanmu?" tanya hermawan pada Benson


" begitulah pa, semuanya berjalan dengan baik "


" lalu bagaimana dengan kuliah mu nak? mama ga mau kuliahmu terganggu" ucap alma


" tenang lah ma, aku sudah terbiasa mengurus semuanya sendiri " jawab ben terputus saat meliat raut wajah mamanya yang tampak bersedih.


"maaf ma, atas ucapanku " sambung Ben.

__ADS_1


"ahh tidak apa sayang" jawab Alma tersenyum.


tap tap tap Adira berlari menuruni anak tangga sambil berteriak. "maaa, paaa selamat pagi, selamat pagi nenek, selamat pagi kak b" ucap Adira terputus.


"berisik" saut Ben.


" pagi sayang " saut yang lainnya.


" Ayo makan nak " ucap Alma


" iya ma " jawab Adira


Melihat Adira duduk di sampingnya Ben menatap Adira tajam, lalu meletakkan sendoknya


" nek, maa, paa, Ben sudah selesai. Ben pamit kekampus dulu " ucap ben sambil berdiri


" eh Ben tunggu" ucap nenek


" ada apa nek" jawab ben.


nenek mendekat pada ben dengan membawa dua kotak makanan yang sudah ia siapkan


"bawa ini Ben, satu untuk makan siang mu dikampus, dan satu lagi untuk adira. dan Adira cepat selesaikan makan mu, lalu pergilah bersama dengan Ben."


Ben menatap tajam Adira agar Adira menolak. tatapan itu hanya membuat Adira takut, tapi ia pun tidak berani untuk menolak.

__ADS_1


"i i iya nek, Adira berangkat dengan kak Ben" jawab adira gugup.


Ben berlalu pergi keluar rumah dan bergegas masuk kedalam mobilnya. sedangkan Adira masih dimeja makan memasukkan sarapannya hingga penuh kedalam mulutnya kemudian berpamitan dan berlari tergesa-gesa mengejar Ben.


__ADS_2