Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Shock


__ADS_3

" ada apa nenek menyuruh kami semua berkumpul disini" tanya Ben ketika ia sampai diruang keluarga dan mendudukkan dirinya nya disamping neneknya.


sedangkan Adira berkalu duduk diantara kedua orangtuanya.


" hey dasar parasit, kau itu selalu saja menempel pada orang tua ku" ucap Ben menatap benci pada Adira


" Ben jaga ucapanmu" bentak Hermawan


" papa selalu saja membela anak par"


" Ben" panggil nenek yang sontak membuat Ben menghentikan ucapannya.


" iya nek " jawab ben


" ada hal yang ingin nenek katakan" ucap nenek


" ben tau apa yang ingin nenek katakan " saut ben percaya diri dengan senyumnya yang mengembang.


" ah, apakah nenek ingin membicarakan soal tadi malam. dan kak Ben tersenyum apakah kak ben menerima nya?" ucap dira bertanya tanya didalam hatinya.


" nenek pasti ingin membicarakan tentang keberangkatan ben ke UK kan" ucap ben yang sontak membuat Hermawan, Alma dan adira kaget.


" ha, UK?" ucap Adira dengan suara yang lantang.


" ya, aku akan menyelesaikan pendidikanku selama satu tahun" ucap ben menjelaskan


" kenapa kamu tidak mengatakan pada mama dan papa nak?" ucap Alma

__ADS_1


" apakah kalian peduli dengan apa yg akan Ben lakukan" ucap ben cuek, kemudian hendak pergi meninggalkan mereka semua. namun lagi lagi nenek menghentikannya.


" bukan itu yg ingin nenek sampaikan! duduklah " ucap nenek tegas


Ben pun duduk kembali disamping neneknya


" nenek ingin kau menikah!" ucap nenek, yang ingin dijawab oleh ben, namun terhenti.


" satu tahun lagi" sambung nenek


" tapi nek, meli masih belum menyelesaikan kuliahnya" ucap ben.


" siapa yang meminta mu menikah dengan meli? nenek meminta mu menikah dengan Adira" ucap nenek dengan tegas.


" apa " sontak Ben kaget dengan membulatkan matanya menatap Adira.


nenek terdiam melihat kepergian ben, ia hendak berdiri lali menuju ke kamarnya namun beberapa langkah kemudian ia berbalik menatap Adira, dan bruk.


nenek tumbang seketika


" ibu " ucap Hermawan dan Alma belari dan bergegas membopong nenek menuju kamarnya.


"Alma segera telvon dokter, Adira cepat beritahu Ben " ucap Hermawan khawatir.


Alma dan Adira bergegas melakukan apa yang disuruh Hermawan


tok tok tok adira mengetuk pintu kamar Ben dengan keras, tok tok tok " kak ben " teriak adira berulang kali. namun tak disaut oleh ben.

__ADS_1


tok tok tok " kak ben buka pintunya " ucap adira kembali dengan keras.


" pergilah kau wanita parasit, aku tak ingin melihat mu. apa kau tak puas sudah menjadi parasit dalam hidup keluargaku. dan sekarang kau ingin menjadi parasit dalam hidup ku. apa kau belum puas menghancurkan hidupku selama ini hah. pergilah aku sungguh muak melihatmu" teriak ben dari dalam kamarnya dengan emosi.


" kak ben, nenek pingsan " ucap Adira dengan suara yang sangat kecil namun masih didengar ben


deg!!!


ben terkejut dan bergegas keluar kamar menuju kamar neneknya.


Adira yang melihat ben berlari, berjalan lambat mengikuti ben dari belakang dengan kepala yang menunduk


" sebegitu buruknya aku bagimu kak" gumam Adira.


" pa bagaimana dengan nenek?" tanya Ben sesampainya dikamar neneknya.


" papa tidak tau, dokter nya belum sampai " jawab Hermawan lemah.


" pa, ini dokternya " ucap Alma sambil berjalan, dengan membawa seorang dokter bersamanya.


Ben merasa khawatir dengan neneknya. meskipun ia sempat kesal karena permintaan neneknya ia tetap takut jika terjadi sesuatu dengan neneknya.


" tuan " panggil sang dokter


" bagaimana dengan ibuku" tanya Hermawan


" nyonya besar tidak apa apa, hanya ia sedang shock oleh sebab itu tekanan darah nya naik selain itu ada masalah pada jantungnya, itu yang membuat ia pingsan. untuk sementara ini, tolong jangan buat ia terkejut dan merasa tidak senang. takutnya itu akan mengalami serangan jantung. ini sudah saya tulis resep obatnya mohon segera ditebus. dan saya mohon undur diri " jelas dokter pada seluruh anggota keluarga

__ADS_1


" baiklah terimakasih dok, mari saya Antar " ucap ben.


__ADS_2