
hari berlalu, hingga tiba hari pernikahan ben dan adira akan digelar... seluruh keluarga telah hadir di aula keluarga Alessandra. pernikahan dan resepsi pernikahan diadakan sesederhana mungkin..
bagaimana tidak sederhana, segala persiapan nya di urus oleh ben sendiri, ia hanya menyiapkan pelaminan sederhana, serta mengenakan pakaian pernikahan sederhana yang jauh dari kata mewah.
pernikahan sederhana nya ini hanya menghadirkan, penghulu, kerabat dekat serta darta sang asisten nya... tanpa mengundang khalayak umum, termasuk meli, dan para rekan bisnis, semua ini dilakukan karena ben tak ingin pernikahan nya diketahui publik..
Hermawan, Alma dan sang nenek tidak memperdulikan apabila pesta pernikahan digelar secara sederhana, yang terpenting bagi mereka adalah. pernikah anak dan cucunya terlaksana diakui agama dan resmi secara negara.
lain halnya dengan adira, yang hanya memasang wajah lesu nya selama acara digelar.
" kau kenapa" tanya ben disela sela menerima ucapan selamat dari tamu yang hadir.
" tak apa " lirih adira
bagaimana adira bisa berbahagia, ia menikah dengan lelaki yang membencinya. setiap wanita menginginkan pernikahan sekali seumur hidup. dan setiap wanita juga memiliki wedding dreams tersendiri. namun apa yang adira dapat? jauh dari kata pernikahan yang ia inginkan.
" kak ben, adira lelah " ucap adira dengan surah pelan
"pergi kekamarmu dan istirahat lah, aku juga lelah, aku akan bicara dengan papa dulu." ucap ben
walau hanya pernikahan sederhana, dengan tamu undangan hanya kerabat. itu juga membuat mereka lelah menerima ucapan selamat..
__ADS_1
karena kerabat yang hadir adalah ribuan orang.
" pa, ben dan adira ingin beristirahat dulu. kami lelah " ucap ben ketika ia sudah berada di samping ayahnya
" baiklah "
" ma, tolong kirimkan makanan kekamarku dan adira, kami belum makan sejak tadi.. biarkan darta yang mengantar nya ma" ucap ben pada alma.
" baik sayang.. nanti mama akan kirimkan makanan untuk kalian"
ben berlalu pergi meninggalkan aula pesta pernikahan dan menuju kekamarnya.
begitu ia masuk kekamar, ia dikejutkan karena kehadiran adira dan nenek nya didalam kamarnya.
" aku ingin mandi, jika darta datang ambillah barang barang yang ia bawa" ucap ben dengan memasang wajah datar nya
ben masuk kekamar mandi, dan memulai ritual mandinya. tak lama setelah itu terdengar suara ketukan pintu didepan kamar ben. adira bergegas membuka pintu.
" kak darta "
" nona, ini barang barang dari tuan. dan ini makanan untuk nona dan tuan" ucap darta sembari memberikan barang barang pada adira dan mempersilahkan para pelayan mendorong troli makanan.
__ADS_1
" kak, jangan terlalu formal aku adik mu kan. panggilah aku adik"
" baiklah adik" ucap darta menyunggingkan senyumnya
" apa kabar mu kak"
" aku baik, selamat atas pernikahan mu dan benson. semoga kalian bahagia" ucap darta tulus
" terimakasih kak"
" baiklah, aku permisi. selamat menikmati makan malammu"
" iya kak"
adira masuk dan menutup pintu kamarnya.
lalu berbalik, alangkah terkejutnya ia saat ia melihat ben keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
" aaaaaa, kak ben. kau itu, pakai lah baju mu" teriak adira sembari menutup matanya
" tutup mulut mu, kau berisik. dimana barang barang yang diantar darta"
__ADS_1
adira hanya terdiam dan hanya menujuk ke arah sofa dimana barang barang itu berada.