Suami Isteri Separuh Waktu

Suami Isteri Separuh Waktu
Permintaan nenek


__ADS_3

"neneek" saut Adira manja, lalu berjalan menuju sumber suara tersebut, sambil merentangkan tangannya minta dipeluk.


nenek membalas Adira dengan pelukannya.


Adira menuntun neneknya menuju keranjang, kemudian mereka duduk bersama. nenek menatap Adira sendu,diam dengan menyimpan sebuah permintaan yang sangat berat untuk ia sampaikannya didalam hatinya. ia merasa berat untuk mengatakannya karena takut Adira akan menolak permintaannya tersebut.


Adira yang menyadari sikap nenek nya sontak menyadarkan nenek nya.


"nek ada apa?" tanya Adira


"tidak papa sayang" jawab nenek


" katakan nek" ucap Adira kembali, karena ia yakin. ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh neneknya


" berjanjilah sayang, setelah ini kau tk melarikan diri bahkan meninggalkan nenekmu ini". ucap nenek.


" baiklah nek, adira janji" saut adira.


" Adira, bolehkan nenek memintamu untuk menikah dengan Benson?" tanya nenek


sontak membuat Adira terdiam, membisu


" Adira"


"Adira" teriakan nenek nya menyadarkan adira.


"ah kak deri" gumam adira

__ADS_1


"apa sayang? kau bilang apa? " tanya nenek.


" tidak ada nek, soal itu Adira kan masih sekolah nek. adira masih ingin sambung belajar. dan lagi kak benson tidak mungkin menerimanya nek" jelas adira


"hey, siapa bilang akan menikah sekarang, tunggu dirimu selesai sekolah. dan untuk belajarmu, kau bisa menyambung nya setelah menikah, benson? tenanglah sudah nenek atur" ucap nenek dengan yakinnya.


" kau maukan sayang?" tanya nenek kembali pada adira.


" Adira mengantuk nek, Adira tidur dulu ya " saut Adira mengubah topik pembicaraan, dan bergegas pindah posisi, menarik selimut dan berbaring kemudian memejamkan matanya.


nenek menatap tubuh cucunya tersebut, ia menaruh harapan besar agar Adira mau menerima permintaannya tersebut. perjodohan ini ia lakukan semata-mata karena ia takut Adira diambil oleh keluarga lain yang kemudian akan membuat Adira melupakan mereka.


" nenek menyayangi mu adira" ucap nenek kemudian pergi meninggalkan adira.


setelah merasa kondisi kamar nya sepi, Adira menatap kearah pintu.


keesokan harinya,


" selamat pagi nek, ma pa" ucap Benson dari pintu masuk kepada keluarga nya yang sedang berada dalam ruang tamu.


" pagi sayang, darimana kamu nak?" tanya Alma


" Benson dari apartemen meli ma" jawab benson


" sepagi ini? " tanya nenek


" iya nek, semalam benson menginap disana" jawab Ben jujur.

__ADS_1


" apa kau gila ben? mengapa kau menginap dirumah gadis yang tak ada hubungannya dengan dirimu benson!" ucap nenek dengan nada tingginya.


" sudahlah nek benson lelah, benson ingin mandi" jawan ben malas.


" lekaslah mandi, kemudian panggil Adira. dan segera lah keruang keluarga. ada hal yang ingin nenek bicarakan" ucap nenek


" baik nek" ben bergegas menaiki tangga menuju kamarnya lalu bersiap diri untuk mandi. setelah ia selesai dengan ritual mandinya. ia bergegas mengenakan pakaiannya, kemudian keluar kamar menuju kamar Adira. sesampainya nya didepan kamar Adira


" hey gadis bodoh! cepatlah turun, nenek memanggil mu!" teriak ben dari luar pintu kamar.


" baik kak sebentar" saut Adira yang juga berteriak.


ben masih tetap menunggu Adira diluar kamar adira dengan memainkan ponselnya. ketika Adira keluar kamar


" eh kak ben, kakak masih disini?" tanya adira


" cepatlah, kau lama sekali" jawab ben cuek tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya. lalu berjalan mendahului adira menuju ruang keluarga


" bu, apakah ibu serius akan menyampaikan hal ini pada meraka?" tanya Hermawan


" iya, ibu serius!" tegas nenek


" tapi bu mereka masih sangat muda" ucap Alma.


" karena mereka masih muda aku harus segera menyampaikan nya, ketimbang nanti mereka sudah memiliki pasangan masing masing, lalu menolak keinginan ku" ucap nenek panjang kali lebar. dan jelas tampak bahwa nenek tidak ingin ada penolakan.


akhirnya mereka semua diam sambil menunggu ben dan adira hadir dihadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2