
"sayang,katanya seminggu lagi kita baru pulang agar kita dapat pergi jalan jalan berdua. lalu kenapa kita sekarang harus buru buru pulang begini, dan mengapa harus malam ini juga" ucap meli sambil mengemas pakaiannya dan Ben
" nenek menyuruh ku pulang, nenek akan pulang kampung.. dan kau tau, sepulang dari sini aku akan sibuk disana.. jadi aku tidak ada waktu untuk menemui nenek di kampungnya jadi kita harus pulang" ucap ben
" baiklah sayang, apakah aku boleh ikut denganmu kerumahmu.. aku ingin menemui nenekmu" ucap meli antusias
" tidak" saut ben tegas. dan meli hanya terdiam
" ah baiklah.. sudah sayang.. semuanya sudah beres" ucap meli
" baiklah sayang. ayo kita kebandara sekarang.. darta sudah menunggu kita dibawah"
sesampainya di bandara..
" sayang, kenapa sepi sekali" tanya meli
" ini bukan jam penerbangan" ucap ben
" lalu kita pulang bagaimana" tanya meli lagi
" aku menyewa jet, supaya lebih cepat sampai" saut ben, padahal jet itu miliknya sendiri, namun ia tak memeberi tahu meli.
" pasti mahal" lirih meli yang masih terdengar oleh ben, sontak membuat ben terkekeh
" itu yang membuat ku mencintaimu meli, bukan seperti gadis licik manja yang ada dirumah itu" gumam ben yang terdengar samar oleh meli
" kau bilang apa ben" tanya meli
__ADS_1
" ah tidak ada"
" dimana darta? " tanya meli
" dia sudah didalam, ayo cepatlah"
dilain tempat, Adira sedang membersihkan kamar ben, yang jelas karena permintaan neneknya.. dengan rasa malasnya Adira mengemasi kamar ben.
pada saat ia membuka laci nakas yang berada di samping ranjang ben, ia menemukan sebuah album foto, dimana isi didalamnya adalah foto foto meli dan ben, yang tampak bahagia.
" maafkan aku meli, aku harus memenuhi permintaan nenekku" gumam adira
adira terus membuka lembaran demi lembaran dari album foto tersebut hinggaa..
tok tok, suara ketukan pintu berhasil membuat nya kaget dan reflek membuat nya menyimpan kembali album tersebut..
" eh, nenek, ada apa nek?"
" sudah nek" saut adira
" ayo, temani nenek berbelanja" ucap nenek
" baiklah,sebentar ya nek Adira siap siap dulu" pamit adira
adira berlalu meninggalkan nenek dikamar ben.
" akan nenek ubah kau menjadi gadis cantik sayang" gumam nenek dengan mengulas senyumnya
__ADS_1
dua jam kemudian, disebuah mall besar tampak dua wanita yang mengelilingi mall untuk berbelanja.
" nek, adira lelah. dan apa ini? mengapa semuanya adalah barang barang untuk adira? katanya nenek yang akan berbelanja " ucap adira dengan wajah yang ditekuk
" kau lelah sayang? ya sudah kita kesalon dulu.
baru pulang, okey?" ucap nenek sembari menatap adira
" untuk apa nek? " tanya adira
" untuk perawatan lah.. ayo!!" ucap nenek sembari menarik ringan tangan adira yang penuh dengan tas belanjaan
" ada yang bisa saya bantu nyonya? " ucap menejer salon, yang kenal akrab dengan nenek
" buat cucuku menjadi gadis yang cantik" ucap nenek yang berhasil membuat adira kaget
"baik, ayo nona" ucap menejer sopan
" untuk apa nenek membawa ku kesalon?" gumam adira
adira mengikuti semua perawatan perawatan yang dilakukan oleh petugas salon.
" sudah selesai nona. setelah ini anda gunakan saja softlens, jangan menggunakan kaca mata lagi... lalu gunakan beberapa skincare ini dengan teratur dan rutin. untuk menjaga kulit anda.. lalu besok saya akan mengirimkan beberapa guru make up dan fashion kerumah anda" ucap menejer sembari memberikan paper bag pada adira.
" apakah nenek yang meminta ini semua? sebenarnya ini semua tidak perlu" ucap adira terputus, lalu ia memikirkan sesuatu.
" ah baiklah... terimakasih" ucap adira mengulas senyumnya
__ADS_1
" sayang? " panggil seseorang
" iya nek, ayo pulang adira sudah selesai" ucap adira pada neneknya